
"Ah, ternyata perfect mercenary masih memiliki kelemahan, ya."
"Aku bukan perfect mercenary. Dan, siapa yang memberi nama itu padaku? Konyol sekali. Kalau sudah bertemu dengan Lacuna, aku berani jamin mereka tidak akan menempelkan label itu padaku."
Dan lagi, aku sudah berhenti menjadi mercenary sejak lama. Pekerjaanku sekarang adalah pemimpin organisasi pasar gelap sekaligus kepala intelijen Bana'an.
"Ya, kalau kakak bangun, dia bisa mengenaliku. Ah, sebelum kamu salah sangka, dia hanya bisa mengenali hawa keberadaanku. Dia tidak bisa mengenali apalagi mengingat hawa keberadaan orang lain sepertimu."
That's some serious love right there. Maksudku, bahkan Emir tidak bisa mengenali kakaknya sendiri, Yurika, ketika mengenakan topeng silika. Jadi, Rina bisa mengenali adiknya hanya dari hawa keberadaan, bisa dibilang, adalah sebuah bentuk kasih sayang yang luar biasa.
Aku kembali menenggak botol wine ini. Aku bukan penikmat minuman keras, jadi aku tidak bisa memberi komentar mengenai rasanya. Sederhananya, rasanya seperti sari anggur yang rasanya sangat pekat.
"Kalau benar kau Tera, apa ini berarti ibu kalian benar-benar ingin menumbalkan Rina?"
Pandangan Tera turun. Dengan pandangan yang setengah hampa, dia mengangguk.
"Gin, sejak keberadaanmu menjadi berita utama, terutama battle royale dan reverse cinderella, ibu memisahkan kami. Kakak dikirim ke Bana'an, dan aku dikirim ke Mariander. Misiku sama seperti kakak, mencari keberadaan inkompeten lain."
"Mariander, apa kau sudah menemui Etana?"
Tera menggeleng, "Aku tidak ditugaskan menemui Etana. Aku hanya ditugaskan untuk memonitor setiap gerakannya dan melapor ke ibu secara langsung."
"Kalau sama-sama ditugaskan mengumpulkan informasi, kenapa kalian tidak bertemu saja dan lalu kabur? Kenapa repot-repot melaksanakan tugas yang diberi ibu durhaka kalian."
"Kamu bercanda, kan?"
Tera melihatku sengit, sementara aku hanya sedikit tersenyum.
Ya, tentu saja mereka tidak bisa bertemu. Aku menduga pasti ada agen atau pihak lain yang ditugaskan untuk menjaga gerak-gerik mereka. Misal, kalau Tera melakukan sesuatu yang di luar perintah, Ratu Amana tinggal membunuh Rina, begitu juga sebaliknya. Dengan ancaman ini, Ratu Amana memastikan Rina dan Tera menurut.
"Tera, melihat informasi yang kau beri, aku menyimpulkan informasi yang diberi pada kalian adalah berbeda, kan? Rina diberi informasi kalau kau ditahan. Aku memperkirakan kau mendapat informasi kalau ada agen yang siap mencabut nyawa Rina kapan saja."
Tera mengangguk.
"Jadi, apa kau juga tahu kalau dia pergi bersama kriminal yang menyamar menjadi dirimu?"
Tera mengangguk.
"Ibumu pasti tidak ingin kau berbuat aneh-aneh. Dengan memberi informasi lengkap, dia memberi isyarat kalau semua Rina benar-benar ada di genggamannya."
__ADS_1
"Ya, dugaanmu benar, Gin. Satu-satunya momen aku bisa bertemu dengan kakak adalah beberapa hari lalu saat dijebloskan ke penjara bawah tanah, setelah dia pulang dari Bana'an. Namun, penjeblosan itu ternyata hanya sandiwara. Hanya untuk meyakinkan kakak kalau aku benar-benar ditahan."
Sebenarnya, aku memiliki banyak pertanyaan. Kenapa Ratu Amana memberi informasi yang berbeda pada Rina dan Tera. Kenapa dia repot-repot memberi informasi palsu kalau Tera ditahan? Aku benar-benar tidak bisa memahami jalan pikir Ratu Amana.
"Jadi, apa tujuanmu datang ke sini? Aku kira kau tidak bisa menemui Rina."
"Aku ingin membuat permintaan. Tolong, lindungi kakakku."
"...."
"Saat ini, setidaknya, ada 7 agen dan pembunuh bayaran yang berusaha membunuhku. Mungkin, saat ini, anak buahmu sedang berurusan dengan mereka."
"Berurusan dengan mereka ... kau membuat kesepakatan dengan Ibla?"
Tera mengangguk.
Aku tidak percaya dengan ucapan laki-laki ini begitu saja. Aku langsung mengeluarkan handphone candybar dan menelepon Ibla.
[Ya, dia benar-benar Tera. Dia sudah membuat kesepakatan denganku. Jadi, pertahanan Agade tidak jelek. Aku sengaja membiarkan dia menemuimu. Sudah ya, aku banyak urusan ini. Agen dan pembunuh yang mengejarnya lebih banyak dari perkiraan.]
Sebelum aku sempat mengatakan apa pun, Ibla sudah memberi penjelasan dan menutup telepon. Kalau di keadaan normal, mungkin aku sudah protes karena sopan santun Ibla sudah hilang. Namun, mendengar suaranya yang agak tergesa-gesa, aku bisa menyimpulkan dia cukup kerepotan. Jadi, aku akan membiarkannya.
