I Am No King

I Am No King
Chapter 312 – Restu


__ADS_3

Halo, Tasha. Halo semua.


Maaf ya akhir-akhir ini aku tidak mengunjungi kalian setiap pagi. Terlalu banyak masalah yang harus diselesaikan. Dan lagi, anak-anak panti asuhan juga sudah mengirim pesan agar aku tidak setiap hari datang ke sini. Mereka ingin agar aku lebih fokus pada Emir dan yang lain.


Menurut mereka aku cukup datang sesekali atau bahkan kalau perlu hanya setahun sekali. Meski ingin menolak ucapan mereka, tapi, aku sendiri sadar kalau datang ke sini setiap hari tidak baik untuk mental dan keluargaku. Apalagi kalau nanti sudah memiliki anak. Aku jelas tidak mungkin datang ke sini setiap hari.


Jadi, oleh karena itu, Tasha, semuanya, aku minta maaf kalau ke depannya akan jarang datang ke sini. Namun, jangan khawatir, anggota Agade akan senantiasa membersihkan tempat peristirahatan kalian secara rutin.


Alasanku datang sebenarnya kali ini adalah ingin memberi tahu kalau besok, akhirnya, aku menikah. Bukan hanya dengan satu wanita, tapi langsung tiga. Hahaha. Konyol sekali ya. Sekalian lah biar aku cerita tentang pernikahanku ini.


Menurut ibu dan tante Filial, ibu Inanna, pernikahanku sangat merepotkan. Yang menurut mereka repot bukanlah kemungkinan mata-mata atau penyusup yang ingin membunuh kami. Militer, kepolisian, intelijen, bahkan pasar gelap mengawal pernikahanku. Yang merepotkan, menurut mereka, adalah prosesi pernikahannya.


Seperti yang kalian tahu, calon istriku, ditambah Rina, berasal dari tiga kerajaan yang berbeda. Dan, tentu saja, ketiga kerajaan memiliki tradisi pernikahan yang berbeda. Kalau pernikahannya tidak bersamaan, tidak akan repot. Namun, sayangnya, hal ini tidak mungkin dilakukan karena Bana'an, Nina, dan Mariander sedang di tengah perang.


Banyak pernikahan akan berujung pada banyak perayaan. Menurut kami, hal ini bisa mengundang kecemburuan sosial dari tentara dan orang di perbatasan. Kalau salah langkah, kecemburuan sosial ini bisa menjadi bibit pemberontakan.


Sempat ada ide, dari ayah, untuk melangsungkan tradisi pernikahan Kerajaan Kish. Namun, ide itu ditolak mentah-mentah oleh ibu dan tante Filial. Kalau aku adalah orang normal, mungkin tidak masalah. Namun, karena aku menikahi dua mantan tuan putri dan satu calon ratu, penggunaan tradisi pernikahan Kerajaan Kish sama saja seperti aku mendeklarasikan kebangkitan Kerajaan Kish.


Karena semua masalah ini, akhirnya, ibu dan tante Filial memilih untuk membuat prosesi pernikahan baru. Aku sendiri tidak tahu bagaimana prosesi pernikahannya nanti.


Di lain pihak, baik Emir dan Inanna tidak terlalu peduli dengan prosesi pernikahan apa yang akan dianut selama mereka bisa tampil menawan dengan gaun pernikahan. Untuk Rina? Dia lebih tidak peduli. Selama Kerajaan Bana'an mengakui Rina sebagai istriku, dia bahkan tidak masalah kalau pun tidak ada prosesi pernikahan.


Namun, di sini yang menarik. Tasha, apa kamu tahu kalau tiga kerajaan ini memiliki satu tradisi yang sama? Kesamaan itu adalah mempelai laki-laki dan wanita harus dipisah sehari sebelum pernikahan. Jadi, sejak pagi ini, aku tidak bersama Emir dan yang lain. Mereka bertiga menginap di hotel sedangkan aku di rumah, sendirian.


Menurut ibu dan tante Filial, mempelai laki-laki dan wanita harus diberi waktu sendiri untuk memikirkan tentang pernikahan. Dan, karena dipisah, hari ini adalah momen terakhir bagi keluarga, mantan, teman, selingkuhan, atau siapa pun untuk meyakinkan mempelai agar membatalkan pernikahan.


Seharian tadi, tentu saja, banyak orang yang berkunjung. Namun, tidak ada satu pun yang membujuk untuk aku membatalkan pernikahan. Mereka semua datang untuk mengucapkan selamat dan meninggalkan kado. Bahkan, saking banyaknya kado, kamar Emir, Inanna, dan Rina menjadi gudang kado.


Yang paling banyak memberi kado adalah Militer dan Kepolisian. Rahayu ... ah iya, sekalian. Saat ini, Mulisu, atau yang kalian kenal dengan Melinda, telah berganti identitas lagi. Kini, dia menjadi Kepala Kerajaan Bana'an, Permaisuri Rahayu.


Setelah menjadi Permaisuri Rahayu, Mulisu menyatakan dukungan terhadap pernikahanku. Berkat pernyataan ini, kemungkinan perang sipil antara kepolisian dan militer pun terhindarkan. Jadi, kedua pihak ini adalah yang paling bahagia. Bahkan, kurasa, mereka lebih bahagia dari mempelai.


Banyak juga teman SMA ku yang datang. Beberapa dosen dari kampus mereka ikut datang dengan embel-embel "saya dosen si A". Bahkan, ada beberapa kampus meliburkan kuliah besok untuk menyaksikan siaran langsung pernikahanku.


