
"Jadi, apa tujuan tante Hervia menceritakan semua ini?"
Tante Hervia tidak langsung menjawab. Dia melempar pandangan dingin ke arahku. Sebelum menjawab, tante Hervia menenggak satu gelas teh dingin di kanannya.
"Kamu pasti sudah menyadari maksudku, tapi aku akan mengatakannya dengan tegas. Agade, Akadia, dan Guan, yang tidak dimiliki dan dijalankan oleh bangsawan adalah gangguan bagi kerajaan ini. Uang yang kalian dapatkan dari pasar gelap hanya lari ke dompet pribadi kalian, tidak ada kontribusi untuk keamanan dan stabilitas kerajaan ini."
Akhirnya tante Hervia mengatakannya. Dengan begini, kesalahpahaman sudah dicegah.
Untuk bagian Agade dan Guan, aku setuju karena kami memang tidak memberi kontribusi langsung pada keamanan dan stabilitas kerajaan, berbeda dengan bangsawan yang mengalokasikan banyak dana yang mereka dapat dari pasar gelap ke kerajaan. Walaupun membayar pajak, jumlah yang kami bayar hanyalah sebagian kecil, yang tercatat. Yang dari pasar gelap? Tentu saja tidak tercatat, jadi tidak terkena pajak.
"Untuk Agade dan Guan, aku setuju. Namun, sayangnya, untuk Akadia tidak," aku menyanggah. "Dari informasi yang kuhimpun, lebih dari setengah anggota Akadia adalah bangsawan. Dan bahkan, ibuku sendiri walaupun bukan bangsawan juga memberikan banyak sumbangan ke yayasan dan rumah sakit di kerajaan ini. Dan lagi, meski Akadia adalah organisasi pasar gelap, sebagian besar pemasukan mereka melalui jalur legal. Akadia hanya seperti perkumpulan orang-orang sukses. Jadi, pajak yang mereka bayar ke negara pun sangat besar."
Dan, sebagai catatan tambahan, salah satu dari empat anggota Badan Eksekutif Siswa SMA Eksas, Arde yang adalah bangsawan, berada di Akadia. Orang yang membawanya pun bangsawan.
"Dan, jujur, orang-orang seperti ibumu yang berada di zona abu-abu adalah orang yang paling mengganggu."
Ya, benar. Orang-orang seperti ibu adalah orang-orang yang paling mengganggu di pasar gelap kerajaan ini. Memang benar kalau ibu tidak berasal dari keluarga bangsawan, sehingga normalnya, uang yang dia raih akan masuk ke dompet pribadi. Namun, sayangnya, ibu memberikan sumbangan besar pada bidang sosial dan kesehatan kerajaan ini. Bahkan, tidak jarang juga ibu memberi bantuan langsung kepada korban bencana atau mengirimkan ransum ke medan perang.
Di lain pihak, ibu juga membantu para bangsawan untuk mendapatkan penghasilan sehingga daerah yang mereka kelola bisa stabil walaupun terjadi bencana atau hal tidak terduga lain. Dan walaupun terjadi hal tidak terduga, anggota lain Akadia baik bangsawan dan rakyat jelata akan memberi bantuan kepada bangsawan tersebut.
Secara sederhana, Akadia adalah sebuah organisasi pasar gelap yang paling ideal. Dan, sebagai efeknya, Akadia membuat organisasi pasar gelap lain terlihat buruk. Namun, sayangnya, organisasi seperti Akadia adalah anomali. Bahkan, anggotanya adalah kumpulan orang-orang anomali.
Dari informasi yang kudapat, hampir semua anggota Akadia adalah orang-orang hebat dan berbakat. Latar belakang mereka pun sangat mendukung seperti mendapatkan pendidikan yang memadai atau lingkungan tumbuh yang ideal. Jadi, ketika melihat ketidakadilan, mereka lebih tergugah dari orang lain. Dan, tentu saja, organisasi lain tidak bisa dituntut menjadi seperti Akadia.
Quetzal, Orion, dan Apollo dipimpin dan dijalankan oleh bangsawan. Meski melakukan perdagangan anak, mereka memiliki kewajiban kepada kerajaan. Jadi, sebagian orang menganggap hal ini bisa diterima.
Guan terdiri dari mercenary yang melakukan pekerjaan kotor semua orang, baik bangsawan, kerajaan, maupun pasar gelap. Dan lagi, Guan tidak melakukan perdagangan anak, jadi organisasi lain tidak bisa protes juga karena secara kemanusiaan mereka lebih unggul. Sedikit.
