
Berkat Lugalgin, militer Anshan resmi hancur. Kondisi pangkalan militer yang dihancurkan Lugalgin pun tidak layak untuk dilihat khalayak umum. Jika dideskripsikan secara sederhana, pangkalan militer sudah seperti adonan logam, dengan tubuh personel militer dan senjata sebagai komposisi.
Awalnya, aku berpikir hilangnya militer Anshan adalah hal yang buruk. Namun, aku teringat pada koneksi antar wilayah di Kerajaan Nina. Jalan antar wilayah, bisa dibilang, minim sekali. Jalan yang banyak hanyalah menuju ibukota Nina. Dengan jalan antar wilayah yang minim, Agade bisa menjaga perbatasan lebih mudah.
Agade memang kesulitan merebut pangkalan militer Anshan. Namun, dalam hal pertahanan, Agade menunjukkan kualitas yang sangat berbeda. Mereka bisa menyabotase jalan dan melakukan sergapan dengan mudah. Emir bilang kalau seandainya anggota elite Agade turun tangan, pangkalan Anshan tidak akan menjadi masalah. Namun, sayangnya, anggota elite Agade sedang memiliki tugas lain. Dan, tugas sebagian anggota, juga berhubungan dengan Kerajaan Nina.
Peer adalah wilayah yang berada di tenggara kerajaan Nina. Dulu, wilayah ini berbatasan langsung dengan Mariander dan Bana'an. Sekarang, wilayah Peer hanya berbatasan dengan Bana'an. Kemarin, dalam waktu satu malam, Daerah Peer telah jatuh, takluk oleh agresi militer Bana'an.
Menaklukkan sebuah wilayah dalam waktu kurang dari satu hari, seharusnya, adalah hal yang tidak mungkin. Hal ini menjadi mungkin karena dua hal. Satu, militer dan pasar gelap bekerja sama. Dua, kepergian kami ke Anshan.
Informasi yang menyatakan kami pergi ke Anshan membuat beberapa wilayah mengirimkan persenjataan dan kendaraan berat militer ke wilayah ini, tidak terkecuali Peer. Mereka ingin mendapatkan pencapaian dengan membunuhku. Namun, hal ini menjadi bumerang bagi Peer. Setelah mengirimkan kendaraan perang ke Anshan, pertahanan mereka minim. Tampaknya mereka berpikir Bana'an tidak akan menyerang karena deklarasi perdamaianku kapan hari lalu.
Bana'an melihat ini sebagai kesempatan. Berbulan-bulan lamanya, Agade menyelinap ke Peer dan membuat kerja sama dengan pasar gelap setempat. Agade sudah menyiapkan sabotase fasilitas militer dan kepolisian di wilayah Peer, siap dipicu kapan saja. Begitu militer Peer berkurang, Agade langsung melancarkan sabotase.
Di saat yang sama dengan Agade melancarkan sabotase, militer Bana'an menyerang. Kekuatan militer yang berkurang dan sabotase Agade membuat Peer kalah tanpa perlawanan. Alhasil, kantor pemerintahan dan pangkalan militer Peer berhasil diduduki Militer Bana'an dalam waktu satu malam.
Wilayah antara Peer dan Anshan, Ursia, panik ketika Peer jatuh. Mereka berusaha memanggil militer yang dikirim ke Anshan, tapi tidak ada hasil. Kendaraan militer yang mereka kirim sudah dihancurkan oleh Lugalgin.
Ternyata, wilayah Ursia tidak luput dari sabotase pasar gelap Bana'an. Akadia dan Quetzal sudah menginfiltrasi wilayah Ursia sejak beberapa minggu. Sebagian pangkalan militer sudah disabotase. Bana'an yang menerima kabar ini meneruskan serangan ke barat, ke Ursia. Tinggal tunggu waktu sebelum Ursia jatuh.
Dan, dalam menjalankan itu semua, Bana'an menaati perjanjian non agresi dengan Agrab yang baru dibuat oleh Lugalgin.
"Apa Lugalgin sudah merencanakan semua ini?"
"Mungkin," Emir ragu. "Lugalgin, aku akui, memang mampu membuat strategi yang di luar dugaan. Namun, Lugalgin bukanlah tipe orang yang melakukan semuanya sendiri. Seringkali, Lugalgin hanya membuka jalan atau peluang."
Inanna menambahkan, "dan, saat ini, hanya ada satu orang yang bisa melihat semua peluang dan jalan yang dibuka oleh Lugalgin, Mulisu, atau sekarang Permaisuri Rahayu."
"Inanna benar. Aku benci mengakuinya. Namun, sampai saat ini, yang paling mengenal Lugalgin adalah Mulisu. Dia bisa melihat semua jalan dan peluang yang dibuka oleh Lugalgin. Bahkan, kalau boleh jujur, seolah-olah semua peluang dan jalan yang dibuka oleh Lugalgin memang dibuat untuk Mulisu. Meski tidak secara langsung, aku bisa bilang kalau kerja sama mereka sangat luar biasa."
