DIPAKSA MENIKAHI PARIBAN

DIPAKSA MENIKAHI PARIBAN
Kabur lagi


__ADS_3

Tok tok tok....


"Tara, ini Aku Rose. Aku masuk ya?" tanpa menunggu jawaban Tara. Rose langsung nyelonong masuk.


Embun langsung berbalik badan. Dia malu, kalau Rose melihat wajahnya yang sembab.


"Tara, dipanggil Ayah tu. Katanya acara akan segera dimulai. Tapi, kamu diminta menemuin Ayah di ruang keluarga." Ucap Rose datar, menatap ke arah Embun yang membelakanginya.


"Oh iya, kamu temenin sebentar Embun ya?!" Tara keluar dari kamar, sambil menghela napas dalam. Sungguh percakapannya dengan Embun, benar-benar membuat moodnya jadi kacau.


Rose berjalan ke arah Embun dan berdiri tepat dihadapannya. "Aku heran, koq Tara mau ya dijodohin sama wanita labil sepertimu. Kamu itu seperti wanita yang tidak pernah diajari sopan santun sama orang tuanya saja." Ucap Rose dengan ekspresi wajah tidak sukanya.


Embun geram mendegar ucapan Rose, apalagi malah mengaitkannya dengan orang tuanya.

__ADS_1


Dia menatap tajam ke arah Rose.


"Jangan menilai orang dengan cepat, kamu belum mengenal saya. Jadi ku harap kamu tidak usah banyak komentar." Ucap Embun tegas, tatapan matanya masih melotot kepada Rose.


Rose menantang tatapan Embun, "Manusia itu yang dipegang ucapannya. Dan orang akan menilai kita dari cara bicara kita. Kamu tidak terima ku katakan begitu. Ya sopan sedikit lah kepada suami sendiri. Kenapa sih kamu begitu membenci Tara?" ucap Rose dengan penasarannya, masih menantang tatapan Embun.


Embun berdecak kesal, merasa kurang kerjaan meladeni Rose.


"Kamu tahu posisi ya. Mulai dari sekarang, ku ingatkan, jangan ikut campur dengan urusanku. Baik itu urusan rumah tanggaku dengan Tara atau urusan lainnya. Kamu harus tahu diri. Kamu itu hanya karyawan di perusahaan Tara." Ucap Embun tegas dan penuh kekesalan.


Rose tersenyum sinis. "Awas jangan sampai kamu menelan ludah sendiri. Jangan sampai rasa bencimu itu berubah jadi benar-benar cinta. Dan sialnya disaat kamu cinta, eeh Dianya jadi benci kamu. Biasa aja kali non Embun pagi...!" Rose pun akhirnya keluar dari kamar itu dengan meledek Embun.


Embun mendudukkan bokongnya di tepi ranjang. Mengelus dadanya yang terasa sesak dan sakit.

__ADS_1


"Kenapa nasibku seperti ini Ya Allah, kenapa tidak ada orang yang mengerti dengan perasaanku. Siapa yang tidak akan sedih dan hancur, dipaksa menikah dengan orang yang kita benci dan harus berpisah dengan orang yang kita cintai." Embun tidak tahan lagi menahan kegundahan hatinya. Air mata yang terus mengalir menganak sungai, sudah membuat make up-nya berantakan.


Dia pun merasa putus asa saat ini. Sudah hatinya sakit. Ucapan Rose juga seolah menambah bebannya.


"Kenapa Aku merasa hidupku dipermainkan. Kalau memang Tara ingin menjadikanku istri, kenapa Dia malah ingin memberikanku lagi kepada Mas Ardhi. Dia benar-benar selalu memberi penderitaan padaku.


"Aku, aku harus tegas. Aku tidak mau lagi melanjutkan pernikahan ini. Aku tidak bisa bersandiwara terus. Aku juga merasa aneh saat berkomunikasi dengan Tara. Aku benci Dia, tapi kadang Aku penasaran tentang dirinya. Ini benar-benar membuatku gila. Sebelum Aku gila beneran. Sepertinya akan lebih baik, Aku kabur saja.


"Persetan dengan semuanya. Untuk apa Aku memikirkan perasaan mereka semua. Padahal mereka juga tidak pernah memikirkan perasaanku." Ucap Embun lemah, menelungkup kan tubuhnya di ranjangnya.


Entah setan apa yang merasukinya saat ini. Dia benar-benar merasa tertekan. Dia tidak terima disalahkan dan dikritik. Saat ini Dia hanya ingin dipahami. Ucapan Rose benar-benar membuatnya sedih dan buntu.


Embun dengan tersedu-sedu, mengemasi barang-barang penting miliknya dan memasukkannya ke tas jinjingnya. Dia harus pergi dari rumah ini. Dia akan kembali kepada Ardhi.

__ADS_1


Setelah memasukkan satu stel baju ganti ke dalam tas jinjingnya. Embun celingak-celinguk di depan pintu kamar. Memastikan tidak ada orang yang akan melihatnya kabur. Dia pun akhirnya memilih kabur dari lorong sepi di lantai dua itu. Ya lantai dua saat ini lagi sepi, karena orang-orang pada berkumpul di lantai satu dan di galanggang.


__ADS_2