I Am No King

I Am No King
Chapter 318 – Bantuan


__ADS_3

"Oke! Oke! Cukup! Aku tahu kalian pengantin baru, tapi gak sebegitunya juga."


"Kalian?" Emir mengalihkan pandangan ke Rina. "Rina, apa kamu lupa kalau kamu juga pengantin baru?"


"Ukh ..."


Inanna menambahkan, "Apa kamu lupa siapa yang setiap malam melakukannya paling lama dan intens?"


Sebagai tersangka, Rina memalingkan wajah. Tujuannya memang agar saat tidur tidak histeris. Tapi itu tidak mengubah fakta kalau dia memang yang meminta hubungan paling lama dan intens.


Setelah upacara pernikahan, hanya malam pertama lah aku bisa mendapatkan istirahat. Malam kedua dan seterusnya? Hampir tidak ada. Aku harus memuaskan tiga istriku ini setiap malam. Jam tidurku yang sebelumnya sudah berantakan kini semakin berantakan.


Setiap malam, aku baru bisa tidur sekitar jam 3 pagi, setelah ketiga istriku puas. Meskipun tidur jam 3 pagi, aku tetap bangun pagi, jam biologis bekerja. Namun, mungkin karena tidur malam kurang, kini aku selalu tidur di sore hari, satu atau dua jam.


"Oke. Oke. Sudah cukup. Sekarang, kita kembali ke pokok permasalahan. Kondisinya adalah seperti ini."


Berkat ancaman Stella, kini, pasar gelap Bana'an tidak berani macam-macam atau melakukan perlawanan. Bahkan, kini, organisasi-organisasi yang ada mulai menjilat 3 dari enam pilar yang tersisa. Mereka berharap bisa mengisi 3 kursi kosong di enam pilar.


Memanfaatkan momentum, aku meminta agar Yuan dan Ibla untuk menyebarkan informasi kalau Agade akan melebarkan sayap ke kerajaan sekitar. Akadia dan Quetzal tidak mau kalah. Mereka juga berlomba dengan Agade untuk melebarkan sayap. Namun, yang termakan informasi ini, adalah organisasi-organisasi non enam pilar.


Sementara Agade, Quetzal, dan Akadia berjalan dengan damai dan perlahan, organisasi-organisasi Bana'an justru langsung bergerak, mencari koneksi dengan pasar gelap kerajaan sekitar. Organisasi yang bergerak, tentu saja, berharap hadiah yang sepadan dari koneksi yang dibuat. Hadiah apa yang mereka inginkan? Tentu saja bantuan untuk menduduki posisi enam pilar. Dan, lalu, tadi malam ada satu organisasi yang berhasil membuat koneksi yang sangat meyakinkan.


Organisasi yang bersangkutan bernama Igris. Entah bagaimana caranya, Igris mampu mendapatkan koneksi dan membuat janji dengan beberapa feodal lord Kerajaan Nina di perbatasan. Bukan hanya itu. Mereka juga telah membuat rencana dan perhubungan dari Bana'an menuju wilayah tersebut. Semuanya telah diperiksa oleh Yuan dan Ibla. Mereka menyatakan hasil pekerjaan Igris adalah nyata dan aman.


"Dalam waktu dekat, mungkin minggu depan atau bahkan minggu ini, kita akan mendatangi wilayah feodal lord yang bersangkutan."


"Gin, apa kamu tidak khawatir ini jebakan?"


"Jangan khawatir, Rina. Aku sudah memiliki rencana walaupun ini jebakan."


Ketika tiga dari enam pilar bersatu, tidak ada yang tidak mungkin.


"Pertemuan ini bersifat rahasia. Setidaknya sampai kita tiba di wilayah mereka. Rencananya, setelah tiba, mereka akan mendeklarasikan dukungan padamu. Namun, tentu saja, mereka tidak memberikan dukungan secara cuma-cuma. Tidak mau tahu bagaimana caranya, orang-orang ini ingin pertahanan wilayah mereka diperkuat. Tidak ada gunanya mendukung kita kalau minggu setelahnya mereka diratakan oleh militer Nina, kan?"

__ADS_1


Rina tidak memberi respons. Kepalanya menghadap ke layar, tapi pandangannya entah kemana. Matanya tampak kosong.


"Gin," Emir masuk. "Kalau boleh tahu, wilayah mana yang akan kita datangi?"


"Dan jalur yang akan kita lewati?"


Aku tersenyum. "Akhirnya kalian menanyakan hal itu. Wilayah yang akan kita datangi adalah Kota Meridian. Ibu kota dari wilayah Anshan."


"Hah?" Rina berteriak, kembali dari lamunannya. "Anshan? Kamu tidak bercanda kan Gin? Daerah itu berada di selatan Kerajaan Nina, di jajaran pegunungan Hamurina! Tidak ada penerbangan internasional ke tempat itu! Jalur darat pun memiliki penjagaan yang ketat. Paling ketat di kerajaan Nina! Bahkan, daripada ke Anshan, akan lebih mudah untuk kita ke ibukota Kerajaan Nina, Naynawa."


Wow, bersemangat sekali istri ketigaku ini. Seperti ucapan Rina, penjagaan di perbatasan Anshan adalah yang paling ketat. Hal ini disebabkan Anshan sebagai produsen senjata terbesar di Nina.


