
[Sebenarnya, sosok yang berusaha membunuhku dan adikku, Tera, adalah ibu kami sendiri, Ratu Amana. Saat itu, kami berada di Kerajaan Bana'an untuk kabur dari ancaman ibu. Namun, tanpa kami duga, ternyata berita kematian kami justru digunakan oleh Ratu Amana untuk mendeklarasikan perang pada Bana'an.]
Sial! Sial! Sial!
Aku terus mengumpat sambil menonton proyeksi televisi dari ruang kerja, yang dulunya milik Fahren. Di proyeksi, terlihat Lugalgin duduk bersama dua orang lain. Duduk di sebelah kanan Lugalgin adalah perempuan berambut putih, Tuan Putri Rina. Dan, di sebelah perempuan berambut putih, duduk laki-laki tua mengenakan pakaian militer hijau, Kolonel Jenderal Saban.
[Lalu, kenapa Anda memutuskan untuk muncul ke permukaan sekarang, Tuan Putri Rina? Padahal, Anda seharusnya aman karena Kerajaan Nina mengira Anda sudah tewas.]
[Alasan pertama, saya merasa bersalah. Karena masalah keluarga kami, kini, Kerajaan Bana'an dan Kerajaan Nina berperang. Kalau saja kami tidak kabur ke Kerajaan Bana'an, mungkin peperangan ini bisa dihindari. Lalu ... ]
Rina terdiam sejenak dan menoleh ke kiri, melihat ke Lugalgin. Setelah melihat Lugalgin mengangguk, Rina berbicara kembali.
[Sayangnya tidak. Hingga saat ini, kami masih dikejar. Dan, sekitar satu setengah minggu yang lalu, adikku, Tera, tewas. Dia dibunuh oleh salah satu orang yang mengejar kami.]
Suara ruangan di proyeksi televisi menjadi riuh. Tampaknya, semua orang terkejut pada yang dikatakan oleh Rina.
Aku melihat baik-baik raut wajah Rina. Matanya lurus, tidak terlihat adanya kebohongan. Namun, entah kenapa, aku merasa ada yang dia sembunyikan. Sebagai seseorang yang telah bersandiwara selama bertahun-tahun, instingku memberontak.
[Setelah Tera tewas, aku berusaha kabur sambil membawa tubuhnya. Ketika mereka hampir membunuhku juga, kebetulan, Lugalgin ada di wilayah tersebut.]
[Apakah ini berarti Anda bertemu dengan Tuan Lugalgin di kota Merkaz?]
[Ya, benar. Karena Kota Merkaz adalah lini depan peperangan. Sebagai lini depan peperangan, penjagaan militer di kota itu pastilah ketat. Jadi, kami berpikir kota itu aman dari pengejar dan mata-mata Nina. Namun ... kami salah.]
Perempuan ini ahli. Dia berhenti sejenak dan melanjutkan dengan suara terisak, memberi kesan kalau dia menyesal. Sial!
__ADS_1
[Tuan Lugalgin, apa tujuan Anda menyelamatkan Tuan Putri Rina? Apa–]
[Saat itu,] Lugalgin memotong wartawan. [Saya melihat perempuan yang berlari sambil menggendong seseorang. Tidak lama kemudian, saya mendapati beberapa orang mengejarnya. Saya rasa akan normal bagi siapa saja untuk bergerak dan mengulurkan bantuan. Bahkan, saat itu, saya belum tahu kalau dia adalah Tuan Putri Rina.]
[Apakah Anda menyatakan kalau Anda tidak melihat Tuan Putri Rina sebagai tokoh penting?]
[Dia memang tokoh penting. Namun, perlu kita ingat kalau dia bukan hanya tokoh penting. Dia juga seorang manusia biasa. Sebagai sesama manusia, kita patut saling menolong.]
Hah? Patut saling menolong? Omong kosong! Itu adalah ucapan paling munafik yang pernah aku dengar dari Lugalgin.
[Maaf, saya juga ingin menyampaikan sesuatu.] Rina menarik nafas. [Para bangsawan dan pemimpin daerah Feodal Lord di Kerajaan Nina, aku tidak tahu alasan kalian mendukung perang antara Kerajaan Nina dan Kerajaan Bana'an. Namun, jika kalian berperang karena ingin membalas dendam kematianku dan Tera, ketahuilah, dalangnya adalah Ratu Amana. Jadi, kalau benar alasan kalian adalah ingin membalas dendam, saya memohon agar kalian menghentikan peperangan ini. Peperangan hanya akan membawa kehancuran dan kesengsaraan.]
