
[Apa kalian mendapat tawaran itu?]
[Saya tidak mendapatkan tawaran, tapi saya mendengar rumor yang beredar.]
Benar. Informasi yang diucapkan oleh Rina hanyalah rumor tanpa dasar yang beredar di pasar gelap.
"Namun," Putri keempat Feodal Lord Ursia masuk. "Rumor ini menjelaskan kenapa ibu sangat bersemangat ketika mengirim militer ke Anshan minggu lalu."
Ucapan Putri keempat Feodal Lord Ursia membuat Lord Inshu terdiam. Mulut Lord Inshu terbuka, tapi tidak ada kata yang muncul.
Ketika mendengar ucapan Putri Keempat Feodal Lord Ursia, aku juga terdiam. Jadi, kemungkinan, militer Peer dan Ursia yang masuk ke wilayah Anshan beberapa hari lalu bukanlah kebetulan. Feodal Lord yang sebelumnya termakan rumor ini.
Kalau seperti ini, aku tidak akan terkejut kalau, lagi-lagi, Ibu Amana berada di balik layar. Dengan menyebarkan rumor ke kalangan bangsawan, secara tidak langsung, Ibu Amana berhasil menculikku, kan? Dengan mengonfrontasi dan mencoba menarikku ke pihaknya, Ibu Amana mengukuhkan statusnya sebagai Ratu Jahat, antagonis.
Aduh, perutku sakit. Semua ini membuatku stres. Semoga saja asam lambung tidak memunculkan kanker di sistem pencernaanku.
"Kalau ucapan Tuan Putri Rina dan Feodal Lord Ursia adalah benar," Zortac masuk. "Maka, setelah ini, yang akan menjadi target adalah wilayah para Feodal Lord sekalian. Kalau sudah dicap sebagai pengkhianat, wilayah ibu-ibu dan bapak-bapak bisa diambil alih oleh Feodal Lord lain, kan?"
Ketika mendengar pernyataan Zortac, wajah Feodal Lord di layar mulai membiru, panik.
"Kami militer Bana'an bisa memberi bantuan, melakukan intervensi. Namun, seperti yang saya katakan di awal, kami hanya akan melakukannya apabila Tuan Putri Rina berkenan."
Zortac, sejak awal, benar-benar masuk di saat yang tepat. Dan, dia juga selalu memberi posisi pembuat keputusan ke Rina. Zortac tahu bagaimana membuat orang lain bersinar. Di saat ini, pengalaman bernegosiasinya tampak.
Rina dan Zortac bertukar pandang sejenak dan mengangguk.
"Seperti yang–"
__ADS_1
[Maaf Lord ....]
Tiba-tiba beberapa suara asing terdengar dari layar. Tampaknya, ada orang yang menginterupsi konferensi di sisi lain layar. Dan, benar saja, terlihat orang datang dan berbisik ke Feodal Lord yang sedang mengikuti konferensi.
Feodal Lord yang mendengar bisikan membelalak dan menatap orang yang datang dengan tajam. Menjawab tatapan Feodal Lord, orang yang melapor mengangguk, tampak membenarkan laporannya.
[Mayor Kolonel Zortac, apakah militer Bana'an bisa menuju ke wilayah–]
[Dengan ini saya menyatakan dukungan pada Tuan Putri Rina. Tuan Putri Rina, saya mohon bantuannya–]
[Tuan Putri Rina, saya memohon–]
Para Feodal Lord saling memotong, meminta bantuan. Tampaknya rencanaku sudah mulai muncul ke permukaan.
"Maaf, ibu-ibu, bapak-bapak, bisa tolong jelaskan apa yang terjadi."
Video dukungan Feodal Lord kepada Rina, seharusnya, tidak bisa diakses melalui internet Kerajaan Nina. Namun, dengan jalur pasar gelap, aku memastikan video itu tersebar tanpa internet. Bagaimana caranya? Mudah saja. Tinggal suruh pasar gelap meletakkan video itu di komputer umum atau semacamnya. Bahkan, ada beberapa organisasi yang berani menjamin akan meretas video di toko dan mal untuk menayangkannya.
Begitu video ini menyebar, para Feodal Lord yang mendukung Rina akan dicap sebagai pengkhianat. Feodal Lord lain pun memiliki hak untuk menyerang. Dengan tambahan rumor yang beredar, soal penambahan wilayah kuasa, tidak butuh waktu lama untuk militer masing-masing daerah bergerak.
Rencana ini akan membuat para Feodal Lord terdesak. Mungkin mereka bisa bertahan kalau yang menyerang hanya satu wilayah. Namun, kalau seluruh Kerajaan Nina? Tidak akan mungkin.
Rina menoleh ke arahku. Tampaknya dia menyadari kalau aku yang merencanakan semua ini. Begitu melihatku mengangguk, Rina kembali menoleh ke layar.
"Para Feodal Lord sekalian, kami akan berkoordinasi lebih lanjut mengenai pengiriman bantuan ke setiap wilayah. Mayor Jenderal Zortac, apakah ada hal lain yang Anda butuhkan selain persetujuan saya?"
"Sebenarnya tidak karena Bana'an dan kerajaan Nina sedang berperang. Namun, akan jauh lebih baik kalau para Feodal Lord sekalian mengupload video permintaan bantuan kepada kami, seperti video deklarasi dukungan kemarin. Konferensi ini bisa direkam, tapi ada kemungkinan internasional meragukan keasliannya. Dengan video permintaan bantuan, kami akan bisa bergerak lebih leluasa. Dan, yang paling penting. Kami tidak akan mendapat perlawanan dari warga lokal."
__ADS_1
Rina mengangguk lalu kembali melihat layar. "Para Feodal Lord sekalian, kalian sudah mendengarnya, kan?"
Bersambung
\============================================================
Halo semuanya.
So\, saat ini\, author dah ga pake FF**UU**CC**KK OFF lagi untuk reply komen promo\, tapi dah pake kearifan lokal pake kata guuooblogg. Dan kliatannya dah ada yang kebakar. wkwkwkwk. Padahal di prolog dah ada larangan\, sepanjang chapter juga ga ngitung berapa kali bikin chapter pengumuman larangan promo. Bahkan (mungkin) sudah ada yang sadar kalau peringatan sudah diletakkan di sinopsis/blurb. Kalau masih promo\, berarti sudah siap menerima reply nya dong. wkwkwkwk.
Seperti biasa, author akan endorse artist yang gambarnya digunakan untuk cover. Saat ini, ilustrator yang gambarnya digunakan sebagai cover adalah ilustrator pixiv, 千夜 atau QYS3. Jadi, sebelumnya, author hanya jalan-jalan di pixiv, cari original content, trus pm artistnya. Karena bukan hasil komis, melainkan public content, author pun tidak mengeluarkan uang.
Jadi, promosi di bagian akhir adalah sesuatu yang author lakukan dengan sukarela karena sang artis telah memperbolehkan author untuk menggunakan gambarnya meski sebenarnya sudah jadi public content. Jadi, para reader bisa membuka pixiv page dan like galerynya di https://www.pixiv.net/member.php?id=7210261 atau follow twitternya di https://twitter.com/QYSThree. Dua-duanya juga bisa.
Selain QYS3, author juga telah mendapatkan sebuah cendera mata dari pokarii yang bisa dipost di akhir cerita.
Sekali lagi, terima kasih bagi semua reader yang telah like dan komen. Dukungan kalian sangat lah berarti bagi author. Terima kasih juga atas ucapan lekas sembuhnya. Author benar-benar berterima kasih.
Sampai jumpa di chapter selanjutnya
__ADS_1