DIPAKSA MENIKAHI PARIBAN

DIPAKSA MENIKAHI PARIBAN
Tausyah Pak KUA gaul


__ADS_3

POV Tara.


Getaran ponsel di saku celanaku membuyarkan praduga-pradugaku tentang keputusan yang ku ambil dengan tetap menikah dengan Embun. Dengan menghela napas dalam, Aku merogoh saku celanaku. Kemudian dengan tidak sabarannya membuka chat di aplikasi WA ku. Ternyata Rose yang mengirimiku pesan


...Napa mukamu kayak orang bingung begitu? kalau tidak yakin dengan keputusanmu. Masih ada waktu untuk batalinnya. Dan Aku siap jadi pengantin pengganti....


Setelah membaca pesannya, mataku langsung menyoroti ruang utama yang dijadikan sebagai tempat diadakannya ijab kabul. Katanya tadi Dia gak mau datang ke acara ini. Tapi, kenapa Dia tahu, Aku lagi bingung sekarang? berarti Di ada disini.


Benar saja, Dia ada di ruangan ini. Saat ini Dia sedang berdiri di ambang pintu pembatas ruangan utama dan ruang keluarga dengan tersenyum. Dia benar-benar menyebalkan. Selalu bisa membuatku jengkel.


Aku kesal dengan guyonannya. Mana mungkin Aku akan membatalkan pernikahan ini. Walau tadi sempat melintas dipikiranku, untuk melakukan itu. Aku tidak mau, melakukan itu. Karena akan lebih banyak mudoratnya yang akan datang.


Aku harus tetap maju, sesuai rencana. Saat kedua mata elangku menatap tajam Rose. Dia malah membalas tatapanku dengan tertawa. Dia pun membungkukkan sedikit tubuhya, menggerakkan tangannya seperti mempersilahkan seseorang akan muncul dari ruang sebelah.


Seerrr.....


Dalam ketidaksiapanku, Embun muncul dari balik tubuh Rose dengan tersenyum. Tentu saja senyuman itu bukan untukku. Karena jelas, matanya, tidak menatap ke arahku. Dia memberikan senyum kepada semua tamu di ruangan itu. Ternyata Dia pandai juga bersandiwara. Pura-pura bahagia menikah denganku.


Aku tidak peduli lagi saat ini, Dia mau pura-pura bahagia atau tidak. Yang jelas setelah melihatnya dalam balutan kebaya brokat berwarna merah cabe bertabur Swaroski, Songket yang dikenakannya sungguh indah warna merah cabe mix hijau dan toska, ditambah wajahnya yang dihiasi make up dan kepalanya ditutupi hijab. Aku jadi pangling. Embun benar-benar berbeda. Dia cantik sekali, pantes Ardhi mau menunggunya jadi janda.


Eeemmmm... Astaghfirullah....


Ingin rasanya Aku melanggar perjanjian itu, menganggap tidak pernah melakukan negosiasi dengan Ardhi. Persetan dengan perjanjian gila itu.


Dia cantik sekali, sikap dan bahasa tubuhnya juga begitu santun, saat dirinya berjalan melewati para tamu undangan yang sudah duduk di atas ambal ini. Ini Dia Embun yang dulu. Embun yang lembut dan suka menangis disaat ku menggoda dan menjahilinya. Tapi, sekarang kenapa sikapnya begitu bar-bar kepadaku?


Entahlah---


Kedua mata ini tak lepas menatapnya, sampai kepala ini oleng ke kanan. Mengikuti gerak langkahnya yang mengambil posisi duduk di belakangku. Tentu saja, Embun duduk didampingi pendamping pengantin.


Puukkkk......


Tepukan pelan ku rasakan di pahaku, akhirnya Aku pun tersadar. Dengan cepat ku menoleh lurus ke depan dan menoleh kesebelahku. Ternyata Ary, pendamping pengantinku yang mengagetkanku.


"Bang, sampai segitunya menatap Kak Embun. Syukur leher Abang masih bisa diputar kembali ke posisi semula. Sempat bautnya los, jadi si Teleng Abang." Bisiknya terkekeh pelan. Menutup mulutnya dengan telapak tangannya.


