Cahaya Cinta Salma

Cahaya Cinta Salma
Emosi Yang Tiba-tiba


__ADS_3

"Kamu memang putera kebanggaan Ummi," Ummi langsung memeluk Kafa sebagai wujud dari rasa syukur yang teramat dalam yang kini tumbuh di hatinya, karena Kafa sang putera telah kembali setelah bertahun-tahun pergi. Ummi berharap Kafa tak hanya kembali tapi sifat dan sikapnya juga ikut kembali seperti dulu.


"Baiklah, Ummi pergi dulu." Pamit Ummi melenggang pergi tanpa memperdulikan sekitar Ummi langsung pergi menuju kamar dengan fikiran yang tertuju pada Abah.


"Ummi mau ke mana?" tanya Kafa.


"Mau cari Abahmu." Jawab Ummi tanpa menoleh ke arah Kafa, dia terus saja pergi meninggalkan Kafa.


"Ada apa kamu ke sini Ghozi?" seloroh Kafa setelah sang Ummi tak terlihat di balik tembok pemisah antara ruang keluarga dan ruang tamu.


Ghozi yang sejak tadi diam mematung dan melamun langsung terperanjat mendengar namanya di panggil.


"Ghozi!" Kafa mengulang memanggil Kafa karena yang di panggiltak memberi respon.


"Eh, iya, ada apa Mas Kafa?" sahut Ghozi gelagapan mendengar namanya di panggil.


"Kamu ngapain di situ sejak tadi?" Kafa kembali bertanya.


"Aku, A~ aku, eh, tadinya mau nanya Ummi soal rencana nanti malem, tapi Ummi sudah pergi, jadi aku pamit dulu Mas Kafa." Jawab Ghozi gugup.


"Memangnya ada apa nanti malam?" Kafa kembali bertanya.


"Nanti malam ada acara cerdas cermat yang biasa di laksanakan dua bulan sekali di aula pondok putri, dan aku ingin melaporkan perkembangan persiapan acaranya," jelas Ghozi.


"Ghozi!" lirih Kafa.

__ADS_1


"Iya, Mas Ghozi," sahut Ghozi.


"Aku ingin bicara sesuatu padamu, ikutlah denganku!" ajak Kafa.


"Mas Kafa mau bicara apa?" tanya Ghozi yang penasaran dengan apa yang ingin di bicarakan oleh Kafa, pasalnya saat ini wajah Kafa terlihat begitu serius.


"Ikut aku! nanti kamu akan tahu apa yang ingin aku bicarakan," jawab Kafa yang terlihat enggan menjelaskan apa yang ingin dia bicarakan sekarang.


Ghozi yang mengerti dengan sifat Kafa hanya bisa mengikuti langkahnya tanpa banyak bertanya ataupun protes lagi, bagi Ghozi saat ini menuruti keinginan Kafa jauh lebih baik dari pada harus terus bertanya, karena Kafa tidak akan pernah menjawab pertanyaan Ghozi.


"Duduklah!" titah Kafa setelah keduanya sampai di halaman belakang rumah.


Ghozi yang mendengar perintah Kafa langsung duduk tanpa banyak bicara, dia hanya mengikuti apa yang di perintahkan oleh Kafa yang lebih dulu duduk di kursi yang ada di sebelahnya.


"Mas Kafa mau tanya apa?" Ghozi yang masih penasaran kembali bertanya.


"Kenapa Mas Kafa bisa tanya seperti itu?" bukannya menjawab Ghozi malah balik bertanya pada Kafa yang masih menatapmya dengan tatapan serius.


"Jawab dulu pertanyaanku! setelah itu aku akan jelaskan apa yang sebenarnya terjadi." Kafa yang enggan menjelaskan apapun pada Ghozi malah memintanya menjawab pertanyaan yang di ajukan oleh Kafa lebih dulu.


"Aku tidak tahu Mas Kafa, yang aku tahu jantungku berdebar begitu kencang saat Salma berada di dekatku, aku juga merasa begitu tenang dan damai berada di sampingnya, Salma membawa aura positif dan ketenangan di setiap langkahnya." Jelas Ghozi denganmata berbinar penuh rasa suka dan kekaguman yang terpancar dengan jelas di matanya.


