DIPAKSA MENIKAHI PARIBAN

DIPAKSA MENIKAHI PARIBAN
Berkembang biak


__ADS_3

Pukul 01.00 Wib, Tara dan Embun sudah sampai di parkiran rumah mereka di kota PSP. Tepatnya di rumah yang baru dibangun Tara. Sepanjang perjalanan Embun tertidur pulas, wanita itu sepertinya kelelahan, sehingga disaat mereka berbincang-bincang dalam mobil diperjalanan, wanita itu malah tertidur.


Tara terseyum bahagia melihat istrinya yang sedang tidur pulas itu. Perlahan dia menyibak mantel miliknya yang menutupi sebagian tubuh Embun. Menghadiahi kecupan lembut di kening istrinya itu, kemudian Tara membopong tubuh Embun masuk ke dalam rumah mereka. Walau tangan kanannya masih sakit. Tara menahankannya, yang penting istrinya itu tidak terbangun.


Embun benar-benar terlelap, sehingga keadaan sekitar tidak mengusiknya. Bahkan Tara yang membopongnya, tidak mengganggu tidurnya.


Tara membaringkan tubuh ramping istrinya di atas ranjang dengan lembut. Menatap Embun penuh dengan rasa cinta, serta rasa syukur. Akhirnya satu badai dalam rumah tangga mereka, telah terlewati. Ini baru awalnya.


Sepanjang perjalanan menuju rumah mereka. Embun banyak bertanya. Kemana suaminya itu pergi, setelah meninggalkannya sendirian di restoran.


Tara dengan sedikit malu, mengatakan kalau dia pergi ke pantai. Meluapkan kegundahan hatinya. Tapi, pantai yang didatangi Tara bukan pantai yang ada di Hotel itu.Tapi, pantai ujung Sibolga. Yaitu pantai yang sering dikunjungi masyarakat untuk mencari hiburan. Karena, di pantai itu bebas untuk umum dan lengkap dengan permainan wahana untuk anak-anak serta lapangan futsal.


Dalam renungannya itu Tara tersadar, dia merasa telah salah ambil keputusan, dengan memberikan istrinya pada pria lain. Sehingga dia berniat kembali, untuk merebut istrinya itu.


Mendengar cerita suaminya itu, Embun kesal bukan main. Kenapa gak dari awal mempertahankannya, kenapa ingin memberikannya pada Ardhi. Kalau toh Tara ingin menjadikannya istri untuk selamanya.


Tara tersenyum mengingat pertengkaran kecil mereka di mobil. Istrinya itu merasa dikerjain oleh Tara. Sehingga dia berjuang sendiri untuk mempertahankan rumah tangganya.


Bukan Tara namanya kalau dia tidak bisa membuat Embun lunak. Dengan gerakan lembut, tatapan penuh dengan cinta. Saat meraih jemari istrinya itu, sudah membuat hati wanita itu adem. Sungguh pertengkaran mereka di mobil, sangat lucu menurut Tara. Dimana Embun tidak terima, karena berusaha sendiri, menyelesaikan masalahnya dengan Ardhi.


Hanya butuh dua bulan, dia sudah membuat istrinya itu mencintainya. Jatuh cinta itu mudah. Hal yang sulit itu menemukan cara untuk bisa tetap saling mencintai satu sama lain. Karena semakin lama mengenal pasangan, bukannya semakin paham karakter, malah justru semakin banyak konflik yang terjadi. Dari konflik karena selisih paham, timbulnya rasa bosan, cemburu, perselingkuhan, dan masih banyak konflik yang lainnya lagi, yang memungkinkan akan bermunculan.


Semoga Tara dan Embun bisa melewatinya. Karena Tara yakin, Ardhi akan tetap mengusik rumah tangga mereka.

__ADS_1


Tara menarik napas dalam, dan membuangnya pelan. Setelah merasa tenang. Tara mengusap-usap kepala istrinya itu dengan sayangnya, mengecup kening Embun yang masih tertidur lelap. Akhirnya dia bisa mengekspresikan rasa cintanya pada istrinya itu.


Tara bangkit dari ranjang, dia harus membersihkan tubuhnya. Dia juga sangat lapar. Mereka belum makan malam. Embun menolak ajakan Tara untuk makan malam. Dengan alasan ingin cepat sampai ke rumah.


Setelah membersihkan diri, dan memakai pakaian untuk tidur. Tara membuatkan susu panas untuknya di dapur bersih di lantai bawah.


