I Am No King

I Am No King
Chapter 177 – Kekhawatiran


__ADS_3

~Inanna POV~


 


 


"Gin, Ninlil dan Om Barun sudah menampakkan diri!"


Aku berteriak, memberi kabar pada Lugalgin.


Melalui kamera, terlihat dua orang melayang dari bangunan utama yang seperti kastel itu. Dua orang itu adalah Ninlil dan Om Barun. Ninlil mengenakan celana pendek dan singlet putih sementara Om Barun mengenakan kemeja biru dengan dua kancing dibuka dan celana formal.


Karena Ninlil dan Om Barun sudah tampak, pekerjaanku sudah selesai. Sekarang, aku harus membahas masalah lain yang baru muncul.


Aku mengetik beberapa kata di smartphone dan memunculkannya di proyeksi udara.


(Apa kamu mendengarnya?)


Emir mengangguk setelah membaca tulisanku. Di lain pihak, Yuan hanya memiringkan kepala dengan mulut setengah terbuka.


Emir mengetik kalimat lain dan menunjukkannya pada Yuan.


(Yuan, tolong fokus pada urusanmu. Biar Inanna dan aku yang mengurus ini. Dan tolong jangan katakan apa pun.)


Yuan mengangguk.


Perempuan ini menurut. Aku suka perempuan ini.


(Inanna, aku tidak terlalu pintar kalau diminta berpikir hal seperti ini. Jadi, aku serahkan keputusannya padamu. Tolong ya. Aku ingin membantu Lugalgin.)


Aku mengangguk.


Emir kembali melihat ke layar.


Sebelum misi dimulai, Mulisu memberiku dan Emir sebuah earphone. Earphone ini adalah tipe satu arah, hanya berperan sebagai penerima. Dan dari earphone ini juga lah, aku dan Emir mendengar mengenai kondisi Lugalgin dari percakapan Mulisu dan Ukin.


Apa ini berarti Mulisu tahu kalau Ukin akan mengamati serangan ini? Atau mungkin, sebenarnya, Mulisu ingin mengatakan hal lain pada kami dan kebetulan Ukin datang? Ya, urusan itu biar aku pikirkan nanti. Sekarang, aku harus fokus pada pesan Mulisu.


Mulisu, secara tidak langsung, ingin aku dan Emir meyakinkan Lugalgin untuk meminta bantuan. Namun, seperti ucapan Ukin, kalau Lugalgin meminta bantuan dan Ninlil mengalami luka berat, bisa-bisa dia akan kehilangan kepercayaannya pada kami.


Padahal, sebelum misi ini, aku dan Emir meragukan kepercayaan dan kesetiaan Lugalgin. Namun, sekarang, justru kepercayaan Lugalgin pada kami lah yang dipertaruhkan.


Apa yang harus kulakukan? Apa yang harus kami lakukan?


Emir berteriak, "GIN! Aku merasakan semua benda di sekitarmu bergetar!"

__ADS_1


Tepat setelah Emir berteriak, ratusan pasak muncul dari tanah di sekitar Lugalgin. Tampaknya, Ninlil mengubah aluminium di sekitar Lugalgin dan menyerangnya dari semua arah. Meskipun semua proyektil yang digunakan berhasil dihentikan oleh dua peti Arsenal milik Lugalgin, dia terpaksa meninggalkannya.


Pasak-pasak itu, meskipun tidak bisa dikendalikan lagi, sudah memenuhi tujuannya, menghancurkan semua senjata yang dibawa oleh Lugalgin. Belum sempat Lugalgin bergerak, dia dihujani oleh proyektil aluminium kecil. Lugalgin pun terpaksa menggunakan minigun di tangan kiri dan perisai di kedua bahu untuk melindungi diri.


Sadar minigunnya tidak lagi berfungsi, Lugalgin membuangnya dan berlari ke samping. Ketika Lugalgin berhasil lari dari tempatnya berdiri, sebuah logam terbentuk silinder muncul dan melumatkan semua senjata yang ditinggalkan Lugalgin.


Sial! Setelah serangan yang barusan, Lugalgin praktis tidak memiliki senjata api sama sekali. Tampaknya, sejak awal, tujuan Ninlil memang melumpuhkan senjata api milik Lugalgin.


(Tidak! Masih belum! Lugalgin masih memiliki toya dan kedua pistolnya!)


Emir, kamu terlalu optimis!


Sial! Saat ini, perbincangan Ukin dan Mulisu menjadi kenyataan. Lugalgin benar-benar terdesak dan bahkan di ambang kematian.


Berpikir, Inanna! Berpikir!


"Gin, butuh bantuan?"


Tanpa meminta persetujuanku, Emir langsung menawarkan bantuan pada Lugalgin.


[Tidak! Kalian fokus saja mengawasi sekitar! Aku tidak mau orang lain datang dan melukai Ninlil!]


Dan Lugalgin mempertegas dugaan kami.


[Blarr Blarr Blarr]


"Gin–"


[Aku bilang aku tidak butuh bantuan!] Lugalgin berteriak, menyelaku.


Kali ini dia berteriak kencang. Bahkan, tanpa perlu mengenakan earphone, aku bisa mendengar suaranya dari dalam trailer. Apa dia memberi peringatan pada semua orang di sini?


Aku tidak akan menyerah begitu saja.


