I Am No King

I Am No King
Chapter 67 – Murid Baru


__ADS_3

~Lacuna POV~


 


Bukan hanya perempuan ini memiliki tingkat konsentrasi yang tidak normal, daya ingatnya pun tidak normal. Pagi ini, dia bisa mengikutiku ke meja makan dengan mudah. Bahkan, saat ini, dia sedang duduk di meja denganku, sarapan.


 


"Maaf, Putih, soal menjadi muridmu..." Pirang tidak menyelesaikan ucapannya.


 


"Jadi, kamu mau tidak?"


 


"..."


 


Pirang masih terdiam. Suaranya yang diam, tapi dia masih mengunyah, memakan roti dan sosis yang kugoreng.


 


Setelah menunggu sejenak, dia menelan makanan di mulut dan mulai berbicara, "Kenapa kamu tiba-tiba menanyakan hal itu?"


 


Aku tersenyum. Dan hal ini adalah normal. Seperti saat ini, normalnya di dunia mercenary, kamilah yang mencari murid, bukan murid yang mencari kami untuk dijadikan guru. Hanya Lugalgin yang cukup aneh, tiba-tiba mendatangiku dan memintaku mengangkatnya menjadi murid.


 


Oops, aku sedikit keluar jalur. Aku harus merespons perempuan di depanku ini dulu.


 


"Well, sederhananya, orang-orang macam kami butuh sesuatu untuk mengisi waktu luang. Dan, kebetulan, aku suka mengambil murid dari sana-sini untuk melakukannya."


 


"...tidak ada alasan lain?"


 


"Alasan lain? Mungkin karena kamu berbakat?"


 


"Ber...bakat?" Pirang memiringkan kepala.


 


"Ya, berbakat." Aku menyeruput teh sejenak. "Kamu memiliki tingkat konsentrasi yang tidak normal. Hal ini terbukti dari caramu menghalau peluru dan mendeteksi jebakan yang kupasang. Tidak banyak orang yang bisa melakukannya."


 


"Hmm.... aku tidak normal ya."


 


"Hanya di bagian konsentrasi. Kalau dibandingkan dengan seseorang, kamu amat sangat normal, hehe.” Aku tertawa kecil. “Sayangnya, kamu tidak tahu cara menggunakan kemampuanmu dengan tepat. Kamu tidak memiliki kekuatan yang besar, tapi memutuskan untuk menyerang mereka blak-blakan dari depan. Kamu bodoh atau apa?"


 


"I-itu...."


 


"Untuk orang sepertimu, pengendalian yang paling cocok adalah jarum."


 


"...jarum?"


 


Aku mulai menjelaskan kenapa jarum adalah senjata yang cocok untuk Pirang. Saat ini, jarum, adalah satu dari sedikit benda yang paling sulit dikendalikan. Kenapa sulit? Karena material yang digunakan terlalu kecil. Hal tersebut menjadikan keberadaan jarum susah dirasakan.


 


Oleh karena itu, pekerjaan yang berhubungan dengan menjahit masih dikerjakan dengan tangan, atau mesin. Hanya artisan dan ahli terbaik yang mampu membuat karya atau pakaian dengan pengendalian jarum.

__ADS_1


 


Sebagai senjata, jarum adalah senjata yang sangat mematikan. Bayangkan saja jika ada sepuluh jarum menembus kulitmu begitu saja, apalagi kalau sudah diberi racun. Berbeda dengan peluru, yang ukurannya cukup besar sehingga bisa dilihat, ukuran jarum yang begitu kecil membuatnya tidak dapat diketahui.


 


Bahkan, walaupun kamu mengetahui ada jarum, akan sulit untuk mencarinya, baik dengan mata telanjang atau dengan pengendalian. Momen ketika kamu menyadari ada jarum adalah ketika jarum-jarum tersebut menancap di tubuh. Dengan kata lain, sudah terlambat.


 


Aku sendiri tidak mampu melakukan pengendalian jarum. Pengendalian benang tidak serumit itu karena kehadirannya tersebar dan memanjang. Apalagi, kalau satu ujung sudah menyentuh tubuhku, aku langsung otomatis mengetahui dimana seluruh benang itu berada.


 


Namun, untuk jarum, kamu harus menyadari keberadaannya secara penuh. Dan, kalau kamu menyentuhnya, sama saja seperti kamu melemparnya. Hal ini akan membuat lawan bisa mengetahui kemana jarum itu akan melayang, menghilangkan elemen utama, yaitu tersembunyi. Ya, untuk latihan di awal sih boleh saja, tapi tidak baik kalau dijadikan kebiasaan.


 


Pirang mendengar ucapanku baik-baik. Dia mendengarkan dengan tenang, seperti anak-anak yang mendengar dongeng, dengan sesekali melahap sarapan atau minum teh.


 


"Ya, itulah penjelasanku. Bagaimana?"


 


Pirang terdiam sejenak, "motivasimu hanya untuk mengisi waktu luang?"


 


"Itu satu. Yang kedua adalah... rasannya sayang saja lihat ada bakat yang tidak diasah. Tapi, kalau kamu menolak, aku tidak kebe–"


 


"Aku mau," pirang menyela dengan cepat. "Kalau aku menjadi muridmu, aku bisa ikut serta dalam pembersihan keluarga Ibrahim, kan?"


 


"Untuk itu, aku tidak yakin. Semalam, keluarga Adams menyewaku dan meminta untuk membersihkan keluarga Ibrahim minggu ini juga."


