
"Ah ... air panas memang benar-benar nikmat."
"Kamu benar, Filial. Pemandian air panas memang nikmat."
Meskipun bukan pemandian air panas alami, kenikmatannya tidak kalah. Air panas ditambah sulfur dan vitamin ini juga dapat membuat otot rileks. Bersama kami, mengambang sebuah ember yang berisi beberapa gelas minuman beralkohol, nege. Minuman ini aku import dari Agrab, tepatnya wilayah Diyala. Lugalgin mengatakan minuman ini sangat cocok dikonsumsi saat berendam air panas. Dan, aku setuju.
Aku tidak sendirian, tentu saja. Bersamaku ada pimpinan Akadia dan Quetzal, Yueni dan Selarimu. Ya, di sini kami memanggilnya dengan Selarimu, bukan Stella.
"Jujur, Filial, aku sama sekali tidak menyangka kamu bisa membuat organisasi baru dan masuk mencapai level pilar dalam waktu kurang dari 1 dekade."
"Ah, kamu bisa saja, Selarimu."
Aku menanggapi perempuan berambut putih ini dengan enteng. Di pemandian dengan air berwarna cerah, kulit sawo matanya benar-benar mencolok, tidak sepertiku dan Yueni.
"Yueni juga melakukan hal yang sama, kan?"
__ADS_1
"Itu karena aku sudah memiliki koneksi sejak awal, Filial. Tanpa koneksi sebelumnya, aku tidak akan mungkin bisa sebesar ini."
"Aku juga sama." Aku tersenyum sambil menenggak nege. "Aku memanfaatkan semua koneksiku dari Permaisuri Rahayu, Lugalgin, Ibla, kalian, intelijen, bahkan militer. Terutama koneksi Lugalgin dengan petinggi AmiAmi Corporation. Tanpa semua itu, aku tidak akan bisa mendirikan Ningal dan mencapai level pilar dalam waktu kurang dari satu dekade."
Kalau menyebut AmiAmi Corporation, aku jadi teringat ketika bertemu pemimpinnya di rumah Lugalgin. Secara resmi, pemilik dan pendirinya adalah orang lain. Namun, Lugalgin dan tamunya menyatakan kalau pemilik sesungguhnya adalah remaja yang saat itu bersama mereka. Sampai sekarang, aku masih penasaran bagaimana remaja sepertinya bisa menjadi pemilik sekaligus pendiri perusahaan multi nasional.
"Tapi kemampuanmu lah yang mampu membuat semua itu menjadi kenyataan." Selarimu merespons. "Kamu berhasil mengalahkan semua organisasi pasar gelap lain untuk mencapai posisi pilar terlebih dahulu."
"Terima kasih."
"Ngomong-ngomong, Filial, aku tidak melihat anakmu."
"Ninshubur sudah memasuki tahap berontak. Dia bilang ingin di rumah saja. Padahal aku berharap Ninshubur tidak usah memasuki tahap berontak, seperti Inanna. Sayangnya, dia sama seperti kakak laki-lakinya."
"Hahaha. Aku paham. Lugalgin pun juga relatif sama. Bayangkan memiliki anak bermuka manis dan penurut di depanmu tapi, ternyata, dia mercenary paling ditakuti di pasar gelap."
__ADS_1
Dan mercenary paling ditakuti itu menikahi putriku dan bahkan merekrutnya. Aku juga terkejut ketika mendengar cerita ini dari Yueni dan Inanna. Yah, aku seharusnya sudah bisa mengira sih sejak sepak terjangnya di Mariander. Jujur, rasanya, aku akan capek sendiri kalau mendengar semua yang Lugalgin lakukan.
"Yang membuatku bahagia," Selarimu masuk. "Dengan Ningal menjadi Pilar, pasar gelap kembali dikuasai oleh wanita! Dengan demikian, kita masih bisa mempertahankan tradisi dimana pasar gelap adalah tempat untuk wanita, bukan laki-laki! Hahahaha!"
Aku dan Yueni hanya tersenyum masam mendengar Selarimu. Sebagai bekas bangsawan Bana'an, tampaknya dia masih berusaha mempertahankan tradisi.
Di tengah tawa Selarimu yang menggema, sebuah suara muncul dari ruang ganti.
"Hei, Yueni, Filial, Selarimu, apa kalian sudah di dalam?"
"""Sudah ...."""
__ADS_1