
Aku mengembalikan pandangan ke proyeksi televisi, melihat Lugalgin yang mulai berbicara.
[Dan, untuk menunjukkan komitmen kami dalam memberi bantuan dan melindungi Tuan Putri Rina ... ] Lugalgin berhenti dan melihat ke kanan, ke arah Rina.
Entah kenapa, perasaanku tidak enak ketika Lugalgin memberi jeda. Perasaan ini mengatakan kalau aku tidak akan suka dengan apa yang akan diucapkan oleh Lugalgin.
[Kami akan melangsungkan pernikahan. Tuan Putri Tina akan menjadi istriku, bersama dengan Emir dan Inanna.]
"APA!"
Tanpa kusadari, aku sudah berdiri dari kursi dan menggebrak meja.
Bukan hanya aku, orang-orang di proyeksi televisi juga ribut. Mereka semua mengangkat tangan, ingin mengajukan pertanyaan. Bahkan, aku mendengar beberapa wartawan sudah mengajukan pertanyaan tanpa menunggu izin.
Dan, seolah mengabaikan itu semua, Lugalgin melanjutkan pengumumannya.
[Pernikahan kami akan dilangsungkan 7 hari dari sekarang, 30 Miriad. Pengumuman ini tidak disebarkan jauh-jauh hari karena kondisi yang mendesak. Dan, bagi kalian yang ingin diundang, harap menghubungi Wedding Organizer kami, You Wedding. Namun, perlu diingat bahwa siapa pun yang ingin diundang harus mematuhi protokol keamanan ketat.]
Pernikahan Lugalgin 7 hari lagi? Kenapa aku tidak mendengar ini? Seharusnya, jangka waktu 1 tahun yang diberi oleh keluarga Alhold masih 2 atau 3 minggu lagi, kan? Dan, bahkan, seharusnya mereka tidak langsung menentukan tanggal pernikahan. Seharusnya, 2 atau 3 minggu lagi masih di tahap keputusan apakah Emir akan diterima menjadi istri Lugalgin atau tidak. Bahkan, aku sudah menyiapkan argumen untuk menarik Emir dari pernikahan Lugalgin.
Belum berhenti sampai di situ, Lugalgin juga membuat masalah baru lagi. Dengan masuknya Tuan Putri Rina sebagai calon istri, pernikahan Lugalgin bukanlah hal yang biasa lagi. Dengan ini, pernikahan Lugalgin resmi menjadi aksi demi hubungan diplomatis. Kalau berusaha menggagalkan pernikahan mereka, secara tidak langsung, aku akan dipandang sebagai pihak yang pro perang.
Sial! Sial! Sial!
Lugalgin .. .ah, percuma saja. Aku tidak bisa membencimu, Lugalgin. Strategi dan keberanianmu lah yang membuatku jatuh hati. Akan aneh kalau aku justru membencimu karena hal ini.
Baiklah, Rahayu, tenang. Percuma saja marah dan menyesali semua yang sudah berlalu. Aku kembali melihat ke proyeksi di depan meja. Jumpa pers sudah diakhiri dan aku pun mematikan televisi.
__ADS_1
Aku berjalan, meninggalkan meja. Begitu sampai di depan ruangan, dua pelayan menyambutku.
"Aku ingin istirahat di taman. Tolong siapkan teh dan kue ya."
"Baik, permaisuri."
Sambil jalan, aku menggerak-gerakkan tanganku. Sudah agak lama tanganku sembuh, tapi masih terasa aneh. Entahlah, tangan ini terasa tidak ada isinya, lebih ringan.
Tidak lama kemudian, aku sudah sampai di taman. Ada satu pelayan dan kesatria berjaga. Tidak peduli berapa kali melihatnya, aku hanya bisa menghela nafas ketika melihat kesatria. Kesatria dan kepolisian yang lebih mementingkan citra daripada hasil sama sekali tidak berguna ketika dihadapkan dengan orang pasar gelap, militer, dan intelijen.
Kalau boleh jujur, sejak awal, aku ingin mengganti kesatria yang ada di istana menjadi tentara. Namun, butuh proses lama dan panjang untuk melakukannya. Kalau melakukannya, secara tidak langsung, aku menunjukkan kalau Bana'an lebih memilih Militer daripada kepolisian.