"Diam kamu." Ucapku tak kalah pelan, ternyata Aku sudah terhanyut dengan pesona Embun. Dari dulu sampai sekarang, Embun selalu membuatku porak poranda dan tak berdaya.


Dengan tersenyum tipis Aku menatap Tulangku Pak Baginda di hadapanku yang duduk bersila dengan gagah, tapi matanya nampak berkaca-kaca.


Kemudian Aku mengusap dadaku yang bergemuruh, menarik napas dalam dan panjang, mengeluarkannya pelan. Aku kembali memutar leherku, meliriknya kesamping yang ternyata tengah menunduk. Bahkan selendang yang dikenakannya menutupi keningnya.


"Assalamualaikum warahmatullahi Wabarakatuh...!" Ucap Pak KUA mulai membuka acara. Jawaban salam terdengar semangat.


Aku pun kembali pada posisi semula, Pak KUA mulai dengan Tausiahnya yang panjang kali lebar, membahas semua kewajiban/hak suami istri. Semuanya dibahas oleh Pak KUA, mulai dari nafkah lahir dan batin.


"Kewajiban suami pada istri dalam pernikahan menurut Islam. Para suami memiliki beberapa kewajiban yang menjadi hak istri dalam pernikahan, di antaranya



Memberikan mahar dan nafkah



Kewajiban pertama suami pada istri dalam pernikahan menurut Islam adalah memberikan mahar dan nafkah. Mahar merupakan mas kawin yang patut laki-laki berikan saat menikahi perempuan. Sedangkan nafkah, nggak hanya sebatas uang dapur, melainkan dalam bentuk sandang, pangan dan papan (memberi pakaian, makanan, dan rumah).



Menggauli istri secara baik



ini menjadi salah satu kewajiban suami pada istri, yaitu untuk menggauli pasangannya dengan baik, nggak boleh kasar atau sampai menyakiti.

__ADS_1



Menjaga istri



Suami wajib menjaga istrinya dengan baik, menjaga harga dirinya, menjunjung tinggi kehormatannya, dan melindunginya dari segala sesuatu yang dapat menodai kehormatannya. Suami pun wajib menjaga rahasia istrinya.



Membimbing istri



Kewajiban suami adalah memberikan bimbingan agama pada istrinya dan menyuruhnya untuk selalu taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Suami juga wajib menjaga istrinya dari perbuatan dosa yang dapat mendatangkan keburukan pada keluarga.



Memberikan rasa cinta dan kasih sayang



Dalam Islam, suami wajib memberikan rasa cinta dan kasih sayang pada istri. Artinya, suami wajib bertutur kata lembut, memberikan rasa tenang, mengekspresikan rasa cintanya, dan menunjukkan kasih sayang." Ucap Pak KUA , saat mengatakan kewajiban suami itu. Pak KUA menatapku intens. Seolah mendoktrin ku.


"Bagaimana Dek Tara, Apa kamu sudah tahu kewajibanmu kepada Dek Embun?" tanya Pak KUA, Aku pun mengangguk dan tersenyum.


"Jangan mengangguk saja Dek Tara. Diucapkan..!" tegasnya.


"Siap, mengerti Pak Ustadz." Jawabku cepat dan tegas. Ku dengar cekikikan pelan dari para tamu yang ada di ruangan ini. Aku jadi salah tingkah. Sepertinya kewajiban yang dikatakan Pak Ustadz bisa kulakukan semua, tapi point' 2, itu tidak mungkin.


Kini Pak KUA melanjutkan Tausiahnya. Aku heran apa setiap pernikahan Tausiahnya sedetail dan sepanjang ini? Tiga hari lalu juga, Pak KUA menjelaskan tentang hubungan suami istri secara mendetail di ruangannya.


Sampai-sampai Aku horny mendegarnya. Mesti kali detail dijelaskan. Pak KUA mengatakan pria tidak boleh egois. Wanita harus dipuaskan dulu, di Foreplay sampai mendesah manja. Dasar Pak KUA lari garis kiloannya.


