Cahaya Cinta Salma

Cahaya Cinta Salma
Permintaan Kafa


__ADS_3

"Baiklah, minggu depan aku akan pulang. Katakan pada Ghozi! siapkan kamar depan dan suruh dia jemput aku di sini!" pinta Kafa.


"Loh, kenapa harus Ghozi, Nak?" tanya Ummi heran mendengar permintaan sang putera, pasalnya di sana masih ada Fikri, sopir sekaligus mata-mata yang di suruh oleh Ummi.


"Tidak apa-apa Ummi, aku hanya ingin bertemu Ghozi saja," jawab Kafa.


Ghozi adalah sahabat baik Kafa sejak SMP, keduanya begitu dekat saking dekatnya sampai seperti saudara, tapi sejak kejadian beberapa tahun silam Kafa pergi dan tak lagi bertemu dengannya.


"Baiklah, Nak, minggu depan Ghozi akan menyusulmu dan Ummi harap kali ini kamu benar-benar mau pulang," ujar Ummi mengungkapkan harapannya, dulu Ummi pernah menyuruh Ghozi untuk menjemput Kafa, tapi bukannya mau Kafa malah menolak dengan keras kedatangan Ghozi, sejak saat itu Ummi memutuskan mengirim mata-mata untuk mengawasi setiap hal yang di lakukan oleh Kafa.


"Kalau begitu Kafa tutup dulu telfonnya ya Ummi," pamit Kafa.


"Kamu hati-hati di sana ya, Nak! ingat jaga diri baik-baik! do'a Ummi selalu bersamamu," ujar Ummi sebelum beliau menutup sambungan telfonnya.

__ADS_1


"Alhamdulillah," lirih Kafa, dia merasa begitu lega setelah mendapat telfon dari Ummi, karena telfon dari Ummi menyelamatkannya dari Intan, kekasih yang begitu menguji iman.


Tanpa banyak bicara dan berpamitan lagi, Kafa yang merasa sudah tidak aman langsung berjalan keluar dari rumah Salman dan pulang ke rumahnya. Sungguh saat ini dia butuh istirahat dan mandi air dingin untuk melemahkan hasrat yang sempat memuncak.


"Bik!" panggil Kafa saat sampai di dalam rumah.


"Iya, Den," sahut sang Bibik.


"Baik, Den," jawab Bik Sumik yang langsung berjalan menuju dapur untuk membuatkan kopi pesanan Kafa.


Kopi hitam yang tak terlalu manis adalah minuman yang sering menemani Kafa setiap kali dia punya masalah atau berada dalam keadaan sulit, menikmati keindahan kota di temani kopi hitam adalah hal yang paling di sukai oleh Kafa.


Bik Sumik membuatkan kopi sesuai dengan apa yang di pesan, dan mengantarnya ke dalam kamar Kafa. Bik Sumik menaruhnya di meja yang ada di balkon kamar Kafa karena dia suka menghabiskan waktu di sana.

__ADS_1


~


Ummi tersenyum bahagia setelah menelfon Kafa, baginya kedatangan Kafa adalah hal yang paling bisa membuat hidupnya berbunga, rindu yang sudah lama terpendam sebentar lagi akan hilang karena Kafa akan segera pulang, Tanpa banyak berfikir Ummi langsung berjalan mencari Ghozi dan memberitahukan padanya kabar bahwa minggu depan Kafa akan pulang dan dia memberi kabar pada Ghozi agar minggu depan dia mau menyusul Kafa.


"Ghozi!" panggil Ummi saat sudah sampai di halaman rumah. Netra matanya melihat Ghozi yang sedang sibuk mencuci mobil.


"Iya, Ummi, ada apa?" sahut Ghozi berjalan mendekat ke arah Ummi.


"Kafa akan pulang Ghozi," seru Ummi dengan tatapan mata yang di penuhi binar kebahagiaan.


"Alhamdulillah, kapan Ummi?" sahut Ghozi yang merasakan hal sama seperti Ummi, bagaimanapun Ghozi merasa senang jika Kafa kembali ke pesantren, terbesit di benaknya sebuah harapan agar Kafa kembali seperti dulu.


"Minggu depan, dan dia meminta pada Ummi agar kamu yang menjemputnya ke sana nanti," jawab Ummi sambil memberitahukan jika Kafa juga meminta Ghozi yang menjemput.

__ADS_1


__ADS_2