DIPAKSA MENIKAHI PARIBAN

DIPAKSA MENIKAHI PARIBAN
Malang sekali nasibku.


__ADS_3

Embun hanya bisa menatap kepergian suaminya itu dengan putus asa. Dia benar-benar membenci suaminya itu. Dasar laki-laki pengecut, pecundang.


Dia anggap aku ini apa? dengan gampangnya dia menyerahkanku pada mas Ardhi. Tapi, mulutnya itu mengatakan sangat mencintaiku." Embun membathin, menatap kesal Tara yang berjalan meninggalkannya. Air mata yang dari tadi ditahannya sudah tak terbendungnya lagi.


Usahanya untuk meyakinkan dirinya, bahwa dirinya memang layak diperjuangkan oleh Tara, tidak berhasil. Suaminya itu tidak menginginkannya. Suaminya itu tidak mempertahankannya. Embun membenci cara berpikir Tara. Padahal jauh-jauh hari sebelumnya, dia sudah memberi kode, bahwa dia ingin dipertahankan.


Suami macam apa seperti itu? dasar laki-laki aneh, psikopat. Embun habis-habisan mengumpat pada suaminya itu.


Embun tidak ingin kembali pada Ardhi, dia hanya ingin bertemu langsung dengan kekasihnya itu, menyelesaikan semuanya dengan baik-baik. Sekaligus ingin menceramahi kedua pria yang mempermainkan hidupnya. Tapi, lihatlah. Betapa pengecutnya suaminya itu. Dia malah ditinggalkan.


"Kalian pikir aku ini barang apa? seenaknya saja mempermainkan hidupku. Aku punya perasaan. Kalian membuat hidupku hancur. Kalian berdua---!" teriak Embun pada Ardhi, melepas tangan Ardhi yang membelit tubuhnya. "KALIAN BERDUA TIDAK PUNYA PERASAAN----!" Embun menunjuk Ardhi dengan tatapan penuh kekecewaan. Ardhi dibuat tercengang melihat sikap Embun.


Kenapa kekasihnya itu memarahinya. Padahal malam ini adalah malam bersatunya mereka.

__ADS_1


Tubuh wanita itu gemetaran, air mata bercucuran sudah menganak sungai di pipi putihnya. Ardhi sungguh tidak tega melihat keadaan Embun yang nampak tertekan itu. Tatapan wanita itu penuh kekecewaan


Ardhi meraih Embun kedalam pelukannya. Tapi, wanita itu berontak, dia kesal pada Ardhi. Dengan penuh kesabaran, Ardhi kembali membujuk Embun. Hingga wanita itu menurut. Ardhi menuntun Embun masuk ke ruang privat yang sudah dipesan sebelumnya.


Dia Membuang rasa malunya dari tatapan orang di dalam restoran itu. Embun yang tidak bisa mengontrol diri, akhirnya jadi bahan tontonan.


Bahkan pihak pengaman restoran itu hendak ikut campur. Tapi Ardhi memberi penolakan dengan tangannya. Memberi kode, bahwa dia bisa mengatasi masalahnya sendiri.


Dalam rengkuhan kekasihnya, Embun sungguh tidak berdaya. Hatinya masih terasa sakit, atas permainan kedua pria yang kini sukses mengaduk-aduk perasaannya.


Ardhi benar-benar menyiapkan suasana candle light dinner romantis. Dia ingin membahagiakan kekasihnya itu. Dua bulan berpisah, membuat Ardhi begitu merindukan kekasihnya itu.


Embun masih menangis tersedu-sedu, menatap Ardhi yang kini meraih sebuah kotak beludru hitam dari saku celananya. Kemudian pria itu berjongkok dengan satu kaki di tekuk.

__ADS_1


Ardhi menatap Embun dengan dalam, tatapan penuh kerinduan. Bibirnya tersenyum simpul, menghadiahi Embun senyuman manis kemenangan.


"Sayang, mas sangat yakin. Kamu akan kembali pada Mas. Cinta kasih mas yang tuluslah yang membuatmu kembali. Kita akan memulai semuanya. Mengejar mimpi kita bersama, untuk tinggal di Singapore. Adek akan melahirkan anak-anak yang lucu untuk Mas. Kita akan membesarkan mereka, mendidiknya dengan baik." Ardhi menjeda ucapannya, membuka kotak beludru yang berisi cincin berlian.


"Terimalah sayang. Mas gak mau lagi menunggu kamu siap. Mas gak mau lagi, menyetujui perjanjian-perjanjian aneh." Ucapan Ardhi yang tegas dan penuh harap, membuat Embun termangu di tempat. Dia sungguh terkejut dengan semua ini. Semua yang terjadi diluar ekspektasinya. Dia tidak menyangka, Ardhi akan melamarnya. Padahal, dia dan Tara belum bercerai.


Embun ingin bertemu langsung dengan Ardhi. Ingin mengakhiri hubungan mereka. Karena dia sudah mencintai Tara suaminya. Tapi, lihatlah. Tara meninggalkannya, membiarkannya sendirian memperjuangkan cintanya.


Padahal Embun sengaja mengajak Tara untuk bertemu dengan Ardhi. Embun ingin masalah selesai dan dibicarakan baik-baik oleh mereka bertiga. Tapi, nyatanya Tara malah pergi. Tara pria pengecut, yang lari dari masalah. Padahal Tara lah yang membuat masalah, dengan perjanjian konyol itu.


Kalau sudah seperti ini Ceritanya? pantaskah Tara untuk dikejar? padahal pria itu meninggalkan istrinya pada pria lain?


TBC

__ADS_1


Tolong bantu Embun readers. Kita harus menenangkan Embun, jangan sampai dia salah pilih. Karena kecewa pada Tara.


__ADS_2