
Konferensi akhirnya dihentikan setelah setiap Feodal Lord menyatakan dukungan. Mereka bilang akan mengirimkan video ke pasar gelap untuk diupload ke internet dengan segera. Setelah itu, kami melakukan rapat tertutup. Tentu saja putra kedua Feodal Lord Peer dan putri keempat Feodal Lord Ursia ikut.
"Lugalgin, apa yang harus kita lakukan? Aku tidak yakin bisa mengirim bantuan ke semua wilayah secara bersamaan." Zortac mengungkapkan keraguannya.
"Zortac, aku ingin kamu mengutamakan wilayah-wilayah terdekat. Untuk wilayah yang jauh, kamu kirimkan saja pasukan terpisah yang bisa bergerak cepat, menerobos wilayah lain."
"Percuma Gin. Walaupun pasukanku bisa mencapai wilayah yang jauh, Tanpa rantai suplai dan jalur logistik, mereka tidak akan bisa bertahan lama dari serangan wilayah lain. Hal ini tidak akan berubah walaupun Feodal Lord dan rakyat setempat mendukung."
"Pertahanan yang akan mereka lakukan tidak terlalu sulit. Yang perlu mereka lakukan hanyalah menunjukkan wajah, membangun citra positif militer Bana'an."
"Membangun citra? Apa yang kamu bicarakan, Gin?"
"Yang akan menghentikan serangan militer wilayah lain adalah intelijen. Lebih tepatnya, intelijen yang bekerja sama dengan pasar gelap."
"Intelijen dengan pasar gelap? Kamu bercanda kan, Gin?"
Aku menggeleng, menolak ucapan Zortac.
"Kalau pasar gelap ikut bergerak, menurutmu berapa banyak korban jiwa yang akan jatuh?"
"Secara langsung, nol. Secara tidak langsung, entahlah."
"Kamu Gi–"
"Rencana ini telah disetujui oleh Permaisuri Rahayu."
Zortac tidak melayangkan keberatan lebih jauh setelah mendengar kata Permaisuri Rahayu. Bahkan, dia tidak mampu mengucapkan kata 'gila'. Karena saat ini posisi Kepala Kerajaan dipegang oleh Rahayu, Zortac tidak memiliki kuasa untuk menolak keputusan Permaisuri Rahayu.
__ADS_1
Aku membeberkan sebagian rencana pada Zortac dan semua orang di sini. Pada dasarnya, aku akan mengerahkan kekuatan pasar gelap untuk menghalangi laju militer wilayah lain. Bagaimana caranya?
Pertama, meningkatkan kriminalitas. Orang-orang yang sudah tersandung dan terjerat oleh hutang ke pasar gelap, Loan Shark, akan ditagih lebih cepat dan dengan bunga yang lebih besar. Penagihan hutang yang mendadak akan membuat orang-orang ini terdesak, dan bisa dipastikan, beralih ke tindakan kriminal.
Kedua, mendirikan kelompok militan. Aku akan mengirim agen ke wilayah musuh, menggiring orang yang terlilit hutang untuk mendirikan kelompok militan. Begitu informasi tersebar kalau ada kelompok militan terbentuk, militer tidak akan berani keluar wilayah. Tentu saja targetnya bukan hanya orang terlilit hutang, tapi juga penduduk yang merasa tidak puas dengan perlakuan Kerajaan Nina. Intinya, kami terus menyuplai penduduk dengan rumor yang bisa memecah belah mereka.
Ketiga, sabotase jalur logistik dan suplai. Agen akan menghasut kelompok militan ini untuk merampok dan menyabotase suplai yang dikirim Kerajaan Nina ke wilayah. Dengan demikian, kelompok militan ini akan mendapatkan uang untuk membayar hutang sekaligus mengisi perut mereka. Dan, tentu saja, membiayai pemberontakan.
Keempat, inflasi. Jalur logistik dan suplai yang terhenti, tidak bisa masuk, akan menyebabkan harga makanan di dalam wilayah naik drastis. Hal ini akan membuat warga yang sebelumnya hidup normal menjadi kesulitan. Cepat atau lambat, mereka juga terlilit hutang. Siklus pun berulang.
