
"Bagus!"
Meski di mulut mengatakan bagus, aku tidak benar-benar senang karena ini sesuai dengan rencana Ratu Amana.
"Ah, ngomong-ngomong, aku sudah melumpuhkan Rina. Jadi, Simurrum dan Uru'a sudah bisa bergerak. Tolong kamu urus tank yang berjaga di kejauhan. Jangan serang peleton yang datang. Jarak mereka terlalu dekat dengan kami. Karena aku tidak tahu berapa banyak senjata penghilang pengendalian yang mereka miliki. Aku sarankan menggunakan tank atau artileri."
[Oke!]
Aku mematikan telepon.
Emir masih di rumah sakit, jadi tidak ada seorang pun yang bisa membuat dan mengendalikan turret tank atau artileri. Namun, normalnya, tank dan artileri memang tidak dikendalikan satu orang, butuh tim. Dan, militer adalah tempatnya.
Beberapa detik setelah aku menutup telepon, ledakan demi ledakan muncul. Bunga dan bola api membumbung ke udara. Simurrum, Uru'a, dan Ibla, juga memiliki kendali atas beberapa peleton tentara, unit kendaraan, dan senjata perang. Selain sebagai intelijen, mereka juga ditugaskan menjadi Quick Deployment Unit.
"Apa?"
"Serangan musuh!"
Ketika pandangan tentara Nina teralihkan, aku langsung berlari, keluar dari debu. Dalam waktu singkat, aku sudah melompat ke peleton terdekat.
"Apa?"
Ayunan pertama, satu orang roboh.
"Sial!"
Sebelum militer Nina melepas tembakan, aku memutar tombak ke semua arah. Aku beruntung mereka berkumpul di satu tempat. Hanya dengan satu putaran ujung tombak tiga mata pun sukses menyayat lebih dari setengah peleton.
"AH?"
"Apa?"
Semua tentara yang kutebas langsung terjatuh ke tanah.
Militer Nina memiliki standar yang sama dengan militer Bana'an atau orang yang sering bertarung dengan pengendalian. Mereka menggunakan pakaian Igni. Pakaian igni terbuat dari kain sintesis. Dengan kata lain bukan kain, bahan anorganik. Lalu, di lain pihak, mata pisau yang terpasang di tombak tiga mata bukanlah mata pisau biasa.
Tombak tiga mata adalah satu dari dua senjata paling berbahaya di dunia pengendalian. Sepuluh persen dari tombak ini adalah darahku. Ujungnya pun kupastikan selalu tajam. Dengan ujung tajam, permukaan logam lebih mudah tergores. Serbuk dari goresan logam tersebut akan menempel di tubuh atau senjata lawan, menghilangkan pengendalian.
Tujuan utama tentara meningkatkan pengendalian adalah untuk meningkatkan perlindungan. Peralatan yang mereka kenakan di atas pakaian igni adalah pelindung baja, seperti zirah. Selain itu, mereka masih harus membawa tas, senjata, amunisi, dan peralatan lainnya. Dengan kata lain, mereka membawa beban yang sulit dibawa tanpa pengendalian. Begitu pengendalian tidak berfungsi, mereka tidak mampu bergerak karena beban yang terlalu besar.
Aku melompat ke samping dan menusuk satu tentara yang ada di ujung peleton.
__ADS_1
Dor dor dor dor dor
Suara tembakan terdengar, tapi aku tidak terluka. Aku menggunakan tubuh tentara yang baru kutusuk sebagai pelindung. Dalam pertarungan 1 vs banyak, sangat disarankan mulai dari ujung. Dengan demikian, kamu bisa menggunakan tubuh orang tersebut sebagai pelindung.
"Orang ini gila! Dia bisa menahan beban tubuhku?"
Wow, aku terkejut. Tentara di depanku masih bisa memberi respon padahal tombak sudah menancap di perutnya.
Drrtt
"Akh!"
"GAH!"
Tiba-tiba saja sebuah suara getaran diikuti oleh teriakan terdengar. Agak jauh di sebelah kananku, terlihat Rina yang melepas tembakan menggunakan mini gun. Mini gun yang digunakan oleh Rina aku isi dengan peluru tajam dan berat. Rina melepas tembakan ke arah kaki. Jadi, meskipun dilindungi oleh pakaian, kaki mereka tetap mendapat hantaman kencang.
Begitu peleton lain mengalihkan pandangan ke Rina, aku kembali maju dan melumpuhkan pertahanan mereka dari satu sisi. Dalam waktu kurang dari 5 detik, aku bisa melumpuhkan lebih dari setengah peleton. Ketika sisa tentara panik dan fokus padaku, Rina kembali melepas tembakan ke kaki.
