
~Lacuna POV~
"Aku mau ke supermarket, kamu titip apa?" Sonya berteriak sambil mengenakan pakaian.
"Kola dan es krim."
"Oke..."
Sudah empat bulan sejak pembersihan keluarga Ibrahim. Aku masih tinggal di apartemen yang sama. Dan Sonya juga tinggal di sini. Sebagai ganti, apartemennya dijadikan gudang senjata. Dam yang terpenting, Sonya memiliki tugas untuk menjaga kebersihan dan kerapian tempat ini.
Sejak pekerjaan pembersihan keluarga Ibrahim, belum ada lain dengan skala yang sama. Pekerjaan yang kami terima, bisa dibilang, normal. Mungkin hanya sebagai pengawal, pembunuh bayaran, atau hal-hal seperti itu. Walaupun ada pembersihan organisasi, hanya organisasi kecil yang salah langkah, yang macam-macam dengan organisasi besar.
Hingga saat ini, aku belum mengatakan Mila kalau aku adalah putrinya. Pernah ketika aku dan Sonya liburan ke taman bermain. Saat itu juga kebetulan kami bertemu dengan Mila dan keluarga, suami dan putrinya. Suami Mila bernama Nico, petinggi di Keluarga Anastasia, dan Putri Mila bernama Tatiana. Karena bertemu, kami berlima menghabiskan waktu bersama.
Sayangnya, sempat ada insiden menimpa Tatiana. Karena Tatiana adalah putri dari petinggi Anastasia, normal untuknya menjadi target. Namun, aku berhasil meringkus penculiknya. Tidak tanggung-tanggung, aku langsung membersihkan si penculik dan organisasi yang menyewanya.
Tidak akan kubiarkan orang yang macam-macam dengan adikku lolos begitu saja.
Meski tidak menginginkannya, keluarga Anastasia memberiku hadiah karena telah menyelamatkan Tatiana. Meski ingin menolak, aku tidak mungkin melakukannya. Kalau aku menolak, sama saja seperti meludahi nama baik keluarga Anastasia, seolah-olah mengatakan "aku tidak membutuhkan kebaikan kalian.". Ya, hidup di dunia pasar gelap kadang merepotkan.
Sejak saat itu, jika Mila membutuhkanku untuk melakukan pekerjaan, dia akan membawa Tatiana turut serta. Sejak tahu kalau Mila memiliki putri, dan mungkin pengendaliannya lebih lemah, aku mengambil sedikit material dari katana pemberian Lugalgin dan mengubahnya menjadi cincin. Jadi, aku selalu membawa dan mengenakan cincin itu setiap bertemu dengan Tatiana.
Di lain pihak, aku masih terkejut dengan senjata pemberian Lugalgin. Aku hanya mengambil material dari yang aku ampelas dan mencampurnya dengan logam lain untuk dilelehkan ulang menjadi cincin. Dengan kata lain, komposisinya hanya beberapa persen dari cincin itu, tapi efek penghilang kekuatannya masih aktif.
Kembali ke urusan utama. Karena kedekatanku dengan Mila dan Tatiana, sebuah rumor kalau aku sudah menjadi mercenary pribadi keluarga Anastasia sempat beredar. Bahkan, ada rumor yang mengatakan kalau aku sudah menjadi anggota keluarga Anastasia.
Namun, rumor ini cepat mati ketika aku menerima pekerjaan dari keluarga Adams atau keluarga lain. Bahkan, aku sempat menerima pekerjaan dari pemerintah.
Hari ini, mumpung sedang tidak ada pekerjaan, aku melakukan rutinitas lama yang sering terlupakan, menikmati sore dengan bir dan rokok, menikmati angin yang bertiup semilir. Karena aku berada di balkon apartemenku sendiri, tentu saja aku hanya mengenakan kaos dan celana dalam.
Aku mulai bersenandung, menggumam lagu favorit yang sering kudengar.
__ADS_1
"The moment we almost lost our reason to keep going, we realized that there's something we must protect with all cost.... huh."