Agade tersusun oleh orang-orang yang disakiti dan menjadi korban pasar gelap Bana'an. Kabar ini sudah beredar luas. Jadi, walaupun uang yang didapatkan dari pasar gelap masuk ke kantung pribadi, tidak ada yang protes secara terbuka. Anggota Agade berhak mendapatkan semua uang dan kemewahan itu sebagai timbal balik atas apa yang dilakukan kerajaan kepada mereka.
"Lalu, apa yang tante Hervia inginkan? Apakah tante Hervia ingin pasar gelap kembali ke kondisi dulu? Memperjualbelikan anak dengan bebas? Kalau begitu, jika suatu ketika Orion hancur dan Illuvia dijual sebagai salah satu komoditi, tante Hervia tidak bisa protes dong."
"Lalu, apa kamu ada ide yang lebih baik?"
"Sebenarnya, keadaan sebelum ini adalah kondisi terbaik dimana setiap organisasi pasar gelap memiliki situasinya masing-masing. Namun, dengan hancurnya Apollo dan Guan, keadaan pun berubah. Belum lagi peperangan dengan kerajaan Nina. Karena perang tambahan ini, situasi dan kondisi Bana'an semakin memburuk."
"Dan peperangan dengan kerajaan Nina...."
Untuk satu hal, mengenai perang dengan Kerajaan Nina, kami sependapat.
"Jujur, kalau aku boleh bilang, lebih baik kita tidak usah terlalu memikirkan alasan dibalik perang pasar gelap ini."
"....hah?"
__ADS_1
"Yang kita lalui saat ini, perang pasar gelap, seperti namanya, adalah perang. Dan seperti halnya perang, semua pihak memiliki ideologi dan pendapatnya sendiri. Semua orang merasa paling benar. Jadi, daripada duduk dan membicarakan hal ini, kita selesaikan saja peperangannya. Dan, seperti biasa, biar sang pemenang yang menulis sejarah."
Tante Hervia tidak langsung memberi respon. Dia melihat tajam ke arahku, lagi. Namun, tidak lama kemudian, dia menghela nafas berat.
"Tampaknya aku memang tidak bisa mengubah pikiranmu, ya."
"Sayangnya tidak," aku menjawab sambil memberi senyuman. "Ngomong-ngomong, aku memiliki sebuah saran. Sebenarnya, ini bukan ideku sih. Aku sendiri sudah buntu. Ide ini berasal dari Emir. Tolong dengarkan baik-baik."
Aku memberi penjelasan mengenai ide Emir pada tante Hervia. Tante Hervia mendengarkan dengan saksama, tidak memotong sama sekali. Setelah beberapa saat, penjelasanku pun selesai.
"Bagaimana menurut tante?"
"Jujur, ide Emir sangat-sangat menarik. Hanya orang tidak rasional yang akan menolaknya. Namun, sayangnya, aku adalah satu dari orang tidak rasional tersebut."
"Meski sudah menduga jawaban tante Hervia, aku masih menyayangkannya. Boleh aku tahu alasannya, tante? Aku ingin mendengarnya langsung."
"Noblesse Oblige. Aku tidak mungkin kan meninggalkan wargaku begitu saja? Kalau aku melakukannya, menurutmu, berapa banyak warga yang akan tewas selama proses peralihan? Warga yang aku selamatkan melalui semua pengorbanan itu akan hilang sia-sia. Hal itu sama saja aku menyia-nyiakan pengorbanan mereka, kan?"
Tante, kamu mengatakannya seolah mereka mengorbankan diri dengan senang hati. Padahal, kamu merenggut pilihan itu dari mereka. Namun, aku sendiri tidak akan mempermasalahkan hal ini. Kalau Tante Hervia menerima ide ini, sama saja dia menerima kalau usahanya selama ini, melakukan semua pengorbanan itu, adalah sia-sia.
Apakah keputusan tante Rasional? Tidak. Tentu saja tidak. Tante Hervia sendiri sudah mengatakannya.
"Lalu, Gin, tambahan terakhir. Karena Bana'an dalam kondisi berperang melawan Nina, aku tidak ingin perang pasar gelap ini berlangsung lebih lama lagi. Jadi, aku memiliki sebuah saran. Setelah masa gencatan senjata berakhir, kita selesaikan semuanya dalam satu pertarungan. Bagaimana menurutmu?"
"Tidak usah. Masa gencatan senjata kita kurang dari satu minggu. Biar satu minggu terakhir ini kita habiskan untuk bersantai dan bersama keluarga."
"Baiklah kalau begitu. Aku bisa memastikan Agade setuju. Akadia bisa aku lobi, mudah. Tapi, bagaimana dengan Quetzal?"
"Aku akan melobi mereka. Pendiri dan pemimpin Quetzal adalah bangsawan dengan integritas sepertiku, tidak seperti Apollo yang suka membuat masalah. Quetzal pasti akan menyetujuinya."