Di setiap fase, agen akan menyisipkan hasutan kalau semua masalah ini disebabkan oleh pemerintahan yang tidak becus. Kalau Ratu Amana saja tidak memiliki masalah mengorbankan putra putrinya, apalagi Feodal Lord mengorbankan rakyat? Tuan Putri Rina yang berusaha menggulingkan pemerintahan adalah satu-satunya jalan keluar dari kesengsaraan yang mereka alami.
"Itu adalah garis besar rencana yang telah aku buat dan disetujui oleh Permaisuri Rahayu. Dan, bukan hanya disetujui, sebenarnya intelijen Bana'an sudah bergerak sejak awal. Semua persiapan sudah selesai. Aku beruntung pasar gelap Kerajaan Nina tidak nasionalis seperti di Bana'an. Jadi, aku tidak perlu mengambil alih pasar gelap kerajaan ini juga."
Tangan Zortac mengepal. Aku bisa melihat bahunya yang gemetaran. Tampak jelas kalau dia ingin mengajukan keberatan. Namun, Zortac tidak memiliki kekuatan dan wewenang yang cukup.
Rencana ini, sebenarnya, sudah aku gulirkan sebelum pergi ke Anshan. Ada alasan lain kenapa Mulisu mengizinkanku pergi ke Anshan. Kalau seandainya aku tahu Ibu Amana tidak benar-benar jahat, mungkin rencana ini tidak akan pernah bergulir. Namun, karena sudah berjalan, mau bagaimana lagi.
Aku menambahkan, "Saat ini, menurutku, wilayah yang tidak menyatakan dukungan pada Rina adalah musuh. Jadi, aku tidak memiliki kewajiban untuk memikirkan kelangsungan hidup musuh."
"Tapi ... Gin." Lord Susa tidak mampu menerima ucapanku.
"Lord Susa, intelijen melakukan semua hal ini adalah hal yang normal. Intelijen Kerajaan Nina tidak berbeda. Mereka berani melakukan serangan pada Mal di Bana'an hanya untuk mengklaim kami membunuh Tuan Putri Rina, kan?"
Well, sebenarnya, yang membuat ledakan itu adalah Rina. Namun, karena Rina sudah mengatakan kalau agen Kerajaan Nina adalah pelaku, aku harus mengikuti ceritanya.
"Lalu, Feodal Lord Peer dan Ursia, kalian melakukan pilihan tepat untuk menyerah dan mendukung militer Bana'an. Militer Bana'an mungkin tidak bisa menyakiti warga sipil, tapi intelijen bisa."
__ADS_1
Bersambung
\============================================================
Halo semuanya.
So\, saat ini\, author dah ga pake FF**UU**CC**KK OFF lagi untuk reply komen promo\, tapi dah pake kearifan lokal pake kata guuooblogg. Dan kliatannya dah ada yang kebakar. wkwkwkwk. Padahal di prolog dah ada larangan\, sepanjang chapter juga ga ngitung berapa kali bikin chapter pengumuman larangan promo. Bahkan (mungkin) sudah ada yang sadar kalau peringatan sudah diletakkan di sinopsis/blurb. Kalau masih promo\, berarti sudah siap menerima reply nya dong. wkwkwkwk.
Seperti biasa, author akan endorse artist yang gambarnya digunakan untuk cover. Saat ini, ilustrator yang gambarnya digunakan sebagai cover adalah ilustrator pixiv, 千夜 atau QYS3. Jadi, sebelumnya, author hanya jalan-jalan di pixiv, cari original content, trus pm artistnya. Karena bukan hasil komis, melainkan public content, author pun tidak mengeluarkan uang.
Jadi, promosi di bagian akhir adalah sesuatu yang author lakukan dengan sukarela karena sang artis telah memperbolehkan author untuk menggunakan gambarnya meski sebenarnya sudah jadi public content. Jadi, para reader bisa membuka pixiv page dan like galerynya di https://www.pixiv.net/member.php?id=7210261 atau follow twitternya di https://twitter.com/QYSThree. Dua-duanya juga bisa.
Selain QYS3, author juga telah mendapatkan sebuah cendera mata dari pokarii yang bisa dipost di akhir cerita.
Sekali lagi, terima kasih bagi semua reader yang telah like dan komen. Dukungan kalian sangat lah berarti bagi author. Terima kasih juga atas ucapan lekas sembuhnya. Author benar-benar berterima kasih.
Sampai jumpa di chapter selanjutnya
__ADS_1