
~Arde POV~
"Hahaha, kau lihat tadi? Laki-laki itu, Lugalgin Alhold, sama sekali tidak bergeming ketika menghadapi dua mafia besar. Dia tidak berubah dari dulu. Tidak! Bahkan, aura di sekitarnya kini semakin berwibawa. Tidak heran Yang Mulia Paduka Raja memilihnya sebagai kepala intelijen negara."
Tuan Marlien berbicara dengan sangat girang di kursi belakang. Sementara itu, aku duduk di samping kursi pengemudi.
"Terkadang, aku masih terkejut ketika mendengar kamu dan dia seumuran, bahkan berasal dari SMA yang sama."
"Bukan hanya Anda yang terkejut, Tuan Marlien, saya sendiri terkejut. Saya tahu dia memang hebat, tapi saya sama sekali tidak mengira dia sehebat ini."
Sungguh, Lugalgin, aku sama sekali tidak menyangka pergerakanmu yang secepat dan sehebat ini.
"Tuan Marlien, kemarin Anda bilang sudah mengenal Lugalgin sejak lama, tapi Anda tidak pernah mengatakan bagaimana dia bisa membuat pemimpin Akadia dan pemimpin Agade bersedia menerima peraturan yang akan dia ajukan. Padahal, saya kira, organisasi pasar gelap tidak suka diatur oleh pemerintah."
Aku harus mencari tahu sebatas apa kehebatan Lugalgin. Aku tidak mau ketinggalan lebih jauh lagi.
"Ah, Arde, sebelum aku menjawabnya, kalau kamu berpikir untuk menyusul pencapaian Lugalgin, aku sarankan agar kamu mengurungkan niatmu. Kecuali kamu tidak keberatan baru bisa menyusulnya 20 atau 30 tahun lagi."
"..."
Tuan Marlien, tolong jangan baca pikiranku. Dan, tolong, jangan patahkan semangatku lebih jauh.
"Untuk jawabannya, sederhana. Yang mengatur kami bukanlah pemerintah, tapi Lugalgin Alhold."
Tuan Marlien mengatakannya seolah-olah Lugalgin Alhold adalah sebuah sosok yang sangat hebat, yang mampu mengalahkan impresi buruk pemerintah. Dan aku cukup setuju.
Sebagai wakil badan eksekutif siswa SMA Eksas, aku diberi kesempatan untuk menyaksikan semua kehebatan Lugalgin semasa SMA. Bagaimana dia menciptakan teknik penghilang pengendalian untuk Illuvia, mengatur jadwal ekstra agar tidak bertabrakan dalam penggunaan lapangan, bahkan membuat event sekolah yang biasanya kekurangan dana jadi berlimpah dengan sponsor.
Sepanjang SMA, Lugalgin adalah orang yang paling kukagumi. Terkadang, hatiku terasa sakit ketika dia mengatakan "aku hanyalah inkompeten. Aku tidak punya tempat selain di rumah dan di sini,". Bahkan, hatiku semakin sakit ketika dia tidak bisa mendapatkan pekerjaan atau masuk ke universitas manapun walaupun sudah mengantongi surat rekomendasi kepala sekolah.
Karena semua itu, pada awalnya, aku ingin mendirikan perusahaan besar dan memperkerjakan Lugalgin. Aku ingin semua perusahaan dan universitas yang menolak Lugalgin melihat betapa bodohnya mereka. Aku ingin seluruh kerajaan ini melihat kehebatan Lugalgin.
Ayah yang mendengar keinginanku hanya tertawa. Namun, ayah tidak mengkritik atau tidak mencelaku. Justru sebaliknya, ayah memperkenalkanku pada Akadia, sebuah perkumpulan yang berisi orang-orang berpengaruh di kerajaan ini.
Namun, belum satu minggu sejak pesta perpisahan, Lugalgin sudah mengejutkan seluruh kerajaan ini dengan keluar sebagai pemenang Battle Royale. Bukan hanya itu, dia adalah orang pertama yang menang tanpa kehilangan HP sedikit pun.
Kemudian, dalam beberapa minggu, dia kembali menjadi perhatian kerajaan, bahkan dunia, karena berhasil menekan *** di Mariander. Lalu, tiba-tiba, kemarin aku diminta untuk menghadiri pertemuan dengan kepala intelijen kerajaan yang baru.
