
"Baiklah, kita akan jalan-jalan saja," sahut Kafa.
Dan benar saja, Salma menolak semua yang di tawarkan Kafa, termasuk sovenir yang Kafa pilihkan.
"Kenapa kamu menolak semua barang dariku?" tanya Kafa bingung dengan apa yang Salma lakukan, biasanya seorang gadis tidak akan bisa menolak apa yang Kafa tawarkan, Kafa menawarkan tas branded dan sepatu branded yang harganya mencapai ratusan juta, bukannya senang Salma malah berkata jika membeli barang itu pemborosan.
"Aku menolaknya karena aku merasa tidak membutuhkan semua barang yang Mas Kafa tawarkan, lihat saja! tasku ini masih baru dan aku yakin harganya tidak beda jauh dri tas yang tadi di tawarkan Mas Kafa, dan sepatu yang ku paki ini baru aku pakai sekali, untuk apa beli lagi? klau Mas Kafa memang punya banyak uang kenapa gak di sedekahkan saja? bukankah itu lebih baik?" jawab Salma.
Kafa kembali di buat kagum dengan apa yang Salma katakan, sungguh sifatnya memang jauh berbeda dengan Intan yang super boros plus manja.
"Tapi sekali-sekali kamu harus membelinya untuk menyenangkan dirimu sendiri," ujar Kafa.
"Aku sudah cukup senang dengan apa yang aku miliki saat ini," sahut Salma.
"Kalau Mas Kafa mau membuatku senang lebih baik sekarang ajak aku mkaan, aku lapar," sambung Salma.
"Baiklah, karena kmau tidak mau aku belikan appaun dan hanya mau makanan, sekarang kamu bebas mau makan seberapa banyakpun pasti aku turuti," ucap Kafa.
"Terima kasih," cicit Salma.
"Aku suamimu Salma, jadi sudah tugasku membuatmu kenyang dan tak kekurangan satu apapun," Kafa menekankan setiap kata yang dia ucapkan kemudian langsung menggenggam tangan Salma tanp izin dari sang empu yang kini mengikuti apa yang di inginkan Kafa tanpa banyak protes.
__ADS_1
"Mas Kafa, apa di sini tidak ada nasi pecel atau rawon gitu?" tanya Salma saat melihat menu yang di berikan berupa makanan yang kurang dia sukai.
"Tidak ada Salma, kalau kamu mau nyari pecel atau rawon gak di sini tempatnya, tapi di warteg pinggir jalan, kamu coba saja makanan yng ada di sini, atau kamu pesen ini," Kafa menunjukkan menu ayam geprek dengan lada hitam yang terlihat menggiurkan.
"Ini ayam Kan?" tanya Salma saat dia melihat bentuk makanan yang di tunjuk Kafa.
"Iya, ini ayam, kamu coba sjaa! rasanya cukup enak kok," jawab Kafa.
"Baiklah aku pesan ini," Salma yang sedikit asing dengan bumbu yang ada di atas ayam itu hanya mengiyakan apa yang Kafa suruh, biasanya Salma makan ayam geprek dengan toping sambal yang begitu pedas bukan pada hitam seperti saat ini.
"Terus kamu mau pesan apa lagi?" Kafa kembali menawarkan Salma untuk memesan menu lain.
"Aku ikut apa kata Mas Kafa saja, Mas Kafa yang pesan dan pesankan aku makanan yang sama seperti yang Mas Kafa pesan!" Salma yang tak ingin salah beli makanan atau membeli makanan yang tidak cocok dengan seleranya memilih untuk menamakan pesanannya dengan apa yang di pesan Kafa.
Kafa memesan beberapa makanan kemudian kembali duduk tepat di depan Salma, awalnya suasana hening hingga suara khas seorang gadis mengejutkan Kafa.
"Honey!" panggil Intan yang ternyata sedang berada di cafe yang sama di Mall yang sama pula, tanpa permisi dia duduk di samping Kafa danmenatap tajam ke arah Salma.
