Cahaya Cinta Salma

Cahaya Cinta Salma
Rasa Syukur Salma


__ADS_3

Salma dan Tari berjalan masuk ke dalam mobil. Begitu juga dengan perawat yang akan merawat Salma sedang Kafa langsung duduk di samping kemudi.


Mobil melaju dengan kecepatan sedang membelah jalanan yang hari ini terlihat lenggang dan tidak terlalu ramai. Suasana di dalam mobil begitu hening tidak ada satupun yang mengawali percakapan, semua diam seribu bahasa.


"Keluarlah!" titah Kafa setelah membukakan pintu ubtuk Salma.


"Alhamdulillah, akhirnya kamu boleh pulang, Nak," suara khas Ummi terdengar begitu nyaring di telinga siapapun yang mendengarkannya,suara Ummi yang awalnya terdengar begitu jauh, kini perlahan mendekat.


"Alhamdulillah, Ummi, tapi Maaf," sahut Salma menatap lekat ke arah Ummi dengan tatapan penuh kesedihan dan rasa bersalah.


"Maaf untuk apa, Nak?" tanya Ummi yang sama sekali tidak mengerti dengan kata maaf yang terucap dari bibir Salma.


"Maaf karena Salma sangat merepotkan Ummi dan Mas Kafa," jawab Salma.


"Tidak ada yang di repotkan di sini, Nak. Kamu tenang saja! Ummi dan Kafa merasa baik-baik saja, jadi jangan khawatir!"Ummi yang melihat raut wajah Salma berusaha memenangkannya agar dia tidak terus menerus merasa sedih ataupun merasa bersalah dengan apa yang telah terjadi.


"Terima kasih sudah mau menjadi Ibu pengganti untukku, dan terima kasih karena Ummi sudah menyayangiku seperti menyayangi putrinya sendiri, aku sangat beruntung bisa bertemu dengan Ummi," Salma kembali mengungkapkan rasa syukurnya atas segala hal yang di berikan oleh Tuhan, terlebih rasa syukurnya karena telah bertemu dengan Ummi yang berhati malaikat.


"Ummi juga sangat bersyukur bisa bertemu denganmu, dan Ummi akan jauh lebih bersyukur jika kamu menjadi menantu Ummi," jawaban Ummi sungguh membuat Salma semakin yakin jika dirinya pasti bisa melewati segala hal, meskipun hal itu sangat sulit untuk di lalui.

__ADS_1


"Khem," suara deheman Kafa yang mulai jengah mendengar percakapan Ummi dan Salma kini mulai mengingatkan mereka jika saat ini Kafa masih ada di belakangnya, dan suara Kafa sukses membuat Salma dan Tari juga Ummi reflek langsung menoleh ke arahnya.


"Kalian bisa bicara lagi nanti, sekarang masuklah dulu! kasihan suster Intan sudah lelah memegang infus Salma," ujar Kafa setelah melihat ketiga wanita di hadapannya menatap lekat ke arahnya.


"Astaghfirullah, maaf suster," ujar Salma menatap Suster Intan dengan tatapan penuh rasa bersalah.


"Tidak apa-apa Neng," jawab Suster Intan.


'Kenapa mesti panggil Neng sih, aku belum sah jadi istri Mas Kafa udah di panggil Neng, risih juga dengernya,' batin Salma mulai berkomentar.


"Ayo masuk!" Tari yang sejak tadi diam memperhatikan semua yang telah terjadi kini mulai bersuara.


"Mbak Mila!" panggil Ummi saat melihat Mila sedang mengelap meja.


"Iya, Ummi," sahut Mila berjalan mendekat ke arah Ummi dan yang lain.


"Apa kamarnya sudah siap?" tanya Ummi ketika melihat Mila sudah berada di hadapannya.


"Alhamdulillah sudah Ummi," jawab Mila dengan ekspresi wajah penuh keramahan.

__ADS_1


"Kafa!" kini Ummi memanggil Kafa setelah mendengar jawaban Mila.


"Iya, Ummi, ada apa?" sahut Kafa, dia sengaja mengikuti langkah Ummi dan yang lain untuk membawakan baju juga perlengkapan Salma yang dia bawa dari rumah sakit.


"Untuk sementara waktu kamu tinggal saja di pesantren putera atau kamu juga bisa tinggal bersama Ghozi dan menepati kamar depan!" titah Ummi.


"Loh kenapa bisa begitu, Ummi?" Kafa yang tidak mengerti kini kembali bertanya.


-


-


-


-


-


-

__ADS_1


Kakak2 maaf ya, author updatenya dikit2 plus sering libur update, minta do'anya agar author sehat terus biar bisa update yang banyak, dan author harap Kakak pembaca masih mau menunggu kelanjutan cerita ini. Terima kasih untuk semua dukingannya, lope2 sekebun untuk kalian pembaca setiaku😍😍😘😘😚


__ADS_2