
Yap. Aku paham kenapa Maila sulit mempercayainya. Di mata publik, posisi permaisuri adalah sebuah posisi yang didambakan. Permaisuri bisa hidup dalam kemewahan hanya dengan membantu pekerjaan Raja dan melayaninya di ranjang. Dan, bisa dibilang, musuh permaisuri tidak terlalu banyak, hanya para selir. Musuh seorang permaisuri tidak sebanyak bangsawan yang bisa saling berkhianat dan mengambil manajemen kekuasaan wilayah lain.
Namun, sayangnya, Rahayu berpikir lain. Menjadi permaisuri memiliki risiko yang sangat tinggi. Kalau risiko itu hanya dia emban seorang diri, Rahayu tidak akan peduli. Yang repot adalah anak-anaknya juga mengemban risiko itu. Selir bisa saja menyandera atau bahkan membunuh anak-anak Rahayu untuk memaksanya mundur dari posisi permaisuri. Bahkan, hal ini sudah terjadi beberapa kali pada permaisuri yang sebelumnya.
Di lain pihak, Fahren sama sekali tidak memedulikan ini semua. Dia menganggap semua itu adalah risiko yang setimpal jika seorang wanita ingin menjadi permaisuri. Menurutku, Fahren adalah contoh laki-laki tidak bertanggung jawab. Dan, akhirnya, ketika kesempatan tiba, dia merasakan karmanya.
Kalau seandainya Fahren memilih hanya untuk menikahi satu perempuan, atau setidaknya dia tegas menyatakan posisi permaisuri tidak bisa diganti, atau setidaknya melindungi anak-anak permaisuri, atau yang lainnya, mungkin hal ini tidak akan terjadi. Namun, semua itu hanya "kalau", hanya perandaian. Semuanya sudah terjadi, tidak bisa diperbaiki.
"Jadi, karena kita sudah mendapat hasil yang antiklimaks, boleh aku membunuhnya?"
"Belum! Dia masih berguna. Semoga."
Inanna mode bertarung benar-benar liar dan haus darah.
"Inanna, tolong ambil smartphoneku di saku jaket kanan."
Inanna menurut. Dia pergi ke sebelah kanan dan mengambil smartphone dari saku jaket kanan. Inanna menuruti instruksiku dan membuat sebuah panggilan. Kami menunggu. Namun, hingga akhir, panggilanku tidak diangkat.
"Halo, Yuan,"
[Ya, Lugalgin?]
Aku mencoba mencari informasi. Melalui earphone, aku memanggil Yuan.
"Tolong cari anggota Orion bernama Joseif?"
"Eh?"
Maila yang sempat terdiam akhirnya kembali merespons.
[Sebentar.........Ah, ketemu. Gin, anggota Orion yang bernama Joseif ini sudah tewas.]
Karena melalui earphone, hanya aku yang mendengar balasan Yuan.
"Hei! Gin! Kenapa kamu mencari ayahku! Apa yang terjadi dengannya?"
__ADS_1
Aku mengabaikan Maila yang membentak.
"Bagaimana dengan anggota Orion bernama Martha?"
[Dia tidak ikut pertarungan ini. Dia di rumahnya.]
"Baik, terima kasih."
Berbeda dengan sebelumnya dimana Yuan membutuhkan waktu untuk merespon permintaanku, kali ini dia bisa melakukannya dengan cepat. Yuan pasti sudah tahu setelah sang suami, aku akan menanyakan istrinya. Yuan benar-benar asisten yang terampil dan cekatan.
Ngomong-ngomong, aku cukup terkejut dengan posisi ini. Aku tidak menduga Om Joseif yang ikut pertarungan ini dan Tante Martha malah tidak. Normalnya, perempuan lebih sering ditemukan berkecimpung di dunia pasar gelap Bana'an daripada laki-laki. Kenapa? Karena laki-laki lebih polos dan naif dari perempuan. Laki-laki tidak cocok bekerja di pasar gelap. Laki-laki Bana'an lebih sering ditemukan di kepolisian, militer, atau pekerjaan normal yang lain.
