DIPAKSA MENIKAHI PARIBAN

DIPAKSA MENIKAHI PARIBAN
Apa Itu Pariban


__ADS_3

Dalam budaya batak ada hubungan ber-pariban. Pariban itu sebenarnya sepupu. Yang artinya anak lelaki dari (Bou/Namboru) dan anak perempuan dari Tulang dapat dipasangkan/dinikahkan. Namboru itu sendiri adalah adik/kakak dari ayah kita. Dan Tulang itu adalah adik/abang dari Ibu kita. Dalam arti kita menikah dengan keluarga(sepupu) sendiri. Namun dalam hukum adat dan Agama itu diperbolehkan.


Orang batak juga tidak hanya dapat menemukan istilah pariban hanya dalam hubungan keluarganya saja. Tetapi melalui partuturan (menentukan hubungan kekerabatan melalui marga). 


Partuturan ber-pariban itu sendiri sebenarnya berpatokan pada marga Ayah si wanita dengan marga Ibu si pria yang harus sama. Sehingga walau pun tidak satu Ibu tetapi sama marga itu sudah termasuk saudara dalam partuturan Batak. Sehingga anak-anak mereka di-partuturkan menjadi sepupu dan bisa juga di-pariban kan.


Seperti yang kita tahu suku batak menganut garis keturunan yang Patrilineal. Jadi bagi pria tidak perlulah dia capek-capek mencari tahu dan kemudian mencocokkan marga calon mertuanya dengan marga Ibunya (Jika sama! Pariban). Cukup hanya menanyakan marga dari si wanita. Jika marga si wanita sama dengan marga Ibunya maka itu Pariban.


Sebuah percakapan yang sering terjadi jika seorang pria batak melakukan pendekatan pada wanita batak.


Hihihi... Kalau dipikir-pikir Pariban itu sangat indah yah? Saudara, tapi bisa dipasangkan. Hehehehehehehe.


Horasss!!!


💖Tutur dalam budaya Batak sebagai berikut:


@ Batak sub etnik Batak Angkola.


1.Angkang (abang)


2.Iboto/Ito (saudara perempuan/laki-laki atau sepupu. Orang yang dipanggil ito tidak boleh dinikahi)


3.Amang (ayah atau bisa juga panggilan untuk anak laki-laki)


4.Inang (ibu atau panggilan untuk anak perempuan)


5.Nantulang (istri dari saudara laki-laki ibu)


6.Tulang (saudara laki-laki ibu atau panggilan cicit dari anak perempuan kepada buyutnya)


7.Ompung bayo (ompung dari pihak ibu)


8.Ompung suhut (ompung dari pihak bapak)


9.Uda (adik laki-laki ayah)


10.Nanguda (istri uda)


11.Babere/bere (keponakan dari saudara perempuan)


12.Namboru (adik perempuan ayah)


13.Amang boru (suami namboru)


14.Eda (ipar perempuan)


15.Tunggane (saudara laki-laki istri)


16.Lae (panggilan dari tunggane kepada suami saudara perempuan)


17.Tulang poso (naposo artinya yang muda. Adalah panggilan untuk keponakan dari tunggane)


18.Aya poso (panggilan untuk keponakan atau putra tunggane yang diucapkan istri)


19.Bujing (adik ibu)

__ADS_1


20.Amang poso (panggilan untuk keponakan laki-laki dari saudara laki-laki)


21.Inang poso (saudara perempuan amang poso)


22.Parumaen (istri dari anak laki-laki alias menantu perempuan)


23.Anggi (adik)


24.Pariban (anak perempuan tulang/namboru)


25.Pahompu (cucu)


26.Inang tobang (kakak dari ibu atau bisa juga panggilan oleh cicit dari anak laki-laki kepada buyutnya)


27.Amang tobang (suami inang tobang)


Mungkin ada pertanyaan kenapa panggilan dari cicit kepada buyutnya menjadi inang tobang? Ini terjadi karena tutur kepada cucu laki-laki berulang seperti kepada ompungnya. Dengan kata lain, cucu laki-laki adalah pengganti dari ompung. Sehingga, anak laki-laki dari cucu menjadi keponakan dari buyut  yang mengakibatkan buyut dipanggil inang/amang tobang (tante/om


@Tutur Batak Toba


Ompung \= kakek/nenek, orang yang sepuh, tetua, leluhur, kakek/nenek moyang: Ompung Doli \= kakek; Ompung Boru \= nenek.