Dalam waktu kurang dari 1 menit, 3 peleton yang mendekati kami sudah berhasil dilumpuhkan. Karena mereka semua mengenakan pakaian pelindung, tidak satu pun tewas. Sayang sekali.
"Terima kasih, Rina."
"Sama-sama."
Di lain pihak, kerja samaku dan Rina benar-benar sempurna. Padahal, kami belum pernah bertarung bersama.
Aku berjalan memutar, menusuk setiap kepala tentara yang ada di sini.
"Tunggu dulu! Menurut peraturan, kamu harus – AKH!"
Teriakan lain muncul mengikuti kematian.
Kalau sesuai peraturan perang, aku tidak diperbolehkan membunuh lawan yang sudah tidak bisa bergerak atau memberi perlawanan. Namun, aku memiliki pembelaan.
"Peraturan itu hanya berlaku kalau kalian tidak bisa bergerak sepenuhnya. Kalau pakaian pelindungnya dilepas, kalian masih bisa bergerak." Ucapku sambil membunuh satu orang lain.
"Aku menyerah! Aku menyerah!"
"Apa? Kamu tidak mau menyerah? Baiklah. Kematian kalau begitu!"
Tombak tiga mata menusuk kepala lain, mengabaikan permintaan menyerah.
__ADS_1
Aku berani melakukan semua ini karena instingku tidak merasakan satu pun pandangan ke tempat ini. Dalam waktu singkat, 60 orang tewas oleh tombak tiga mata.
Aku membuat panggilan telepon. "Halo, Ibla. Ada 60 jasad di sini. Segera ke sini dan hancurkan tubuh mereka tanpa sisa."
[Baik!]
Tidak ada kejahatan perang kalau tidak ada bukti.
Ibla yang sudah bertahun-tahun berkecimpung di dunia pasar gelap tahu benar cara menghancurkan tubuh tanpa sisa. Bisa kremasi, lempar ke adukan semen, giling, dan lain sebagainya. Intinya, ada banyak cara.
Sekarang, kembali ke damsel in distress.
"Jadi, Rina, apa yang akan kau lakukan? Dengan gagalnya militer Nina mengambil alih kota Merkaz, Rencana ibumu sudah berjalan mulus. Bagaimana denganmu? Karena tampaknya ibumu jelas-jelas menginginkanmu mati, akan percuma kalau kamu kembali ke kerajaan Nina, kan? Setelah kembali, bisa saja ibumu langsung membunuhmu saat itu juga. Setelah itu, dia mendapatkan jasadmu dan menggunakannya seperti dugaanmu."
"Itu..."
"Dan, seperti ucapanmu, ada kemungkinan tentara juga membencimu. Begitu kamu kembali dalam keadaan hidup, mereka akan menganggapmu kabur di tengah perang. Kamu tidak mendapatkan perintah untuk mundur, kan? Ketika hal ini terjadi, kebencian mereka akan semakin besar. Kamu, otomatis, akan menjadi budak **** tapi mereka akan memberi laporan bahwa kamu tewas. Setelah selesai bersenang-senang, mereka akan mengirim jasadmu ke istana."
"..."
"Tidak peduli entah kamu tewas, kembali, menjadi tawanan perang, atau sekedar MIA, adikmu tetap akan terseret untuk menggantikanmu."
Bersambung
\============================================================
Halo semuanya.
Kembali, author ingin mengucapkan terima kasih atas like, komentar, dan dukungan para pembaca. Semua dukungan tersebut sangat berarti untuk Author. Bagi yang mau lihat-lihat ilustrasi, bisa cek di ig @renigad.sp.author.
Dan, seperti biasa, author akan endorse artist yang gambarnya di cover. Saat ini, ilustrator yang gambarnya digunakan sebagai cover adalah ilustrator pixiv, 千夜 atau QYS3. Jadi, sebelumnya, author hanya jalan-jalan di pixiv, cari original content, trus pm artistnya. Karena bukan hasil komis, melainkan public content, author pun tidak mengeluarkan uang.
Jadi, promosi di bagian akhir adalah sesuatu yang author lakukan dengan sukarela karena sang artis telah memperbolehkan author untuk menggunakan gambarnya meski sebenarnya sudah jadi public content. Jadi, para reader bisa membuka pixiv page dan like galerynya di https://www.pixiv.net/member.php?id=7210261 atau follow twitternya di https://twitter.com/QYSThree. Dua-duanya juga bisa.
Selain QYS3, author juga telah mendapatkan sebuah cendera mata dari pokarii yang bisa dipost di akhir cerita.
Sekali lagi, terima kasih bagi semua reader yang telah like dan komen. Dukungan kalian sangat lah berarti bagi author. Terima kasih juga atas ucapan lekas sembuhnya. Author benar-benar berterima kasih.
__ADS_1
Sampai jumpa di chapter selanjutnya