Cahaya Cinta Salma

Cahaya Cinta Salma
Rencana kepulangan Salma


__ADS_3

Kafa terus berfikir hingga dia sampai di depan kamar Salma tanpa dia sadari, sejak tadi Kafa hanya melamun sambil berjalan memikirkan Salma dan apa yang harus dia lakukan nanti, untung saja dia tidak menabrak orang.


"Bagaimana? Apa kata Dokter?" Sergah Salma sesaat setelah Kafa masuk ke dalam kamar.


Kafa yang mendengar pertanyaan Salma spontan tersenyum dengan senyuman yang sangat tipis hampir tidak terlihat, saat ini Salma terlihat seperti anak kecil yang sedang merengek meminta sesuatu pada sang Bunda.


"Dokter bilang kamu bisa pulang asal kamu mau di rawat di rumah dan di bawah pengawasan perawat khusus, Dokter Harun juga akan memeriksamu sekali dalam sehari," Kafa menjelaskan apa yang tadi di jelaskan oleh Dokter pada Salma.


"Kalau kayak gitu pasti akan lebih banyak lagi biaya yang harus di keluarkan Ummi, aku akan semakin merepotkan beliau jika begitu," lirih Salma sambil menundukkan kepala merasa bingung dengan keputusan yang akan dia ambil.


Kafa yang melihat dan samar-samar mendengar ucapan Salma reflek langsung menoleh ke arahnya kemudian berbalik berjalan keluar dari ruangan Salma tanpa sepatah katapun, dia terus berjalan menuju ruangan Dokter Harun tanpa bertanya ataupun berkata pada Salma.


Tok ... tok ... tok ....


"Masuk!" suara Dokter Harun terdengar dari dalam ruangan.


Kafa yang mendengar suara Dokter Harun langsung masuk ke dalam ruangannya.


"Mas Kafa, silahkan duduk!" ucap Dokter Harun dengan nada suara ramah penuh rasa hormat.

__ADS_1


Selain Dokter pribadi di pesantren, Dokter Harun juga alumni pesantren Abah dan Ummi, dulu dia adalah santri yang sangat rajin dan suka sekali membantu Abah juga Ummi, Dokter Harun juga termasuk santri yang cerdas sejak SMP hingga dia lulus SMA Dokter Harun menjadi santri di pesantren Ummi, dia memutuskan untuk keluar dari pesantren setelah lulus karena ingin meneruskan kuliah kedokteran yang memang tidak tersedia di pesantren, tapi Dokter Harun tidak pernah absen untuk hadir setiap kali Ummi dan Abah mengadakan acara hingga dia menjadi dokter dan diangkat menjadi Dokter pribadi keluarga Ummi.


"Dok, tolong persiapkan kepulangan Salma, biar dia di rawat di rumah saja," ucap Kafa.


"Jika Mas Kafa memang memutuskan demikian saya akan memerintahkan perawat untuk membantumu, dan Mas Kafa bisa menyelesaikan administrasinya," Dokter Harun memberikan perinciyan biaya yang harus dia bayar.


"Saya juga butuh perawat pribadi untuk menjaga Salma si rumah, apa Dokter bisa mwncarikannya untuk Saya?" tanya Kafa.


"Kalau soal itu Mas Kafa tidak perlu khawatir, nanti akan ada perawat yang datang kerumah Mas Kafa setelah Neng Salma sampai di sana," jawab Dokter Harun yang sukses membuat senyum Kafa terlihat.


"Alhamdulillah terima kasih atas semua bantuannya Dok, kalau begitu saya permisi, assalamualaikum," pamit Kafa sambil menjabat tangan Dokter Harun kemudian pergi meninggalkannya.


Kafa berjalan keluar dari ruangan Dokter Harun dengan senyum yang mengembang di wajahnya.


"Siapkan semuanya! kita akan pulang sebentar lagi." Titah Kafa sesaat setelah sampai di kamar Salma.


"Pulang? tapi aku belum memberi keputusan untuk pulang Mas Kafa," sahut Salma, terlihat jelas di wajah Salma jika saat ini dia merasa tidak enak hati dan cenderung sedih.


"Aku tidak suka menunggu jawaban yang terlalu lama, jadi aku putuskan agar kamu pulang sekarang," jawab Kafa.

__ADS_1


"Tapi, ak~"


"Sudah jangan banyak alasan! sekarang siapkan baju dan barang yang akan kamu bawa nanti! aku akan pergi sebentar." Kafa berpamitan setelah memberi perintah agar Salma menyiapkan barang yang akan dia bawa, dia melangkah menuju kasir di mana dia bisa melunasi semua tagihan rumah sakit milik Salma.


Kafa sama sekali tidak merasa keberatan untuk membayar semua biaya pengobatan Salma, baginya saat ini Salma sudah menjadi tanggung jawabnya.


Tut ... tut ... tut ....


Suara nada sambung telfon terdengar jelas di telinga Kafa yang saat ini sedang menelfon Ummi. Sejak tadi dia terlalu sibuk mengurus segala hal yang perlu di selesaikan sebelum pulang membuat dirinya lupa untuk mengabari sang Ummi.


"Assalamualaikum, ada apa Kafa?" suara Ummi terdengar.


"Waalaikum salam, Ummi," sahut Kafa.


"Ada apa, Nak?" Ummi kembali bertanya setelah Kafa menjawab salamnya karena tadi sang putera sama sekali belum menjawab pertanyaan yang di ajukannya.


"Ummi, hari ini Salma akan pulang, tolong siapkan kamar khusus untuk dia karena Salma akan di rawat di rumah." Jawab Kaf yang sukses membuat Ummi terkejut, pasalnya tahu betul jika saat ini seharusnya Salma belum boleh pulang.


"Loh, kenapa Salma pulang sekarang? apa ada masalah? atau Salma sudah sembuh?" rentetan pertanyaan terdengar di telinga Kafa membuat dia heran sambil menggelengkan kepala, bagaimana bisa sang Ummi terlihat begitu khawatir pada Salma yang bukan putri kandungnya sendiri, nada pertanyaan Ummi terdengar jelas jika saat ini dia sangat mengkhawatirkan Salma.

__ADS_1


__ADS_2