"Tapi Rina, saat ini, tujuan kita bukanlah ibukota. Dan lagi, justru kalau feodal lord ini bisa memberikan dukungan, sekali tepuk dua lalat. Selain mendapat dukungan untukmu, kita juga bisa melemahkan kekuatan tempur Nina."


"Tapi..."


Rina tampak ragu, tapi tidak melanjutkan ucapannya.


"Gin,"


"Kamu bilang feodal lord itu membutuhkan penjagaan. Tapi, bukankah daerah itu adalah penghasil senjata terbesar kerajaan Nina? Kenapa mereka membutuhkan penjagaan? Rasanya, tidak masuk akal."


Yap, seperti ucapan Emir. Untuk sekilas, akan tampak aneh ketika wilayah yang menjadi produsen senjata terbesar meminta perlindungan. Namun, tentu saja, hal ini ada sebabnya.


"Biar aku yang jawab," Rina menawarkan diri. "Emir, meski produsen senjata terbesar, Anshan tidak memiliki senjata selain yang diberi atau disetujui oleh pemerintah pusat. Bukan hanya senjata. Semua barang komoditas yang beredar di Anshan adalah yang telah disetujui jumlahnya oleh pemerintah pusat. Dan, hal ini tidak hanya berlaku di Anshan. Kerajaan Nina memberlakukan hal ini ke semua wilayah"


Rina mulai menjelaskan mengenai sistem sirkulasi barang di Kerajaan Nina.


Di kerajaan Nina, semua wilayah harus melakukan perjanjian melalui pemerintah pusat, kerajaan. Pihak kerajaan lah yang akan menentukan nilai dan jumlah barang yang keluar masuk setiap wilayah. Jika ada yang mencoba melakukan transaksi di luar persetujuan kerajaan, wilayah tersebut akan dianggap membelot atau menyiapkan pemberontakan.


Sistem ini, tentu saja, mencegah setiap wilayah kerajaan Nina untuk mandiri. Pihak kerajaan Rina juga melakukan survei secara rutin ke setiap wilayah. Wilayah dengan penilaian dan peringkat tinggi, otomatis, akan mendapat sirkulasi barang lebih banyak. Penilaian didasarkan pada kontribusi wilayah tersebut kepada kerajaan. Hal ini membuat setiap wilayah berlomba-lomba untuk memberikan kontribusi sebesar-besarnya.


Sekilas, kondisi setiap wilayah yang ingin berkontribusi untuk kerajaan memberi kesan nasionalisme yang tinggi. Namun, yang terjadi, justru sebaliknya. Setiap wilayah berusaha memberi kontribusi besar dengan harapan dapat menimbun barang sebanyak-banyaknya.

__ADS_1


Di lain pihak, sebenarnya, ada batas maksimal sirkulasi barang yang disetujui oleh Kerajaan. Hal ini dilakukan untuk mencegah penimbunan barang oleh wilayah. Tanpa timbunan barang, pemberontakan tidak akan terjadi. Walaupun tetap terjadi pemberontakan, tidak akan lama karena barang-barang yang dibutuhkan akan cepat habis. Meski tidak ada pernyataan resmi, para feodal lord sudah bisa memperkirakannya.


Emir mengangguk. "Jadi itu ya sebabnya wilayah Anshan meminta perlindungan meskipun dia adalah produsen senjata terbesar."


"Aku berpendapat," aku masuk. "Anshan, nanti, tidak hanya meminta perlindungan, tapi juga suplai barang kebutuhan pokok. Iya kan, Rina?"


Rina mengangguk.


Bersambung


 


 


\============================================================


Halo semuanya.


Kembali, author ingin mengucapkan terima kasih atas like, komentar, dan dukungan para pembaca. Semua dukungan tersebut sangat berarti untuk Author. Bagi yang mau lihat-lihat ilustrasi, bisa cek di ig @renigad.sp.author.


Dan, seperti biasa, author akan endorse artist yang gambarnya di cover. Saat ini, ilustrator yang gambarnya digunakan sebagai cover adalah ilustrator pixiv, 千夜 atau QYS3. Jadi, sebelumnya, author hanya jalan-jalan di pixiv, cari original content, trus pm artistnya. Karena bukan hasil komis, melainkan public content, author pun tidak mengeluarkan uang.


Jadi, promosi di bagian akhir adalah sesuatu yang author lakukan dengan sukarela karena sang artis telah memperbolehkan author untuk menggunakan gambarnya meski sebenarnya sudah jadi public content. Jadi, para reader bisa membuka pixiv page dan like galerynya di https://www.pixiv.net/member.php?id=7210261 atau follow twitternya di https://twitter.com/QYSThree. Dua-duanya juga bisa.


Selain QYS3, author juga telah mendapatkan sebuah cendera mata dari pokarii yang bisa dipost di akhir cerita.


Sekali lagi, terima kasih bagi semua reader yang telah like dan komen. Dukungan kalian sangat lah berarti bagi author. Terima kasih juga atas ucapan lekas sembuhnya. Author benar-benar berterima kasih.


Sampai jumpa di chapter selanjutnya


 


__ADS_1


__ADS_2