Aku terhenti pada bagian tersebut.
Aku bekerja sebagai mercenary bukanlah sesuatu yang terencana. Awalnya, aku hanya melakukan kerja serabutan sambil mencari informasi mengenai keberadaan ibu. Tanpa aku sadari, aku sudah diberi label mercenary.
Dan, tidak kusangkal kalau aku berkali-kali merasa lelah dengan pencarian ini dan sempat memilih untuk mengakhirinya. Pada akhirnya, aku meneruskan pencarianku hanya berpegang pada satu hal, aku ingin bertemu ibu. Hanya itu. Selanjutnya, aku tidak peduli.
Kini, setelah bertemu langsung dengan ibu, dan adikku, aku merasa semua pencarian itu tidak sia-sia. Meski mereka tidak mengetahui yang sebenarnya, aku sama sekali tidak keberatan. Saat ini, alasan utamaku menjalani hidup adalah melindungi mereka sebaik mungkin. Tentu saja aku akan melindungi suami ibu. Kalau dia tewas, ibu dan Tatiana pasti akan sedih.
Untuk Sonya, dia sudah berkembang pesat. Setelah aku latih, kini dia bisa menembakkan jarum dari mana saja. Pada misi penyerangan, dia bisa membuat jarum meluncur dari kantung pakaian atau celana dengan mudah dan cepat. Karena Sonya sama sekali tidak memegang jarum itu, kemana dia menyerang dan berapa banyak jarum yang ditembakkan tidak dapat diketahui dengan pasti. Hanya dirinya yang tahu.
Aku sudah bilang kalau dia sudah bisa bergerak sendiri. Dengan kata lain, dia sudah lulus sebagai muridku. Namun, dia tidak mau pergi dan justru mengatakan ingin bekerja bersamaku. Karena aku membutuhkan orang untuk menjaga apartemen ini tetap rapi dan bersih, aku pun menerima sarannya.
Lalu, bagaimana denganku? Tentu saja aku akan menetap di sini. Setidaknya untuk saat ini.
Ke depannya? Entahlah, mungkin aku akan bergabung dengan keluarga Anastasia, atau mungkin menjadi mercenary pribadi mereka, atau mungkin memulai perjalanan baru untuk mencari sesuatu yang lain.
Kring
Di saat itu, sebuah suara terdengar. Dengan malas, aku berjalan masuk, mengambil smartphone di atas sofa. Nomor ini berasal dari makelar pekerjaan yang biasa menghubungiku. Berarti, pekerjaan ini tidak berasal dari keluarga Anatasia atau keluarga Adams.
Aku mengangkat telepon. "Jadi, ada pekerjaan apa?"
Hampir lupa. Beberapa saat yang lalu, aku sempat menghubungi Mulisu untuk menanyakan kabar mereka. Berdasarkan informasi dari Mulisu, hingga saat ini, Ukin masih belum menampakkan diri. Lugalgin juga sudah tidak aktif di pasar gelap. Kini, Lugalgin hanya berdagang barang antik. Dan, mereka bertiga sudah tidak berkomunikasi lagi.
Lugalgin, jadi kamu memilih untuk berhenti beraktivitas di pasar gelap ya. Ya, aku tidak keberatan. Hidupmu adalah pilihanmu. Kalau pun suatu saat nanti kamu memilih untuk kembali terjun ke pasar gelap, aku tidak akan menghalangimu. Aku hanya berharap, kalau benar kamu terjun ke pasar gelap, kita tidak berhadapan sebagai musuh.
Ya, aku berharap demikian.
Bersambung
__ADS_1
\============================================================
Halo semuanya.
Kembali, author ingin mengucapkan terima kasih atas like, komentar, dan dukungan para pembaca. Semua dukungan tersebut sangat berarti untuk Author. Bagi yang mau lihat-lihat ilustrasi, bisa cek di ig @renigad.sp.author.
