
Ah, untunglah semua berjalan sesuai kemauanku.
Sekarang, kami sedang berada di dalam bus trailer, dalam perjalanan kembali ke Bana'an. Karena hubungan Bana'an dan Mariander resmi hancur, kami tidak berani mengambil jalur udara. Kalau pulang lewat jalur udara, Mariander bisa saja menjatuhkan pesawat kami dan menyatakan itu adalah sabotase True One. Karena di udara, kami tidak bisa melawan. Intinya, tidak ada perubahan.
Namun, kalau melalui jalur darat, kami bisa memberi perlawanan kalau ada musuh menyerang. Dan jika mendapatkan wajah penyerang, aku bisa menyebarkan wajah penyerang dan mencari tahu siapa di balik penyerangan. Yah, meski Mariander adalah jawaban pasti, tapi bisa saja mereka akan menyewa organisasi pasar gelap. Jadi, setidaknya, selain Mariander, akan ada korban tambahan.
Bus kami tidak dikawal oleh siapa pun. Bahkan, aku cukup terkejut karena Mariander masih mau mengikuti permintaan kami, bus trailer dengan pertahanan tingkat militer. Tanpa sopir tentu saja. Dan, aku juga sudah memeriksa setiap sudut bus ini, memastikan tidak ada bom atau GPS terpasang.
Untuk keamanan, tentu saja, True One mengawasi dari kejauhan. Karena tidak sepenuhnya yakin, aku juga membayar beberapa mercenary untuk mengawasi kami dari kejauhan. Intinya, keamanan kami sudah cukup terjamin.
"Kak Lugalgin, butuh waktu berapa lama untuk mencapai Bana'an lewat darat?"
"Normalnya 3 hari kalau kita istirahat 8 jam setiap malam."
"Kalau tidak istirahat?"
"Tidak sampai 2 hari, tapi tidak aku sarankan, sih. Aku khawatir kalau kita diserang dalam keadaan capek."
Sesuai ucapanku, Maul kembali ke Bana'an bersama kami. Anggota militer yang lain protes. Menurut mereka, Maul adalah alasan utama kenapa hubungan Bana'an dan Mariander memburuk. Namun, aku mengelak pendapat mereka. Kalau mau menyalahkan seseorang, salahkan Fahren yang mengizinkan perdagangan anak terjadi.
Karena mereka terus ngotot, aku langsung membungkam mereka dengan, "kalau begitu, bagaimana kalau aku jual anak kalian ke Mariander untuk dijadikan pasukan bunuh diri? Tiga anak rasanya akan lebih menguntungkan daripada 1 anak bagi Mariander, kan?".
Karena perselisihan itu, kami tidak lagi berbicara.
"Gin,"
"Ya?"
Permaisuri mendatangiku dan Maul yang duduk bersebelahan. Dia duduk di seberang meja.
"Bisa tolong kau maafkan mereka? Mereka tidak tahu apa-apa."
"Kalau mereka meminta maaf pada Maul, aku akan memaafkan mereka. Kalau tidak, jangan harap. Dan aku harap kamu tidak berpikiran bodoh dengan berusaha membujukku untuk memberikan Maul pada Arid."
"Ah, tidak, tidak." Rahayu mengibaskan tangan kanan. "Kamu sudah mengancam Arid akan menyebar data seluruh orang yang terlibat urusan kerajaan Mariander ke pasar gelap. Aku rasa, ancamanmu lebih memiliki prioritas dibandingkan Maul."
__ADS_1
Yap. Ucapan Rahayu benar. Seandainya dua orang militer itu sadar, mereka tidak akan menyalahkan Maul.
Ah, iya. Alasan kenapa aku hanya membawa dua orang pengawal, selain aku, adalah untuk meminimalisir korban jiwa kalau ada serangan. Kalau hanya melindungi Rahayu, aku bisa melakukannya. Namun, kalau terlalu banyak mereka hanya akan jadi penghambat.
Di lain pihak, aku beruntung karena trailer ini tidak memiliki penyekat ruangan. Jadi, perempuan ini tidak bisa macam-macam. Dan lagi, sejak semalam, Maul juga lengket terus di sebelahku. Dan, tampaknya, Rahayu tidak membiarkan orang lain mengetahui sisinya yang suka menggodaku.
