I Am No King

I Am No King
Chapter 303 – Penawaran Ditolak


__ADS_3

"Memangnya apa untungnya untukku?"


"Kau bisa mengambil 20 persen pemasukan wilayahku."


"Dua puluh persen pemasukan wilayah ya ... hmm ... menarik."


Tidak juga. Saat ini, aku sudah tidak bisa menghitung pemasukanku. Jadi, aku tidak butuh pemasukan tambahan.


Aku memandang meja sejenak.


"Tidak! Begini saja. Aku akan memberimu 5 persen anggaran pembangunan setiap bulan. Kamu tidak perlu melakukan apa-apa dan aku akan mengirimkannya setiap bulan."


Duke Sein benar-benar berusaha mengalihkan pandanganku dari meja. Tampaknya, dia ingin menyelamatkan putri bungsunya. Bahkan dia rela memberi lima persen anggaran pembangunan untukku. Apa aku akan menerimanya?


Aku menggeleng. "Sayangnya, aku tidak bisa mengampunimu."


"Ke, kenapa?" Duke Sein Panik.


"Kau kira aku tidak tahu kalau kau membunuh seorang laki-laki yang menyatakan cintanya pada putrimu?"


Duke Sein membeku.


Aku kembali duduk di atas meja.


"Laki-laki itu hanyalah pemuda yang mengalami cinta monyet. Dia hanya rakyat jelata. Tanpa perlu kau bunuh, dia akan sadar pada statusnya dan berhenti mengejar putrimu. Namun, apa yang kau lakukan? Kau justru menghancurkan hidupnya."


"Ta–"


Aku memotong, melanjutkan. "Kau membuat orang tuanya dipecat dari tempat kerja. Tidak cukup dipecat, kau juga memastikan kedua orang tuanya tidak bisa mendapat pekerjaan di tempat lain. Kemudian, putrimu, dengan angkuhnya menyatakan kalau itu adalah efek karena pemuda itu, rakyat jelata, berani menyatakan cinta ke bangsawan. Efeknya? Pemuda itu pun bunuh diri. Karena putranya bunuh diri, kedua orang tuanya pun bunuh diri. Gara-gara kelakuanmu, tiga orang tewas. Dan, aku yakin masih banyak korban lain, kan?"


Duke Sein tidak merespons, seolah membenarkan ucapanku kalau masih banyak korban lain.


"Aku terkejut bagaimana kalian bisa memiliki hubungan darah dengan Emir. Dia, Emir, meninggalkan keluarga kerajaan demi menikahiku, rakyat jelata. Di lain pihak, kalian, menghancurkan keluarga hanya karena si anak laki-laki menyatakan cintanya? Kalian bagai langit dan bumi. Tidak ada mirip-miripnya."


Di saat itu, ingatan setahun terakhir ketika Emir tersenyum dan terus belajar menjadi ibu rumah tangga terlintas di benakku. Aku tidak mau percaya kalau Emir memiliki hubungan darah dengan orang-orang ini.


Setelah aku pikir-pikir, putra dan putri Rahayu tidak seekstrem keluarga Fafniari. Mereka masih bisa diluruskan. Tampaknya, dengan menjadi selir dan permaisuri, Rahayu berhasil membuat anak-anaknya lepas dari sifat buruk Fafniari.


Kalau melihat keluarga Fafniari, aku jadi paham kenapa Rahayu bisa berlaku seperti itu. Menurutku, dia posesif, terbiasa dimanja. Apapun yang diinginkan harus dia miliki. Efeknya berlanjut sampai sekarang ketika dia menginginkanku walaupun ada Emir.

__ADS_1


Namun, tampaknya, sifat Rahayu langsung berubah ketika tidak ada yang mengancam. Sebelumnya, dia merasa Fahren adalah ancaman. Gara-gara Fahren, hidup anak-anaknya tidak aman. Namun, setelah ancaman dari Fahren dan selir hilang, dia justru lalai.


"Duke Sein, kalau putrimu, Kari, bisa melangsungkan pernikahannya beberapa bulan lagi dengan putra Duke *** dari keluarga Reishka, kau pasti berpikir untuk membalas dendam, kan? Kau pasti berpikir keluarga Reishka akan membantumu, kan?"


"Tidak! Aku tidak berpikir demikian. Kumohon, percayalah."


Apa aku percaya? Tentu saja tidak. Namun, ada sesuatu yang ingin kusampaikan.


"Hei, Duke Sein, Putri Kari, biar aku beri informasi yang menarik. Pernikahan keluarga Fafniari dan Reishka tidak akan terjadi."


"Eh?"


"Dalam satu atau dua bulan, Keluarga Reishka akan pergi, meninggalkan kerajaan ini untuk selamanya. Mereka akan menerima identitas baru dan hidup mewah di luar sana. Kenapa aku tahu? Karena aku lah yang memberinya tawaran itu."


Layaknya bangsawan, perempuan keluarga Reishka banyak yang terjun di pasar gelap. Dan, mereka, menerima tawaranku beberapa saat lalu.


"Kalian tidak mengetahuinya? Hahaha. Tentu saja. Di mata Keluarga Reishka, kalian tidak sepenting nyawa dan hidup mereka."


