
"Nina bobo ... oh ... nina bobo ... kalau tidak bobo digigit nyamuk."
Dengan peti arsenal di punggung dan tombak tiga mata di tangan, aku bernyanyi lantang, membiarkan suaraku terdengar di seluruh penjuru istana.
Meski bernyanyi lantang, hanya beberapa orang yang akan mendengarnya. Sama seperti saat aku membersihkan keluarga Fafniari, Yuan sudah mengirim tawaran dan ancaman kepada seluruh karyawan dan pekerja di istana. Bahkan, jumlah penjaga yang masih ada di istana jauh lebih sedikit dibanding kediaman Fafniari. Gara-gara hal ini, aku cukup bosan.
"Akhirnya kamu datang, pengkhianat!"
Laki-laki tua tanpa rambut, Eliot, menyambutku.
Aku tiba di aula yang dulu digunakan untuk inaugurasi kemenangan battle royale. Namun, di dalam aula ini tidak ada raja, permaisuri, atau keluarga kerajaan. Hanya ada regal knight di ruangan ini. Dan, bukan hanya generasi ini, tapi juga regal knight sebelumnya. Jumlahnya hampir 80 orang.
"Boleh aku tahu apa yang kalian lakukan di sini?"
Seharusnya, kebenaran mengenai aku membunuh keluarga kerajaan adalah hal yang sangat rahasia. Hanya intelijen yang melayaniku, Agade, dan keluarga Emir yang tahu. Di luar itu? Tidak ada! Mungkin beberapa orang yang melakukan kontak dengan Fahren tahu. Namun, tidak ada informasi yang menyatakan Fahren melakukan komunikasi dengan Regal Knight.
Menggunakan proses eliminasi, hanya satu orang yang mungkin menjadi pengkhianat, Rahayu.
"Kami mendengar semuanya dari permaisuri Rahayu. Kau memanipulasi Emir. Setelah membunuh permaisuri Rahayu, Emir, sebagai keluarga kerajaan terakhir, akan dipaksa kembali ke istana. Dan, kau sebagai suami Emir, akan menjadi pihak yang paling diuntungkan, menjadi Raja Bana'an."
"PFFTTT" Aku menyembur. "Haha, haha ... hahahahahahaha."
Aku tidak bisa menahan tawaku. Bahkan, aku harus menunduk dan memegangi perut, mulas. Aku terus dan terus tertawa. Beberapa kali aku berusaha berhenti, tapi, satu detik kemudian, tawa kembali muncul.
Konyol! Benar-benar konyol! Aku sama sekali tidak menduga bagaimana para regal knight ini percaya pada ucapan Rahayu. Maksudku, aku ... sial! Aku tidak bisa berpikir! Tawa yang terus muncul ini memecahkan konsentrasiku. Hahahaha!
"Gin, kamu tidak apa-apa?"
"Maaf kami terlambat."
"Hah?"
Aku, masih dengan tangan memegang perut dan mata setengah menangis, melihat ke belakang. Dua sosok yang kukenal muncul. Laki-laki berambut coklat cepak dan perempuan berdada datar, Zage dan Ufia.
"Ah, sebentar ..." Aku menahan nafas sejenak. "Oke. Akhirnya aku bisa berhenti tertawa."
Selama ini, aku tidak pernah peduli dengan regal knight karena mereka hanya atraksi kerajaan. Jadi, aku tidak tahu nasib mereka setelah eksekusi keluarga kerajaan. Apa mereka hanya diam saja? Atau apa? Entahlah. Aku sama sekali tidak tahu. Dan lagi, regal knight kerajaan ini lemah, sama sekali bukan ancaman.
Ada alasan lain kenapa Regal Knight tidak menjadi ancaman. Mereka masih memegang kode etik kesatria. Bahkan, saat tadi aku terpingkal-pingkal, tidak ada seorang pun yang melancarkan serangan. Mereka hanya diam, menantiku selesai tertawa.
__ADS_1
"Jadi, apa kalian ada di pihakku?"
"Kami ada di pihakmu."
"Benar, kami ada di pihakmu. Dan lagi, tidak mungkin seorang murid melawan gurunya."
Mereka membantuku? Apakah Yurika dan Jeanne sudah menemui mereka diam-diam? Seharusnya pergerakan semua agen diawasi. Ya, aku menetapkan siasat saling mengawasi pada agen schneider dan intelijen. Dan, untuk menambah kredibilitas informasi, aku juga meminta Agade, Akadia, dan beberapa mercenary di bawah Jin untuk melakukan pengawasan.
"Apakah mereka sudah menemui kalian?"
Zage dan Ufia mengangguk. Mereka paham kalau orang yang aku maksud adalah Yurika dan Jeanne.
Kalau Yurika dan Jeanne melakukan kontak dengan Zage dan Ufia, seharusnya aku juga tahu. Kecuali mereka sudah melapor ke Yuan dan dia memutuskan untuk tidak mengatakannya padaku. Ya, sudahlah. Aku tidak terlalu mempermasalahkan hal ini karena hasilnya tidak merugikanku.
"Terima kasih atas tawarannya. Niat kalian sudah lebih dari cukup. Namun, aku tidak membutuhkan bantuan kalian."
Zage menggeleng. "Tidak, Gin. Yang aku maksud adalah biar kamu diam saja. Biar kami yang mengatasi mereka."
"Mereka hanya diperdaya. Setelah mereka, kamu akan mengincar keluarga mereka, kan?"