"Dek Embun, kewajiban istri pada suami dalam pernikahan menurut islam harus kamu pahami. Sengaja saat Ini, saya kupas lebih mendetail. Karena kalian hanya satu kali datang ke kantor untuk bimbingan, harusnya tiga kali." Ucap Pak KUA dengan semangat dan tegas. Ku lihat Embun mengangkat sedikit kepalanya. Dia kembali mengangguk menjawab ucapan Pak KUA.


Kalau Dia bertingkah seperti itu, jadi gemesin banget. Kenapa Dia jadi berubah hari ini. Biasanya bahasanya menantang terus.


Pak KUA kembali melanjutkan Tausiahnya, Kau pun mendengarnya dengan khidmat.


"kewajiban istri yang menjadi hak untuk suaminya.



Menaati suami



Kewajiban pertama istri pada suami adalah taat pada suami. Contoh taat Misalnya, istri patuh ketika suami menyuruhnya untuk beribadah, menutup aurat, dan lain-lainnya. Dalam Islam, ketaatan seorang istri pada suami disebut setara nilainya dengan jihad laki-laki. Tetapi, ada kalanya istri dapat mendiskusikan sesuatu sebelum membuat keputusan, seperti membahas pekerjaan, keluarga, pendidikan anak, dan sebagainya.



Menjaga harta, rumah, dan kehormatan suami



Ketika suami wajib memberikan nafkah berupa penghasilannya pada istri, maka istri wajib menjaganya. Artinya, istri wajib merawat dan menjaga harta yang suaminya berikan. Bahkan jika memungkinkan, istri mampu mengembangkan hartanya.


Bagaimana dengan menjaga rumah? Hal ini dimaksudkan seorang istri nggak boleh keluar rumah tanpa izin dari suaminya, dan nggak boleh membawa laki-laki lain masuk ke dalam rumah saat suami sedang nggak ada.


Sedangkan menjaga kehormatan suami adalah dengan nggak menyebarkan aib suaminya. Sama seperti suami yang wajib menjaga rahasia istri, maka istri nggak boleh menyebarkan rahasia suaminya. Baik itu secara langsung, maupun nggak langsung.


__ADS_1


Mencari kerelaan suami dan menghindari murkanya



Istri wajib mencari kerelaan atau ridha dari suami. Sebab dalam Islam, kerelaan suami merupakan tiket seorang istri mendapatkan surga dan kebahagiaan akhirat. Karena itu, istri harus berusaha mendapatkan kerelaan suami. Ada berbagai macam cara, di antaranya melakukan tindakan yang menyenangkan suami, membantu suami menyelesaikan pekerjaannya, memenuhi kebutuhan suami, dan sebagainya.



Memahami urusan bercinta.



Nah Nah... point' ini yang paling penting untuk dipahami oleh Dek Embun dan Ibu-ibu yang ada disini.


Jika suami memiliki kewajiban menggauli istrinya, di sisi lain istri wajib memahami urusan bercinta. Istri nggak boleh menolak ketika suami mengajaknya bercinta. Sebab dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW pernah bersabda:


“Jika seorang pria mengajak istrinya ke ranjang, lantas istri enggan memenuhinya, maka malaikat akan melaknatnya hingga waktu shubuh.” HR. Bukhari dan Muslim.


Namun, ada kondisi yang mana istri nggak dapat memenuhi kebutuhan suami, seperti sedang sakit, nifas, menstruasi, dan sebagainya. Namun, usahakan untuk membicarakannya secara baik-baik dengan pasangan.


Bagaimana Dek Embun? kamu mengerti point' ini kan? jangan buat suamimu nanti jadi sakit kepala, kemudian kepala atasnya jadi botak. Karena sudah lelah mencari nafkah. Adek Embun tidak mengobati kepala bawah." Hahahaha..... para hadirin tertawa terbahak-bahak, mendegar ucapan Pak KUA yang tidak difilter. Terutama tamu kaum Adam. Hanya Tulang Baginda yang nampak malu dengan ucapan Pak KUA. Sedangkan Ibu-ibu hanya senyam-senyum sambil menunduk.


Sepertinya IBu-Ibu tamu undangan kena tendangan dua belas pas. Pak KUA bicara teapt sasaran.