Amang \= bapak, ayah  (Daamang/Damang, Among \= papa, Ama)


Inang \= ibu, bunda (Dainang, Inong \= mama, Ina)


Anak \= anak, anak laki-laki, putra


Boru \= anak perempuan, putri


Pahompu \= cucu


Anggi (Anggia) \= adik


Iboto (ito) \= saudara perempuan (kakak atau adik perempuan), sepupu perempuan


Amangtua \= saudara laki-laki ayah yang lebih tua (kakak laki-laki ayah) 


Inangtua \= isteri dari Amangtua


Amanguda (Uda) \= saudara laki-laki ayah yang lebih muda (adik laki-laki ayah) 


Inanguda \= isteri dari Amanguda


Tulang \= paman, saudara (kandung) laki-laki ibu 


Nantulang \= bibi, tante, isteri dari tulang.


Amangboru \= suami dari saudara perempuan ayah 


Namboru \= saudara perempuan ayah,  Iboto/ito dari ayah


Lae \= ipar (suami saudara perempuan), panggilan lelaki kepada anak lelaki dari saudara perempuan ayah; secara umum panggilan sesama lelaki yang dianggap sebaya atau belum diketahui kekerabatannya atau tidak ada hubungan kekerabatan.


Eda \= sapaan antar perempuan yang beripar; panggilan seorang perempuan kepada putri pamannya, panggilan seorang perempuan kepada perempuan lain yang dianggap sebaya (biasa di temp[at umum atau kepada perempun yang sebaya jika belum tahu tutur kerabatnya)

__ADS_1


Bere \= keponakan laki-laki/perempuan


Pariban \= sepupu yang bisa saling kawin


Parumaen \= menantu perempuan


Hela \= menantu laki-laki


Simatua \= mertua: Amang Simatua \= mertua laki-laki; Inang Simatua \= mertua perempuan.


Inang Bao \= panggilan oleh lelaki yang beripar  kepada isteri dari iparnya 


Amang Bao \= panggilan oleh perempuan yang menjadi isteri lelaki yang beripar kepada ipar suaminya


Ampara \= panggilan akrab sesama laki-laki yang sebaya


Angkang Boru \= panggilan lelaki kepada istri dari abangnya.


Anggi Boru \= panggilan lelaki kepada istri adiknya


Berikut sapa untuk tutur pengulangan, setelah tingkatan kelima --generasi: 1. kakek/nenek, 2. orangtua, 3. anak, 4. cucu -- maka sapa kembali diulang (mangulahi).   


Amang Naposo


Inang Naposo  


Tulang Naposo


Angkang Mangulahi 


Iboto Mangulahi 


Amang Mangulahi \= ayah dari kakek/nenek


Inang Mangulahi \= ibu dari kakek/nenek.


💖💖💖


Pengenalan Tokoh


Sutan Batara Guru Siregar


Punya karakter cool dan penyayang. Usia 24 tahun.


Siti Embun Harahap


Mahasiswa Jurusan Ekonomi. Karakternya periang dan jutek


Usia 21 tahun.


Ardi Shiraz


Kekasih Embun, usia 30 tahun. Tegas dan sabar.


Mohon beri dukungan nya dengan memberi like coment rate 🌟 5 dan jadikan novel ini sebagai favorit.

__ADS_1


Jangan lupa vote ya kak.


Mari belajar berbagai etnis suka bangsa kita yang beragam. Hidup Bhinneka tunggal Ika.


__ADS_2