
Setelah sholat Maghrib satu persatu anggota keluarga mulai terkumpul di rumah sederhana Pak Samsul. Rumah papan berwarna hijau berlantai semen itu sudah dialasi tikar plastik. Mereka akan makan malam bersama.
"Pature alaklahimu" Ibu Khadijah memerintahkan Melati melayani sang suami. Padahal Melati sudah menyiapkan semuanya di hadapan sang suami. Air minum di gelas sudah terisi penuh. Lauk pauk juga sudah ada.
Melati tersenyum pada Ibu Khadijah Dia tahu ibunya itu sedang menggodanya. Hingga acara makan malam itu pun selesai dengan tegangnya buat Melati. Karena dia saja yang jadi topik bahasan di sela-sela makan malam itu. Selain membahas dirinya yang ditemukan Pak Samsul di depan rumahnya. Pak Zainuddin juga bercerita bahwa, sang anak hilang di pasar. Saat Pak Zainuddin dan sang istri pulang kampung.
Selesai membahas kronologis hilangnya Melati. Ibu Khadijah juga membahas kebiasaan Melati yang suka makan ikan asin, terus jengkol, sayur genjer, kates. Intinya malam itu bahasan adalah mengenai Melati dan makanan kesukaan Melati. Semua makanan kesukaannya tentu makanan kampung. Namanya juga orang kampung. Nanti juga kalau sudah jadi orang kota beneran, makanan kesukaan menyesuaikan.
Acara makan malam pun selesai. Pak Zainudin pun akhirnya pamit pulang. Tentu saja Melati jadi sedih, karena ayahnya itu duluan pulang.
"Besok ayah tunggu di rumah ya Nang. Jangan sedih gitu." Pak Zainuddin mengusap lembut kepala sang putri saat Melati menyalim ayahnya itu.
"Pak Samsul dan keluarga besar juga harus ikut ke kota Medan ya?!" pinta Pak Zainuddin yang hnaya ditanggapi tertawa kecil oleh Pak Samsul. Dia tidak tertarik untuk tinggal di kota.
"Terima kasih Pak Zainuddin. Kalau berkunjung kami akan datang. Tapi, kalau tinggal di kota jangan dulu. Di sini sudah nyaman Pak " Tolak Pak Samsul ramah.
***
Setelah kepergian Pak Samsul. Satu persatu orang-orang di rumah itu pun raib entah ke mana dan tinggal pasangan pengantin baru itu saja di rumah yang sangat sederhana sekali itu.
Ardhi yang lagi banyak masalah dikerjaan nya itu, memilih sibuk dengan laptop dan ponselnya di ruang tamu. Sedangkan Melati memilih masuk ke kamar. Sebenarnya pria itu ingin bercengkramah dan bermesraan dengan Melati, tapi itu tidaklah mungkin. Makanya dia lebih memilih menyelesaikan masalah kerjaannya di ruang tamu.
Saat sedang serius menyelesaikan masalah kerjaan. Ponselnya Ardhi berdering. Dia dengan cepat mengangkatnya. Siapa lagi yang menelpon kalau bukan Rudi.
__ADS_1
"Bagaimana perkembangannya?" tanya Ardhi dengan tidak sabarannya. Dia ingin masalah video por"no itu cepat selesai. Karena berita buruk itulah harga saham di perusahaan anjlok drastis.
"Sudah selesai masalah berita buruk itu Bos. Itu dibawah kendali Nona Anggun. Oknum yang menyebarkannya benar-benar melindungi Non Anggun."
Ardhi dibuat geram dengan Anggun. Dia sangat menyayangkan dirinya yang sempat berurusan dengan wanita gila itu. Wanita itu tidak berfikir panjang atas tindakan yang diambilnya dia menyebar video yang dirinya juga jelas ada di video itu. Apa dia tidak menjaga Marwahnya dan juga nama baik keluarganya.
"DASAR WANITA GILA!" teriak Ardhi penuh kekesalan. Melati yang baru tertidur di kamar terbangun karena suara Ardhi yang keras itu. Melati memegangi dadanya yang berdebar-debar, karena takut. Suara Ardhi seperti orang yang sedang marah.
"Kamu atasi secepatnya. Jangan sampai saya dan dia diproses hukum, terkait oknum video porno. Aku tak mau diproses hukum." Kali ini suara Ardhi sudah lebih pelan, tapi penuh penekanan.