Sikap Intan sukses membuat Salma dan Kafa sama-sama tegang, Salma langsung terdiam mematung melihat Intan yang datang dan memanggil Salma dengan sebutan Honey, sedang Kafa mematung dia khawatir Salma salah paham dengan apa yang terjadi, di sisi lain Kafa juga belum bisa mengatakan yang sebenarnya siapa Salma kepada Intan begitu pula sebaliknya.
"Ngapain kamu di sini?" sarkas Kafa dengan nada jutek yang dulu pernah di lihat Salma saat pertama kali mereka bertemu.
__ADS_1
"Tunggu! harusnya aku yang tanya, ngapain kamu di sini? sama seorqng gadis lagi, apa ini saudaramu?" bukannya menjawab Intan malah balik bertqnya dan mengira jika Salma saudara Kafa.
"Pergilah! jangan ganggu aku!" ujar Kafa yang tak ingin acaranya di ganggu oleh Intan.
Apa yang terjadi tak luput dari pandangan Ghozi yang sejak tadi memperhatikan setiap gerak gerik Salma dan Kafa.
'Aku akan datang jika ada hal yang tidak baik terjadi pada Salma,' batin Ghozi.
"Dia siapa Mas Kafa?" tanya Salma sambil menunjuk ke arah Intan yang juga duduk di hadapannya.
"Perkenalkan namaku Intan dan aku kekasih Kafa, kamu siapa?" bukan Kafa yang menjawab tapi Intan, dengan penuh percaya diri Intan memperkenalkan diri sebagai kekasih Kafa, apa yang di lakukan Intan membuat Kafa naik pitam, emosinya tak lagi bisa di bendung.
"Kamu mau pergi sekarang atau aku yajg pergi Intan?" hardik Kafa.
Salma terdiam mematung setelah mendengar ucapan Intan, sedang Ghozi sudah emosi mendengarnya hanya saja Ghozi jauh di lebih pandai menahan diri dari di pada Kafa, dia masih berusaha diam di tempatnya untuk melihat apa yang akan terjadi selanjutnya.
"Aku ini kekasihmu Kafa, apa pantas kamu perlakukan aku seperti ini?" bukannya pergi Intan malah balik bertanya.
"Sudah tidak apa-apa, Mbak Intan duduk saja! tapi apa boleh kalau aku meminta Mbak Intan duduk di sampingku saja? jangan di situ!" sela Salma yang tidak ingin ada pertengkaran saat ini.
Bukan Salma suka atau menerima semua yang terjadi begitu saja, tapi melihat Intan yang tidak langsung menurut malah terlihat melawan Kafa membuat Salma harus mengalah, dia terpaksa meminta Intan tetap tinggal karena tak ingin Kafa bertengkar dengan seorang gadis di depan umum, karena jika itu terjadi bisa di pastikan Kafa akan malu karenanya, jika pengunjung lain hanya melihat saja masih bisa dimaklumi, tapi tangan-tangan sosmed yang uptudate bisa jadi bumerang bagi Kafa sendiri, karena itulah Salma meminta Intan tetap bersamanya dan pindah tempat, jujur saja ada rasa tidak suka saat Salma melihat Intan duduk di samping Kafa.
__ADS_1
Dalam benak Salma masih ada banyak pertanyaan yang ingin dia utarakan, siapa Intan dan kenapa Kafa menikahi Salma jika dia sudah punya kekasih, apakah Intan menjadi alasan utama Kafa meminta pada Ummi untuk kembali ke kota, terus Salma di anggap apa selama ini? juga kebaikan yang di tunjukkan Kafa akhir-akhir ini apa artinya? Salma merasa sedikit pusing memikirkan apa yang sebenarnya terjadi.
"Salma, sejak kapan kamu datang? dan kenapa selama ini aku tidak pernah melihatmu?" tanya Intan sok akrab pada Salma yang tersenyum getir ke arah Intan.