I Am No King

I Am No King
Chapter 265 – Pengendalian


__ADS_3

Etana juga sama. Dia tidak memiliki niat untuk menduduki jabatan setelah Mariander menjadi Republik. Dia hanya ingin hidup damai. Bahkan, dia memiliki wacana mendirikan panti asuhan. Etana merasa bersalah karena sempat menyandera panti asuhan dan membunuh salah satu pengurusnya. Namun, tentu saja, meski secara legalitas nama Etana tidak akan muncul sebagai pemilik, secara tidak resmi tetap dia lah pemiliknya. Jadi dia juga memiliki darah Alhold di tubuhnya.


"Ngomong-ngomong, Rina," Etana bertanya sambil membiarkan Rina mengambil kartu dari tangannya. "Aku dengar dari Ibla kalau kamu ingin Lugalgin menjadi Raja dan menyatukan Bana'an dan Nina. Dan, tentu saja, Lugalgin menolaknya. Kalau Lugalgin sudah bersikeras seperti ini, kenapa Nina tidak dijadikan republik saja?"


"Sebenarnya aku juga berpikiran hal yang sama. Namun, sayangnya, ibuku memiliki pemikiran yang lain. Ibuku menyandera adikku dan mengatakan kalau Lugalgin tidak menjadi Raja, dia akan membunuhnya. Hingga kini, aku tidak bisa memahami jalan pikiran ibu."


Berlanjut, Rina mulai bercerita mengenai kerajaan Kish dan bagaimana tradisi saling mendorong posisi Raja dan Ratu yang terjadi di keluarga kerajaan, keluarga Alhold. Dia juga mengatakan mengenai inkompeten adalah bukti bahwa darah Alhold mengalir di tubuh orang itu.


Di lain pihak, aku lebih fokus pada Rina yang tiba-tiba mengatakan adiknya disandera. Tanpa perlu menduga-duga, dia sudah seperti berteriak, "aku butuh bantuan untuk menyelamatkan adikku,". Aku bukan orang yang baik hati. Jadi, aku tidak akan melakukannya kalau tidak ada untungnya.


"Ah, jadi, sebenarnya, kita berempat satu keluarga?"


"Kalau kamu mau bilang seperti itu sih bisa. Tapi hubungan darah kita sudah terlalu jauh, jadi, keluarga jauh? Entahlah. Aku sendiri tidak benar-benar peduli."


Rina menjawab Etana. Setelah menarik kartu, Rina meletakkan sepasang kartu tiga merah ke tengah meja. Dia pun mengarahkan kartu di tangan kiri kepadaku.


Aku mengambil kartu. "Rina, aku lebih tertarik pada satu hal. Kenapa inkompeten terlahir?"


"Oh, itu."


Lima diamond. Ah, aku tidak punya lima heart.


Rina memberi penjelasan mengenai inkompeten. Namun, ini hanya berdasarkan catatan karena zaman dulu penelitian belum semaju sekarang. Dan karena populasi inkompeten amat sangat sedikit sekali, setidaknya yang diketahui, penelitian lebih lanjut tidak bisa dilakukan.


Menurut informasi RIna, inkompeten adalah tingkat terakhir evolusi manusia. Memberi indikasi bahwa manusia berhasil menguasai alam secara penuh dan mengganti pengendalian dengan kemampuan fisik yang jauh di atas rata-rata. Daripada penghilang pengendalian, Rina menyatakan kekuatan inkompeten lebih kepada kepemilikan mutlak. Ketika berada di kuasa inkompeten, benda itu adalah miliknya, tidak ada pihak lain yang bisa mengklaimnya.


Dan, masih berhubungan dengan tingkatan evolusi, jika diurutkan dari kelas pengendalian, urutannya adalah generik, berbakat, spesial, dan inkompeten. Orang-orang yang pengendaliannya harus dibangkitkan dengan serum umumnya berada pada tingkat yang lebih tinggi tapi fisiknya tidak kuat. Contohnya jika sebenarnya orang memiliki pengendalian generik setelah menggunakan serum, seharusnya dia adalah orang berbakat.

__ADS_1


"Tapi," aku menyela. "Kalau menggunakan logika itu, berarti orang-orang spesial yang membutuhkan serum adalah inkompeten?"


"Sayangnya tidak," Rina menolak. "Orang-orang ini masih berada di kategori spesial, tapi tingkat atas. Dengan serum pembangkit, orang ini akan memiliki pengendalian spesial tapi di tingkat bawah. Orang-orang spesial tingkat atas di sekitar kita adalah Ukin, spesial dan memiliki pengendalian utama lebih dari 1 material, atau unsur, atau apapun kamu mau bilangnya. Ketika kita, inkompeten, menggunakan serum pembangkit, level kita turun pada spesial puncak."


Dari cara mengatakannya, Rina seolah menyatakan inkompeten adalah sosok yang overpowered.


