
pagi-pagi sekali Ardy dan Melati sudah bertolak ke rumah sakit. Melati sudah yakin dengan dirinya, pasti berani untuk berhadapan dengan sang ibu mertua galak, yang tidak menyukainya.
Sebelum mereka ke rumah sakit. Mereka memutuskan untuk sarapan dulu di warung soto. Warung soto yang mereka datangi cukup unik karena memiliki lauk yang berbeda dari soto lainnya yaitu udang galah. Selain udang galah, ada juga soto dengan isian lain seperti daging sapi dan daging ayam. Untuk kuah sotonya, memakai kuah soto medan yang identik dengan kekentalan dan cita rasa rempahnya.
"Ya Allah Mas, ini sotonya enak banget." Matanya Melati berbinar-binar melihat dan menyantap soto yang dimangkuknya ada udang galah. "Eemmm... Udangnya lembut banget." Ucapnya lagi dengan ceriahnya.
Kedua sudut bibirnya Ardhi pun melengkung sempurna, menciptakan senyum yang begitu manis, karena merasa bahagia, melihat sang istri senang di pagi yang cerah ini. "Iya sayang, makan jangan belepotan gitu." Melap kuah kental soto yang menempel di sudut bibirnya Melati.
Melati pun jadi tersipu malu dengan perlakuan romantis sang suami. Apalagi kuah yang menempel di ibu jari sang suami masuk juga ke mulutnya. Memakan bekas kuah soto sang istri.
Melati ingin sekali makan soto. Karena wanita itu ingin makan yang segar-segar. Tadinya Melati ingin masak sendiri di rumah. Tapi, Ardhi tak mengizinkannya. Makanya dia mengajak Melati sarapan di luar. Melati tidak menyangka, ada warung penjual soto yang ada lauk pakai udang galah.
"Nyonya besar suka soto juga loh Mas." Ujar Anin, saat sang suami ingin membayar makanan mereka ke kasir.
Ardhi semakin merasa bahagia sekali punya istri seperti Melati. Wanita itu punya hati yang besar. Dia tidak memendam benci terhadap ibu mertuanya. Malah dia ingat betul makanan kesukaan wanita yang pernah jahat padanya.
"Iya Mas. akan beli untuk di bungkus. Semoga ibu bisa memakannya di rumah sakit." Ardhi pun berjalan ke arah kasir dan membayar makanan mereka.
__ADS_1
***
Saat Ardhi dan Melati sampai di ruang rawat inapnya Ibu Jerniati. Wanita tua yang kena stroek itu, sedang dibersihkan tubuhnya dengan kain waslap oleh perawat. Ini Jerniati sudah mengalami kelumpuhan, pada bagian tubuh kanannya. Walau operasi di otaknya berhasil. Ternyata dia tak bisa terhindar dari lumpuh setengah badan itu.
"Me---Melati...!" Suara ibu Jerniati terdengar begitu memprihatinkan. Siapa yang mendengarnya, akan terharu. Apalagi wanita tua itu langsung menjulurkan tangan nya dengan air mata yang berhamburan berember-ember membasahi pipi keriputnya.
"Maafkan Ibu, maafkan ibu Melati...! Maafkan ibu mertuamu ini..!" Tangan kanannya Melati sudah diraih tangan kirinya ibu Jerniati. Tangan keriput itu gemetaran, saat menyentuh tangan halusnya Melati.
Bukan tangan ibu Jerniati saja yang gemetar saat ini. Tangan Melati lebih bergetar lagi, karena dia memang masih takut pada ibu Jerniati.
"Ma--maaaf kan ibu sa--yang..!" Masih bicara terputus-putus. Karena, stroke yang dialaminya.
"Ja--ngan, ja--ngan panggil Nyo--nya. Aaaku, Aku ibumu se--karang." Keduanya pun menangis saling berpelukan.
Orang yang ada di ruangan itu dibuat terharu, karena drama yang ada di hadapan mereka begitu menguras emosi.
Cara Ibu Jerniati yang meminta maaf dengan penuh ketulusan itulah, yang membuat orang yang melihatnya jadi tersentuh.
__ADS_1
Ibh Jerniati merasa lega, karena menantunya ternyata memaafkannya juga.
Memaafkan kesalahan orang lain memang sangat sulit. Hanya orang tertentu saja yang bisa melakukannya. Oleh karenanya sulit, maka Allah memberikan pahala luar biasa bagi siapa saja yang bisa memaafkan. Allah menyukai manusia memiliki sifat pemaaf, karena Allah adalah Maha Pemaaf dan penerima tobat.
Islam mengajarkan setiap manusia untuk saling memaafkan, sebab Allah akan memberikan dan menambahkan kemuliaan bagi hambanya yang memaafkan.
❤️❤️❤️
Tara dan Embun sudah bahagia. Embun hamil tanpa morning sick. Dia punya ibu mertua yang baik, suami yang begitu mencintainya. Saking cintanya, Tara rela memberikan Embun pada Ardhi. Asalkan Embun bahagia. Tapi, namanya jodoh tak kan ke mana. Cinta tulusnya Tara, berbalas. Dan mereka kini hidup bahagia.
Ardhi juga tak kalah bahagianya, memiliki istri yang hatinya lembut, selembut salju. Menantu perempuan dan Ibu mertua sudah akur. Walau Sang menantu akan merawat ibu mertua yang lumpuh. Tapi, karena mereka punya materi yang banyak. Tentu, mengurus ibu mertua tidaklah susah. Karena ada ART yang membantu.
END.
Terimakasih banyak saya ucapkan kepada pembaca setia Dipaksa Menikahi Pariban. ❤️🙏
Tinggalkan komentar positif tentang novel ini sayang-sayangku.
__ADS_1
Mampir ke novelku yang lagi viral, judulnya AKU MADU IBUKU .