
~Lacuna POV~
Mila mulai memberi penjelasan. Saat ini, dan satu generasi sebelumnya, keluarga Ibrahim memang tidak termasuk pada lima mafia terbesar. Namun, pada dua generasi dan sebelumnya, mereka termasuk. Hal ini lah yang membuat mereka masih memegang purwarupa itu.
Seharusnya, keluarga Ibrahim memberikan purwarupa itu kepada keluarga baru yang masuk menjadi lima terbesar. Namun, atas dasar penghormatan, keluarga lain mengizinkan keluarga Ibrahim untuk membawa satu purwarupa dan yang satunya diberikan pada keluarga Grattan.
Kepala keluarga Ibrahim yang sekarang bisa dibilang ambisius. Dia ingin kembali merebut posisi lima terbesar, atau bahkan nomor satu dari keluarga Adams. Ketika mengetahui keluarganya, keluarga Ibrahim, memiliki purwarupa penghilang pengendalian, dia pun langsung berencana untuk memperbanyak purwarupa tersebut.
Kepala Keluarga sebelumnya sudah memberi peringatan, tapi yang terjadi justru dia dieksekusi oleh kepala keluarga yang sekarang, putranya sendiri. Anggota keluarga Ibrahim menganggap turunnya pamor dan kekuatan keluarga mereka disebabkan oleh pemimpin yang tidak kompeten. Oleh karena itu, mereka mendukung rencana kepala keluarga yang sekarang dan mengeksekusi kepala keluarga yang sebelumnya.
Setelah itu, kondisi seperti yang pernah kami bicarakan. Kepala keluarga yang sekarang melanggar kesepakatan dan memantik masalah dari keluarga besar.
"Hoo, begitu ya."
Aku terdiam sejenak. Melihat Negara ini sudah memiliki teknologi penghilang pengendalian beberapa generasi sebelumnya, aku mulai berpikir kalau teknik yang digunakan oleh Lugalgin dan mafia negara ini adalah berbeda.
Namun, ada sesuatu yang mengganjal.
"Apa aku boleh sedikit berspekulasi?"
"Ya, tentu saja."
"Alasan utama kalian tidak memperbanyak purwarupa itu bukan karena tidak mau membuat negara, atau bahkan dunia ini, kacau. Kalaupun hal ini terjadi, kalian tetap akan berusaha meraup keuntungan di sana dan sini. Aku merasa ada alasan lain. Seperti terbatasnya sumber daya atau proses pembuatan yang spesifik, atau hal lain, yang membuat proses produksi menjadi amat sangat terbatas. Dengan kata lain, alasan teknis."
Mila tersenyum. Senyumnya adalah sebuah senyum yang tanpa beban, dan bahagia, seolah ada murid yang menjawab pertanyaan guru.
Di saat itu, seorang pelayan datang dan meletakkan beberapa cangkir teh di meja, di antara sofa kami dan Mila.
"Sambil minum ya."
Aku dan Sonya menurut dan menyeruput teh secara perlahan.
"Dugaanmu benar." Mila meletakkan cangkir teh. "Aku sendiri tidak tahu detailnya, yang jelas, barang ini tidak bisa diproduksi lagi. Saat ini, Setiap orang hanya memiliki benda penghilang pengendalian seukuran cincin. Keluarga Ibrahim melebur cincin tersebut dan lalu mengoleskan atau menggunakannya sebagai pelapis senjata atau peluru. Satu tetes sudah lebih dari cukup."
"Ah, begitu ya. Cukup masuk akal. Dengan begini, pertanyaanku terjawab kenapa keluarga Ibrahim tidak menggunakan senjata penghilang pengendalian terlalu sering. Tapi,"
Aku melempar katana yang sebelumnya kuletakkan di samping sofa. Mila menangkap katana itu dengan mudah.
__ADS_1
"Katana?"
"Coba kau buka dan kau perhatikan baik-baik katana itu."
Tanpa mengajukan pertanyaan, Mila menarik katana itu dari sarungnya. Sebuah cahaya yang bersinar memantul di bilah pedangnya.
"Aku tidak melihat–"
Mila membelalakkan matanya ketika menyentuh bilah pedang katana tersebut.
Aku tidak lagi merasakan tekanan dari pengendalian Mila. Dan, tampaknya, dia juga menyadari kalau pengendaliannya sudah menghilang. Mungkin, dia mengendalikan sesuatu di tempat lain.
"Bilah pedang ini mampu menghilangkan pengendalianku?"
"Aku juga sudah pernah membongkar pegangannya. Besi pada bagian dalamnya juga sama dengan bilahnya, mampu menghilangkan pengendalian. Aku bahkan sempat mengampelasnya, hanya untuk memastikan kalau penghilang pengendalian itu bukanlah lapisan semata."
Aku tidak mengatakan kalau bagian yang bagian yang terkelupas, butiran hasil ampelas, juga memiliki efek menghilangkan pengendalian.
"Jadi," Mila menambahkan. "Kamu mau bilang, seluruh bilah pedang ini adalah senjata penghilang pengendalian? Tapi, tidak mungkin. Kami bahkan tidak mampu memproduksinya lagi. Peredaran beberapa cincin yang tersisa pun sangat dibatasi. Jikalau ada wanita militer yang akan melahirkan dan diberi cincin ini, dia akan mendapat pengawasan yang sangat ketat.”
