I Am No King

I Am No King
Chapter 138 – Benar-Benar di Luar Rencana


__ADS_3

~Ninlil's POV~


 


Sial! Sial! Sial!


 


Kenapa? Kenapa kamu tidak mau menerimaku, kak? Kenapa?


 


Aku hanya bisa diam tergelak di atas beton yang dingin ini. Ini tidak sesuai rencana. Sama sekali tidak sesuai. Kenapa begini?


 


Sejak kecil, aku sudah mengasah pengendalian aluminiumku. Bahkan, aku sudah mampu mengalahkan pengendalian ayah. Selain itu, aku juga sudah berlatih bela diri secara diam-diam.


 


Awalnya, aku ingin melindungi kakak dari keluarga Alhold. Namun, sebelum aku sempat melakukan itu, ibu sudah bertindak dan memilih pindah rumah.


 


Meski demikian, aku tidak menyerah. Mengingat kakak tidak memiliki pengendalian, aku berpikir kakak tidak akan bisa bertahan di dunia.Oleh karena itu, dengan pengendalianku, aku akan mendapatkan pekerjaan dengan banyak uang dan menghidup kakak juga.


 


Namun, belum sempat aku mewujudkan tujuan itu, kakak justru memenangkan Battle Royale dan mendapatkan uang setiap bulan tanpa perlu bekerja. Aku tahu kakak kuat, tapi aku tidak menyangka kakak dapat memenangkan Battle Royale tanpa kehilangan HP sedikitpun.


 


Aku masih belum menyerah dan terus mengasah pengendalian dan kemampuan bela diri. Aku yakin jalan akan muncul bagi orang yang bersabar. Dan, jalan yang kutunggu akhirnya muncul sebulan yang lalu.


 


Saat itu, tiba-tiba, Kak Emir dan Kak Inanna menawarkan sesuatu padaku. Mereka bilang ingin mengetahui rahasia terbesar kakak, yaitu bagaimana awal kakak terjun ke dunia pasar gelap. Dan, aku sama sekali tidak mengira kalau ternyata kakak sudah terjun di pasar gelap lima tahun lebih.


 


Dulu, meski kakak sempat berjanji akan mengenalkan perempuan bernama Tasha itu, aku sama sekali tidak menduga musibah yang menimpanya. Malam itu adalah pertama kalinya aku mengetahui alasan kenapa kakak membenci bangsawan dan kerajaan ini.


 


Setelah itu, dalam satu bulan terakhir, aku terus berkomunikasi dengan Kak Emir dan Kak Inanna. Kami tidak tahu apakah kakak mengetahui komunikasi kami atau tidak. Namun, selama Kakak tidak menegur, berarti kami aman.


 


Dalam sebulan ini, tanpa aku duga, ibu justru memberi tawaran untuk memberiku senjata. Saat ini, senjata yang bisa kugunakan dengan maksimal, dengan pengendalian aluminium, adalah tombak dan kabel. Oleh karena itu, aku meminta ibu membuatkan tombak dan kabel.


 


Semalam, akhirnya, aku beraksi setelah ibu memberi tahu kalau keluarga Alhold akan menyerang kakak.


 


Akhirnya! Akhirnya! Akhirnya waktu aku dapat membantu kakak tiba. Aku akan bisa melindungi kakak dari keluarga Alhold.


 


Aku sempat putus asa karena kakak mampu mengalahkan keluarga Alhold. Namun, aku langsung bergerak ketika om Chez menyerang kakak dari belakang.


 


Sayangnya, setelah itu, semuanya tidak berjalan seperti keinginanku. Ternyata Kakak mampu mengenalku dengan mudahnya.


 


Lalu, tadi pagi, Kak Inanna dan Kak Emir memberi saran agar aku bergabung dengan Agade. Karena Kak Emir dan Kak Inanna yang memberi saran, aku berpikir kakak akan menyetujuinya.


 


Ternyata tidak! Kakak menolak saran itu.


 


Sebuah harapan sempat muncul ketika Kakak memberi tes ini. Akan kubuktikan kalau aku kuat dan layak bergabung dengan Agade.


