
"Hahaha, perempuan itu memiliki potensi."
"Tidak. Aku tidak yakin. Kalau seandainya nanti dia merasa ada yang salah, ada kemungkinan dia akan membelot."
"Lalu, menurutmu, apa kamu akan membuat keputusan yang memaksa perempuan itu, Shinar, membelot?"
"Aku tidak bisa janji."
"Wow, tidak ada jeda dalam menjawabnya."
Saat ini, Shu En mengantarku, Emir, dan Inanna. Karena terlalu malam, bus umum sudah tidak beroperasi. Aku pun meminta Shu En mengantarku. Aku duduk di depan kiri, di samping Shu En. Di belakang, Emir dan Inanna duduk bersebelahan.
Mobil yang kami gunakan adalah mobil kantor dengan model sedan.
Di kejauhan, aku melihat beberapa cahaya berjajar.
Ah, feelingku kok jelek.
Tak tak tak tak
Suara tumpul terdengar bertubi-tubi. Selain suara tumpul, kaca depan mobil pun semakin buram. Dua hal itu membuat Shu En langsung menghentikan mobil. Suara tumpul yang kami dengar berasal dari jendela yang menahan peluru. Kaca belakang pun mulai mengalami hal yang sama.
"Aku penasaran, siapa yang menyerang kali ini." Shu En merespon enteng.
Aku paham dengan ketenangan Shu En. Mobil ini memiliki tingkat keamanan yang sangat tinggi. Bahkan bazoka tidak akan bisa menghancurkan mobil ini. Namun, aku tidak berani mengadunya dengan amunisi ledakan Emir atau Inanna.
"Dilihat dari sumber tembakan, setidaknya ada sepuluh senjata di depan dan delapan senjata di belakang. Dari kecepatan peluru, Assault Rifle tipe M16. Aku tidak mendeteksi peluru jenis lain, jadi kurasa aman kalau aku bilang tidak ada senjata lain."
"Magasin?"
__ADS_1
Inanna dan Emir berbincang dengan tenang di belakang.
"Total 90 magasin, termasuk yang sekarang ditembakkan. Dari lokasi magasin, ada tujuh assault rifle lain yang belum ditembakkan. Jadi, total, ada 25 assault rifle. Aku tidak tahu sisa tujuh assault rifle ini apakah M16 juga atau bukan."
"Jadi," aku menyimpulkan. "Anggap ada 25 senjata, dan 90 magasin. Ada setidaknya 15 senjata memiliki 3 magasin, dan sisanya memiliki 4 magasin. Benar?"
"Ya, kamu benar Gin."
Pengendalian timah memang benar-benar berguna di pasar gelap, mengingat peluru normal dibuat dari timah. Namun, aku tidak menduga Inanna bisa menggunakannya sampai seperti ini.
"Simurrum yang mengajarkan teknik ini. Dia menggunakan pengendalian besinya untuk mengetahui jumlah senjata yang dibawa oleh lawan. Dia bilang, kalau aku, bisa mencoba mencari tahu jumlah dan orientasi peluru, tapi aku harus mengetahui detail semua jenis senjata, peluru, dan magasin yang umum digunakan."
Inanna mulai memberi penjelasan sebelum aku bertanya. Mengetahui detail semua jenis senjata, peluru, dan magasin adalah suatu keharusan bagi mata-mata. Inanna adalah agen gugalanna, jadi normal dia mengetahuinya.
Ngomong-ngomong, aku belum mempertanyakan status Inanna sebagai agen gugalanna. Apakah dia masih agen atau tidak setelah menjadi calon istriku? Ya, ada kemungkinan dia masih agen sih, tapi dia tidak pernah dihubungi oleh Arid lagi. Jadi, entahlah.
"Beberapa sudah ganti magasin, tapi 7 senjata yang lain belum digunakan."
"Ahh... mau sampai kapan kita harus menunggu?"
Sementara Inanna memberi laporan, Shu En mengeluh.
Di lain pihak, aku mencoba memproses informasi lain. Dari informasi yang dikumpulkan agen schneider, belum ada tanda-tanda pergerakan dari enam pilar atau organisasi pasar gelap lain. Jadi, kemungkinan lain adalah agen yang kuberhentikan. Namun, tidak ada info mengenai pergerakan dari agen yang kuberhentikan juga juga.
Apakah sistem informasi agen schneider cacat? Tidak. Meskipun cacat, beberapa karyawan Agade masih mengawasi agen-agen itu.
Berarti, ada kemungkinan yang bergerak bukanlah agen atau organisasi pasar gelap.
Tepat setelah aku memikirkan hal itu, suara tumpul jendela dan tembakan berhenti.
__ADS_1
"HOI! INKOMPETEN! KELUAR KAMU!"
Serius? Inkompeten?
Sejauh pengetahuanku, hanya ada satu pihak yang tidak sungkan memanggilku dengan sebutan inkompeten.
Keluarga Alhold.
Bersambung
\============================================================
Halo semuanya.
Kembali, author ingin mengucapkan terima kasih atas like, komentar, dan dukungan para pembaca. Semua dukungan tersebut sangat berarti untuk Author. Bagi yang mau lihat-lihat ilustrasi, bisa cek di ig @renigad.sp.author.
Dan, seperti biasa, author akan endorse artist yang gambarnya di cover. Saat ini, ilustrator yang gambarnya digunakan sebagai cover adalah ilustrator pixiv, 千夜 atau QYS3. Jadi, sebelumnya, author hanya jalan-jalan di pixiv, cari original content, trus pm artistnya. Karena bukan hasil komis, melainkan public content, author pun tidak mengeluarkan uang.
Jadi, promosi di bagian akhir adalah sesuatu yang author lakukan dengan sukarela karena sang artis telah memperbolehkan author untuk menggunakan gambarnya meski sebenarnya sudah jadi public content. Jadi, para reader bisa membuka pixiv page dan like galerynya di https://www.pixiv.net/member.php?id=7210261 atau follow twitternya di https://twitter.com/QYSThree. Dua-duanya juga bisa.
Selain QYS3, author juga telah mendapatkan sebuah cendera mata dari pokarii yang bisa dipost di akhir cerita.
Sekali lagi, terima kasih bagi semua reader yang telah like dan komen. Dukungan kalian sangat lah berarti bagi author. Terima kasih juga atas ucapan lekas sembuhnya. Author benar-benar berterima kasih.
Sampai jumpa di chapter selanjutnya
__ADS_1