 


Aku langsung memberi penjelasan sebelum dia bertanya.


 


 


Kalau aku membawanya, aku khawatir dia akan merepotkan, atau bahkan menghambatku. Namun...


 


"Aku akan mengubah susunan benang pemicu jebakan di apartemen ini sewaktu-waktu dan secara acak. Waktu serangan adalah lima hari lagi. Jika dalam waktu lima hari ini kamu bisa mendeteksi letak benang dan jebakan yang dipasang dalam waktu kurang dari lima detik, maka aku akan membawamu."


 


"Eh? Li-lima detik?"


 


"Kalau kamu tidak bisa, aku tidak akan membawamu. Anggap saja ini latihan pertama untuk meningkatkan kecepatan konsentrasi. Untuk melatih teknik menggunakan jarum, belakangan."


 


"Hah? Kok?"


 


"Aku tidak akan langsung mengajari teknik bertarung dengan jarum. Metode latihan yang kuanut bukanlah sesuatu yang bisa menghasilkan sesuatu secara instan, melainkan perlahan tapi pasti. Kalau aku memberimu metode instan, maka kematianmu pun akan instan."


 


Pirang termenung setelah mendengar responsku.


 


Di sini, sebenarnya, aku ingin melihat potensi maksimal Pirang. Kalau dia mengerti tubuhnya sendiri, seharusnya, dia tahu cara mencapai konsentrasi dan penyelidikan materi tingkat tinggi tanpa perlu dipandu.


 


Namun, kalau Pirang tidak mampu melewati latihan tahap awal, aku harus mencari metode latihan lain. Dan mencari metode lain tidaklah mudah karena aku harus meraba-raba, trial and error, mencari tahu metode latihan mana yang cocok untuknya. Kalau metode latihan yang kuberi salah, potensi yang dia miliki tidak akan pernah muncul ke permukaan.

__ADS_1


 


Di lain pihak, kalau dia bisa melewati latihan awal ini dengan baik, aku bisa melatihnya dengan lebih mudah dan lebih cepat. Lima detik adalah dinding dimana kepekaan pengendalian sudah sulit untuk ditingkatkan lagi. Ketika sampai pada titik ini, metode yang digunakan harus dimodifikasi.


 


Di situ lah peranku. Kalau dia berhasil mencapai limit lima detik tanpa panduan. Aku akan langsung memodifikasi metode latihan yang dia gunakan. Hanya memodifikasi, tapi dasarnya tidak berubah. Setelah itu, aku yakin dia akan mampu mengenali benang yang kugunakan sebagai pemicu hanya dalam satu per sekian detik.


 


Tentu saja, aku tidak mengatakan ini semua pada Pirang. Aku akan membiarkan dia memikirkannya sendiri.


 


Dan lagi, kalau tujuan utamanya adalah membersihkan keluarga Ibrahim, kalau aku pergi sendiri, dia tidak memiliki alasan lagi untuk menjadi muridku. Tidak. Koreksi. Kalau pun dia berhasil, dan keluarga Ibrahim berhasil kubersihkan, tidak ada jaminan dia masih mau menjadi muridku. Tujuan utamanya sudah tercapai.


 


"Bagaimana?"


 


Pirang melihatku dalam-dalam, lalu berkata, "Baik, aku akan melakukannya."


 


Aku mengembangkan sebuah senyum. "Bagus. Latihanmu dimulai sekarang."


 


"Eh?"


 


Aku menjentikkan jariku. "Sekarang posisi benang pemicu jebakan di apartemen ini sudah berubah total. Silakan dimulai. Aku mau mandi dulu."


 


Aku meninggalkan Pirang yang masih celingak-celinguk, bingung.


 


"Berusahalah agar tidak terbunuh, ya."


 


Bersambung


 


 


\============================================================


 


 


Kembali, author ingin mengucapkan terima kasih atas like, komentar, dan dukungan para pembaca. Semua dukungan tersebut sangat berarti untuk Author. Bagi yang mau lihat-lihat ilustrasi, bisa cek di ig @renigad.sp.author.


 


Dan, seperti biasa, author ingin melakukan endorse. Saat ini, ilustrator yang gambarnya digunakan sebagai cover adalah ilustrator pixiv, 千夜 atau QYS3. Jadi, sebelumnya, author hanya jalan-jalan di pixiv, cari original content, trus pm artistnya. Karena bukan hasil komis, melainkan public content, author pun tidak mengeluarkan uang.


 


Jadi, promosi di bagian akhir adalah sesuatu yang author lakukan dengan sukarela karena sang artis telah memperbolehkan author untuk menggunakan gambarnya meski sebenarnya sudah jadi public content. Jadi, para reader bisa membuka pixiv page dan like galerynya di https://www.pixiv.net/member.php?id=7210261 atau follow twitternya di https://twitter.com/QYSThree. Dua-duanya juga bisa.


 


Selain QYS3, author juga telah mendapatkan sebuah cendera mata dari pokarii yang bisa dipost di akhir cerita.


 


Sekali lagi, terima kasih bagi semua reader yang telah like dan komen. Dukungan kalian sangat lah berarti bagi author. Terima kasih juga atas ucapan lekas sembuhnya. Author benar-benar berterima kasih.


 


Sampai jumpa di chapter selanjutnya


 

__ADS_1


 



__ADS_2