"Rina adalah satu-satunya jalan untukmu tidak menjadi Raja kerajaan Kish yang baru."
"Kish yang baru?"
"Ya. Kish yang baru. Menurutmu apa tujuan ibu ingin mengobarkan perang ke seluruh benua?"
Aku terdiam, tidak memberi jawaban.
"Tujuan ibu yang sebenarnya adalah menyatukan kembali seluruh kerajaan, dan satu negara, di benua Ziggurat dalam satu bendera."
"Aku kira ibumu mencari inkompeten. Aku berpikir, mungkin, dia ingin menggeret inkompeten lain ke permukaan."
"Itu juga. Tapi, ibu juga memiliki rencana lain. Setelah Nina kalah, menurutmu, kerajaan mana yang akan paling ditakuti?"
Aku berpikir sejenak. Saat ini, lima kerajaan dan satu negara, bisa dibilang, memiliki kekuatan yang hampir sama. Namun, setelah Nina hancur, dan Mariander kalah, negara yang akan dianggap memiliki militer terkuat di benua Ziggurat adalah Bana'an. Kenapa? Karena tinggal Bana'an yang tercatat memiliki senjata penghilang pengendalian.
Walaupun ada kerajaan lain yang mungkin juga memiliki penghilang pengendalian, tetap saja percuma. Setelah perang berakhir, kerajaan Bana'an pasti akan mendapatkan reparasi dan wilayah yang paling besar karena peserta awal di peperangan ini. Mariander akan fokus dengan pendirian republik. Dan, kerajaan lain juga sulit meminta reparasi lebih karena mereka datang belakangan.
__ADS_1
Saat itu tiba, sangat besar kemungkinan Republik Dominia, Kerajaan Agrab, dan Kerajaan Nippur bekerja sama untuk menyerang Bana'an. Permasalahannya, apakah Bana'an akan membiarkan ketiganya bekerja sama? Besar kemungkinan tidak. Sebelum ini terjadi, Bana'an mungkin akan menyerang Agrab terlebih dahulu.
Dengan kata lain, perang berkepanjangan akan muncul di benua Ziggurat. Perang ini, tentu saja, akan menimbulkan krisis ekonomi. Partisipan perang yang melihat ancaman krisis ekonomi akan menawarkan solusi berdamai. Salah satu solusi perdamaian yang masih kerap dipraktikkan adalah pernikahan antar figur.
Dengan posisiku yang sudah menggaet putri dari Mariander dan Bana'an, sangat besar kemungkinan mereka akan mendorong putri kerajaannya padaku. Mereka tidak bisa mencari orang baru yang bisa menggaet dua putri sekaligus, kan? Dengan kata lain, kalau dibiarkan, dalam beberapa tahun lagi bisa dipastikan aku menjadi Raja benua Ziggurat.
Meski ada intervensi dari luar benua, kemungkinan mereka berhasil adalah kecil. Mereka berada di benua lain. Kalau hanya mengharapkan armada laut, susah untuk bisa melakukan intervensi yang berarti. Dan lagi, kalau benar-benar dinobatkan menjadi Raja, negara-negara itu pasti akan berpikir aku adalah sasaran empuk.
Sial! Kalau begini, rencana Emir justru akan mendorongku menjadi Raja benua Ziggurat! Rencana Emir bisa menjadi senjata makan tuan!
Di lain pihak, aku bisa melindungi Rina, beralasan nyawanya terancam karena perpecahan keluarga kerajaan. Berbeda dengan Bana'an yang sistem pemerintahannya semi monarki, kerajaan Nina masih menerapkan sistem feodal sepenuhnya. Satu bangsawan tidak di bawah bangsawan lain. Yang membedakan hanyalah luas wilayah dan jumlah pasukan yang mereka miliki.
Kalau ada yang mendukung, Rina bisa menjadi pemimpin bangsawan-bangsawan tersebut. Sederhananya, Rina memimpin pemberontakan.
Bersambung
\============================================================
Halo semuanya.
Kembali, author ingin mengucapkan terima kasih atas like, komentar, dan dukungan para pembaca. Semua dukungan tersebut sangat berarti untuk Author. Bagi yang mau lihat-lihat ilustrasi, bisa cek di ig @renigad.sp.author.
Dan, seperti biasa, author akan endorse artist yang gambarnya di cover. Saat ini, ilustrator yang gambarnya digunakan sebagai cover adalah ilustrator pixiv, 千夜 atau QYS3. Jadi, sebelumnya, author hanya jalan-jalan di pixiv, cari original content, trus pm artistnya. Karena bukan hasil komis, melainkan public content, author pun tidak mengeluarkan uang.
Jadi, promosi di bagian akhir adalah sesuatu yang author lakukan dengan sukarela karena sang artis telah memperbolehkan author untuk menggunakan gambarnya meski sebenarnya sudah jadi public content. Jadi, para reader bisa membuka pixiv page dan like galerynya di https://www.pixiv.net/member.php?id=7210261 atau follow twitternya di https://twitter.com/QYSThree. Dua-duanya juga bisa.
Selain QYS3, author juga telah mendapatkan sebuah cendera mata dari pokarii yang bisa dipost di akhir cerita.
Sekali lagi, terima kasih bagi semua reader yang telah like dan komen. Dukungan kalian sangat lah berarti bagi author. Terima kasih juga atas ucapan lekas sembuhnya. Author benar-benar berterima kasih.
Sampai jumpa di chapter selanjutnya
__ADS_1