Dia duduk di meja ruang makan, sembari memeriksa email yang masuk ke ponselnya. Banyak sekali email yang masuk dari Doly, terkait kerjaan. Sepertinya Doly sedikit kewalahan dengan pekerjaan yang harus di handlenya. Karena Ros telah dipindah tugaskan ke perusahaan mereka di Australia.


Doly yang hanya tamatan pesantren itu, masih kurang paham semua pekerjaan. Walau Rose sudah mati-matian mengajari pria itu.


Syukur Doly menyukai Rose, kalau tidak dia tidak akan tahan punya tutor diktator seperti Rose.


Saat serius mengecek email yang masuk, satu panggilan masuk ke ponsel Tara. Kening Tara menyergit melihat nama yang menelponnya.


Tara menerima panggilan dari Ardhi dengan cepat. Dia sangat penasaran dengan tujuan pria itu menghubunginya.


"Saya ingin anda membebaskan Anggun putri Wijaya." Ucapan Ardhi yang to the point' membuat Tara terkejut. Apa pria itu tidak bisa mengucapkan salam dulu.


"Setiap tindak kriminal, harus mendapatkan sanksi sesuai dengan hukum yang berlaku." Tolak Tara keras, atas permintaan Ardhi. Suaranya tak kalah lantang dengan Ardhi.


Dia tidak mau membebaskan wanita itu. Tindakannya sudah membahayakan wanita yang sangat dicintainya.


Ardhi tidak bisa membebaskan Anggun, begitu juga dengan keluarga Anggun. Itu semua, karena Tara sudah memberikan ultimatum pada pihak yang berwajib. Hukum harus ditegakkan.

__ADS_1


"Baiklah, kalau anda tidak mau diajak kerjasama. Jangan salahkan saya, jikalau saya mendatangi Embun." Tara dibuat tercengang dengan ucapan Ardhi. Apa maksud pria itu menjumpai istrinya itu. Mereka baru berdamai. Dia tidak mau kemunculan Ardhi, kembali mengusik keharmonisan rumah tangga mereka.


Yang membuat Tara tambah kesal. Ardhi langsung memutuskan panggilan. Disini seolah Tara yang jjkadi membutuhkan Rivalnya itu.


"Kita lihat saja besok. Kamu tidak akan bisa menekan saya." Ucap Tara geram, dia bukan pria yang bisa diintimidasi. Sebelum Ardhi datang merusak rumah tangganya. Dia harus membicarakan masalah ini baik-baik dengan Embun. Semoga istrinya itu tidak terpengaruh dengan ucapannya Ardhi nantinya.


Dengan perasaan yang tidak tenang. Tara masuk ke dalam kamarnya. Memperhatikan Embun yang masih tertidur lelap. Tara mulai membersihkan lukanya yang sudah mulai kering dan mengganti perbannya. Obat yang di gunakan Tara adalah yang paling bagus.


Setelah mengganti perban. Tara meraih tas selempangnya Embun yang tergeletak di atas meja rias. Merogoh ponsel Embun dari dalam tas itu.


Tara mendudukkan bokongnya di kursi meja rias. Mulai memeriksa ponsel istrinya itu. Mencari kontak Ardhi dan langsung memblokir no ponsel Ardhi.


Tara tidak mau jikalau esok hari, Ardhi sibuk menelpon isterinya. Dia tidak mau Ardhi dan Embun berkomunikasi.


Setelah selesai memblokir no ponselnya Ardhi. Tara kembali memeriksa ponsel istrinya itu. Betapa terkejutnya pria itu melihat kontaknya sudah berubah nama. Dari pria najis menjadi Hasian Perfect Husband.


Seketika senyum bahagia terpancar dari wajah Tara. Siapa yang tidak senang, mendapati pasangan kita membuat nama kontak kita di ponselnya dengan nama lebay begitu.


Dengan perasaan cinta yang membuncah, Tara mulai merangkak ke atas ranjangnya yang luas itu. Mengetahui isteri nya sudah begitu mencintainya. Rasanya Tara sudah tidak sabar, untuk melakukan praktek pelajaran biologi yang pernah dipelajari di bangku SMA. Yaitu materi Sistem Reproduksi Manusia.


TBC.


Ayo, masih ingat pelajaran itu sewaktu duduk di bangku sekolah. Bagaimana guru readers dulu mengajarkannya.

__ADS_1


Kalau guruku sih tidak mendetail menjelaskannya. Hanya kita disuruh menjaga kebersihan alat reproduksi dan bahaya pergaulan bebas.


__ADS_2