Aku tidak bertanya kenapa aku ditunjuk. Dalam waktu beberapa bulan ini, aku memang sering disuruh untuk ikut menghadiri pertemuan demi pertemuan, mengumpulkan pengalaman. Namun, aku sedikit terkejut karena kali ini aku disuruh menggunakan topeng silikon.
Ketika aku bertanya, tuan Marlien hanya menjawab, "aku sudah mengenalnya sejak lama dan ada kemungkinan dia mengenalmu. Jadi, aku tidak ingin kamu mendapat perlakuan istimewa oleh orang ini,". Kemungkinan mengenalku? Lugalgin jelas-jelas mengenalku. Tuan Marlien suka bercanda juga ternyata.
__ADS_1
Akhirnya, kemunculan Lugalgin sebagai kepala intelijen kerajaan benar-benar membuatku terkejut. Aku jadi paham kenapa ayah menertawaiku saat itu. Ayah, yang sudah bergabung dengan Akadia, kemungkinan sudah mengetahui kehebatan Lugalgin. Lugalgin bukanlah orang yang memerlukan belas kasihan, apalagi dari orang sepertiku yang masih belajar.
Di lain pihak, aku mendapat kesempatan untuk melihat Tuan Putri Emir yang mengenakan kemeja dan setelan rapi, bukan pakaian bangsawan. Kalau aku memfotonya, aku bisa mendapatkan uang yang begitu banyak. Dan, tadi adalah pertama kalinya aku melihat istri kedua Lugalgin, Tuan Putri Inanna yang tidak kalah cantiknya. Lugalgin, kamu benar-benar hebat.
"Arde, biar kuberi informasi untukmu. Banyak anggota Akadia, termasuk aku, telah membeli barang antik dari Lugalgin. Selain sebagai simbol kekayaan, barang antik yang diproduksi oleh Lugalgin juga memiliki kegunaan lain."
"Kegunaan lain?"
"Senjata."
"Hah?"
"Barang-barang yang dijual Lugalgin, umumnya, menggunakan bahan yang disebut dengan minyak, bensin, gas, atau bahan mudah terbakar lain. Dengan kata lain, bahan berbahaya. Kamu lihat berita tadi pagi kan? Masalah ledakan gas."
Tunggu dulu, bukankah bahan-bahan berbahaya itu sudah dilarang peredarannya? Hanya pemerintah atau instansi dengan izin tertentu yang diperbolehkan memiliki dan mengelola barang-barang itu. Mengingat berita ledakan gas tadi pagi, aku paham benar betapa berbahayanya bahan-bahan itu.
"Peredaran barang-barang itu memang sudah tidak bebas. Namun, jika barang-barang itu adalah bawaan dari barang antik, maka diperbolehkan."
"Eh?"
"Dulu, kami berpikir dia tidak tahu apa-apa soal barangnya dijadikan senjata. Namun, setelah melihat dia berpartisipasi di battle royale, dan semua pencapaiannya, kami menarik ucapan tersebut. Lugalgin tahu dan sadar kalau barang antik yang dia jual bisa digunakan sebagai senjata. Karena itu, kami tidak terkejut kalau pemimpin setuju untuk menerima tawaran Lugalgin.
"Dan lagi, Lugalgin adalah pedagang yang adil. Dia tidak akan serta merta merugikan kita. Selalu ada kompensasi, seperti yang tadi kami bahas."
Tuan Marlien memberi penjelasan panjang lebar mengenai rekam jejak Lugalgin.
"Lalu, menurut tuan Marlien, apakah Agade juga mendapatkan barang-barang antik itu?"
Tuan Marlien tidak langsung menjawab. Beliau memejamkan mata sejenak, lalu kembali membukanya. Tampaknya beliau memikirkan sesuatu.
"Sangat mungkin. Bahkan, ada kemungkinan, Lugalgin adalah sosok di balik keberhasilan Agade menjadi enam pilar."
"Sosok dibalik keberhasilan Agade?"
"Arde, Lugalgin mulai menjual barang antik kira-kira dua setengah tahun yang lalu. Di lain pihak, Agade menjadi enam pilar sudah tiga tahun lebih. Teknik bertarung Agade yang aneh membuat orang bertanya-tanya 'siapa sosok di belakang mereka?'.
