
"Aku tidak akan menikahi ibu kalian. Jadi, bisa kita kembali ke jalur? Kumohon? Masih ada banyak hal yang harus dibahas. Dan lagi, kalian sendiri sudah tahu kan kalau aku sama sekali tidak ingin menjadi Raja. Jadi, skenario yang disebut Yuan bukanlah yang aku tuju."
Emir dan Inanna menggertakkan gigi. Tampaknya, mereka ingin mengajukan keberatan. Namun, tampaknya, kali ini permohonanku didengar. Mereka pun kembali duduk dengan tenang.
"Terima kasih." Aku mengakhiri diskusi mengenai pernikahanku dengan Rahayu dan Filial. "Yuan, jujur, aku sendiri juga tidak tahu harus apa. Permasalahannya adalah, seperti yang sudah kamu dengar ketika kita menyandera Rina, kalau Bana'an kalah, keluargaku pasti akan diburu dan dieksekusi. Dan, bukan hanya keluargaku. Semua orang di ruangan ini, dan yang memiliki hubungan, juga akan menghadapi hal yang sama. Aku...bingung...."
Ya, benar. Meski sebelumnya aku sudah mengatakan pada Rahayu kalau tidak akan terlibat di perang secara langsung, rumor yang disebarkan oleh Rina tidak akan bisa diredam. Selain itu, ada kemungkinan Rahayu akan menggunakan namaku untuk meyakinkan pimpinan militer dan kepolisian. Kalau hal ini terjadi, peranku di perang tidak akan terelakkan.
Aku benar-benar buntu. Tidak tahu apa yang harus kulakukan.
"Selain Yuan, kalau ada ide, silakan dikatakan. Aku benar-benar menanti saran dan ide kalian. Kumohon,"
"Hmm...."
Semua orang memegang dagu atau melihat ke langit-langit, berpikir. Namun, aku tahu akan sulit bagi mereka untuk mencari ide lain. Kenapa? Karena anggota elite Agade sama sekali tidak memiliki masalah kalau aku benar-benar menjadi Raja Bana'an. Kalau tidak benar-benar menolak kemungkinan aku menjadi Raja, akan sulit menemukan ide yang bisa digunakan.
Satu-satunya hal yang membuat anggota elite Agade masih mau memberi pertimbangan pada permintaan ini hanyalah satu hal, karena aku yang memintanya. Sebagai orang yang diselamatkan dan dibantu olehku, mereka tidak bisa mengabaikan permintaanku begitu saja.
Aku berani bertaruh orang yang benar-benar berpikir keras untuk mencegahku menjadi Raja hanyalah Inanna dan Emir. Oh, calon istriku, aku pada kalian.
Tiba-tiba saja, sebuah nada dering standar terdengar. Semua orang melihat ke sumber suara, Yuan.
"Maaf, ini dari Jin. Aku angkat dulu ya."
"Silakan."
Yuan pun mengambil smartphone dari saku celana dan pergi ke dapur, memisahkan diri.
Akhirnya, ada orang yang mengajukan ide, Inanna.
"Gin, aku ada satu ide. Tapi, ide ini akan terdengar sangat kejam mengingat jumlah warga tidak bersalah yang akan terseret."
"Dan, apakah itu?"
__ADS_1
"Kita menyebarkan api peperangan ke seluruh benua."
Inanna memberi penjelasan mengenai idenya.
Pada dasarnya, ada kemungkinan ada Alhold lain yang tersembunyi di benua ini. Kalau peperangan menyebar ke seluruh benua, mau tidak mau Alhold itu akan muncul ke permukaan. Saat itu terjadi, kita bisa menyebar rumor kalau orang-orang itu memiliki akses pada senjata penghilang pengendalian. Dengan demikian, kita bisa menggunakan mereka sebagai kambing hitam, sebagai pihak "yang sebenarnya" memasok senjata penghilang pengendalian.
Normalnya, informasi dan rumor seperti ini akan sulit berkembang. Namun, kondisi perang akan membuat komunikasi dan informasi menjadi simpang siur. Tidak ada yang tahu mana informasi yang benar dan mana yang salah.
Karena memiliki akses untuk mengatur persebaran informasi di Bana'an, kita bisa mengatur informasi mana yang di hempaskan ke permukaan dan informasi mana yang dikubur. Dengan demikian, informasi bahwa Lugalgin hanyalah penyalur bisa lebih mudah disebarkan dan lalu satu orang Alhold lain bisa dijadikan kambing hitam.
