Cahaya Cinta Salma

Cahaya Cinta Salma
Laut lepas


__ADS_3

"Neng Salma!" panggil Mbok Sumik.


"Neng!!" sekali lagi Mbok Sumik memanggil Salma yang terlihat begitu lelap dalam tidurnya, tapi Salma tetap saja tertidur sedang Kafa malah terbangun mendengar nama istrinya di panggil.


"Kenapa Mbok?" sahut Kafa perlahan bangun bersandar di jok kursi sambil mengusap wajahnya dengan gerakan lembut untuk menyadarkan diri.


"Kita surah sampai Mas Kafa," jawab Mbok Sumik.


"Mbok turun duluan saja! biar Salma aku yang bangunin," titah Kafa.


"Baiklah kalau begitu Mbok turun dulu." Pamit Mbok Sumik berjalan keluar dari mobil meninggalkan Kafa dan Salma yang masih setia duduk di jok paling belakang.


"Salma, bangun!!" ujar Kafa sambil menggoyangkan pundak Salma agar dia terbangun.

__ADS_1


"Eummm," lenguh Salma saat merasakan anggota tubuhnya terguncang.


"Salma bangun!" Kafa kembali mencoba membangunkan sang istri, kali ini Kafa mengusap lembut pipi Salma berusaha membangunkannya.


"Mas, ada apa?" tanya Salma sesaat setelah dia membuka mata dan melihat Kafa yang sedang menatapnya lekat dengan jarak yang cukup dekat.


"Kita sudah sampai di pantai," jawab Kafa dengab senyum yang melekat indah di wajahnya.


"Benarkah?" ucap Salma dengan mata berbinar bahagia setelah mendengar jawaban Kafa.


"Aku percaya padamu Mas Kafa," ujar Salma yang begitu mengerti dengan sifat Kafa yang memang tidak pernah berbohong.


"Kalau kamu percaya sekarang lebih baik kamu buka mata dan lihat ! kita sudah ada di mana!" titah Kafa menunjuk ke arah luar jendela di mana terlihat sebuah pantai yang indah berwarna biru terbentang luas di sana.

__ADS_1


"Masya allah, indahnya," puji Salma seolah tak bisa berkata-kata lagi, dia begitu mengagumi ciptaan tuhan yang terlihat begitu sempurna.


Salma langsung berdiri melipat jok mobil bagian depan kemudian keluar dengan senyum indah yang tampak menghiasi wajahnya, sungguh saat ini dirinya tidak sabar ingin turun menikmati indahnya pemandangan laut lepas dan menginjakkan kaki di tepi pantai yang terlihat putih menggoda.


"Giliran ada yang jauh lebih indah, aku di lupain," keluh Kafa sambil menggelengkan kepala melihat Salma yang langsung keluar dari mobil menginjakkan kaki di tanah sambil tersenyum manis ke arah Mbok Sumik dan yang lain.


"Mas Kafa!" panggil Salma seraya melambaikan tangan memberi isyarat pada Kafa agar dirinya ikut turun menyusuri pantai bersama.


"Tunggu!" sahut Kafa sebelum dia pergi, Kafa memberi pesan pada Ghozi dan Mbok Sumik beserta puteranya agar mereka tidak pergi terlalu jauh dan akan kembali berkumpul di mobil dua jam setelah ini, Kafa berniat untuk jalan-jalan berdua dengan Salma, baru setelah itu dia ingin menghabiskan waktu bersama mereka yang sudah sangat setia menemani Kafa dalam keadaan susah dan senang.


"Bagaimana? apa Mbok Sumik dan yang lain setuju?" tanya Kafa mencoba memastikan apa.


"Tentu saja kami setuju, setelah ini kami akan ikut jalan-jalan bersama dan akan kembali di sini tepat dua jam setelahnya," sanggup Mbok Sumik yang mendapat acungan jempol ke arah Mbok Sumik yang jarang sekali mengaduh atau pun mendebat apa yang di katakan Kafa.

__ADS_1


"Baiklah, kami berangkat dulu." Pamit Kafa yang kini menggandeng tangan Salma berjalan menjauh menikmati laut lepas.


__ADS_2