
~Rina POV~
"Sialll!!!!"
Aku sudah tahu kalau Lugalgin akan melakukan hal ini. Namun, aku sama sekali tidak menduga dia akan melakukannya secepat ini.
Belum ada setengah hari sejak Nina mendeklarasikan perang ke Bana'an karena berita kematianku dan Tera palsu itu, tapi kini Mariander dan Nina sudah terlibat konflik tanpa deklarasi perang. Dengan keadaan ini, kondisi perang adalah tiga arah tanpa aliansi, sebuah battle royale. Sebuah kondisi dimana Nina bisa menggaet Mariander sebagai sekutu telah hilang.
Meski di luar tampak bagai battle royale, sebenarnya, peperangan ini sangat tidak berimbang. Kerajaan Mariander memiliki tiga pihak yang aktif, pemerintah, revolusioner, dan pasar gelap. Revolusioner jelas-jelas menentang pemerintah. Di lain pihak, pasar gelap Mariander hanya mengikuti uang. Dan, sayangnya, uang yang menggerakkan mereka berasal dari kerajaan ini. Jadi, di Mariander ada dua sisi memihak Lugalgin dan satu sisi melawan Lugalgin.
Di kerajaan ini, Bana'an, juga terbagi menjadi tiga pihak. Pihak kerajaan, pihak intelijen dan pasar gelap A, dan pasar gelap B. Pihak kerajaan, intelijen, dan pasar gelap A berada di pihak Lugalgin. Hanya pasar gelap B yang menentang Lugalgin. Jadi, kondisinya adalah tiga lawan satu.
Di kerajaan Nina, meski ada pasar gelap, seharusnya mereka tidak aktif. Hanya Kerajaan lah yang aktif. Namun, aku tidak bisa menggunakan asumsi itu lagi. Serangan di perbatasan Mariander dan Nina menunjukkan kalau pasar gelap, atau sebagian mercenary, memihak pada Lugalgin, pihak yang membayar. Meski pasar gelap Nina adalah minoritas, mereka bisa menjadi masalah kalau mendapatkan bantuan dana dari kerajaan ini, terutama Lugalgin.
Aku jadi penasaran, berapa banyak dana yang dialirkan oleh kerajaan ini untuk membayar pasar gelap dan revolusioner di Mariander dan Nina? Dan, dari mana semua dana itu berasal? Apakah dari kantong pribadi Lugalgin? Atau dari anggaran kerajaan Bana'an? Atau dia mengambil dana Agade?
Ah! Terlalu banyak informasi yang tidak jelas! Aku benci situasi ini!
Dan, sialnya lagi, kerajaan ini benar-benar masih mempertahankan status quo sejak masa sebelum pendirian! Aku benci dengan pasar gelap kerajaan ini yang terlalu menjunjung tinggi kode etik dan aturan! Kenapa sih pasar gelap kerajaan ini tidak menurut pada uang seperti pasar gelap Mariander dan Nina?
"Dimana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Kau ada di pasar gelap Kerajaan Bana'an. Jadi, kau harus menuruti aturan kami. Mengerti, orang luar?"
Aku masih kesal dengan perwakilan Orion dan Quetzal yang mengatakan hal itu padaku. Mereka menolak dana yang kuberikan hanya karena alasan sedang dalam masa gencatan senjata? Bahkan, mercenary Ukin yang dikabarkan adalah murid Lacuna, juga menolak dengan alasan yang sama! Masa gencatan senjata!
__ADS_1
Mereka semua mengatakan akan mempertimbangkan tawaran bekerja sama denganku dan Nina setelah 6 hari, setelah masa gencatan senjata. Mereka bercanda kan? Aku butuh secepatnya! Bahkan hari ini kalau perlu! Sial!
Oh, leluhur. Kenapa kau membuat hukum kerajaan di tempat ini begitu lemah tapi aturan dan kode etik pasar gelap begitu kuat?
"Permisi, nona. Apakah anda baik-baik saja?"
Sebuah suara di balik pintu menyadarkanku dari kemarahan. Tanpa aku sadari, ruangan ini sudah berantakan, menjadi korban kemarahanku yang melempar dan merusak semua barang.