Tentu saja tidak! Alasan utamaku adalah ingin bertemu denganmu, ibu. Urusan senjata penghilang pengendalian bisa dipikir nanti.
"Tapi, ini, katana ini." Mila masih terus melihat dan meraba katana itu. "Ada kemungkinan seluruh bilahnya terbuat dari material penghilang kekuatan. Aku sama sekali tidak menduganya. Dari mana kau mendapatkannya?"
Aku meletakkan cangkir kembali ke meja dan bersandar.
Sementara kami terus berbicara, Sonya diam saja dan melihat ke arah kami. Mulutnya yang banyak bicara tidak lagi terdengar.
"Aku diberi oleh salah satu muridku sebagai hadiah perpisahan. Dan, jangan salah, katana itu bukanlah satu-satunya senjata penghilang kekuatan. Muridku ini memiliki puluhan senjata lain yang dapat menghilangkan pengendalian. Bukan hanya senjata, peti senjatanya juga mampu menghilangkan pengendalian. Belum termasuk semua peluru penghilang pengendalian yang dia miliki."
"I-itu..."
"Awalnya, aku hanya berpikir dia hanya mengombinasikan material. Namun, ketika aku berkonsentrasi, aku sama sekali tidak bisa merasakan benda atau senjata itu. Kalau aku tidak memegang dan melihatnya secara langsung, aku tidak akan tahu keberadaannya, seolah-olah katana ini tidak ada."
"Apa–"
"Aku sudah membawanya ke laboratorium. Mereka pun sama sekali tidak bisa memberikan penjelasan. Kalau diteliti, secara komposisi, katana itu hanyalah logam biasa. Tidak ada material khusus di dalamnya."
__ADS_1
Mila masih terdiam. Dia melihat katana itu baik-baik. Matanya terus melihat ke arah katana, sama sekali tidak berpaling.
Aku harap pikiran aneh tidak muncul tiba-tiba di benaknya. Aku setengah ragu juga mengatakan itu semua. Aku khawatir dia akan membunuhku dan mengambil katana itu. Atau menyelidiki dimana aku mendapatkannya.
Namun, entahlah, aku merasa tidak apa mengatakan ini. Apa karena dia ibuku, aku merasa dia pasti akan membuat keputusan normal dan rasional sepertiku? Semoga saja.
Kenapa aku bilang normal dan rasional? Pada dasarnya, mafia terbesar negeri ini sudah menyatakan tidak mampu memproduksi senjata penghilang pengendalian. Namun, tiba-tiba saja, sebuah sosok yang tidak dikenal terindikasi memiliki puluhan senjata yang mampu menghilangkan pengendalian.
Dan, tidak hanya lapisan seperti yang dilakukan di negeri ini, seluruh bagian senjata yang dibuat oleh sosok itu adalah penghilang pengendalian. Kalau mereka salah langkah, dan menjadikan pembuat senjata ini sebagai musuh, bisa-bisa sosok ini akan mengumpulkan tentara penuh dengan senjata penghilang pengendalian..
"Lacuna, aku memiliki permintaan."
Bersambung
\============================================================
Halo semuanya.
Kembali, author ingin mengucapkan terima kasih atas like, komentar, dan dukungan para pembaca. Semua dukungan tersebut sangat berarti untuk Author. Bagi yang mau lihat-lihat ilustrasi, bisa cek di ig @renigad.sp.author.
Seperti yang dibahas pada minggu lalu, minggu ini akan menjadi penutup arc 4. Jadi, minggu depan, POV akan kembali ke Lugalgin, tidak lagi di Lacuna.
Dan, seperti biasa, author ingin melakukan endorse. Saat ini, ilustrator yang gambarnya digunakan sebagai cover adalah ilustrator pixiv, 千夜 atau QYS3. Jadi, sebelumnya, author hanya jalan-jalan di pixiv, cari original content, trus pm artistnya. Karena bukan hasil komis, melainkan public content, author pun tidak mengeluarkan uang.
Dan, seperti biasa, author ingin melakukan endorse. Saat ini, ilustrator yang gambarnya digunakan sebagai cover adalah ilustrator pixiv, 千夜 atau QYS3. Jadi, sebelumnya, author hanya jalan-jalan di pixiv, cari original content, trus pm artistnya. Karena bukan hasil komis, melainkan public content, author pun tidak mengeluarkan uang.
Jadi, promosi di bagian akhir adalah sesuatu yang author lakukan dengan sukarela karena sang artis telah memperbolehkan author untuk menggunakan gambarnya meski sebenarnya sudah jadi public content. Jadi, para reader bisa membuka pixiv page dan like galerynya di https://www.pixiv.net/member.php?id=7210261 atau follow twitternya di https://twitter.com/QYSThree. Dua-duanya juga bisa.
Selain QYS3, author juga telah mendapatkan sebuah cendera mata dari pokarii yang bisa dipost di akhir cerita.
Sekali lagi, terima kasih bagi semua reader yang telah like dan komen. Dukungan kalian sangat lah berarti bagi author. Terima kasih juga atas ucapan lekas sembuhnya. Author benar-benar berterima kasih.
Sampai jumpa di chapter selanjutnya
__ADS_1