Jujur, hingga saat ini, aku masih terkejut karena pernikahanku akan disiarkan ke seluruh Kerajaan. Ah, tidak. Koreksi. Ada negara dan kerajaan lain yang juga menyiarkan pernikahanku. Keluaran Panti Asuhan Sargon pun mengatakan akan menonton pernikahanku di televisi. Aku penasaran berapa banyak uang yang ibu dapat dari hak siar pernikahanu.

__ADS_1


Hah ... aku benci jadi pusat perhatian.


Oke, kembali lagi ke tradisi. Setidaknya, berkat tradisi memisahkan diri dari mempelai sehari sebelum pernikahan, aku bisa datang ke sini, malam ini, untuk memberi update dan kabar pada kalian.


Sebenarnya, aku ingin lebih lama di sini. Namun, tampaknya, aku tidak mungkin melakukannya. Sudah ada orang lain mengantre.


Aku pulang dulu ya, Tasha, Hanna, Fira, Morgiana, Aaron, Jica, Luci, Roko, dan Oni.


 


 


***


 


 


"Akhirnya Lugalgin pergi juga."


Kami harus mengunjungi makam Tasha, Mari, dan anak panti asuhan Sargon.


"Jadi, ini adalah makam orang-orang yang telah membentuk Lugalgin?"


Aku mengangguk. "Ya, benar."


Aku dan Emir jongkok di atas tanah, di depan makam Tasha. Rina akhirnya ikut jongkok setelah melihat kami berdua.


Lugalgin bilang, selain Tasha, ada 8 orang lain yang dimakamkan di sini. Namun, dari 8 orang itu, aku dan Emir hanya mengenal Mari. Kami tidak kenal atau bahkan tahu nama yang lain.


"Baiklah, biar aku duluan ya."


Aku mempersilakan.


"Selamat malam, Tasha, Mari, dan juga yang lain. Maaf aku tidak tahu nama kalian. Malam ini, aku datang sebagai calon istri pertama Lugalgin bermaksud meminta restu dari kalian. Aku harap kalian menerimaku di kehidupan Lugalgin. Lalu, Tasha, meski statusku besok adalah istri pertama, bagi Lugalgin, kamu tetap adalah cinta pertamanya. Karena itulah, sudah sewajarnya untuk kami datang dan meminta restu darimu."

__ADS_1


Aku tersenyum mendengar ucapan Emir. Setelah Emir selesai, kini, adalah giliranku.


"Tasha, Mari, dan yang lain, aku adalah Inanna. Meski statusku adalah istri kedua, kedudukan kami adalah sama di mata Lugalgin. Namun, meski demikian, kami sadar kalau kami tidak akan pernah bisa menggantikan posisi kalian di hati Lugalgin. Dan, kami sama sekali tidak memiliki niat untuk menggusur kalian dari hati Lugalgin. Kami berharap kalian bersedia memberi restu pada pernikahan kami. Dan, setelah ini, aku juga ingin mendengarkan cerita tentang kalian dari Lugalgin dan, mungkin, keluaran panti asuhan Sargon. Aku juga ingin meletakkan kalian dalam hatiku."


Aku dan Emir mempertemukan tangan di depan dada dan berdoa, berharap ucapan dan permintaan kami mampu mencapai mereka di atas sana.


"Ah, anu, Tasha, dan ... yang lainnya. Perkenalkan namaku Rina."


Aku langsung membuka mata dan menoleh ke kiri, terkejut dengan Rina yang membuka ucapan. Seharusnya dia tidak memiliki rasa berhutang pada Tasha karena belum mendengar kisahnya langsung dari Lugalgin.


"Sebelumnya, aku minta maaf karena menikahi Lugalgin untuk mendapat bantuan dan perlindungan. Namun, setidaknya, aku bisa berjanji kalau aku tidak akan mengkhianati Lugalgin."


Bersambung


 


 


\============================================================


Halo semuanya.


Kembali, author ingin mengucapkan terima kasih atas like, komentar, dan dukungan para pembaca. Semua dukungan tersebut sangat berarti untuk Author. Bagi yang mau lihat-lihat ilustrasi, bisa cek di ig @renigad.sp.author.


Dan, seperti biasa, author akan endorse artist yang gambarnya di cover. Saat ini, ilustrator yang gambarnya digunakan sebagai cover adalah ilustrator pixiv, 千夜 atau QYS3. Jadi, sebelumnya, author hanya jalan-jalan di pixiv, cari original content, trus pm artistnya. Karena bukan hasil komis, melainkan public content, author pun tidak mengeluarkan uang.


Jadi, promosi di bagian akhir adalah sesuatu yang author lakukan dengan sukarela karena sang artis telah memperbolehkan author untuk menggunakan gambarnya meski sebenarnya sudah jadi public content. Jadi, para reader bisa membuka pixiv page dan like galerynya di https://www.pixiv.net/member.php?id=7210261 atau follow twitternya di https://twitter.com/QYSThree. Dua-duanya juga bisa.


Selain QYS3, author juga telah mendapatkan sebuah cendera mata dari pokarii yang bisa dipost di akhir cerita.


Sekali lagi, terima kasih bagi semua reader yang telah like dan komen. Dukungan kalian sangat lah berarti bagi author. Terima kasih juga atas ucapan lekas sembuhnya. Author benar-benar berterima kasih.


Sampai jumpa di chapter selanjutnya


 

__ADS_1



__ADS_2