Cahaya Cinta Salma

Cahaya Cinta Salma
Pesan Dari Intan


__ADS_3

Malam telah berlalu, peran bintang kini telah tergantikan oleh sang mentari menerangi bumi yang awalnya gelap menjadi terang.


Ting ...


Satu pesan masuk ke dalam ponsel Kafa yang sedang tergeletak cantik di atas nakas samping tempat tidur, Kafa yang masih terlelap tidur setelah sholat subuh tadi kini mulai terbangun.


"Aku masih menunggumu Honey."


Satu pesan yang harusnya terdengar begitu manis tapi sangat menjengkelkan bagi Kafa, Intan yang awalnya bisa menjadi hiburan bagi Kafa kini berubah menjadi ancaman yang entah bisa dia atasi atau malah membahayakan dirinya sendiri dan calon istrinya.


"Menyebalkan!" keluh Kafa yang langsung bangun dan segera beranjak pergi keluar dari kamar untuk membersihkan diri dan bangun dari mimpi indah untuk mempersiapkan diri menghadapi kenyataan yang cukup menyakitkan.


Usai membersihkan diri Kafa berjalan menuju kamarnya untuk mengambil baju ganti sekaligus menunjukkan gaun dan dekor untuk resepsi nanti pada Salma, bagaimanapun juga Salma harus tahu dan ikut andil dalam memilih dekor dan gaun untuk pesta pernikahan mereka.


Tok ... tok ... tok ...

__ADS_1


"Jadi berasa aneh, mau masuk ke kamar sendiri harus ketuk pintu," gumam Kafa yang hanya mampu di dengar dirinya sendiri.


"Tunggu!" ucap seorang gadis sari dalam kamar.


Ceklek


"Mas Kafa, ada apa?" tanya Tari sambil menatap bingung ke arah Kafa yang kini berdiri di hadapannya.


"Aku mau ambil baju. " Jawab Kafa yang justru menatap balik Tari dengab tatapan heran.


"Oh mau ambil baju," sahut Tari seraya membuka lebar pintu kamar seolah mempersilahkan Kafa masuk.


Pandangan pertama yang Kafa lihat adalah Salma, dia terbaring lemah di atas tempat tidur dengan selang infus yang masih menancap di pergelangan tangannya, Salma terlihat begitu lemah hari ini dan pemandangan itu cukup membuat Kafa sedikit khawatir, entah mengapa rasa khawatir Kafa tiba-tiba muncul dengan sendirinya.


"Apa kamu baik-baik saja?" tanya Kafa pada Salma yang sejak tafi menatap jendela dengan tatapan sendu.

__ADS_1


"Aku baik-baik saja Mas Kafa," jawab Salma menoleh ke arah Kafa yang berjalan menuju lemari.


"Ada sesuatu yang ingin aku bicarakan denganmu setelah ini," ucap Kafa menoleh ke arah Salma.


"Mas Kafa ingin bicara apa?" tanya Salma yang merasa tidak sabar ingin segera tahu Kafa ingin bicara apa.


"Nanti aku beri tahu," jawab Kafa berjalan mendekat ke arah Salma yang masih duduk bersandar di kasur king size miliknya. Kafa terus saja mendekat ke arah Salma, awalnya Salma mengira jika Kafa akan melakukan sesuatu padanya, karena hal itulah Salma terdiam mematung dan terus menatap Kafa dengan perasaan yang bercampur-campur.


"Mas Kafa mau ngapain?" tanya Salma, dia sudah tidak bisa menahan diri untuk tidak bertanya.


"Aku mau naruh ponsel dan dompet di nakas. Emangnya kenapa?" jawab Kafa sambil bertanya balik.


"Gak apa-apa, cuma mau nanya aja," jawab Salma mencoba menutupi rasa malunya karena berfikir yang bukan-bukan tentang Kafa yang ternyata hanya ingin meletakkan ponsel juga dompet di atas nakas.


"Oh," satu kata singkat yang cukup membuat Salma bernafas lega, karena dengan jawaban Kafa itu menandakan jika dia tidak memikirkan sesuatu yang cukup membuat Salma malu.

__ADS_1


__ADS_2