
Ibu menyeringai. "Kamu sendiri yang bilang, kan? Jalur legal."
Yap. Jalur legal. Kalau jalur ilegal, banyak sekali. Namun, mungkin, aku belum bisa menggunakan jalur ilegal melawan Permaisuri Rahayu. Dampak buruknya masih terlalu besar untuk saat ini.
"Emir," aku mengalihkan pembicaraan ke Emir. "Sudah berapa banyak bangsawan yang pergi?"
"Belum terlalu banyak. Mungkin baru 10 persen."
Baru 10 persen ya. Ya, tidak heran sih. Meski setuju, bukan berarti mereka akan bergegas.
Ibu meminta, "Bisa tolong dipercepat? Kabari Yuan aku berharap akhir minggu ini sudah mencapai 30 persen. Kita berlomba dengan ibumu soalnya. Makin cepat, makin baik."
"Baik!"
Emir merespons permintaan ibu dengan penuh semangat. Pada titik ini, Emir lebih terlihat seperti anak ibu Yueni daripada Permaisuri Rahayu.
"Lalu," tante Filial masuk. "Untuk tanggal pernikahan, meski ada tambahan istri, kita tidak akan mengubahnya, kan?"
"Tentu saja tidak," ibu mengonfirmasi. "Justru dengan adanya Rina, kita memiliki alasan untuk tidak mengundurnya."
"Untunglah," Tante Filial tersenyum. "Aku sempat khawatir tanggalnya akan diundur gara-gara penambahan calon. Dan, Yueni, apa kita berpikiran sama?"
"Ya, aku rasa pikiran kita sama."
""Kita umumkan Rina sebagai calon istri Lugalgin H-7, enam hari dari sekarang.""
Ibu dan tante Filial mengatakan hal itu bersamaan, seolah mereka sudah berlatih.
Pernikahanku dengan Emir, Inanna, dan Rina. Kalau pernikahan kami akan diadakan, berarti, sudah hampir 1 tahun sejak Emir datang ke rumah, memintaku untuk menikahinya. Beberapa minggu kemudian, Inanna masuk. Dan, sekarang, hampir satu tahun, Rina bergabung.
Kalau dilihat berdasar tanggal, belum banyak waktu yang berlalu, baru satu tahun. Namun, aku merasa 1 tahun ini berjalan begitu lama, begitu lambat. Seperti kata tokoh penting, waktu adalah relatif. Ketika kamu hanya mengalami hal indah dan bahagia, waktu terasa sangat cepat. Namun, kalau kamu mengalami banyak kesulitan dan kesusahan, waktu akan terasa begitu lama.
Pengumuman Rina sebagai calon istriku adalah H-7 pernikahan yang adalah 6 hari dari sekarang ... tunggu dulu! Kalau aku hitung baik-baik, tanggal pernikahanku adalah 13 hari lagi? Wait! Aku sama sekali tidak mengetahui hal ini.
__ADS_1
Aku melihat ke Emir, dia mengalihkan pandangan. Aku menoleh ke Inanna, juga mengalihkan pandangan. Ayah? Dia hanya tersenyum. Bahkan, aku bisa melihat tubuh ayah yang gemetar, menahan tawa. Bahkan Rina tampak tidak terkejut ketika mendengar deklarasi ibu dan tante Filial.
Jadi, hanya aku yang tidak tahu tentang tanggal pernikahan kami? Kalau tidak tahu tapi masih lama tidak masalah. Namun, tanggal pernikahan kami kurang dari 2 minggu lagi! Oi!
"Gin, maaf ya,"
Inanna mencoba menenangkanku yang, mungkin, tampak gusar.
"Bu Yueni dan Tante Filial meminta kami merahasiakannya darimu. Jadi, kami tidak bisa melawan." Emir mencoba membantu Inanna.
"Kenapa? Kamu keberatan?" Ibu masuk. "Bukankah kamu orang yang tidak mau repot? Kami sudah berbaik hati mengatur semua pernikahanmu, lho. Kamu tidak perlu berpikir soal prosesi, makanan, undangan, dan lain sebagainya. Kamu hanya perlu datang sebagai pengantin pria dan selesai. Seharusnya kamu berterima kasih."