Aku merasa sedikit tekanan dan kekesalan dari suara Emir. Tampaknya, dia benci ketika orang yang bisa memahami Lugalgin bukanlah istrinya, kami.
__ADS_1
"Jadi, Rina, kita tidak boleh kalah."
Inanna melanjutkan. "Militer Anshan sudah hancur. Ancaman dari wilayah lain pun minim berkat pasar gelap dan militer Bana'an. Kita harus bisa melihat peluang dan jalan yang dibuka oleh Lugalgin. Mari kita buat Lugalgin bangga ketika dia kembali."
"Kamu adalah yang paling tahu soal Kerajaan Nina. Jadi, kami percayakan pembuatan keputusan padamu."
"Emir benar. Namun, kami tidak akan meninggalkan semuanya padamu. Kami akan tetap berada di sisimu, memberi segala bantuan dan bimbingan yang mungkin kami berikan."
***
"Emir, apa kamu baik-baik saja?"
"Tentu saja tidak."
Bagaimana aku bisa baik-baik saja? Lugalgin menghilang setelah menggunakan serum pembangkit. Setelah menggunakan serum pembangkit, Lugalgin akan batuk darah. Tanpa obat tidur, Lugalgin dipaksa sadar dan merasakan sakit yang terus menerus. Ketika membayangkan apa yang dilalui Lugalgin, tubuhku terasa lemas. Bahkan, untuk bisa berbicara normal di depan Rina sudah menguras seluruh tenaga dan mental.
Belum lagi kemungkinan kalau Lugalgin akan mengidap kanker. Dibandingkan aku, Inanna yang lebih paham soal kanker. Wajahnya tampak begitu pucat. Dia pasti jauh lebih memahami betapa bahayanya kondisi Lugalgin.
Kami sangat khawatir dan takut. Namun, sebelum berangkat, Lugalgin memberi pesan padaku dan Inanna.
"Emir, Inanna, kalau ada momen kita terpisah, aku ingin kalian mendampingi dan membimbing Rina dengan sepenuh hati. Kerajaan Nina adalah wilayah Rina. Akan lebih bijak kalau kalian membiarkan dia yang memimpin. Namun, aku juga ingin kalian ikut terlibat dalam pengambilan keputusan. Aku tidak ingin terlalu membebani mental Rina. Kondisi mental Rina belum stabil. Aku tidak mau dia keguguran.
"Aku tahu kalian pasti khawatir kalau aku terluka dan sebagainya. Namun, aku ingin kalian menjadi kuat untuk Rina. Ketika aku tidak ada, dia akan sangat membutuhkan kalian berdua sebagai sandaran. Aku ingin kalian menunjukkan kalau kalian juga merupakan keluarganya."
__ADS_1
Pesan Lugalgin terngiang di kepala ketika dia meninggalkan kami di kubah. Jujur, kamu jahat sekali, Gin. Kamu meminta kami untuk berpura-pura tangguh, berpura-pura tidak mengkhawatirkanmu. Aku benci ini!
Pesan Lugalgin seolah memberi kesan kalau semua kejadian ini sudah dia rencanakan, seperti ucapan Rina. Namun, aku tidak yakin Lugalgin merencanakan semua ini. Pandangan Lugalgin kosong ketika menggunakan pengendalian, tampak pasrah.
"Kalian benar-benar istri yang hebat."
Bersambung
\============================================================
Halo semuanya.
Seperti biasa, author akan endorse artist yang gambarnya digunakan untuk cover. Saat ini, ilustrator yang gambarnya digunakan sebagai cover adalah ilustrator pixiv, 千夜 atau QYS3. Jadi, sebelumnya, author hanya jalan-jalan di pixiv, cari original content, trus pm artistnya. Karena bukan hasil komis, melainkan public content, author pun tidak mengeluarkan uang.
Jadi, promosi di bagian akhir adalah sesuatu yang author lakukan dengan sukarela karena sang artis telah memperbolehkan author untuk menggunakan gambarnya meski sebenarnya sudah jadi public content. Jadi, para reader bisa membuka pixiv page dan like galerynya di https://www.pixiv.net/member.php?id=7210261 atau follow twitternya di https://twitter.com/QYSThree. Dua-duanya juga bisa.
Selain QYS3, author juga telah mendapatkan sebuah cendera mata dari pokarii yang bisa dipost di akhir cerita.
Sekali lagi, terima kasih bagi semua reader yang telah like dan komen. Dukungan kalian sangat lah berarti bagi author. Terima kasih juga atas ucapan lekas sembuhnya. Author benar-benar berterima kasih.
Sampai jumpa di chapter selanjutnya
__ADS_1