Aku tertawa kencang, terbahak-bahak. Sementara aku tertawa, Duke Sein hanya memandangku dengan tatapan kosong. Tampaknya, dia memercayai ucapanku. Sejak menerima tawaranku, keluarga Reishka meminimalisir komunikasi dengan keluarga Fafniari. Jadi, wajar kalau Duke Sein terpaksa percaya.


Ya, sudahlah. Sudah waktunya mengakhiri semua ini.


"Ahhh!!!!"


Terdengar teriakan dari bawah meja.


Oops. Tampaknya, aku tidak berhasil membunuh Kari dengan satu tusukan.


"Kari!"


Duke Sein bangkit dan menerjangku.


Tidak ambil pusing, aku melayangkan tinju ke leher Duke Sein. Menahan tenaga, aku memastikan leher Duke Sein tidak putus. Namun, karena tinjuku masih cukup kuat, Duke Sein tidak baik-baik saja. Pukulanku membuat trakeanya bergeser. Duke Sein tidak akan bisa bernafas ditambah rasa sakit di leher, lima menit terakhir dalam hidupnya akan menjadi lima menit paling menyiksa dalam hidupnya.


Aku berjalan ke balik meja dan jongkok. Di bawah meja, terlihat perempuan menangis dengan tombak menembus bahunya. Wow, perempuan ini lebih cantik dari fotonya.


"Kumohon, ampuni aku. Aku menyesal."


Kalau ini adalah novel generik, aku pasti memilih untuk memaafkan Kari dan menjadikannya istri keempat. Di masa depan, dia akan menyesal dan menjadi pribadi yang lebih baik. Namun, sayangnya, ini adalah kenyataan, bukan cerita novel dimana kamu bisa bertahan hidup hanya dengan meminta maaf.

__ADS_1


Di lain pihak, kalau Emir tahu aku berpikir Kari cantik dan menawan, dia pasti sudah ... tidak. Aku tidak tahu apa yang akan Emir lakukan. Terakhir, dia menendang ******** Illuvia yang mungkin membuatnya tidak bisa hamil. Jadi, aku tidak tahu apa yang akan Emir lakukan kalau aku berpikir Kari cantik dan menawan.


"Jangan khawatir. Aku tidak akan membuatmu tersiksa seperti ayahmu."


"Ku–"


Sebelum Kari mengucapkan kata lain, aku sudah menyarangkan peluru di kepalanya. Dia pun tewas dalam posisi membungkuk dan tombak menembus bahunya.


Aku bangkit dan melihat Duke Sein yang memegangi lehernya di atas lantai. Dia belum mati ya.


Ngomong-ngomong, bukan aku yang mencari informasi rekam jejak keluarga Fafniari, tapi Yuan. Dia bilang ada beberapa orang yang mungkin masih bisa diampuni kalau mereka memintanya. Orang-orang ini baik dan memiliki masa lalu yang menjanjikan. Namun, mereka terkekang oleh kondisi keluarga. Dan, dengan membunuh keluarga besar Fafniari, aku sama saja membebaskan mereka. Dengan kata lain, Yuan mencari pengikut setia.


Aku tidak membersihkan keluarga Fafniari sepenuhnya. Tadi, aku membiarkan beberapa orang hidup dan membuat intelijen membawa mereka. Jadi, sebelum memulai pembersihan, aku sudah tahu siapa yang boleh diampuni dan siapa yang tidak.


"Target selanjutnya, Permaisuri Rahayu."


Bersambung


 


 


\============================================================


Halo semuanya.


Kembali, author ingin mengucapkan terima kasih atas like, komentar, dan dukungan para pembaca. Semua dukungan tersebut sangat berarti untuk Author. Bagi yang mau lihat-lihat ilustrasi, bisa cek di ig @renigad.sp.author.


Dan, seperti biasa, author akan endorse artist yang gambarnya di cover. Saat ini, ilustrator yang gambarnya digunakan sebagai cover adalah ilustrator pixiv, 千夜 atau QYS3. Jadi, sebelumnya, author hanya jalan-jalan di pixiv, cari original content, trus pm artistnya. Karena bukan hasil komis, melainkan public content, author pun tidak mengeluarkan uang.


Jadi, promosi di bagian akhir adalah sesuatu yang author lakukan dengan sukarela karena sang artis telah memperbolehkan author untuk menggunakan gambarnya meski sebenarnya sudah jadi public content. Jadi, para reader bisa membuka pixiv page dan like galerynya di https://www.pixiv.net/member.php?id=7210261 atau follow twitternya di https://twitter.com/QYSThree. Dua-duanya juga bisa.


Selain QYS3, author juga telah mendapatkan sebuah cendera mata dari pokarii yang bisa dipost di akhir cerita.


Sekali lagi, terima kasih bagi semua reader yang telah like dan komen. Dukungan kalian sangat lah berarti bagi author. Terima kasih juga atas ucapan lekas sembuhnya. Author benar-benar berterima kasih.


Sampai jumpa di chapter selanjutnya


 

__ADS_1



__ADS_2