"Kenapa kamu begitu keras kepala? Kalau begini terus, kamu bisa tewas! Apa menurutmu Ninlil akan senang kalau kamu tewas? Tidak! Dia tidak akan senang! Bahkan, mungkin dia akan menyalahkan dirinya sendiri untuk seumur hidup. Apa kamu tega?"


[Setidaknya, dia, hidup,]


Lugalgin tidak menjawabku dengan lancar.


Sejak bertemu dengannya, aku tidak pernah mendengar Lugalgin kehabisan nafas seperti ini. Ya, ini adalah pertama kalinya aku mendengar dan melihat Lugalgin tersengal-sengal.


Sesuai ucapan Mulisu dan Ukin, teknik bertarung Lugalgin sangat tidak cocok untuk pertarungan satu lawan satu seperti sekarang. Mulisu mengatakan kalau dia bekerja sama dengan Ukin, maka mereka bisa mengalahkan Ninlil dengan mudah dan tanpa memberi luka parah. Namun, tidak mungkin Ukin akan bekerja sama. Dia sudah mengatakannya dengan sangat jelas.


Lugalgin juga sudah berteriak, menegaskan kalau dia tidak mau siapa pun ikut campur. Jadi, agen schneider dan Agade sama-sama tidak berguna.

__ADS_1


Satu-satunya cara agar Lugalgin bisa memenangkan pertarungan ini tanpa melukai Ninlil adalah dengan menghilangkan pengendalian Ninlil. Namun, saat ini, Ninlil hanya melancarkan serangan proyektil. Sementara itu, dia melayang di udara, memastikan Lugalgin tidak bisa mencapainya.


Saat ini, Ninlil mengaplikasikan pelajaran Lugalgin baik-baik. Kalau ingin kemenangan, lakukan segala cara tidak peduli sekotor apa pun itu. Dan, aku baru menyadari betapa mengerikannya pelajaran Lugalgin.


Aku menutup mata sejenak, mencoba mencari jalan keluar dari masalah ini. Pengendalian utamaku adalah timah. Di saat ini, aku bisa merasakan ratusan bahkan ribuan peluru timah berserakan di luar. Namun, jumlah timah yang tersebar tidak sebanyak aluminium. Jadi, aku tidak mungkin menghentikan pengendalian Ninlil sepenuhnya.


Pengendalian Emir adalah silikon. Selain itu, dia termasuk dalam kategori spesial. Dengan mudah, dia bisa mengubah silikon menjadi apa saja.


Aku membuka mata. "Emir, apa kamu bisa mengendalikan silikon sampai tingkat molekul?"


"Eh? Ah, ya aku bisa melakukannya. Namun, aku tidak menyarankannya. Kalau aku melakukan pengendalian hingga tingkat molekul, silikon yang kukendalikan akan bereaksi dengan hidrogen di udara dan meledak."


"Bagaimana kalau kamu melakukan hal ini?"


Aku memberi beberapa arahan pada Emir. Jika berbicara dengan Emir mengenai teknik dan strategi bertarung, aku tidak perlu memikirkan kata yang sederhana. Insting dan bakat Emir dalam dua hal itu adalah hal yang nyata, tidak seperti dalam kehidupan sehari-hari.


"Ah, ya, aku bisa melakukan hal itu." Emir memberi konfirmasi.


Dalam misi ini, tampaknya, Emir akan lebih berperan banyak dariku.


"Bagus!"


[Inanna! Emir! Aku sudah bilang tidak butuh bantuan! Kalian diam saja!]


Aku menarik nafas. Maaf Lugalgin, aku terpaksa mengabaikan perintah dan permintaanmu. Aku tidak mau menjadi janda semuda ini.


"Tidak, Lugalgin Alhold! Kamu lah yang harusnya diam saja!"


Bersambung


\============================================================


Halo semuanya.


Kembali, author ingin mengucapkan terima kasih atas like, komentar, dan dukungan para pembaca. Semua dukungan tersebut sangat berarti untuk Author. Bagi yang mau lihat-lihat ilustrasi, bisa cek di ig @renigad.sp.author.


Dan, seperti biasa, author akan endorse artist yang gambarnya di cover. Saat ini, ilustrator yang gambarnya digunakan sebagai cover adalah ilustrator pixiv, 千夜 atau QYS3. Jadi, sebelumnya, author hanya jalan-jalan di pixiv, cari original content, trus pm artistnya. Karena bukan hasil komis, melainkan public content, author pun tidak mengeluarkan uang.


Jadi, promosi di bagian akhir adalah sesuatu yang author lakukan dengan sukarela karena sang artis telah memperbolehkan author untuk menggunakan gambarnya meski sebenarnya sudah jadi public content. Jadi, para reader bisa membuka pixiv page dan like galerynya di https://www.pixiv.net/member.php?id=7210261 atau follow twitternya di https://twitter.com/QYSThree. Dua-duanya juga bisa.


Selain QYS3, author juga telah mendapatkan sebuah cendera mata dari pokarii yang bisa dipost di akhir cerita.


Sekali lagi, terima kasih bagi semua reader yang telah like dan komen. Dukungan kalian sangat lah berarti bagi author. Terima kasih juga atas ucapan lekas sembuhnya. Author benar-benar berterima kasih.


Sampai jumpa di chapter selanjutnya

__ADS_1



__ADS_2