"Ah, Maul," aku kembali ke Maul. "Aku lupa bilang, tapi aku sudah memiliki calon istri. Maaf."
"Ahaha, tanpa perlu Kak Lugalgin bilang, aku juga sudah tahu. Maksudku, semua orang di dunia ini sudah tahu. Hanya orang yang tidak pernah melihat televisi dan membuka internet yang tidak tahu."
"...Ok. kita bisa biarkan itu. Ngomong-ngomong, aku ingin mendengar. Sejak kapan kamu masuk True One? Ah, kalau kamu mau tidak mau cerita, tidak apa-apa. Aku tidak–"
"Tidak apa kok Kak. Aku akan cerita."
Maul masuk ke True One belum terlalu lama. Beberapa minggu setelah kunjungan Jeanne. Setelah penyanderaan tamu kerajaan dan juga salah satu selir, akhirnya, Mariander mengirimkan pasukan bunuh diri mereka, yang salah satunya adalah Maul.
Para pasukan bunuh ini berhasil bergabung dengan True One. Mereka mengumpulkan semua informasi mengenai titik-titik penting True One dan mulai membuat rencana. Di saat itulah, Maul mengetahui keberadaanku.
Awalnya, Maul memang benar-benar berencana menghancurkan True One karena di berita, mereka tampak seperti musuhku. Namun, saat mengumpulkan informasi, dia mendapati Etana dan Shera beberapa kali melakukan panggilan denganku. Di saat itu, dia menyadari kalau True One bukanlah musuhku, tapi berada di bawah naunganku.
Di saat itu, Maul menunjukkan diri pada Etana dan Shera, mengatakan kalau dia mengenalku, memberi tahu soal rencana penghancuran True One, dan mengatakan semua hal mengenai pasukan bunuh diri yang dimiliki oleh Mariander. Etana dan Shera tidak marah. Mereka justru menawarkan Maul dan yang lain untuk bergabung dengan True One.
Keesokan harinya, Etana dan Shera kembali memberi penawaran itu. Namun, tidak hanya penawaran. Mereka juga diberi kesempatan untuk hidup. Jadi, True One akan mengoperasi mereka dan mengambil bom itu.
Ah, di sini, aku jadi teringat ketika Etana dan Shera bertanya mengenai cara menarik bom dari tubuh seseorang. Saat itu, aku mengatakan ada dua tipe bom yang biasa dipasang pada tubuh seseorang. Tipe pertama akan memicu bom jika tenaga pengendalian yang tersimpan habis. Tipe kedua adalah menggunakan timer. Keduanya menggunakan pengendalian yang disimpan pada baterai kecil, sama seperti amulet.
Untuk tipe yang pertama, tenaga pengendalian digunakan untuk mencegah bom bereaksi. Ketika tenaga pengendalian habis, bom pun meledak. Untuk tipe yang kedua, tenaga pengendalian digunakan untuk menjalankan timer atau penghitung waktu. Ketika melewati waktu tertentu, bom di dalam tubuh akan meledak.
Tipe pertama sangat jarang digunakan. Hal ini dikarenakan waktunya tidak bisa diatur begitu saja. Meski ada yang mengatakan cukup diatur sesuai kapasitas baterainya, sayangnya, hal ini tidak pernah bekerja dengan baik. Meski secara matematis dan hitungan daya baterai bisa diketahui, secara praktik tidak.
Anggap seperti baterai handphone. Meski secara perhitungan, seharusnya, bisa bertahan hingga dua hari tanpa pemakaian. Namun, secara praktik, tidak pernah mencapai dua hari walaupun ditinggalkan begitu saja. Hal ini karena pada proses pembuatan, kondisinya ideal, jadi daya tahan baterai bisa diperkirakan. Pada dunia nyata, tidak.
Dan, salah satu faktor yang membuat daya baterainya tidak tentu adalah suhu tubuh. Semakin tinggi suhu tubuh seseorang, semakin cepat baterainya habis. Kalau suhu tubuh orang itu naik turun, baterai akan semakin cepat habis. Karena dua hal ini, bomnya akan meledak lebih cepat dari yang diinginkan.
