I Am No King

I Am No King
Chapter 203 – Dua Kerajaan


__ADS_3

Baiklah, waktu reuni harus segera diselesaikan. Masih ada masalah. Meski sudah dipertemukan dengan Maul, Arid tidak mungkin membiarkan kami begitu saja. Maul adalah salah satu anak yang dibeli dari Bana'an untuk menghancurkan organisasi pasar gelap kerajaan ini, Mariander. Dengan kata lain, Maul adalah bukti hidup kalau Mariander melakukan perdagangan anak-anak.


Selain bukti hidup, saat ini, tampaknya, Maul adalah anggota dari True One. Tidak mungkin kan keamanan kerajaan ini membiarkan anggota True One begitu saja? Ditambah lagi, setelah permaisuri menyatakan sumpah tidak akan pernah membiarkan perdagangan anak, secara tidak langsung, dia mendukung True One dan menentang Mariander yang telah menyelamatkan Maul.


Dengan kata lain, saat ini, kami orang Bana'an, memiliki status sebagai musuh kerajaan Mariander.


Barikade keamanan Mariander yang sempat terbuka, membiarkan aku keluar dan Rahayu berinteraksi dengan Shera pun sudah tertutup. Kini, antara aku dan Rahayu sudah terpisah oleh pagar betis.


Tiba-tiba saja, sebuah pistol melayang ke arahku. Aku menangkapnya.


Pistol ini memiliki bayonet. Seharusnya, pistol ini tergeletak di dalam barikade keamanan Mariander.


"Permaisuri Rahayu, apa maksudmu?"


"Yang Terhormat Raja Arid. Saya tidak Naif. Saya sadar benar kalau saat ini posisi saya adalah musuh kerajaan Mariander."


Rahayu memberikan penjelasan pada Raja Arid. Isi dari penjelasan Rahayu sama dengan pikiranku. Aku tidak tahu apakah memang pola berpikir kami yang mirip atau dia bisa membaca pikiranku. Yang jelas, aku membenci dua kemungkinan itu.


"Walaupun setelah ini Anda membiarkan kami kembali, dalam perjalanan, besar kemungkinan akan ada serangan. Dan, setelah kami tewas, Anda akan menyalahkan serangan itu pada True One, mengatakan kalau mereka tidak pernah benar-benar serius melawan perdagangan anak dan hanya ingin membuat kami lengah. Apa dugaan saya salah?"


Arid terdiam.


"Jadi, setidaknya, saya ingin agar Lugalgin membawa anak itu, yang telah diperlakukan dengan salah oleh Bana'an dan Mariander. Setidaknya, kalau mereka selamat, saya tidak khawatir."


Semua orang mengarahkan pandangan pada Arid termasuk para pengunjung. Hanya keamanan Mariander yang masih mengarahkan pandangan ke luar barikade.


Atmosfer terasa berat. Semua orang seolah menahan nafas, menanti. Kalau Arid membenarkan ucapan Rahayu, maka Mariander dan Bana'an akan berperang. Kalau Rahayu tewas di sini, Bana'an tidak akan memiliki pemimpin. Hal ini akan membuat Bana'an menjadi rapuh terhadap serangan, baik dari luar maupun dalam.


Di lain pihak, meskipun Rahayu mengatakan ingin Maul dan aku pergi, aku merasa dia memiliki niat lain.


Rencana awalku adalah True One akan pergi dengan damai setelah memberi file ke Rahayu. Setelah itu, mungkin hubungan Bana'an dan Mariander akan runyam. Namun, setidaknya, nyawaku dan Rahayu masih aman hingga keluar dari Mariander


Namun, sekarang, hal itu tidak akan terjadi. Keberadaan Maul mengubah segalanya. Meskipun ada jalan damai, dengan memberikan Maul pada kerajaan Mariander, aku tidak akan melakukannya. Hell! Bahkan, kalau memang terpaksa, aku tidak keberatan meninggalkan Rahayu dan menyelamatkan Maul. Prioritasku tidak berubah.


Aku melihat ke arah Shera, orang yang telah mengubah rencanaku. Sayangnya, dia tidak menyadari pandanganku. Shera fokus pada Arid dan Rahayu.

__ADS_1


Aku menghela nafas.


Sial!


"SEMUANYA!"


Bersamaan dengan teriakanku, semua orang mengalihkan pandangan. Kini, pandangan mereka tidak lagi fokus pada Arid atau Rahayu, tapi berali padaku.


"Yang Terhormat Paduka Raja Arid, saya berharap Anda berkenan membiarkan kami kembali ke Bana'an."


"Dan apa yang membuatmu berpikir aku akan melakukan hal itu? Rahayu sudah mengatakan semua hal kenapa aku tidak bisa membiarkan anak itu, dan kalian, kembali begitu saja. Tidak tanpa konsekuensi. Yah, kalau kau mau menyerahkan anak itu, kami–"


"Jangan harap."


Aku menyela Arid. Bersamaan dengan ucapanku, atmosfer di ruangan ini menjadi sangat berat. Tanpa para pengunjung sadari, mereka berjalan mundur. Bahkan. Orang-orang yang di belakang sudah menyentuh dinding.