Kalau hal tersebut terjadi, rakyat tidak akan hormat pada kepolisian, yang kebetulan diisi oleh bangsawan. Dengan berkurangnya hormat rakyat pada kepolisian dan bangsawan, kriminalitas akan meningkat.
Belum selesai dengan urusan keamanan, banyak Duke yang mengirim surat tawaran pernikahan padahku hanya karena Fahren sudah dinyatakan tewas. Dasar! Aku benci orang-orang yang haus kekuasaan seperti mereka.
Sambil memikirkan itu semua, aku makan kue dan minum teh. Setiap meminum teh kerajaan yang murni, tanpa campuran atau gula, aku jadi teringat ketika mengantar Emir ke rumah Lugalgin. Aku ingin minum teh herbal lagi. Walaupun Lugalgin sudah menyatakan efek positif teh herbal terhadap kesehatan, orang-orang di istana masih menolaknya. Mereka masih berpikir hanya rakyat jelata yang minum teh dengan campuran.
Ah, Lugalgin, aku harap kamu ada di sini dan menyeduh teh herbal untuk.
Di lain pihak, meski tidak tampak, aku yakin ada satu orang, atau bahkan lebih, yang mengawasiku. Orang-orang yang dikirim Lugalgin bukanlah orang biasa. Tidak peduli bagaimana kerasnya mencari, aku tidak pernah menemukan mereka.
Baiklah. Setelah sedikit kue dan teh yang tidak enak, pikiranku sudah lebih tenang. Aku mulai memikirkan kondisiku saat ini. Militer dan intelijen jelas-jelas tidak berada di bawah kendaliku. Mereka sudah jelas berada di bawah kendali Lugalgin. Saat ini, yang masih ada di bawah kendaliku hanyalah kepolisian.
Namun, kalau aku hanya menggunakan kepolisian, rasanya sulit untuk bisa menghadapi Lugalgin. Kekuatan tempur kepolisian terlalu rendah. Satu-satunya cara adalah memelintir hukum dan mendakwa Lugalgin atau keluarganya dengan sebuah kasus. Dengan begitu, pasti, pernikahan Lugalgin akan diundur. Namun, aku ragu metode ini berhasil. Semua barang bukti palsu yang dibuat oleh kepolisian pasti akan dibuat menghilang oleh intelijen.
Semakin menambah buruk keadaan, koneksi pribadiku juga sudah hilang. Entah Lugalgin sengaja atau tidak, tapi bangsawan-bangsawan yang menjadi sumber informasiku hilang, terbunuh ketika perang pasar gelap.
__ADS_1
Sekarang, posisiku benar-benar seperti katak dalam tempurung. Informasi yang datang padaku hanyalah informasi yang dilaporkan. Aku bahkan tidak bisa mengecek kebenaran informasi yang masuk.
Bersambung
\============================================================
Halo semuanya.
Kembali, author ingin mengucapkan terima kasih atas like, komentar, dan dukungan para pembaca. Semua dukungan tersebut sangat berarti untuk Author. Bagi yang mau lihat-lihat ilustrasi, bisa cek di ig @renigad.sp.author.
Dan, seperti biasa, author akan endorse artist yang gambarnya di cover. Saat ini, ilustrator yang gambarnya digunakan sebagai cover adalah ilustrator pixiv, 千夜 atau QYS3. Jadi, sebelumnya, author hanya jalan-jalan di pixiv, cari original content, trus pm artistnya. Karena bukan hasil komis, melainkan public content, author pun tidak mengeluarkan uang.
Jadi, promosi di bagian akhir adalah sesuatu yang author lakukan dengan sukarela karena sang artis telah memperbolehkan author untuk menggunakan gambarnya meski sebenarnya sudah jadi public content. Jadi, para reader bisa membuka pixiv page dan like galerynya di https://www.pixiv.net/member.php?id=7210261 atau follow twitternya di https://twitter.com/QYSThree. Dua-duanya juga bisa.
Selain QYS3, author juga telah mendapatkan sebuah cendera mata dari pokarii yang bisa dipost di akhir cerita.
Sekali lagi, terima kasih bagi semua reader yang telah like dan komen. Dukungan kalian sangat lah berarti bagi author. Terima kasih juga atas ucapan lekas sembuhnya. Author benar-benar berterima kasih.
Sampai jumpa di chapter selanjutnya
__ADS_1