Namun, ide ini memiliki efek yang sangat buruk. Selain menggeret jutaan warga tidak bersalah, ada kemungkinan perang ini akan merembet ke luar benua. Kenapa? Karena kerajaan-kerajaan di benua ini memiliki kerja sama dengan negara di benua lain. Dan, seperti layaknya rekan kerja atau sekutu, negara lain pun akan ikut serta mengirimkan pasukan, mencari keuntungan sebesar-besarnya dari bisnis senjata dan sebagainya.
"Ta-tapi, kalau ide ini dianggap tidak manusiawi, kalian bisa melupakannya."
Tiba-tiba saja Inanna mengecil.
Jujur, ide Inanna benar-benar terdengar brutal. Dan sesuai ucapannya, tidak manusiawi. Namun, aku tidak bisa memungkiri kalau idenya adalah yang paling realistis dan logis untuk saat ini. Dan, karena semua orang di ruangan mengangguk, bukan hanya aku yang setuju.
"Maaf, Inanna," aku merespons. "Aku akui, idemu adalah yang paling realistis dan logis agar aku tidak menjadi Raja. Namun, bagiku, taruhannya terlalu besar. Kerajaan Nina memiliki kerja sama dengan negara tempat anak-anak panti asuhan Sargon berada. Kalau salah langkah, negara itu bisa memaksa orang-orang tanpa latar belakang jelas untuk menjadi tentara dan mengirim mereka ke sini. Dan, kalau hal ini terjadi, kematian mereka pun sudah bisa dipastikan. Jadi, maaf, Inanna. Aku tidak mau mempertaruhkan nyawa anak-anak panti asuhan Sargon."
"Ah, itu, maaf,"
Inanna semakin mengecil.
"Tapi, aku masih akan menyimpan rencana itu sebagai cadangan. Dan, aku harap kita tidak perlu menggunakan ide tersebut."
"Jangan khawatir soal itu. Aku sudah memiliki ide lain."
Emir masuk. Dia pun memberi penjelasan mengenai ide yang ada di kepalanya.
Kami semua mendengarkan penjelasan Emir dengan saksama. Jika dibandingkan Inanna, ide Emir jauh lebih manusiawi dan memiliki potensi jumlah korban yang lebih sedikit. Jauh lebih sedikit. Dan, kemungkinan berhasil pun juga tidak terlalu kecil.
Namun, sayangnya, rencana Emir memiliki satu kelemahan. Dan, Ibla adalah orang yang mempertanyakannya.
__ADS_1
"Siapa yang akan kita percayakan untuk menjalankan rencana ini? Maksudku, semua orang yang bisa kita percaya, yang di ruangan ini, sudah memiliki peran yang cukup penuh. Kalau tidak ada orang yang bisa mengambil peran tersebut, ide Inanna lebih logis."
Ya benar. Kalau tidak ada orang yang bisa dipercaya untuk menjalankan rencana Emir, semuanya akan percuma. Di lain pihak, aku sudah memiliki cara untuk menutupi kelemahan ini.
"APA?"
Ketika kami semua berada di tengah diskusi penting, suara teriakan tiba-tiba terdengar dari dapur. Kami semua pun terdiam dan melihat ke arah dapur. Dalam waktu singkat, Yuan keluar dengan smartphone masih di tangan.
"Gin, kita memiliki masalah! Guan, sejak saat ini, resmi membubarkan diri!"
Bersambung
\============================================================
Halo semuanya.
Kembali, author ingin mengucapkan terima kasih atas like, komentar, dan dukungan para pembaca. Semua dukungan tersebut sangat berarti untuk Author. Bagi yang mau lihat-lihat ilustrasi, bisa cek di ig @renigad.sp.author.
Dan, seperti biasa, author akan endorse artist yang gambarnya di cover. Saat ini, ilustrator yang gambarnya digunakan sebagai cover adalah ilustrator pixiv, 千夜 atau QYS3. Jadi, sebelumnya, author hanya jalan-jalan di pixiv, cari original content, trus pm artistnya. Karena bukan hasil komis, melainkan public content, author pun tidak mengeluarkan uang.
Jadi, promosi di bagian akhir adalah sesuatu yang author lakukan dengan sukarela karena sang artis telah memperbolehkan author untuk menggunakan gambarnya meski sebenarnya sudah jadi public content. Jadi, para reader bisa membuka pixiv page dan like galerynya di https://www.pixiv.net/member.php?id=7210261 atau follow twitternya di https://twitter.com/QYSThree. Dua-duanya juga bisa.
Selain QYS3, author juga telah mendapatkan sebuah cendera mata dari pokarii yang bisa dipost di akhir cerita.
Sekali lagi, terima kasih bagi semua reader yang telah like dan komen. Dukungan kalian sangat lah berarti bagi author. Terima kasih juga atas ucapan lekas sembuhnya. Author benar-benar berterima kasih.
Sampai jumpa di chapter selanjutnya
__ADS_1