Rina melanjutkan penjelasan. Pada dasarnya, pengendalian itu semacam virus. Ketika kecil, pengendalian itu belum bangkit karena kita tidak terpapar orang lain. Semakin lama bersama keluarga, kita akan lebih sering terpapar oleh pengendalian keluarga kita. Oleh karena itu, pengendalian pun diturunkan. Dan karena anak selalu menuruni orang tua, fisik dan dna si anak pun juga lebih mudah terpapar oleh pengendalian orang tuanya.


Ambil contoh Ninlil. Sejak kecil, dia dirawat dan dibesarkan olehku. Jika dia terus dibesarkan olehku dan tidak terpapar oleh pengendalian aluminium sama sekali, hingga dewasa pengendaliannya tidak akan bangkit. Walaupun dia terpapar oleh pengendalian lain, tubuhnya yang hanya lemah terhadap pengendalian aluminium, tetap tidak akan memiliki pengendalian utama.


Dan, ketika dewasa, antibodi pun sudah semakin baik. Hal ini membuat pengendalian menjadi semakin susah masuk di dalam tubuh. Walaupun serum pembangkit digunakan, ada kemungkinan antibodinya terlalu kuat, menghancurkan semua serum yang dimasukkan. Aku cukup memahami ucapan Rina karena aku sendiri sudah membaca soal pembangkitan pengendalian dan aplikasinya, terutama setelah kasus Mulisu.


Di lain pihak, inkompeten yang berada pada puncak evolusi memiliki antibodi yang sangat kuat. Hal ini lah yang membuat pengendalian yang didapat oleh inkompeten tidak bisa permanen. Bahkan, hanya hitungan hari akan hilang. Jadi, sebenarnya, selama tubuh tidak bisa bergerak dan mendapatkan pengendalian semua benda, antibodi tubuhku berusaha menghilangkan pengendalian itu sekuat tenaga. Karena hal ini lah waktu pengendalian akan semakin singkat setiap kali digunakan.


Karena aku tidak terlalu tertarik dengan biologi, maka aku hanya bisa menerimanya.


"Tunggu dulu!" Etana menyela. "Kita bisa mendapatkan pengendalian dengan serum pembangkit? Bahkan semua material?"


Etana terdiam dengan mulut menganga. Dia tidak langsung menerima ucapan kami. Di lain pihak Ami hanya mengangguk-angguk kecil.


"Ami," aku melihat ke kiri. "Kamu sudah tahu ini belum?"


"Belum. Ami belum tahu. Ini pertama kalinya Ami dengar." Jawab Ami sambil mengeluarkan sepasang kartu 7 hitam. "Yang Ami tahu hanya efek samping lumpuh, demam tinggi, dan rasa sakit yang parah. Ami sempat mengalaminya. Kak Lugalgin masih ingat kan bagaimana Ami cerita sempat tidak sadar entah berapa hari dan ketika sadar sudah berada di hutan?"


Ya, benar. Ami bercerita setelah penggunaan serum yang pertama gagal, beberapa hari kemudian, orang tuanya menggunakan serum itu lagi, entah dapat dari mana. Setelah efek sakit yang ditimbulkan hilang, Ami tidak sadar. Ketika sadar, dia sudah berada di tengah hutan. Aku masih terkejut bagaimana Ami bisa bertahan beberapa bulan di tengah hutan. Pasti dia berkali-kali menangis dan kesepian, ditinggalkan oleh orang tuanya sendiri.


"Kalau kalian mau, aku bisa memberi informasi mengenai ini nanti. Namun, untuk mendapatkan serum pengendaliannya, kalian harus usaha sendiri. Susah sekali mendapatkan serum pengendalian."

__ADS_1


"Oke,"


Ami dan Etana menjawab secara bersamaan.


 


 


Bersambung


 


 


\============================================================


Halo semuanya.


Kembali, author ingin mengucapkan terima kasih atas like, komentar, dan dukungan para pembaca. Semua dukungan tersebut sangat berarti untuk Author. Bagi yang mau lihat-lihat ilustrasi, bisa cek di ig @renigad.sp.author.


Dan, seperti biasa, author akan endorse artist yang gambarnya di cover. Saat ini, ilustrator yang gambarnya digunakan sebagai cover adalah ilustrator pixiv, 千夜 atau QYS3. Jadi, sebelumnya, author hanya jalan-jalan di pixiv, cari original content, trus pm artistnya. Karena bukan hasil komis, melainkan public content, author pun tidak mengeluarkan uang.


Jadi, promosi di bagian akhir adalah sesuatu yang author lakukan dengan sukarela karena sang artis telah memperbolehkan author untuk menggunakan gambarnya meski sebenarnya sudah jadi public content. Jadi, para reader bisa membuka pixiv page dan like galerynya di https://www.pixiv.net/member.php?id=7210261 atau follow twitternya di https://twitter.com/QYSThree. Dua-duanya juga bisa.


Selain QYS3, author juga telah mendapatkan sebuah cendera mata dari pokarii yang bisa dipost di akhir cerita.


Sekali lagi, terima kasih bagi semua reader yang telah like dan komen. Dukungan kalian sangat lah berarti bagi author. Terima kasih juga atas ucapan lekas sembuhnya. Author benar-benar berterima kasih.

__ADS_1


Sampai jumpa di chapter selanjutnya



__ADS_2