"Asal jangan botaklah, kepala atas dan bawah." Terdengar suara sumbang dari para tamu undangan di ruangan itu. Suara tertawa tertahan pun kembali terdengar samar-samar.


Aku kembali menoleh kebelakang, ku lihat Embun semakin menunduk. Bahkan wajahnya nyaris tidak nampak tertutupi selendang. Aku melihat tubuhnya bergetar. Apakah Dia menangis?


"Yang ke 5. Menunjukkan wajah yang manis dan menyenangkan suami


Menunjukkan wajah yang manis tentu akan memberikan kebahagian bagi suami yang melihatnya, bukan begitu? Ini merupakan kewajiban bagi seorang istri terhadap suaminya dalam pernikahan menurut Islam. Sedangkan menyenangkan suami, dapat dengan melakukan sesuatu yang dapat menimbulkan rasa bahagia dalam hati pasangan. Nggak perlu mewah atau sulit, bisa dengan memasak menu favoritnya, merapikan rumah, atau sekadar membelikannya hadiah kecil.


Sebuah hadits dari Abu Hurairah RA, Rasulullah pernah bersabda:


“Sebaik-baik perempuan ialah seorang perempuan yang apabila engkau melihatnya, engkau merasa gembira. Jika engkau perintah, dia akan mentaatimu. Dan jika engkau tidak ada di sisinya, dia akan menjaga hartamu dan dirinya.”


Itulah rangkuman dari kewajiban suami dan istri dalam pernikahan menurut Islam. Kewajiban suami menjadi hak untuk istri, begitu pula sebaliknya. Selain itu, keduanya saling melengkapi dan mengimbangi. Ketika suami dan istri berusaha melakukan kewajibannya masing-masing dalam pernikahan, Insya Allah pernikahan akan harmonis, serta bahagia dunia dan akhirat. Aamiin." Akhirnya Aku bisa bernapas legah. Disaat Pak KUA mengakhiri Tausiahnya


   


"Karena syarat rukun nikah sudah lengkap dan hanya tinggal syarat kelima yaitu ijab kabul. Maka sebaiknya acara ijab kabul kita mulai saja." Ucap Pak KUA dengan tegas dan penuh wibawa.


"Bagaimana pak Baginda, Bapak sudah siap?" Tanya Pak KUA kepada Tulang, yang dari tadi nampak sedih. Apakah Tulang sedih, karena akan menikahkan putrinya satu-satunya? Sepertinya begitu.


Deg.....Deg.....Deg....


Aku sangat gugup, jantungku berdetak cepat. Aku grogi, Aku merasa tubuhku sudah panas dingin. Aku harus tenang, tarik napas...


Kemudian Aku berdoa dalam hati agar bisa selamanya terikat dalam pernikahan yang suci ini dengan Embun. Berharap ada mukjizat yang datang, sehingga kami tetap menjadi pasangan suami istri, sampai maut memisahkan. Bahkan sampai di akhirat.


Ya, saat ini aku hanya bisa berdoa. Tanpa berani berharap, seperti Doa yang ku panjatkan dalam hati. Aku tidak berani berharap, karena Aku takut kecewa nantinya. Apabila Embun kembali kepada Ardhi.


"Dek Tara, Apa kamu sudah siap?" ucapan Pak KUA mengangetkan ku, saat ini perang bathin masih terjadi padaku.


"Insyaallah saya sudah siap pak!" ucapku dengan tersenyum. Mengubah posisi tubuhku lebih tegap lagi.


"Bismillahirrahmanirrahim," Ucap Tulang dengan tegas.


"Saya nikahkan engkau Sutan Batara Guru Siregar Bin Ahmad Husein Siregar dengan putri kami Siti Embun Harahap Binti Baginda Harahap dengan mas kawin uang 5 M dan satu set perhiasan emas seberat 500 gram dibayar, tunai!"


"Saya terimah nikah dan kawinnya Siti Embun Harahap binti Baginda Harahap dengan mas kawin tersebut dibayar, tunai!"


TBC

__ADS_1


Mohon beri dukungan untuk novel ini dengan like coment positif dan Vote 😍🙏


__ADS_2