Karena hal itu, tipe yang kedua lebih sering digunakan. Normalnya, tipe ini tidak bisa diambil begitu saja. Karena bom ini selalu dipasangi sensor suhu. Jadi, ketika dioperasi dan suhunya menurun karena kontak dengan udara, bom ini akan langsung meledak.
__ADS_1
Namun, yang membuat Maul dan yang lain beruntung adalah keberadaan Etana. Dengan Etana melihat ke tubuh Maul ketika operasi berlangsung, tenaga pengendalian pada baterai tidak akan aktif, mengakibatkan penghitung waktu dan sensor mati. Dengan demikian, operasi dapat dilakukan dengan aman.
Bahkan, aku ragu bisa menolong Maul kalau dia menemuiku. Penghilang pengendalianku berbasis sentuhan. Kalau aku menyentuh Maul, bom di dalam tubuhnya juga akan berhenti aktif. Namun, setelah diambil oleh dokter, bom itu akan kembali aktif dan langsung meledak. Serepot itu. Tentu saja ada alternatif meminumkan darahku padanya, tapi risikonya adalah Maul tidak memiliki pengendalian lagi.
Kembali ke cerita Maul. Setelah itu, mereka pun bergabung dengan True One. Beberapa kali, ada pasukan bunuh tambahan dari Mariander. Namun, Maul berhasil membujuk mereka semua dan yang terjadi justru anggota True One bertambah. Akhirnya, setelah berkali-kali gagal, Mariander berhenti mengirimkan pasukan bunuh diri.
Lalu, untuk persoalan kenapa aku baru tahu, Maul bilang ingin Etana dan Shera merahasiakannya dariku. Dia ingin memberiku kejutan.
Yah, aku senang diberi kejutan. Namun, kalau diberinya di tengah-tengah rencana seperti semalam, pusing juga aku. Sayangnya, karena semalam adalah rencana Maul, aku tidak bisa marah. Eh? Kalau kejadian semalam adalah rencana Etana atau Shera? Tentu saja aku akan marah besar dan menceramahi mereka selama beberapa jam. Meski lewat telepon sih.
Sesekali, aku melihat ke arah Rahayu yang juga mendengarkan cerita Maul. Dia terus menunjukkan reaksi wajah cemberut dan berat. Aku tidak tahu apakah dia benar-benar merasa kasihan dan simpati pada Maul atau hanya akting. Yang jelas, aku meragukan Rahayu.
Blarr
"Brengsek!"
"Kyaa!"
Sebuah ledakan muncul di belakang bus. Tampaknya, Mariander memang tidak berencana membiarkan kami pergi dengan selamat.
Bersambung
\============================================================
Halo semuanya.
Kembali, author ingin mengucapkan terima kasih atas like, komentar, dan dukungan para pembaca. Semua dukungan tersebut sangat berarti untuk Author. Bagi yang mau lihat-lihat ilustrasi, bisa cek di ig @renigad.sp.author.
Dan, seperti biasa, author akan endorse artist yang gambarnya di cover. Saat ini, ilustrator yang gambarnya digunakan sebagai cover adalah ilustrator pixiv, 千夜 atau QYS3. Jadi, sebelumnya, author hanya jalan-jalan di pixiv, cari original content, trus pm artistnya. Karena bukan hasil komis, melainkan public content, author pun tidak mengeluarkan uang.
Jadi, promosi di bagian akhir adalah sesuatu yang author lakukan dengan sukarela karena sang artis telah memperbolehkan author untuk menggunakan gambarnya meski sebenarnya sudah jadi public content. Jadi, para reader bisa membuka pixiv page dan like galerynya di https://www.pixiv.net/member.php?id=7210261 atau follow twitternya di https://twitter.com/QYSThree. Dua-duanya juga bisa.
Selain QYS3, author juga telah mendapatkan sebuah cendera mata dari pokarii yang bisa dipost di akhir cerita.
Sekali lagi, terima kasih bagi semua reader yang telah like dan komen. Dukungan kalian sangat lah berarti bagi author. Terima kasih juga atas ucapan lekas sembuhnya. Author benar-benar berterima kasih.
__ADS_1
Sampai jumpa di chapter selanjutnya