"Ketika melihat Sarru, yang sempat dikabarkan tewas tapi muncul kembali hanya untuk menemui Lugalgin, menguatkan dugaanku kalau Lugalgin adalah sosok di balik keberhasilan Agade. Bahkan, aku bisa bilang, Sarru meniru teknik bertarung Lugalgin."
"Meniru?"
__ADS_1
Mendengar semua informasi ini, aku hanya bisa meniru satu dua patah kata yang keluar dari mulut tuan Marlien, seperti burung beo.
"Teknik bertarung mereka sama, menggunakan banyak senjata yang dibawa dalam peti mati. Kalau dilihat sesaat, orang akan melihat Sarru dan Lugalgin adalah orang yang sama. Namun, aku menyangkalnya. Meski teknik dasar yang digunakan sama, tapi senjata yang mereka gunakan berbeda.
"Senjata yang digunakan oleh Sarru bisa dibilang senjata standar seperti tombak, pedang, assault rifle, shotgun, dan lain sebagainya. Di lain pihak, senjata yang digunakan Lugalgin sungguh aneh. Maksudku, toya yang bisa menjadi double dan triple stick? Lalu, perisai yang bisa melepaskan tembakan? Belum lagi pistol dengan bayonet beramunisi peluru pemberat? Senjata macam apa itu? Aku berani bilang senjata dan teknik bertarung Sarru adalah versi downgrade dari Lugalgin."
Kalau dipikir-pikir, ucapan Tuan Marlien benar juga. Senjata yang digunakan Lugalgin aneh-aneh.
"Aku tidak melebih-lebihkan kalau bilang mungkin Lugalgin lebih kuat dari Sarru. Belum lagi dua calon istrinya."
"Kedua calon istrinya? Apakah mereka juga sehebat Lugalgin?"
"Dalam hal pertarungan jarak pendek, aku tidak tahu. Namun, dalam hal serangan jarak jauh, mereka tidak bisa diremehkan. Emir mampu membuat delapan turret tank. Hingga sekarang, belum ada laporan resmi jumlah peluru yang bisa dia lepaskan atau bagaimana dia melakukannya. Bayangkan saja kamu memiliki delapan tank yang siap melepaskan tembakan kapan pun dimana pun.
"Lalu, Inanna, dia juga sama mematikannya. Bahkan jauh lebih mematikan. Laporan menyatakan dia bisa menghasilkan ledakan tanpa suara sebelumnya. Anggap seperti tank yang diberi peredam. Daripada mewaspadai intelijen kerajaan, lebih tepat kalau disebut kalau kita mewaspadai tiga orang ini."
Meski tuan Marlien mengatakan yang perlu diwaspadai adalah Lugalgin dan kedua calon istrinya, tapi sekarang mereka bertiga adalah anggota intelijen kerajaan. Bagaimana kalau mereka mengubah internal intelijen kerajaan menjadi seperti mereka? Apakah ini tidak menjadikan intelijen kerajaan ancaman juga?
Bersambung
\============================================================
Halo semuanya.
Kembali, author ingin mengucapkan terima kasih atas like, komentar, dan dukungan para pembaca. Semua dukungan tersebut sangat berarti untuk Author. Bagi yang mau lihat-lihat ilustrasi, bisa cek di ig @renigad.sp.author.
Dan, seperti biasa, author akan endorse artist yang gambarnya di cover. Saat ini, ilustrator yang gambarnya digunakan sebagai cover adalah ilustrator pixiv, 千夜 atau QYS3. Jadi, sebelumnya, author hanya jalan-jalan di pixiv, cari original content, trus pm artistnya. Karena bukan hasil komis, melainkan public content, author pun tidak mengeluarkan uang.
Jadi, promosi di bagian akhir adalah sesuatu yang author lakukan dengan sukarela karena sang artis telah memperbolehkan author untuk menggunakan gambarnya meski sebenarnya sudah jadi public content. Jadi, para reader bisa membuka pixiv page dan like galerynya di https://www.pixiv.net/member.php?id=7210261 atau follow twitternya di https://twitter.com/QYSThree. Dua-duanya juga bisa.
Selain QYS3, author juga telah mendapatkan sebuah cendera mata dari pokarii yang bisa dipost di akhir cerita.
Sekali lagi, terima kasih bagi semua reader yang telah like dan komen. Dukungan kalian sangat lah berarti bagi author. Terima kasih juga atas ucapan lekas sembuhnya. Author benar-benar berterima kasih.
Sampai jumpa di chapter selanjutnya
__ADS_1