Akhirnya, Arc/season 4 pun telah berakhir. Chapter ini adalah chapter terakhir POV dari Lacuna. Arc/season selanjutnya, minggu depan, akan kembali ke Lugalgin. Author berharap chapter ini dipublish hari minggu oleh admin, biar pas. Dan, benar-benar sebuah kebetulan Arc/season 4 berakhir di Chapter 75. Yah, kalau lihat episode Mangatoon nomor 81 sih. Hehehe. Yah, sudahlah.
Awalnya, arc/season ini direncanakan sebagai spinoff. Namun, karena terlalu berikatan erat dengan Main Story, jadinya dimasukkan ke Arc/season 4, setelah mendapatkan peran di cerita flashback. Karena menjadi Arc/season 4, maka banyak hal yang diedit ulang. Meskipun POV fokus di Lacuna, Arc/season-4 memiliki banyak koneksi ke Arc/season sebelumnya sehingga yang tidak baca chapter sebelumnya pun akan merasa janggal.
Selain itu, ada beberapa tujuan lain author menulis Arc/season ini. Pertama untuk menunjukkan Lugalgin tidak se-overpowered yang kelihatannya. Pada Chapter 43, Lugalgin telah mengaku kalau dirinya tidak mampu melakukan apapun tanpa strategi dan lokasi yang mendukung (meski sebenarnya ini sudah kelihatan sejak Chapter awal sih :P).
Kedua, memunculkan Lacuna yang jauh lebih kuat dari Lugalgin. Selain kekuatan pengendalian dan fisik, Lacuna juga dapat meramu strategi. Bahkan Lacuna bisa menggunakan kata penghilang pengendalian dengan lancar. Namun, di atas Lacuna, masih ada sosok yang "kelihatannya" lebih kuat, yaitu ibunya, Mila. Ya, sederhananya, di atas langit masih ada langit.
Lalu, pada Arc/season 4, dijelaskan bagaimana senjata penghilang pengendalian, yang diklaim dimiliki oleh Lugalgin dan Etana, memiliki pengaruh besar terhadap orang normal, orang-orang dengan pengendalian. Namun tidak dijelaskan dengan lengkap bagaimana senjata penghilang pengendalian bisa beredar di Negara lain. Kenapa begitu? Yah, kalau dijelaskan sekarang, spoiler entar.
Ah, selain itu, Arc/season 4 memberi sedikit POV dari orang normal, bukan inkompeten. Kalau di Lugalgin, kita tidak akan pernah bisa melihat bagaimana efek pengendalian yang sama atau bagaimana orang normal mengetahui benda di sekitar. Di Arc/season 4 ini, memberi sedikit POV. Kenapa sedikit? Karena sayangnya Lacuna juga sering menggunakan kekuatan fisiknya.
Oke, rasanya, post notenya sudah cukup.
Dan, seperti biasa, author ingin melakukan endorse. Saat ini, ilustrator yang gambarnya digunakan sebagai cover adalah ilustrator pixiv, 千夜 atau QYS3. Jadi, sebelumnya, author hanya jalan-jalan di pixiv, cari original content, trus pm artistnya. Karena bukan hasil komis, melainkan public content, author pun tidak mengeluarkan uang.
Jadi, promosi di bagian akhir adalah sesuatu yang author lakukan dengan sukarela karena sang artis telah memperbolehkan author untuk menggunakan gambarnya meski sebenarnya sudah jadi public content. Jadi, para reader bisa membuka pixiv page dan like galerynya di https://www.pixiv.net/member.php?id=7210261 atau follow twitternya di https://twitter.com/QYSThree. Dua-duanya juga bisa.
Selain QYS3, author juga telah mendapatkan sebuah cendera mata dari pokarii yang bisa dipost di akhir cerita.
Sekali lagi, terima kasih bagi semua reader yang telah like dan komen. Dukungan kalian sangat lah berarti bagi author. Terima kasih juga atas ucapan lekas sembuhnya. Author benar-benar berterima kasih.
Sampai jumpa di Arc/season selanjutnya
__ADS_1