I Am No King

I Am No King
Chapter 254 – Kelemahan?


__ADS_3

Tiba-tiba saja terdengar suara dari jendela. Dan sekali lagi, membuatku menjerit. Aku menoleh dan melihat Inanna dan Emir di balkon. Apa aku terlalu gugup sampai tidak menyadari kedatangan dan kehadiran mereka? Tanpa pikir panjang, aku langsung membuka jendela dan mempersilakan mereka masuk.


"Apa yang kalian pikirkan tiba-tiba muncul di jendela?"


"Hehehe, tidak apa-apa, kok."


"Permisi....."


Emir tidak sepenuhnya menjawabku sementara Inanna mengabaikanku. Seriously, dua calon istriku ini.


Begitu mereka masuk, aku pun menutup jendela.


Mereka sudah mengenakan pakaian igni dilapisi..... tidak! Emir dan Inanna tidak mengenakan celana kargo atau jaket seperti biasanya. Mereka hanya mengenakan pakaian igni yang ketat, menunjukkan lekuk tubuh secara detail yang berbalut warna hitam. Dan, penampilan mereka, cukup merangsang.


"Ah, um, Emir, Inanna, apa maksudnya ini?"


Emir dan Inanna mendekat dan sedikit membungkuk di depanku, memperlihatkan sepasang gunung yang menggantung di balik pakaian igni. Mataku tidak tahu harus melihat ke mana, ke dada Emir atau Inanna. Semuanya sama-sama menarik perhatianku.


Karena pakaian Igni ketat dan memiliki sifat kaku pada beberapa bagian, dada Emir dan Inanna tidak memantul, tapi kaku seperti mengenakan push up bra. Meski demikian, aku tidak bisa memungkiri kalau penampilan mereka memiliki pesona tersendiri.


Jujur, saat ini, melihat mereka berdua yang mengenakan pakaian ketat dan menyodorkan badang ke depanku, aku merasa ada sebuah fetish baru akan muncul di dalam tubuh ini. Tidak! Bukan muncul, tapi terungkap.


"Hehehe. Saran Mulisu ternyata tepat juga...."


"Eh?"


Aku langsung menoleh ke kiri, ke arah Inanna. Setelah mengatakannya, Inanna tidak lagi membungkuk. Dia berdiri tegak dengan sebuah senyuman.


"Saran Mulisu? Apa maksud kalian?"


"Well, sebenarnya...." Emir bangkit dan mulai memberi penjelasan. "Sederhananya, Mulisu memberi saran pada Inanna agar kami mengenakan pakaian igni dan mendatangimu. Namun, tidak seperti biasa, kali ini, dia memberi saran agar kami tidak mengenakan lapisan pakaian apapun sebagai tambahan. Mulisu mengatakan, dulu, di awal dia dan kamu bekerja sama, kamu selalu protes dan memberikan jaket dan jubah untuk menutupi tubuhnya."


Ya, mau bagaimana lagi. Dulu, Mulisu lebih suka beraksi hanya mengenakan pakaian igni dan celana pendek. Dan yang aku maksud pendek bukan setengah paha, tapi hanya satu cm di bawah ************!

__ADS_1


Mulisu bilang pakaian Igni sudah mampu menahan pantat dan dadanya agar tidak bergerak. Dia mengenakan celana pendek hanya karena merasa lebih nyaman. Namun, dia tidak mengenakan apapun di bagian atas. Ketika bekerja sama, aku tidak bisa fokus pada misi!


Kalau musuh yang pakaiannya hancur atau mengenakan pakaian igni, aku bisa mengabaikan dan langsung membunuh mereka. Karena mereka musuh. Namun, ketika yang mengenakan pakaian igni dan menunjukkan lekuk tubuh adalah rekan, aku tidak bisa fokus pada musuh. Pikiran dan mataku akan fokus pada hal yang lain.


Dan lagi, selain itu, aku tidak mau melihat laki-laki dengan pakaian igni di depanku. Aku bisa muntah.


Emir dan Inanna yang berdiri tegak di depanku menunjukkan lekuk tubuh mereka yang begitu....erotis. ****! Aku ingin segera mendorong dan menyantap hidangan di depanku ini. Tidak! Aku harus tahan. Tahan....... setidaknya sampai penjelasan Emir selesai.