"Iya bos. Inilah yang sedang saya atasi saat ini." Jawab Rudi dengan frustasinya. Semoga Ardhi tidak kena proses hukum. Dia bisa saja jadi tersangka pembuat dan penyebar video itu. Karena, wajahnya cukup jelas di video itu.
Panggilan pun terputus, Ardhi menyandarkan punggungnya di dinding kayu rumah itu. Sempat video itu diproses hukum. Akan panjang urusannya.
Kreekk...
"Lanjutkan lagi tidurnya. Mas gak akan ganggu adek koq. Mas tidur di sini saja." Ardhi langsung mengatakan apa yang ada dibenaknya. Dia memang lagi tidak ingin mengganggu Melati. Nanti juga saat di kamar, Melati pasti meminta tidur pisah dengannya. Dengan alasan belum siap berbagi ranjang.
Melati tersinggung dengan ucapan sang suami. Dia merasa Ardhi menyindirnya. Karena semalam Melati ingin mereka tidur terpisah dulu.
Wanita itu tahu suaminya lagi banyak masalah. Saat ini sang suami pasti perlu bantuannya. Dia pun menghampiri Ardhi dan duduk bersila di hadapan sang suami.
"Mas, mau minum kopi?" tentu saja Ardhi senang mendengar tawaran sang istri. Dia memang lagi butuh kopi. Otaknya panas mumet dan gak bisa diajak untuk tidur. Ardhi selain memikirkan perusahaan, juga memikirkan video syurnya dengan Anggun. Semoga tidak diproses hukum.
__ADS_1
"Mau, Mau, Mau banget.!" ucapnya antusias dengan mengangguk-anggukkan kepalanya. Senyum lebarnya membuat Melati senang dan langsung berlalu ke dapur.
Ardhi memperhatikan lekat Melati yang berjalan ke arah dapur itu. Istrinya itu memakai home dres motif bunga-bunga kecil warna dusty, dengan hijab Sorong yang pendek. Tidak seperti hijab yang dipakai Melati dalam kesehariannya.
Setelah Melati hilang dari pandangannya, pria itu kembali sibuk dengan laptopnya. Dia akan mencari trik, agar harga sahamnya naik lagi. Lagian tidak segampang itu menjatuhkan harga sahamnya. Perusahaan Ardhi punya fundamental yang bagus.
Berita miring tentang nya yang membuat investor panik sehingga melepas (menjual) sahamnya. Kondisi ini menyebabkan tekanan jual, sehingga harga sahamnya turun. Telah terjadi fenomena panic selling, para investor ingin segera melepas sahamnya tanpa peduli harganya, karena takut harganya akan semakin jatuh.
Pak Zainuddin sudah memberi kabar pada Ardhi. Mertua sekaligus ayah angkatnya itu, akan membantunya menaikkan kembali harga sahamnya. Tentu saja Pak Zainuddin akan memanipulasi pasar.
Pak Zainuddin investor berpengalaman dan bermodal besar, dia lihai memanfaatkan media meningkatkan harga saham. Lagian perusahaan Fundamentalnya sangat bagus perusahaan punya laporan keuangan yang baik, tiap tahun keuntungan selalu naik dan jauh dari hutang.
Masalah perusahaan pasti bisa diatasinya Yang sekarang dipusingkan Ardhi adalah. Video syur dirinya dengan Anggun. Itu jelas akan diproses hukum
Huuffttt....
Ardhi menarik napas panjang dan membuang kasar. Dia pun membaringkan tubuhnya di atas tikar plastik yang digelar di ruang tamu. Punggung nya terasa panas, begitu juga dengan kepalanya. Pria itu terlalu banyak berfikir.
"Mas, ini kopinya." Ardhi tidak menyadari kedatangan Melati yang ternyata sudah duduk di sebelahnya. Pria itu pun kembali mendudukkan tubuhnya. Tersenyum manis pada Melati. Meraih kopi hitam itu.
__ADS_1
"Wangi banget kopi buatan Adek." Ardhi menghirup aroma kopi itu dalam-dalam. Masih menatap Melati yang membalas senyumannya. Wanita itu gak tahu harus berkata apa, atas pujian sang suami. Dia jadi salah tingkah. Senyam-senyum tak jelas dan menunduk.
TBC