Cahaya Cinta Salma

Cahaya Cinta Salma
Menempati Kamar Kafa


__ADS_3

"Kamar kamu biar di tempati Salma dulu sampai dia sembuh," jawab Ummi enteng, seenteng kapas.


"Tapi Ummi, kenapa harus ada di kamar Kafa? bukankah masih ada kamar tamu?" Kafa mulai memprotes keputusan Ummi.


"Dia calon istrimu, mana mungkin Ummi tempatkan dia di kamar tamu, lagi pula kamar kamu nanti bakal jadi kamar dia juga," Ummi kembali menjawab pertanyaan Kafa dengan jawaban begitu ringan tanpa beban.


"Huft," keluh Kafa yang tak bisa berkata apa-apa lagi, dia hanya bisa menarik nafas panjang kemudian mengeluarkannya perlahan.


"Sudah jangan mengeluh! kamu itu laki-laki dan seorang laki-laki itu harus berani berkorban demi orang lain, apalagi Salma calon istrimu," sahut Ummi kemudian melenggang pergi meninggalkan Kafa tanpa mendengarkan ucapannya lagi.


"Ayo ikut Ummi!" ajak Ummi tanpa memperdulikan Kafa yang terlihat masih ingin protes atas keputusan sepihak yang di buat oleh Ummi.


"Baik, Ummi," sahut Suster Intan yang spontan memanggil Ummi setelah melihat beberapa orang di sekitarnya memanggil Ummi.

__ADS_1


"Ummi," lirih Salma sambil menghentikan langkahnya tepat di depan kamar Kafa.


"Iya, ada apa Salma?" sahut Ummi yang kini sedang merangkul bahu Salma dan menoleh ke arahnya, menatap lembut bola mata Salma yang terlihat gelisah.


"Apa tidak akan jadi masalah kalau Salma tinggal di kamar Mas Kafa?" tanya Salma dengan ekspresi wajah penuh kegelisahan menatap balik Ummi yang justru tersenyum lembut ke arahnya.


"Kamu tinggal di sini bersama Tari bukan bersama Kafa, jadi apa masalahnya?" jawab Ummi dengan senyum lembut yang menenangkan jiwanya.


"Ummi benar, tapi apa pantas jika Salma yang belum sah menjadi istri Mas Kafa sudah berani menempati kamar Mas Kafa?" Salma yang masih gelisah dan ragu kembali bertanya.


Melihat Ummi yang terlihat tidak perduli dnegan apapun membuat Salma tidak lagi bisa menolak atau mencari alasan agar dia bisa menolak titah Ummi yang meminta dirinya untuk tunggal sementara di kamar Kafa akhirnya memilih untuk mengikuti semua yang Ummi perintahkan tanpa mendebatnya lagi.


"Suster tolong siapkan semua keperluan pengobatan Salma dan rawat dia dengan baik! dia bukan hanya calon menantu bagiku tapi dia sudah Ummi anggap seperti puteri Ummi sendiri," pesan Ummi pada Suster Intan.

__ADS_1


"Ummi tidak perlu khawatir! saya pasti akan menjaga Neng Salma dengan sangat baik," jawab Suster Intan sambil memasang wajah serius yang terlihat jelas di wajahnya.


"Bagus, kalau begitu Ummi tinggal sebentar." Pamit Ummi seraya melenggang pergi meninggalkan Salma dan yang lain keluar dari kamar.


Ummi melenggang pergi keluar dari kamar menuju ruang keluarga di mana Abah sudah menunggunya.


"Bagaimana keadaan Salma, Ummi?" tanya Abah sesaat setelah Ummi keluar dari kamar Kafa.


"Alhamdulillah, keadaan Salma sudah jauh lebih baik dari sebelumnya Bah, saat ini dia hanya butuh menghabiskan obat antibiotiknya saja," jawab Ummi dengan senyum yang terlihat begitu merekah di bibirnya.


Sebelumnya Kafa sudah menjelaskan keadaan Salma saat ini dan alasan dirinya membawa Salma pulang, Kafa sengaja berbohong pada Sang Ummi, dia tidak mengatakan yang sebenarnya, Kafa memberitahu Ummi jika Salma pulang karena permintaannya bukan karena yang lain. Semua itu Kafa lakukan agar tidak ada masalah, meskipun sebenarnya Ummi tidak akan mempermasalahkan hal itu tapi Kafa memilih mengatakan jika dirinyalah yang meminta agar semuanya aman.


"Kalau persiapan pernikahan Kafa bagaimana Ummi?" Abah kembali bertanya.

__ADS_1


Semua persiapan pernikahan memang di siapkan oleh Ummi dan Ghozi juga santri lain yang suka rela membantu Ummi, Abah hanya menyetujui apapun yang Ummi putuskan, semua itu di lakukan Abah bukan karena dia tidak setuju atau dia tidak peduli, semua di lakukan karena Abah sedang sibuk mengisi beberapa acara pengajian yang sebelumnya sudah membuat janji dengannya, pernikahan Kafa memang di majukan dan karena itulah yang membuat Abah sibuk dan tidak bisa membantu Ummi mempersiapkannya.


__ADS_2