DIPAKSA MENIKAHI PARIBAN

DIPAKSA MENIKAHI PARIBAN
Masalah besar


__ADS_3

Melati jadi mematung, disaat matanya menangkap sosok Ilham yang tengah berdiri di pinggir jalan menatap sedih ke arahnya. Keduanya saling pandang dari jarak jauh. Melihat Ilham yang menatapnya tak biasa itu membuat dada Melati sesak dan nyeri. Dia sungguh merasa bersalah pada pria itu. Ingin rasanya dia menjelaskan semuanya. Agar tidak ada kesalahpahaman diantara mereka.


"Dek, ayo!" Ardhi akhirnya menoleh ke arah tatapan matanya Melati. Karena saat ini, kedua mata istrinya tertuju ke arah jalan. Pria itu melihat banyaknya tamu mereka yang akan pulang. Tapi, sedetik kemudian, Ardhi melihat sosok Ilham yang lagi melintas di jalan itu, dengan mengendarai sepeda motor.


Ardhi menoleh ke arah Melati. Dia pun akhirnya tersadar dengan ekspresi wajah Melati yang tiba-tiba mendung itu.


Apakah dia sedang memikirkan Ilham? Ardhi membatin, masih menatap lekat sang istri. Yang kini kedua mata indahnya sudah berkaca-kaca.


"Embun, bawa Melati istirahat." Ucap Ardhi pada sang mantan pacar, dengan tersenyum tipis. Embun pun akhirnya membisikkan sesuatu pada Melati. Keduanya pun beranjak ke kamar nya Melati.


Sepeninggalannya Melati, Ardhi menghampiri sang ayah angkat, yaitu pak Zainuddin. Pria itu duduk di kursi yang ada di sebelah ayah angkatnya. Hanya ada mereka berdua di tempat itu.


"Jaga putri Bapak." Ardhi mengangguk dan tersenyum lebar pada Pak Zainuddin, yang ditanggapi dingin oleh Pak Zainuddin.


"Satu kali saja Bapak lihat dia sedih atau menangis. Bapak tidak akan segan-segan menghancurkanmu."


Ucapan Pak Zainuddin membaut Ardhi terhenyak. Ini sangat berat. Melati belum sepenuhnya membuka hati padanya. Istrinya itu memang sedih terus akhir-akhir ini.


"Pak Samsul dan Ibu Khadijah cerita. Melati adalah anak yang ceriah. Iya itu betul. Saat kecil Melati anak yang ceria. Ternyata sampai besar dia juga masih seperti itu. Bapak harap, setelah kamu menikahinya. Sifat cerainya tidak menghilang." Masih bicara dengan nada datar.


"Iya Bapak, percaya sama Ardhi. Mana mungkin Ardhi akan membuat istri sendiri sedih. Apalagi Melati mengandung anakku." Jawab Ardhi tegas.


"Kamu gak jujur pada Bapak. Kamu tak pernah cerita mengenai kejadian itu, serta kelakuan ibumu. Padahal kamu bilang bapak ini keluarga mu."


Deg, raut wajah Pak Zainudin nampak begitu kecewa. Ardhi menarik napas berat


"Tak ada gunanya menceritakan aib kita dan ibu sendiri Bapak." Ucapnya sedih, menoleh ke arah Lak Zainuddin.


"Yang kamu tutup-tutupi sudah dilihat orang banyak." Pak Zainuddin masih menampilkan raut wajah kecewa.

__ADS_1


"Maksud bapak apa?" tanya Ardhi bingung. Pak Zainuddin pun menoleh kepada Ardhi dengan tercengang. Benarkah anak angkatnya itu tidak mengetahui berita hot di sosial media Terkait dirinya dan kelakuan sang ibu.


"Kelakuanmu dan ibumu itu sudah tersebar. Bahkan saham perusahaan mu sudah anjlok."


"Apa? maksudnya apa ni pak?" tanya Ardhi panik.


"Bapak rada curiga dan tak percaya padamu saat ini Ardhi."


"Iya Pak, tolong bicara lebih jelas, apa sebenarnya yang terjadi." Ardhi benar-benar dibuat kalut saat ini. Car bicara Pak Zainuddin yang nanggung itu, benar-benar membuatnya sangat penasaran.


"Apa Rudi sang asisten tidak memberitahu mu apa yang terjadi?"


Ardhi menggeleng dengan lemah. Dia Benai dibuat penasaran dengan ucapan Pak Zainuddin.


"Beredar video tak senonoh dirimu dengan mantan tunanganmu Anggun dan juga video Ibu Jerniati dengan brondong." Ucap Pak Zainuddin sinis menatap Ardhi, Kemudian pria itu beranjak dari duduknya. Meninggalkan Ardhi yang bengong serta tidak percaya dengan apa yang di dari ayah angkatnya itu.


Foto dan video dirinya dengan Anggun, pasti membuat Pak Zainuddin kecewa berat. Dari cara bicaranya saja sudah datar dan dingin.


Saat hendak masuk ke kamarnya Melati. Dia pun mendengar perbincangan Melati dan Embun.


