
Ada hal menarik lain yang terjadi pada perang ini. Meski secara militer hanya 3 kerajaan yang terlibat, tapi secara intelijen hampir seluruh dunia terlibat. Intelijen di seluruh dunia saling mencegah agar tidak ada satu pun sekutu dari tiga kerajaan yang mengirimkan bantuan militer.
Semua intelijen di penjuru dunia berusaha sekuat tenaga untuk melakukan hal ini. Karena, kalau sampai ada sekutu yang mengirimkan bantuan militer, perang ini akan menjadi perang dunia baru. Dan, untungnya, tidak ada satu pun kerajaan atau negara yang menginginkannya. Well, setidaknya, selain intelijen Mariander. Mariander pasti lebih memilih perang ini menjadi perang dunia daripada hanya kerajaannya yang hancur.
Kalau dirunut ulang, penyebab Mariander dan Bana'an berperang adalah karena aku membawa Maul kembali ke Bana'an, merenggutnya dari militer Mariander. Di lain pihak, kerajaan Nina menyerang Bana'an karena sang ratu ingin agar aku mengambil alih posisi pemimpin kerajaan. Jadi, kalau dipikir-pikir, penyebab perang tiga arah ini, yang membuat intelijen seluruh dunia turun tangan, adalah aku. Aku adalah penghancur kedamaian dunia.
Ya, sudahlah.
"Namun, sayangnya, posisi Bana'an tidak unggul juga. Di antara 3 kerajaan, saat ini, yang paling unggul adalah Nina."
"Pak Zortac, tolong jelaskan."
"Meskipun Bana'an juga memegang senjata penghilang pengendalian, sayangnya, senjata ini tidak terlalu efektif saat digunakan melawan Nina. Seluruh armada, kendaraan, pesawat, tank milik Bana'an masih bergerak menggunakan mesin rotasi. Di lain pihak, sebagian dari kendaraan perang dan pesawat Nina tidak menggunakan mesin rotasi lagi. Mereka menggunakan mesin antik berbahan bakar minyak."
"Sebagian. Berarti belum semua ya?"
"Menurutku seperempat dari militer Nina tidak menggunakan mesin rotasi," Ibla menambahkan. "Sekarang, kita tahu kenapa Nina melakukan import minyak sejak dulu."
Mengingat ratu Nina selama beberapa generasi terakhir adalah inkompeten, tidak heran kalau mereka lebih siap untuk menghadapi inkompeten lain dalam perang. Saat ini, walaupun Bana'an memiliki akses, peluru penghilang pengendalian tidak akan memiliki efek kalau berhadapan dengan tank yang bergerak menggunakan minyak, bukan mesin rotasi.
Tok tok
"Siapa?"
"Mayor Jenderal Zortac, Brigadir Jenderal Karava meminta izin masuk. Ada status darurat."
Meskipun bilang status darurat, nada orang di balik pintu ini tidak terdengar panik, masih normal. Karena tidak melihat reaksinya langsung, aku tidak tahu apakah orang itu tidak sadar dengan arti kata darurat atau sebaliknya, dia bisa menekan emosinya.
"Kami akan keluar."
Tanpa menunggu konfirmasi dariku dan Ibla, Zortac memberi jawaban. Kami bertiga pun bangkit dan keluar dari ruangan.
"Lapor! Semua armada di pesisir danau tidak bisa digunakan. Bukan hanya armada, tapi juga alat-alat elektronik."
__ADS_1
"Apa?"
"Mayor Jenderal Zortac, aku ambil alih komando sejenak!"
"Siap!" Zortac memberi konfirmasi. "Dengan ini, aku serahkan komando dan wewenang ruangan ini pada Lugalgin Alhold, kepala intelijen."
"Siap, laksanakan!"
Meski secara kedudukan, kalau disamakan, posisiku lebih tinggi dari Mayor Jenderal, seharusnya aku tidak memiliki wewenang untuk mengambil alih komando karena tidak berasal dari militer. Jadi, sebenarnya, aku penasaran kenapa Zortac mau memberikan wewenang begitu saja.