Kalau dalam keadaan normal, kelakuanku yang menyela Arid akan membawa hubungan Bana'an dan Mariander menjadi runyam. Namun, karena hubungan keduanya sudah runyam, aku rasa membuatnya semakin buruk bukanlah masalah. Haha.


Aku melepas pelukan dari Maul dan menghadap ke Arid. Baiklah, saatnya membual.


"Hah?"


"Eh?"


"Huh?"


Semua orang mengeluarkan respon yang hampir sama, terperanjat, tidak terkecuali Permaisuri Rahayu dan anggota True One.


"Kalau dibiarkan begitu saja, besar kemungkinan, Permaisuri Rahayu akan tewas, anggota True One kabur, tapi anggota keluarga kerajaan Mariander masih bertahan hidup. Bahkan mungkin tanpa luka. Sayangnya, aku tidak suka dengan kemungkinan itu. Daripada hanya pihak Bana'an yang mengalami kerugian, lebih baik semua pihak di sini menjadi korban. Jadi, biar Bana'an dan Mariander sama-sama hancur."


"KAU SUDAH GILA!" Arid berteriak.


Hahahaha. Melihat Arid yang tidak bisa menahan kemarahannya benar-benar menghibur. Perubahan yang cukup drastis kalau aku boleh tahu.


"Namun, sayangnya, ledakan ini hanya memberi jaminan untuk keamanan kami ketika keluar dari hotel ini. Untuk memastikan keamanan kami hingga kembali ke Bana'an, aku memiliki ini."

__ADS_1


Aku mengambil smartphone dari saku jaket dan menampilkan proyeksi ke udara. Di udara, tampak biodata beberapa orang. Aku menggeser dengan cepat, menunjukkan beberapa sebuah cetak biru bangunan.


Tidak banyak yang merespon layar ini. Yang merespon hanyalah keamanan Mariander yang mengelilingi Arid dan Arid itu sendiri. Mereka diam dengan mulut terbuka.


"Yang Terhormat Raja Arid. Kalau kami, yaitu penduduk Bana'an dan Maul, tidak sampai dengan Bana'an dengan selamat, saya bisa pastikan data ini akan bocor ke pasar gelap Mariander. Dan..... kurasa aku tidak perlu mengatakan efeknya, kan?"


Data yang kutampilkan adalah biodata beberapa orang dari keamanan, bangsawan, dan denah bangunan vital kerajaan ini. Kalau sampai data ini bocor ke pasar gelap, maka keamanan dan keberlangsungan hidup orang-orang penting kerajaan ini akan berada di tangan pasar gelap. Dengan kata lain, Mariander akan sepenuhnya menjadi milik pasar gelap.


"Dan, ini juga berlaku kalau kau tiba-tiba menarik Selir Filial, Inanna, atau Ninshubur dari Bana'an."


Bom di peti arsenal adalah sebuah kebohongan belaka, tidak lebih. Namun, data ini adalah nyata. Ketika kamu mencampur kebohongan dengan kejujuran, orang tidak bisa memilah mana yang benar dan mana yang salah. Dan, karena yang saat ini mereka lihat adalah data yang diproyeksikan ke udara, maka mereka pun meyakini semua nya adalah benar.


Sebenarnya, aku menyiapkan data kerajaan Mariander untuk berjaga-jaga kalau suatu ketika Arid berencana menarik Selir Filial, Inanna, atau Ninshubur. Aku sama sekali tidak menduga akan menggunakannya secepat ini.


Kenapa data ini ada di smartphoneku sekarang? Sebenarnya, bukan hanya sekarang. Data ini selalu berada di smartphoneku. Tentu saja ada back upnya di tempat lain. Yah, intinya, aku selalu siap.


"Jadi, bagaimana, Yang Terhormat Paduka Raja Arid?"


Bersambung


\============================================================


Halo semuanya.


Kembali, author ingin mengucapkan terima kasih atas like, komentar, dan dukungan para pembaca. Semua dukungan tersebut sangat berarti untuk Author. Bagi yang mau lihat-lihat ilustrasi, bisa cek di ig @renigad.sp.author.


Dan, seperti biasa, author akan endorse artist yang gambarnya di cover. Saat ini, ilustrator yang gambarnya digunakan sebagai cover adalah ilustrator pixiv, 千夜 atau QYS3. Jadi, sebelumnya, author hanya jalan-jalan di pixiv, cari original content, trus pm artistnya. Karena bukan hasil komis, melainkan public content, author pun tidak mengeluarkan uang.


Jadi, promosi di bagian akhir adalah sesuatu yang author lakukan dengan sukarela karena sang artis telah memperbolehkan author untuk menggunakan gambarnya meski sebenarnya sudah jadi public content. Jadi, para reader bisa membuka pixiv page dan like galerynya di https://www.pixiv.net/member.php?id=7210261 atau follow twitternya di https://twitter.com/QYSThree. Dua-duanya juga bisa.


Selain QYS3, author juga telah mendapatkan sebuah cendera mata dari pokarii yang bisa dipost di akhir cerita.


Sekali lagi, terima kasih bagi semua reader yang telah like dan komen. Dukungan kalian sangat lah berarti bagi author. Terima kasih juga atas ucapan lekas sembuhnya. Author benar-benar berterima kasih.


Sampai jumpa di chapter selanjutnya

__ADS_1



__ADS_2