"Iya, sih, tapi ... "
"Jangan khawatir, Gin," Tante Filial masuk. "Kami tahu kalau kamu sibuk gara-gara perang dan permaisuri Rahayu. Karena itu kami tidak mau mengganggumu. Dan tidak perlu foto pre-wedding juga. Rasanya susah mencari waktu kosong. Apalagi mengingat kepala kerajaan ini siaga."
"Tapi ... "
"Jangan khawatir," Ayah memotong. "Mulisu sudah sadarkan diri. Aku bisa menjamin kalau dia bisa menghadiri pernikahanmu. Dan para anggota Agade juga senang ketika mendengar tanggal pernikahanmu."
Kalau pernikahan ini dilangsungkan beberapa bulan lebih awal, mungkin anak-anak panti asuhan masih bisa menghadirinya. Di situ aku merasa agak sedih dan bersalah. Setidaknya, aku harus mengirim foto-foto pernikahan kami ke mereka.
Tunggu dulu! Pikiranku sudah teralihkan! Dari sebelumnya mengeluh karena tidak diikutsertakan dalam pemilihan tanggal menjadi rasa bersalah ke anak-anak panti asuhan! Ayah benar-benar tahu cara mengalihkan perhatianku. Aku ingin protes. Namun, mengingat ibu dan tante Filial sudah teguh, rasanya percuma. Aku terima saja lah persoalan tanggal pernikahan ini.
"Lalu, bagaimana caranya untuk kita melangsungkan pernikahan ini tanpa diganggu Permaisuri Rahayu? Maksudku, Emir, Inanna, dan Rina adalah mantan tuan putri. Kita tidak mungkin kan menikah diam-diam. Apalagi Rina juga membutuhkan pernikahan ini untuk membalas dendam ke ibunya."
Tadi malam, Emir mengatakan kalau dia membicarakan soal kondisi Rina ke ibu. Jadi, seharusnya, ibu juga sudah tahu mengenai betapa pentingnya pernikahan ini untuk Rina.
"Well, Gin," Ibu menjawab. "Sebelumnya, ibu dan Filial sempat memikirkan banyak hal. Namun, berkat kamu, sekarang kami tidak perlu terlalu pusing."
"Aku?"
"Ya, benar, Gin. Berkat kamu, kami tidak terlalu pusing." Tante Filial membenarkan. "Atau lebih tepatnya, sebelumnya kami perlu membuat banyak skenario. Namun, berkat kamu yang membawa Rina, kami tidak terlalu repot lagi."
__ADS_1
"Rina?"
Semua orang di ruangan menoleh ke satu sisi, Rina.
"Ah, ya, begitu ya. Benar ...." Aku paham maksud ibu dan tante Filial. "Berkat Rina, urusan pernikahan ini akan menjadi mudah."
" ... Aku?"
Bersambung
\============================================================
Halo semuanya.
Kembali, author ingin mengucapkan terima kasih atas like, komentar, dan dukungan para pembaca. Semua dukungan tersebut sangat berarti untuk Author. Bagi yang mau lihat-lihat ilustrasi, bisa cek di ig @renigad.sp.author.
Dan, seperti biasa, author akan endorse artist yang gambarnya di cover. Saat ini, ilustrator yang gambarnya digunakan sebagai cover adalah ilustrator pixiv, 千夜 atau QYS3. Jadi, sebelumnya, author hanya jalan-jalan di pixiv, cari original content, trus pm artistnya. Karena bukan hasil komis, melainkan public content, author pun tidak mengeluarkan uang.
Jadi, promosi di bagian akhir adalah sesuatu yang author lakukan dengan sukarela karena sang artis telah memperbolehkan author untuk menggunakan gambarnya meski sebenarnya sudah jadi public content. Jadi, para reader bisa membuka pixiv page dan like galerynya di https://www.pixiv.net/member.php?id=7210261 atau follow twitternya di https://twitter.com/QYSThree. Dua-duanya juga bisa.
Selain QYS3, author juga telah mendapatkan sebuah cendera mata dari pokarii yang bisa dipost di akhir cerita.
Sekali lagi, terima kasih bagi semua reader yang telah like dan komen. Dukungan kalian sangat lah berarti bagi author. Terima kasih juga atas ucapan lekas sembuhnya. Author benar-benar berterima kasih.
Sampai jumpa di chapter selanjutnya
__ADS_1