"Kak, aku ingin berjumpa dengan Bang Ilham." Suara Melati terdengar begitu memprihatinkan.


Ardhi jadi teringat ucapan Pak Zainuddin. Ardhi dibuat jadi dilema dan tidak percaya diri lagi. Seperti nya dia tidak akan bisa membuat Melati bahagia. Karena, wanita itu jadi melow disaat melihat Ilham, pria yang sangat dicintainya. Ardhi yakin, tadi saat diluar. Melati pasti melihat Ilham di jalan.


"Kamu sudah menikah Mel. Tidak baik menjumpai Ilham tanpa izin suami mu dulu " Jelas Embun memberi masukan.


"Iya sih kak, aku gak ingin macem-macem. Hanya ingin minta maaf dan menjelaskan semuanya. Aku juga ingin menanyakan tentang si Butet. Kak lihat kan tadi, aku berulang kali menghubungi ponselnya si Butet, tapi gak bisa dihubungi." Melati yang emosional akhirnya tak bisa membendung air matanya lagi. Wanita yang benar-benar tertekan itu, akhirnya menangis dengan sedihnya dalam dekapan Embun.


"Iya Dek, nanti coba bicarakan baik-baik dengan Mas Ardhi ya? ingat jangan ada niat di hatimu untuk menjumpainya secara diam-diam." Embun memberi kode penolakan dengan jari telunjuknya. Setelah pelukan mereka terurai.

__ADS_1


Melati terdiam, dia seperti enggan minta izin pada Ardhi. Dia yakin, Ardhi tidak akan mengizinkannya dan malah terjadi pertengkaran nantinya.


"Segala sesuatu harus dibicarakan dengan suami. Ingat suatu hubungan itu bisa harmonis dengan adanya komunikasi yang baik. Jelaskan baik-baik tujuanmu untuk bertemu Ilham. Kakak yakin, Mas Ardhi tidak akan melarangmu bertemu dengannya. Ok " Embun tersenyum, memegangi kedua bahunya Melati, memberi adik sepupunya itu kekuatan.


"Iya kak " Jawabnya lembut.


Tok tok tok


"Ini Aku." Ucap Ardhi di balik pintu kamarnya Melati.


"Itu yang dibicarakan da nongol. Panjang umur dia." Embun bergegas membuka pintu kamar itu. Sesaat keduanya merasa canggung. Ardhi langsung nyelonong masuk dengan senyum Pepsodent, berusaha menenangkan hati yang berdebar-debar tak karuan. Bukan karena masih menyimpan rasa pada Embun. Tapi, entahlah, namanya baru putus ya kadang belum bisa lupa seratus persen.


Embun tersenyum kecut. Dia tidak menyangka akan bersaudara dengan Ardhi. Sang mantan kekasih yang dulu sangat dicintainya.


Ardhi yang sudah mengambil ponselnya dari tas nya. Langsung duduk di tepi ranjang, yang juga ada Melati di sebelahnya. Melati melirik-lirik Ardhi dengan ekor matanya. Suaminya itu nampak serius dengan ponselnya.


Ingin rasanya Melati pergi dari kamar itu. Tapi, mau ke mana dia? dia malas bertemu dengan orang-orang diluar. Ibunya juga pasti masih sibuk dengan para tamu dan hal lainnya. Sedangkan Embun tadi sudah pamit padanya untuk pulang, beserta keluarga besar. Karena Embun datang beserta orang tuanya. Pak Baginda, Mama Nur, bahkan Mama Mira ibunya Tara juga hadir. Embun, Tara dan Melati ternyata masih sepupuan.


Sepuluh menit pun berlalu keduanya hanya diam di atas ranjang. Ardhi sibuk dengan ponselnya. Sedangkan Melati sibuk dengan pikirannya. Yang sedang memikirkan Ilham dan Butet. Kenapa ponsel si Butet tidak bisa dihubungi. Ingin rasanya Melati menghubungi Ilham. Tapi, dia takut bicara dengan pria itu melalui telpon.


Melati kembali melirik Ardhi. Kini raut wajah tegang dan sedih terlihat di wajah sang suami. Melati dibuat jadi penasaran. Apa yang dilihat suaminya itu di hapenya? kenapa raut wajah Ardhi jadi kesal dan tegang begitu?


Melati masih saja mencuri-curi pandang pada Ardhi. Kini pria itu nampak memijat keningnya. Melati yakin aada yang tidak beres.


Merasa diperhatikan oleh Melati. Ardhi pun menoleh pada Melati, tapi wanita itu langsung membuang wajahnya. Dia terpergok. Ardhi tersenyum tipis. Dia tidak mau menunjukkan sikap tidak respect pada sang istri.


Walau, dia sedang kacau saat ini.


Sahamnya anjlok, setelah videonya dan Anggun tersebar. Dan beberapa media bisinis telah mempublikasikan scandal itu. Ardhi tergolong pengusaha muda yang religi. Tiba-tiba dikabarkan suka maksiat.

__ADS_1


TBC.


Like vote ya say


__ADS_2