Ya, tentu saja. Maksudku, kalau keluarga para regal knight ini tahu yang membunuh mereka adalah aku, suatu saat nanti, pasti ada anggota keluarga yang ingin membalas dendam. Kalau dibiarkan, hidupku akan diganggu. Setelah yang mengincarku terbunuh, pasti, ada orang lain yang berusaha membalas dendam. Kalau begini terus, jumlah orang yang ingin membalas dendam tidak akan ada habisnya.
Dengan melakukan pembersihan, semua anggota keluarga yang mungkin memiliki hubungan sudah dibunuh sejak awal. Jadi, kemungkinan pembalasan dendam hampir tidak ada.
Orang mungkin berpikir metode pembersihan adalah cara kuno dan barbar. Namun, justru sebaliknya. Di masa lalu, pembersihan adalah metode terakhir yang akan diambil. Kenapa? Karena, dulu, pendidikan adalah privilege yang hanya didapat oleh bangsawan. Rakyat jelata tidak memiliki akses pada pendidikan.
Di zaman modern, rakyat jelata mendapat akses pendidikan yang sama dengan bangsawan. Dengan kata lain, semua orang memiliki kompetensi dasar yang sama. Dan hal ini mengakibatkan pembersihan menjadi lebih sering terjadi pada masa modern. Kalau ada bangsawan membuat masalah tapi tidak mau dilepas dari posisi, atau membuat masalah serius lain, tinggal dibersihkan lalu cari rakyat jelata untuk dinobatkan menjadi bangsawan baru, menggantikan bangsawan yang dibersihkan.
Dan lagi, jumlah penduduk di saat ini, bisa dibilang, tinggi sekali. Jadi, pembersihan juga bisa menjadi alternatif menekan jumlah penduduk. Pembersihan adalah solusi yang tepat. Aku bukan bangsawan atau keluarga kerajaan, tapi setuju dengan hal ini.
"Jadi, kalian ingin mencegahku melakukan pembersihan?"
Ufia dan Zage mengangguk.
"Maaf, tapi permintaan kalian ditolak. Mereka adalah orang-orang yang buta dengan status bangsawan dan kode etik bangsawan. Walaupun kalian mengalahkan mereka pada pertarungan adil 1 lawan 1, berapa besar kemungkinan mereka akan mendengarkan?"
Tidak ada jawaban. Zage dan Ufia mengalihkan pandangan.
"Ya, mereka tidak akan mendengarkan. Bahkan, kalau tahu yang sebenarnya terjadi, tidak mungkin mereka membiarkanku begitu saja, kan? Kalian berdua beruntung karena MEREKA masih hidup dan menghubungi kalian. Kalau tidak? Aku tidak akan terkejut kalau saat ini kalian berdiri di sana, bersama orang-orang ini."
__ADS_1
Masih belum ada jawaban.
"Tidak ada sanggahan? Aku menunggu."
Tidak ada sanggahan muncul. Tampaknya, Ufia dan Zage sudah sadar kalau usaha mereka akan sia-sia.
Aku mengalihkan pandangan ke puluhan regal knight yang sudah berbaik hati menunggu. Mereka benar-benar memegang kode etik kesatria.
"Informasi. Normalnya, aku akan langsung membunuh kalian dan juga membersihkan keluarga kalian."
Ketika mendengarku, para regal knight membelalakkan mata. Bahkan, beberapa sudah mengambil kuda-kuda, siap melanggar kode etik kesatria.
"Namun, menghormati Ufia dan Zage, aku memberi kalian pilihan. Bagi mereka yang tetap memberi perlawanan, setelah pertarungan ini selesai, pembersihan menanti keluarga yang melawan. Namun, bagi mereka yang mundur, aku akan menganggap kalian tidak pernah datang ke tempat ini, tidak akan ada pembersihan. Silakan dipilih."
Bersambung
\============================================================
Halo semuanya.
Kembali, author ingin mengucapkan terima kasih atas like, komentar, dan dukungan para pembaca. Semua dukungan tersebut sangat berarti untuk Author. Bagi yang mau lihat-lihat ilustrasi, bisa cek di ig @renigad.sp.author.
Dan, seperti biasa, author akan endorse artist yang gambarnya di cover. Saat ini, ilustrator yang gambarnya digunakan sebagai cover adalah ilustrator pixiv, 千夜 atau QYS3. Jadi, sebelumnya, author hanya jalan-jalan di pixiv, cari original content, trus pm artistnya. Karena bukan hasil komis, melainkan public content, author pun tidak mengeluarkan uang.
Jadi, promosi di bagian akhir adalah sesuatu yang author lakukan dengan sukarela karena sang artis telah memperbolehkan author untuk menggunakan gambarnya meski sebenarnya sudah jadi public content. Jadi, para reader bisa membuka pixiv page dan like galerynya di https://www.pixiv.net/member.php?id=7210261 atau follow twitternya di https://twitter.com/QYSThree. Dua-duanya juga bisa.
Selain QYS3, author juga telah mendapatkan sebuah cendera mata dari pokarii yang bisa dipost di akhir cerita.
Sekali lagi, terima kasih bagi semua reader yang telah like dan komen. Dukungan kalian sangat lah berarti bagi author. Terima kasih juga atas ucapan lekas sembuhnya. Author benar-benar berterima kasih.
Sampai jumpa di chapter selanjutnya
__ADS_1