Tidak. Tidak. Aku tidak boleh menarik perhatian atau Lugalgin bisa mengetahui keberadaanku.
Tarik nafas, buang. Tarik nafas dalam-dalam, buang. Aku tidak boleh termakan emosi.
Aku berjalan ke pintu. "Tidak apa-apa. Maaf kalau sudah mengganggu pengunjung lain."
"Jika Anda membutuhkan sesuatu atau ada yang tidak berkenan, Anda bisa menghubungi kami."
Suara dan keberadaan orang itu pun menghilang dari balik pintu.
Aku kembali ke kasur, merebahkan diri. Sepenuh hati, aku membuka laci meja di samping kasur dan mengambil liontin. Di dalam liontin ini, terpasang sebuah foto laki-laki berambut perak agak panjang. Mata biru cerahnya menunjukkan sebuah cahaya kehidupan yang belum ternoda. Begitu murni. Ah, malaikatku.
Walaupun terpaksa meledakkan Tera palsu itu, aku tetap merasa bersedih ketika harus menghancurkan tubuh yang mirip denganmu.
Lugalgin brengsek! Kenapa kau harus memenangkan battle royale dan menunjukkan kalau kau adalah inkompeten? Kalau kau tidak memenangkan, tidak! Kalau kau tidak muncul di battle royale, ibu tidak akan pernah tahu kalau ada inkompeten lain! Dia tidak akan menyandera Tera dan memaksaku menjalankan tradisi ini!
Di lain pihak, aku tidak paham dengan jalan pikiran ibu. Kenapa dia begitu bersikeras untuk menjadikan Lugalgin seorang Raja? Kalau tidak ingin menjadi ratu, kenapa dia tidak mulai membuat rencana untuk mengubah Nina menjadi republik seperti yang dilakukan inkompetendari Mariander itu? Atau negara serikat?? Atau negara kesatuan? Kalau ibu melakukan hal ini, dia tidak perlu menjadi Ratu, kan? Dan kalau dia melakukannya, aku tidak akan berada di posisi sulit ini.
Ah, sudahlah! Memikirkan semua hal itu juga percuma. Saat ini, aku hanya bisa menuruti ibu agar Tera aman.
__ADS_1
Aku memeluk liontin ini erat.
Tera, maafkan kakak karena tidak mampu menyelesaikan urusan ini lebih cepat. Kakak harap kamu baik-baik saja. Harap bersabar. Setelah Nina kalah, kakak akan membawamu pergi ke pengasingan, jauh dari semua politik kerajaan dan hiruk pikuk urusan keluarga Alhold. Kakak berjanji.
Bersambung
\============================================================
Halo semuanya.
Kembali, author ingin mengucapkan terima kasih atas like, komentar, dan dukungan para pembaca. Semua dukungan tersebut sangat berarti untuk Author. Bagi yang mau lihat-lihat ilustrasi, bisa cek di ig @renigad.sp.author.
Dan, seperti biasa, author akan endorse artist yang gambarnya di cover. Saat ini, ilustrator yang gambarnya digunakan sebagai cover adalah ilustrator pixiv, 千夜 atau QYS3. Jadi, sebelumnya, author hanya jalan-jalan di pixiv, cari original content, trus pm artistnya. Karena bukan hasil komis, melainkan public content, author pun tidak mengeluarkan uang.
Jadi, promosi di bagian akhir adalah sesuatu yang author lakukan dengan sukarela karena sang artis telah memperbolehkan author untuk menggunakan gambarnya meski sebenarnya sudah jadi public content. Jadi, para reader bisa membuka pixiv page dan like galerynya di https://www.pixiv.net/member.php?id=7210261 atau follow twitternya di https://twitter.com/QYSThree. Dua-duanya juga bisa.
Selain QYS3, author juga telah mendapatkan sebuah cendera mata dari pokarii yang bisa dipost di akhir cerita.
Sekali lagi, terima kasih bagi semua reader yang telah like dan komen. Dukungan kalian sangat lah berarti bagi author. Terima kasih juga atas ucapan lekas sembuhnya. Author benar-benar berterima kasih.
Sampai jumpa di chapter selanjutnya
__ADS_1