Inanna melanjutkan. "Dari situ, Mulisu melihat kalau sebenarnya kamu punya fetish terhadap pakaian ketat tapi berusaha menutupinya, kan? Meski alasan senjata dan gerakan tubuh di balik jubah adalah benar, tapi, menurut Mulisu, itu bukan alasan utama kamu memaksa anggota Agade mengenakan jubah untuk bertarung."


"Tapi, Inanna, kamu agresif sekali ya dalam hal sensual seperti ini. Aku saja masih sedikit malu hanya mengenakan pakaian igni seperti ini."


"Hehe. Kan yang melihat kita Lugalgin, bukan orang lain. Kenapa kita harus malu. Dan kamu bilang aku lebih agresif? Memangnya yang punya obat perangsang siapa ya?"


"Ehehe."


Saat ini, ada yang tegak, tapi bukan keadilan.


"Jadi, bagaimana Lugalgin, apa kamu mau melakukannya sekarang?"


Tiba-tiba, aku teringat malam ketika Inanna memberiku obat perangsang milik Emir, memaksaku untuk meniduri mereka. Kali ini, jangan-jangan, mereka yang meminum obat perangsang itu?


"Hey, Gin, sudah tidak ada orang di kantor intelijen, kita bisa melakukannya sekarang juga, di tengah kantor, seperti di koleksi filmmu."


Dari mana Inanna mengetahui koleksi filmku?


Inanna melompat dan memelukku dari depan. Dengan gerakan naik turun, dia menggesekkan tubuhnya dengan tubuhku. Dan, sama seperti Emir, perempuan ini juga sudah basah.


****! Aku benar-benar lemah dengan pakaian igni. Tapi.....


"Bagaimana kalau kita lakukan ini nanti? Kalian tidak mau kan bertarung dengan pakaian kotor?"


"Jangan khawatir." Emir merespons.

__ADS_1


Inanna melanjutkan. "Kami sudah menyiapkan baju ganti di ruang sebelah, ruang Yuan. Jadi, pakaian igni ini memang bukan untuk bertarung."


Ah....pakaian ganti sudah berada di ruang Yuan? Tampaknya, kegugupanku tadi benar-benar membuatku tidak bisa merasakan kehadiran orang lain sampai aku tidak bisa merasakan kedatangan mereka.


"Dan lagi," Inanna menambahkan. "Kalau kita tidak segera melakukannya, efek obat ini akan semakin lama juga hilangnya. Kalau dibiarkan, kami tidak akan bisa bertarung.


"Sudah, tidak usah melawan, Gin." Emir mengecup leherku.


Aku bisa merasakan nafas Emir yang tersengal-sengal menerpa leher.


Inanna menjilat bibir dan memasukkan tangan ke celanaku "Jadi, kamu tidak keberatan kan, Lugalgin Alhold?"


Bersambung


 


 


\============================================================


Halo semuanya.


Kembali, author ingin mengucapkan terima kasih atas like, komentar, dan dukungan para pembaca. Semua dukungan tersebut sangat berarti untuk Author. Bagi yang mau lihat-lihat ilustrasi, bisa cek di ig @renigad.sp.author.


Dan, seperti biasa, author akan endorse artist yang gambarnya di cover. Saat ini, ilustrator yang gambarnya digunakan sebagai cover adalah ilustrator pixiv, 千夜 atau QYS3. Jadi, sebelumnya, author hanya jalan-jalan di pixiv, cari original content, trus pm artistnya. Karena bukan hasil komis, melainkan public content, author pun tidak mengeluarkan uang.


Jadi, promosi di bagian akhir adalah sesuatu yang author lakukan dengan sukarela karena sang artis telah memperbolehkan author untuk menggunakan gambarnya meski sebenarnya sudah jadi public content. Jadi, para reader bisa membuka pixiv page dan like galerynya di https://www.pixiv.net/member.php?id=7210261 atau follow twitternya di https://twitter.com/QYSThree. Dua-duanya juga bisa.


Selain QYS3, author juga telah mendapatkan sebuah cendera mata dari pokarii yang bisa dipost di akhir cerita.


Sekali lagi, terima kasih bagi semua reader yang telah like dan komen. Dukungan kalian sangat lah berarti bagi author. Terima kasih juga atas ucapan lekas sembuhnya. Author benar-benar berterima kasih.


Sampai jumpa di chapter selanjutnya

__ADS_1



__ADS_2