Baiklah. Kalau saran tante Hervia berhasil, peperangan akan menjadi 2 vs 2.
Tante Hervia menyeringai. "Tampaknya, aku terpaksa harus membuat Illuvia bersedih setelah kamu tewas."
"Tante Hervia mengatakannya seolah Orion akan menang. Tapi, ya, meskipun Orion kalah dan tante tewas dalam proses, Illuvia tetap akan bersedih. Tapi, kalau Illuvia berpartisipasi dan tewas sebelum tante, setidaknya, dia tidak akan merasa sedih."
"Illuvia berpartisipasi? Apa yang membuat berpikir demikian?"
"Satu alasan, Maila. Dia....tunggu dulu, apa tante sudah tahu kalau Maila berpartisipasi pada perang pasar gelap ini?"
"Tidak. Ini adalah hal yang baru sampai di telingaku."
"Ung, selama ini, apakah ada perempuan bersama Ukin?"
__ADS_1
"Ya, ada satu perempuan..... dia Maila?"
Karena tante Hervia terkejut, aku bisa memperkirakan Maila mengenakan topeng silikon, mengubah wajahnya. Namun, aku agak terkejut tante Hervia tidak bisa mengenali Maila dari aura keberadaannya.
Apakah hanya kami murid Lacuna yang bisa mengenali orang lain cukup dari keberadaannya? Apakah kami aneh? Ya, sudahlah.
"Tante, Maila adalah alasan kenapa Illuvia menyamar sebagai Sarru. Dan, bukan aku berburuk sangka, tapi kecemburuan bisa menjadi bahan bakar yang sangat efektif. Bisa saja Illuvia berpikir kalau yang menyebabkan aku menjadi seperti ini adalah Emir dan Inanna. Dengan sedikit bisikan, bisa saja dia berusaha membunuh dua calon istriku agar aku mengubah pikiranku. Kalau ini terjadi, maaf, tapi aku tidak bisa menjamin keselamatannya."
"Itu. Harus. Aku. Cegah."
Aku tersenyum. Menurutku, sudah saatnya percakapan ini diakhiri. Aku menekan monitor di samping, di dinding, dan memesan beberapa daging, sayuran, dan minuman. Tidak lama kemudian, pintu diketuk. Aku berdiri dan mempersilakan pelayan masuk. Selain daging dan sayuran, ada beberapa gelas minuman beralkohol.
Setelah pelayan keluar, aku kembali duduk.
"Gin?"
"Biar aku yang bayar. Anggap saja ini makan bersama kita yang terakhir, last supper. Setelah ini, kita tidak mungkin makan bersama lagi, kan? Tidak ada salahnya sedikit lewat batas."
Ya. Dulu, sewaktu SMA, tante Hervia sering mengajak kami anggota badan eksekutif siswa SMA Eksas makan bersama seperti ini. Setelah lulus, kami tidak pernah lagi melakukannya. Dan, saat ini, bisa dipastikan adalah saat terakhir aku bisa makan bersama tante Hervia.
"Baiklah, Gin. Aku akan terima tawaranmu. Aku tidak akan menahan diri."
Bersambung
\============================================================
Halo semuanya.
Kembali, author ingin mengucapkan terima kasih atas like, komentar, dan dukungan para pembaca. Semua dukungan tersebut sangat berarti untuk Author. Bagi yang mau lihat-lihat ilustrasi, bisa cek di ig @renigad.sp.author.
Dan, seperti biasa, author akan endorse artist yang gambarnya di cover. Saat ini, ilustrator yang gambarnya digunakan sebagai cover adalah ilustrator pixiv, 千夜 atau QYS3. Jadi, sebelumnya, author hanya jalan-jalan di pixiv, cari original content, trus pm artistnya. Karena bukan hasil komis, melainkan public content, author pun tidak mengeluarkan uang.
Jadi, promosi di bagian akhir adalah sesuatu yang author lakukan dengan sukarela karena sang artis telah memperbolehkan author untuk menggunakan gambarnya meski sebenarnya sudah jadi public content. Jadi, para reader bisa membuka pixiv page dan like galerynya di https://www.pixiv.net/member.php?id=7210261 atau follow twitternya di https://twitter.com/QYSThree. Dua-duanya juga bisa.
Selain QYS3, author juga telah mendapatkan sebuah cendera mata dari pokarii yang bisa dipost di akhir cerita.
Sekali lagi, terima kasih bagi semua reader yang telah like dan komen. Dukungan kalian sangat lah berarti bagi author. Terima kasih juga atas ucapan lekas sembuhnya. Author benar-benar berterima kasih.
Sampai jumpa di chapter selanjutnya
__ADS_1