Rina menundukkan kepalanya. Dengan suara yang sesenggukan, Rina berhasil memberi kesan kalau dia benar-benar tidak menginginkan perang. Mengikuti ucapan Rina, proyeksi televisi mengeluarkan suara tepuk tangan, ramai. Tampaknya, mereka semua berhasil diperdaya oleh perempuan ini. Bahkan, perempuan itu mengangkat kepalanya dengan mulut sedikit terbuka, memberi kesan terkejut. Sandiwara perempuan ini benar-benar bagus. Aku harus akui itu.
[Kami berharap,] Saban Masuk. [Kerajaan Nina melihat siaran ini dan menghentikan serangan. Kami juga akan melakukan hal yang sama, menghentikan serangan. Kami benar-benar berharap kita bisa menghentikan peperangan ini dan mencapai perdamaian.]
Saban melanjutkan, [Namun, kami sadar hal ini tidaklah mudah. Kami sadar bahwa pasti banyak orang jahat yang tidak menyukai hal ini. Oleh karena itu, dengan konferensi pers ini, kami dari pihak Militer Bana'an, menyatakan akan memberi perlindungan kepada Tuan Putri Rina.]
Suara tepuk tangan terhenti. Kali ini, para wartawan itu saling berbicara satu sama lain. Sebagian wartawan mengangkat tangan.
Saban memberi tambahan, mengabaikan wartawan yang mengangkat tangan. [Tentu saja Militer Bana'an tidak sendirian dalam hal ini. Intelijen Kerajaan, yang dipimpin oleh Lugalgin, juga akan turut serta dalam perlindungan Tuan Putri Rina. Dan, tentu saja, langkah ini telah disetujui langsung oleh Permaisuri Rahayu. Handout yang diberikan pada para wartawan sekalian adalah salinan dari keputusan kami yang telah dicap dan ditandatangani oleh Permaisuri Rahayu.]
Aku tidak pernah menandatanganinya! Bullshit! Ini adalah tindak kriminal! Bahkan, ini adalah kejahatan kelas nasional. Aku adalah kepala kerajaan ini. Berani-beraninya kalian memalsukan tanda tanganku!
Namun, meskipun mereka melakukan pemalsuan tanda tangan, aku tidak bisa terang-terangan protes. Kalau aku protes terang-terangan, ada dua kemungkinan. Kemungkinan pertama, Lugalgin dan Militer menyatakan sudah memberi dokumen tersebut padaku. Mereka akan berdalih mungkin aku yang tidak teliti. Kalau terjadi, kepercayaan masyarakat akan menurun drastis.
__ADS_1
Kemungkinan kedua, rakyat menyadari kalau ada masalah internal antara aku dengan militer dan intelijen. Bahkan, bukan tidak mungkin rumor baru menyebar, menyatakan militer dan intelijen memberontak.
Bersambung
\============================================================
Halo semuanya.
Kembali, author ingin mengucapkan terima kasih atas like, komentar, dan dukungan para pembaca. Semua dukungan tersebut sangat berarti untuk Author. Bagi yang mau lihat-lihat ilustrasi, bisa cek di ig @renigad.sp.author.
Dan, seperti biasa, author akan endorse artist yang gambarnya di cover. Saat ini, ilustrator yang gambarnya digunakan sebagai cover adalah ilustrator pixiv, 千夜 atau QYS3. Jadi, sebelumnya, author hanya jalan-jalan di pixiv, cari original content, trus pm artistnya. Karena bukan hasil komis, melainkan public content, author pun tidak mengeluarkan uang.
Jadi, promosi di bagian akhir adalah sesuatu yang author lakukan dengan sukarela karena sang artis telah memperbolehkan author untuk menggunakan gambarnya meski sebenarnya sudah jadi public content. Jadi, para reader bisa membuka pixiv page dan like galerynya di https://www.pixiv.net/member.php?id=7210261 atau follow twitternya di https://twitter.com/QYSThree. Dua-duanya juga bisa.
Selain QYS3, author juga telah mendapatkan sebuah cendera mata dari pokarii yang bisa dipost di akhir cerita.
Sekali lagi, terima kasih bagi semua reader yang telah like dan komen. Dukungan kalian sangat lah berarti bagi author. Terima kasih juga atas ucapan lekas sembuhnya. Author benar-benar berterima kasih.
Sampai jumpa di chapter selanjutnya
__ADS_1