"Inanna, ganti tujuan panggilan."
Inanna kembali membuat panggilan. Kali ini, hanya dua dering sebelum teleponnya diangkat. Smartphoneku membuat proyeksi di udara, menunjukkan sosok perempuan paruh baya berambut hitam.
"Tante Martha, dengarkan aku. Suamimu sudah tewas. Dan kini, Maila ada di depanku."
Seolah paham dengan maksudku, Inanna mengarahkan smartphoneku ke Maila.
Umpatan Maila berhenti. Dia tidak menghentikannya dengan sukarela, tapi di hentikan. Kini. Di mulutnya sudah ada sol sepatu Inanna.
Tanpa aba-aba, Inanna kembali menghadapkan smartphone ke arahku.
[Apa yang kau inginkan?]
"Tante Martha, anggap kau beruntung. Karena Maila teman SMA ku, dan aku bisa bilang teman akrab, aku memberi kesempatan untuk tante mempertimbangkan kembali keputusan yang telah dibuat. Kalau tante menerima tawaranku, aku akan mengembalikan Maila dalam keadaan hidup dan tidak akan menyakitinya lebih jauh lagi."
[....baiklah, aku terima tawaranmu. Aku harap kamu pegang ucapanmu.]
Aku bilang lebih jauh lagi, bukan tanpa luka. Kenapa? Karena saat ini luka yang dialami Maila sudah cukup parah. Jadi, aku masih memegang ucapanku.
"Terima kasih, tante Martha."
Inanna langsung mematikan panggilan.
__ADS_1
"Jangan biarkan mulutnya tertutup. Aku khawatir dia akan menggigit lidah dan membuat dirinya tercekik oleh darah."
"Kalau begitu,"
Inanna menarik sol sepatunya dari mulut Maila dan langsung melepas tendangan. Tendangan Inanna mendarat tepat di pelipis Maila, membuatnya tidak sadarkan diri.
Aku sempat khawatir Inanna menendang terlalu keras dan mematahkan leher Maila. Namun, tampaknya, aku tidak perlu khawatir.
"Yuan, aku ingin kamu mengirim tim untuk menjemput Maila, Emir dan Inanna. Maila dan Emir akan langsung menuju rumah sakit. Inanna akan kembali ke medan pertarungan, membantu anggota Agade yang masih bertarung."
[Baik!]
Bersambung
\============================================================
Halo semuanya.
Kembali, author ingin mengucapkan terima kasih atas like, komentar, dan dukungan para pembaca. Semua dukungan tersebut sangat berarti untuk Author. Bagi yang mau lihat-lihat ilustrasi, bisa cek di ig @renigad.sp.author.
Dan, seperti biasa, author akan endorse artist yang gambarnya di cover. Saat ini, ilustrator yang gambarnya digunakan sebagai cover adalah ilustrator pixiv, 千夜 atau QYS3. Jadi, sebelumnya, author hanya jalan-jalan di pixiv, cari original content, trus pm artistnya. Karena bukan hasil komis, melainkan public content, author pun tidak mengeluarkan uang.
Jadi, promosi di bagian akhir adalah sesuatu yang author lakukan dengan sukarela karena sang artis telah memperbolehkan author untuk menggunakan gambarnya meski sebenarnya sudah jadi public content. Jadi, para reader bisa membuka pixiv page dan like galerynya di https://www.pixiv.net/member.php?id=7210261 atau follow twitternya di https://twitter.com/QYSThree. Dua-duanya juga bisa.
Selain QYS3, author juga telah mendapatkan sebuah cendera mata dari pokarii yang bisa dipost di akhir cerita.
Sekali lagi, terima kasih bagi semua reader yang telah like dan komen. Dukungan kalian sangat lah berarti bagi author. Terima kasih juga atas ucapan lekas sembuhnya. Author benar-benar berterima kasih.
Sampai jumpa di chapter selanjutnya
__ADS_1