Sebenarnya, aku hanya ingin memberi arahan. Namun, kalau tidak melakukan formalitas ini, aku khawatir tidak ada satu pun orang di ruangan ini, selain Ibla, yang akan menurut.
"Dengar! Aku butuh lokasi dimana alat elektronik tidak bisa digunakan. Tampilkan informasinya pada peta di layar utama."
"Siap!"
Dalam waktu singkat, pada layar utama muncul sebuah peta.
Menuruti ucapanku, tampilan pada peta mengecil.
Meski belum terlihat bentuk segitiga, perlahan, aku sudah melihat garis miring di peta. Saat ini, Nina hanya memiliki 2 inkompeten, Rina dan Ratu. Aku beruntung karena si nenek sudah meninggal, jadi jumlah inkompeten di Nina tidak mencapai angka 3. Dari informasi yang kuhimpun, Ratu tidak pernah mengenakan kacamata atau kontak lensa gelap ketika berada di depan publik. Jadi, aku bisa simpulkan Ratu bukan tipe penglihatan.
Pada peta, terlihat ada dua garis miring yang kalau dihubungkan akan berbentuk segitiga. Hal ini mencirikan inkompeten tipe penglihatan. Dengan kata lain, tampaknya, Rina dikirim ke sini. Tentu saja, hal ini hanya berlaku kalau Nina tidak memiliki inkompeten tersembunyi lain.
"Apakah semua yang adai peta mati listrik? Atau ada beberapa bangunan yang masih menyala karena tertutup bangunan lain?"
"Siap! Izin bicara! Semua bangunan mengalami mati listrik!"
Semua bangunan, ya. Berarti, Rina ada di ketinggian, entah gunung atau bukit. Kalau dia berada di dataran rendah, akan ada banyak bangunan yang masih menyala karena tertutup oleh bangunan di depannya.
"Penghilang pengendalian yang digunakan Nina, saat ini, bukanlah tipe peluru seperti biasanya, tapi tipe optik. Kalau kalian lihat baik-baik, tampak seperti ada garis miring di bagian utara dan selatan. Sederhananya, bentuk segitiga. Pertemukan dua garis miring ini dan kalian akan menemukan sumber penghilang pengendalian ini."
"Siap!"
__ADS_1
"Mayor Jenderal Zortac, sampaikan koordinat penghilang pengendalian ke Ibla. Dia akan menyampaikannya padaku."
"Ah? Lalu, apa yang akan kamu lakukan?"
"Aku akan mendatangi lokasi tersebut."
Bersambung
\============================================================
Halo semuanya.
Kembali, author ingin mengucapkan terima kasih atas like, komentar, dan dukungan para pembaca. Semua dukungan tersebut sangat berarti untuk Author. Bagi yang mau lihat-lihat ilustrasi, bisa cek di ig @renigad.sp.author.
Dan, seperti biasa, author akan endorse artist yang gambarnya di cover. Saat ini, ilustrator yang gambarnya digunakan sebagai cover adalah ilustrator pixiv, 千夜 atau QYS3. Jadi, sebelumnya, author hanya jalan-jalan di pixiv, cari original content, trus pm artistnya. Karena bukan hasil komis, melainkan public content, author pun tidak mengeluarkan uang.
Jadi, promosi di bagian akhir adalah sesuatu yang author lakukan dengan sukarela karena sang artis telah memperbolehkan author untuk menggunakan gambarnya meski sebenarnya sudah jadi public content. Jadi, para reader bisa membuka pixiv page dan like galerynya di https://www.pixiv.net/member.php?id=7210261 atau follow twitternya di https://twitter.com/QYSThree. Dua-duanya juga bisa.
Selain QYS3, author juga telah mendapatkan sebuah cendera mata dari pokarii yang bisa dipost di akhir cerita.
Sekali lagi, terima kasih bagi semua reader yang telah like dan komen. Dukungan kalian sangat lah berarti bagi author. Terima kasih juga atas ucapan lekas sembuhnya. Author benar-benar berterima kasih.
Sampai jumpa di chapter selanjutnya
__ADS_1