"Bagaimana jika Salma bukan jodohmu? apa kamu masih memiliki rasa yang sama?" Kafa kembali bertanya.


Ghozi terlihat menghirup udara dalam kemudian menghembuskannya perlahan berusaha mengumpulkan kesabaran agar dia masih bisa menjawab pertanyaan Kafa dan menyimpan rasa penasaran atas jawaban yang dia ajukan tapi masih saja belum di jawab oleh Kafa.

__ADS_1


"Aku akan berusaha ikhlas dan membiarkan diabahagia bersama jodoh yang telah di takdirkan bersamanya, dan perlahan aku yakin bisa menghilangkan rasa yang timbul di hatiku ini." Ghozi kembali menjawab pertanyaan Kafa meski saat ini dia ingin sekali kembali bertanya dan meminta jawaban pada Kafa.


"Jika dia tidak bahagia dengan jodohnya karena dia di nikahkan dengan paksa apa yang akan kamu lakukan?" Kafa kembali menanyakan segala kemungkinan yang akan terjadi, dan rasa penasaran Kafa atas jawaban yang akan di berikan oleh Ghozi membuatnya lebih fokus dan lebih serius menatap Ghozi yang duduk di sampingnya, sedang Ghozi yang di tatap merasa semakin bingung dan terdiam kaku do tempatnya.


"Jawab Ghozi!" sambung Kafa dengan ekspresi wajah tak sabarnya menatap ke arah Ghozi.


"Eh, a~aku akan berusaha membantunya," jawab Ghozi sedikit gugup karena terkejut mendengar perintah Ghozi yang terdengar lebih keras dari sebelumnya.


"Membantu bagaimana maksudmu?" Kafa semakin penasaran dengan apa yang selanjutnya akan di jawab oleh Ghozi.


"Tergantung dari Salma, jika dia meminta bantuanku ataupun aku tahu jika dia sedang tersiksa dengan pasangannya maka aku akan menawarkan diri untuk membantunya dan aku akan melakukan apapun agar Salma bisa kembali bahagia," jelas Ghozi.


"Apa memisahkan Salma dengan suaminya termasuk dalam caramu membuat Salma bahagia?" Kafa bertanya lebih detail tentang cara Ghozi membantunya.


"Jika itu bisa membuat Salma bahagia maka aku pasti akan melakukannya Mas Kafa, yang terpenting dia bisa bahagia, karena selama ini yang ju tahu dia sudah banyak melewati kesulitan dalam kehidupannya, dan aku tak ingin dia kembali bersedih saat dia harusnya sudah bahagia dengan jodohnya." Ghozi menjelaskan semuanya dengan wajah penuh keyakinan dan semangat yang terlihat berkobar di matanya.


"Brak!"


Gerakan Kafa yang tiba-tiba membuat Ghozi terkejut, dia langsung berdiri menatap heran ke arah Kafa yang baru saja menggebrak meja bundar kecil yang ada di hadapan keduanya.


"Ada apa Mas Kafa?" spontan Ghozi sambil menatap heran ke arah Kafa yang kini justru terlihat bingung, saat ini Kafa juga bingung dengan sikapnya sendiri, apa yang dia lakukan tadi dia hanya gerakan spontan yang di lakukan tubuhnya saat mendengar Ghozi ingin membantu Salma lepas dari jodohnya.


"Tidak ada, aku pergi dulu." Kafa tak lagi punya niat untuk membahas apapun dengan Ghozi, moodnya tiba-tiba hancur dan dia pergi meninggalkan Ghozi yang masih bingung dengan sikap Kafa.


'Kenapa Mas Kafa jadi aneh seperti itu?' batin Ghozi semakin penasaran dengan sikap yang di tunjukkan oleh Kafa, sedang Kafa yang tiba-tiba merasa kesal kini berjalan dengan langkah lebar menuju kamar untuk menenangkan diri dan menghilangkan emosi yang tiba-tiba menguasai hatinya.

__ADS_1


'Ada apa denganku? kenapa aku tiba-tiba merasa begitu emosi saat mendengar Ghozi akan membantu Salna lepas dari pasangannya,' batin Kafa sambil duduk di kasur kamarnya dengan ekspresi wajah heran.


__ADS_2