 


Namun, ternyata, harapan itu adalah harapan palsu. Jangankan 10 serangan. Bahkan aku tidak mampu mendaratkan satu serangan pun pada perempuan ini, Kak Shinar, yang baru menjadi murid Kakak selama satu bulan lebih.


 


Tanpa pengendalian, aku sangat lemah. Kakak sama sekali tidak membutuhkan perlindunganku. Kakak mampu hidup seorang diri.


 


Kakak....


 


Kakak....

__ADS_1


 


"Um, Ninlil, kamu tidak apa-apa?"


 


"I...iya..."


 


Tanpa aku sadari, air mata sudah mengalir. Aku tidak mampu menjawab perempuan ini dengan benar.


 


Aku ingin ditinggal sendirian saja, tapi kakak menyuruh perempuan ini menungguku.


 


"Jadi, apa semua harapan dan keinginanmu dihancurkan oleh guru begitu saja?"


 


Aku tidak menjawab.


 


"Aku bisa bilang, beliau juga melakukan hal yang sama denganku. Tiba-tiba saja, beliau muncul dan mengambil alih agensi intelijen kerajaan. Bahkan, dia tiba-tiba mengabulkan keinginanku begitu saja, yaitu mempertemukanku dengan orang yang membunuh keluargaku."


 


Orang yang membunuh keluarganya? Apa perempuan ini juga korban keluarga Cleinhad?


 


"Meski aku sedikit bahagia karena guru mengabulkan keinginanku, tapi, entahlah. Aku tidak yakin. Guru tiba-tiba datang dan menunjukkan sebuah fakta yang tidak dapat aku terima."


 


Eh? Apa maksudmu? Fakta apa yang kamu maksud?


 


"Di saat itu, aku benar-benar bingung harus berbuat apa. Awalnya, aku ingin membombardir guru dengan pertanyaan. Namun, entah kenapa, cara guru memandangku membuatku tidak tega. Entahlah, seolah dia merasa bersalah. Lalu, kemarin, aku diberi sebuah fakta baru yang jauh lebih mengejutkan. Dan, kemarin juga, aku jadi paham kenapa Guru melakukan semua itu."


 


Aku tidak tahu perempuan ini bicara apa. Tidak jelas.


 


 


"Sebenarnya Kak Shinar mau bicara apa sih?"


 


"Entahlah, aku sendiri tidak tahu," Kak Shinar menjawab. "Hanya saja, ketika melihatmu, aku jadi teringat ketika semua rencana dan keinginanku dihancurkan begitu saja oleh guru, yang adalah kakakmu. Namun, meski demikian, beliau memberiku tujuan baru. Tujuan lain yang bisa kulakukan. Jadi, mungkin, aku hanya ingin memberimu semangat."


 


Aku menghela nafas. "Kak Shinar payah dalam memberi semangat."


 


"Ahaha, begitu ya. Maaf."


 


"Tidak apa. Aku juga tidak–"


 


Tunggu dulu! Perempuan ini hanya murid kakak, kan? Sebentar! Sebentar! Aku harus memastikan.


 


"Maaf, Kak Shinar. Kak Shinar sekarang berapa tahun?"


 


"Eh? Tahun ini usiaku 17 tahun. Seharusnya, aku masih di tahun kedua sekolah kesatria. Namun, guru menyuruhku mengundurkan diri dan fokus pada latihan yang akan beliau beri."


 


17 tahun? Dia hanya dua tahun lebih muda dari kakak! Tapi, sebentar. Kak Emir dan Kak Inanna sama-sama lebih tua dari Kakak. Bahkan, Kakak sempat menaruh perhatian lebih pada tuan putri Yurika. Ya, benar! Selera Kakak pasti perempuan yang lebih tua.


 


Tapi, tidak ada salahnya bertanya.


 


"Kak Shinar. Menurut Kak Shinar, kakak orangnya seperti apa."

