Cahaya Cinta Salma

Cahaya Cinta Salma
Sopir Baru Umik


__ADS_3

"Apa semuanya sudah siap?" tanya Umik pada salah satu santri kepercayaannya.


"Sudah Umik," jawab Rani yang memang sudah lama menjadi Santri kepercayaan Umik.


"Apa Pak Tohir juga sudah menyiapkan mobilnya?" Umik kembali bertanya pada Rani, Pak Tohir seorang sopir yang baru saja bekerja di tempat Umik sebagai seorang sopir.


Tanpa menunggu perintah lagi, Rani berjalan keluar dari ruang tamu menuju halaman di mana Pak Tohir tengah memanasi mobil yang baru saja dia cuci.


"Pak Tohir!" panggil Rani.


"Iya, ada apa Mbak Rani?" sahut Pak Tohir sejenak menghentikan pekerjaannya mencuci mobil dan mengalihkan pandangannya ke arah Rani yang sedang berdiri tak jauh dari tempatnya mencuci mobil.


"Umik meminta saya datang ke sini untuk bertanya, apa mobilnya sudah siap?" Rani menjawab pertanyaan Pak Tohir dengan sebuah pertanyaan yang memang harus dia sampaikan.


"Mobilnya sudah siap, Mbak, jika ingin berangkat sekarang silahkan!" jawab Pak Tohir.


"Baiklah, kalau begitu saya permisi, Pak." Pamit Rani berjalan kembali masuk ke dalam rumah untuk menemui Umik dan mengatakan jawaban Pak Tohir.

__ADS_1


Rani terus berjalan masuk ke dalam rumah dan menemui Umik.


"Sudah, Umik, mobilnya sudah siap, kata Pak Tohir Umik bisa berangkat sekarang kalau Umik mau berangkat," tutur Rani sesaat setelah dia sampai di dekat Umik.


"Kalau begitu ayo berangkat!" sahut Umik yang langsung mengajak Rani untuk ikut bersama Umik menuju rumah Ummi.


Mobil melaju menuju rumah Ummi dengan kecepatan sedang, semua terlihat rapi dan siap untuk melamar Tari.


"Apa semuanya sudah siap, Ummi?" tanya Salma.


"Alhamdulillah sudah," jawab Ummi sambil tersenyum ke arah Salma yang kini terlihat begitu bersemangat dan tak mengenal kata lelah.


"Kenapa Ummi tersenyum?" tanya Salma merasa begitu penasaran dengan apa yang terjadi pada Ummi hari ini.


"Aku teringat masa lalu jika melihatmu sekarang, aku ingat di mana saat aku mengandung Kafa dulu," jawab Ummi.


"Kenapa Ummi?" tanya Salma penasaran dengan jawaban Ummi yang memang masih menimbulkan rasa penasaran dalam benak Salma.

__ADS_1


"Dulu aku juga melakukan hal yang sama sepertimu, rasa lelah yang biasanya muncul seketika hilang saat aku menginginkan sesuatu atau menyukai suatu hal, sama seperti diri saat ini," Ummi menjelaskan alasan dirinya tersenyum ke arah Salma.


"Aku hanya merasa senang Ummi, akhirnya Tari menemukan kekasih hati yang akan menjaganya nanti, apa lagi jika laki-lakinya itu Ghozi yang aku yakini pasti bisa membuat Tari bahagia, maka aku akan merasa semakin bahagia karenanya Ummi," jawab Salma jujur.


"Doakan saja! semoga Tari dan Ghozi benar-benar bisa menjadi pasangan halal as hidup sembari," ujar Ummi.


Tari dan Ghozi memang sering sekali berbincang sebagai teman dan rekan bekerja.


"Aku selalu berdoa demi kebahagiaan sahabat malangku itu Ummi," jawab Salma dengan senyum yang masih saja terlihat di wajahnya.


"Alhamdulillah, semoga kalian bisa tetap menjadi seperti aku saat ini," ujar Ummi.


"Amin, Ummi!" jawab Salma.


"Apa semuanya sudah siap?" tanya Kafa yang baru saja masuk ke dalam rumah dan melihat semua yang terjadi di dalam rumah.


"Sudah, sekarang tinggal menunggu tamu yang akan datang," jawab Umik.

__ADS_1


__ADS_2