Cahaya Cinta Salma

Cahaya Cinta Salma
Pilihan yang Tepat


__ADS_3

"Hm," sahut Tari yang cukup membuat Salma kesal, Tari hanya berdehem menanggapi panggilan Salma yang cukup kencang itu.


"Jangan karena kamu pakai barang milik Mas Kafa itu, kamu jadi ikutan bersikap sok dingin padaku," ujar Salma dengan tatapan mata tajam mengintimidasi.


"Astaga, tatapan macam apa itu Salma? aku ini sahabat sekaligus saudaramu, bukan musuh yang bisa kau tatap seperti itu," Tari yang sangat mengerti dengan kejengkelan yang di rasakan oleh Salma kini mulai berargumentasi.


"Kalau gak mau aku tatap gitu, jangan sok bersikap dingin!" Salma masih jengkel dengan sahutan Tari kini mulai mengungkapkan protesnya.


"Oke, aku ngaku salah, emangnya ada apa?" tanya Tari, saat ini dia sangat mengerti dengan keadaan Salma yang masih sakit dan itu artinya Salma masih menjadi ratu dan tidak boleh ada satu orangpun yang boleh berdebat ataupun menentang keinginannya.


"Kamu lagi dengerin lagu apa?" tanya Salma yang sejak tadi memang penasaran dengan lagu yang di dengarkan oleh Tari, dia terlihat begitu asyik menikmati musik yang di dengar lewat Mp3 dan kedua telinga yang di tutup rapat dengan earphone.

__ADS_1


"Kenapa? Kamu mau dengerin lagu juga?" sahut Tari sambil menatap curiga ke arah Salma.


"Aku juga butuh hiburan Tari, kamu kira berdiam diri di kamar ini tidak membuatku bosan apa? Aku bahkan sangat bosan ada di sini terus," keluh Salma.


Tari yang mendengar keluh kesah Salma langsung berjalan mendekat ke arahnya dan memberikan earphone yang sejak tadi bertengger indah di kepalanya kepada Salma.


"Ummi!" panggil Kafa, dia baru saja keluar dari kamar mencari sang Ummi yang ternyata sedang duduk di ruang keluarga dengan satu tangan yang maaih setia memegang bolpoin.


"Kafa mau nunjukin gaun dan dekor yang akan Kafa gunakan nanti." Jawab Kafa berjalan mendekat ke arah sang Ummi kemudian memilih duduk tepat di samping Ummi.


"Tadi Kafa sempat meminta Salma untuk memilih gaun dan dekor, dan Salma sudah memilihn.

__ADS_1


"Alhamdulillah jika Salma mau memilih, apa tadi kamu memaksanya? atau kamu tadi mengganggu jam istirahatnya?" Ummi terus saja bertanya mengungkapkan segala perasaan yang sejak tadi masih bersarang di benaknya.


"Aku tidak memaksanya Ummi, hanya saja Salma tidak menyukai kemewahan, dia sempat protes dengan harga sewa gaun dan dekor yang menurutnya sangat mahal," Kafa mengatakan apa yang sebenarnya terjadi pada sang Ummi.


"Tidak suka kemewahan bagaimana maksud kamu Kafa?" tanya Ummi dengan ekspresi wajah melas saat bertanya dan menatap wajah Kafa yang ternyata sejak tadi menunggu di rumah nenek.


"Salma leboh memilih mengundang anak yatim untuk berbagi kebahagiaan, Salma yang seharusnya memilih dekor dan gaun yang indah dengan harga fantastik tapi dia malah menyarankanku untuk mengundang anak yatim," Kafa mengatakan kalimat itu dengan ekspresi wajah penuh kekaguman pada sosok Salma.


"Alhamdulillah jika kamu tahu kalau salma memang berbeda dengan gadis lain, terutama gadis yang datang tempo hari, Ummi yakin jika gadis yang bernama Intan itu sangatlah boros dan manja," Ummi mengutarakan pendapatnya.


"Sifat Intan memang berbeda dengan sifat Salma, dan aku mengakui pilihan Ummi memang cukup baik," Kafa yang baru saja sadar kini mengungkapkan pengakuannya atas pilihan Ummi yang memang benar-benar tepat untuknya.

__ADS_1


__ADS_2