__ADS_1


 


"Ung, bagaimana ya." Kak Shinar terdiam sejenak. "Orangnya tegas, tapi baik hati dan lembut. Beliau bisa mengetahui batasan tubuhku dan tidak memberi beban lebih dari yang bisa kuterima. Di saat latihan, beliau tidak segan memarahiku kalau aku berbuat salah. Namun, dia juga senantiasa memberi pujian kalau aku dapat memberi hasil positif, seperti tadi."


 


Kenapa aku hanya mendengar sisi baik Kakak saja? Tidak! Bukan hanya itu! Dia memberi jawaban dengan begitu lancar dan mata yang berbinar-biar. Aku bisa melihat dia tersenyum dengan begitu polos, seolah lega. Seolah dia sudah menanti pertanyaan itu. Tidak bisa aku pungkiri. Kak Shinar sudah terpesona oleh Kakak.


 


Apa Kakak berencana menambah jumlah istri? Tapi, bukankah kakak tidak suka repot? Dan, dulu, kakak bilang jumlah istri berbanding lurus dengan masalah. Kakak masih belum berubah, kan? Iya kan, Kak?


 


Tunggu dulu. Kakak menyuruh Kak Shinar di sini untuk menemaniku. Apa ini cara agar Kak Shinar lebih dekat denganku? Supaya aku tidak terkejut kalau Kakak mengenalkan Kak Shinar sebagai calon istri baru?


 


Tidak!


 


"Eh? Kenapa? Kamu kok tiba-tiba melihatku seperti itu?"


 


Aku langsung berdiri. "Aku sudah bisa berjalan. Ayo kita ke Kakak."


 


"Eh? Ah... oke."


 


Kak Shinar pun berdiri dan berjalan di depan, menunjukkan jalan.


 


Ini buruk. Kakak mungkin tidak tahu, tapi dia mudah dekat dengan perempuan. Bahkan, kalau aku ingat-ingat, semua orang yang ada di ruangan ini tadi adalah perempuan. Bahkan, ibu-ibu yang kemarin sempat bersama kakak. Belum lagi menghitung orang-orang di Agade.


 


Aku harus berada di dekat kakak!


 


Untuk sementara ini, mungkin hanya sebagai siswa kelas intelijen. Saat di kelas A, aku harus segera menjadi kuat agar diperbolehkan bergabung dengan Agade. Kalau aku bisa bergabung dengan Agade, aku bisa mengawasi kakak lebih sering.


 


Ya! Aku harus jadi lebih kuat!


 


Bersambung


 


 


\============================================================


 


 


Halo semuanya.


 


Kembali, author ingin mengucapkan terima kasih atas like, komentar, dan dukungan para pembaca. Semua dukungan tersebut sangat berarti untuk Author. Bagi yang mau lihat-lihat ilustrasi, bisa cek di ig @renigad.sp.author.


 


Dan, seperti biasa, author akan endorse artist yang gambarnya di cover. Saat ini, ilustrator yang gambarnya digunakan sebagai cover adalah ilustrator pixiv, 千夜 atau QYS3. Jadi, sebelumnya, author hanya jalan-jalan di pixiv, cari original content, trus pm artistnya. Karena bukan hasil komis, melainkan public content, author pun tidak mengeluarkan uang.


 


Jadi, promosi di bagian akhir adalah sesuatu yang author lakukan dengan sukarela karena sang artis telah memperbolehkan author untuk menggunakan gambarnya meski sebenarnya sudah jadi public content. Jadi, para reader bisa membuka pixiv page dan like galerynya di https://www.pixiv.net/member.php?id=7210261 atau follow twitternya di https://twitter.com/QYSThree. Dua-duanya juga bisa.


 


Selain QYS3, author juga telah mendapatkan sebuah cendera mata dari pokarii yang bisa dipost di akhir cerita.


 


Sekali lagi, terima kasih bagi semua reader yang telah like dan komen. Dukungan kalian sangat lah berarti bagi author. Terima kasih juga atas ucapan lekas sembuhnya. Author benar-benar berterima kasih.


 


Sampai jumpa di chapter selanjutnya


 

__ADS_1


 



__ADS_2