
"Gin," Emir menyela. "Ini Mu–ibu sudah mengiyakan. Asal kondisi yang kamu beri tidak merepotkan, ibu akan menyetujuinya."
Emir hampir saja memanggil nama Mulisu. Hahaha, tampaknya dia masih belum terbiasa memanggil Mulisu dengan sebutan ibu.
"Oke, seperti itu, Permaisuri Shara. Jadi, di sini, perjanjiannya adalah Bana'an tidak akan menyerang Agrab atau menduga kalau Agrab bersekutu dengan Nina, walaupun aku tewas. Sebagai gantinya, aku mau Agrab tidak bersekutu dengan Kerajaan Nina, atau pun membiarkan militer mereka lewat, atau menyerang Bana'an. Intinya, perjanjian non agresi."
"Jujur, aku tidak yakin bisa memenuhi tuntutanmu kalau Nina mengancam menyerang kami."
Dengan kata lain, kalau Agrab merasa terancam oleh Nina, mereka akan memilih untuk bersekutu dengan Nina dan menyerang Bana'an.
Aku tersenyum, "Permaisuri Shara, apa kau yakin ingin mengatakan hal itu?"
"... bisa tolong elaborasikan?"
"Kalau kau berpikir kekuatan terbesar Bana'an ada di militer dan kepolisian, maka kau salah. Sejak zaman kerajaan Kish, lalu pendirian Bana'an, bahkan hingga kini, kau tahu kan apa yang membuat kerajaan Bana'an berbahaya?"
"..."
"Kalau kau tidak mau menjawab, biar aku jawab, Pasar Gelapnya. Kalau kalian berpikir keberhasilanku menghentikan perdagangan anak adalah awal dari tumpulnya taring pasar gelap Bana'an, kalian salah. Jika Agrab memutuskan untuk menerima tawaran sekutu Nina atau sekedar membiarkan militer Nina lewat ...."
Aku tidak melanjutkan. Aku hanya mengangkat telepon candybar ke sebelah wajah sambil tersenyum.
Ketika melihatnya, Permaisuri Shara tidak lagi menunjukkan ekspresi tenang. Dia menggertakkan gigi. Tanpa penjelasan, Permaisuri Shara sudah tahu apa yang aku maksud.
Ya, saat ini, Agade, Quetzal, dan Akadia sedang dalam proses menyebarkan handphone candybar pada orang-orang terpilih di Kerajaan Agrab. Secara tidak langsung, mereka adalah perpanjangan tangan dari pasar gelap Bana'an. Jika Kerajaan Agrab memutuskan untuk bersekutu dengan Nina atau membiarkan militer Nina lewat, Pasar Gelap Bana'an, melalui perpanjangan tangan, akan menghancurkan Kerajaan Agrab dari dalam.
"Kalau kalian mencari dan menyerang orang yang memiliki handphone ini, pasar gelap Bana'an akan menganggap kalian melakukan serangan. Dan, sebagai tambahan, pasar Gelap Bana'an memang memiliki kode etik untuk tidak mengekspos kegiatan ke permukaan, ke dunia normal. Namun, seingatku, kode etik ini hanya berlaku di Bana'an. Bagaimana kalau konflik terjadi di Kerajaan Agrab? Aku tidak bisa menebak. Kalian bisa mencobanya kalau mau."
Termakan provokasiku, orang-orang di belakang Permaisuri menarik senjata mereka. Namun, mereka langsung berhenti dengan wajah pucat pasi ketika sebuah laras tank muncul di sebelah kanan dan kiriku. Tanpa perlu melihat, aku sudah tahu kalau Emir sudah siap.
Kalau yang bertindak Inanna, mereka tidak akan takut karena yang melayak hanyalah tombak dan pasak. Namun, ketika yang melayang kepala tank, efek psikologinya sangat besar.
__ADS_1
"TOLONG BERHENTI!"
Sebuah suara baru muncul. Tuan Putri yang sedari tadi diam saja, akhirnya buka mulut. Sang Tuan Putri Usmu bangkit dan menatapku tajam. Namun, dia melakukannya hanya sejenak. Tidak lama kemudian, dia berdiri di antara aku dan Permaisuri Shara, menatap Permaisuri Shara tajam.
"Ibu, apa kita tidak bisa memenuhi syarat Lugalgin? Menurutku, syarat yang diajukan Lugalgin tidak memberatkan kita. Menurutku, kita setara pada perjanjian ini."
Wow, perempuan ini tampak teguh. Tuan Putri Usmu pasti memiliki alasan kuat kenapa dia ingin ibunya menerima perjanjian non agresi ini.
"Jadi, Tuan Putri Usmu, apa Anda memiliki kekasih di luar sana?"
"Eh?"
Tuan Putri Usmu langsung berbalik melihatku. Wajahnya, memerah, tapi aku tidak melihat alisnya yang menyiku. Justru mulutnya yang setengah terbuka memberi emosi lain, malu.
Ternyata, pertanyaan acakku tepat.
"Tadi, kau terus menunduk. Kedua tanganmu pun mengepal erat. Namun, saat aku menolak tawaran Permaisuri Shara, tanganmu terlihat sedikit lemas, lega. Tampaknya, kau benar-benar tidak mau menikah denganku, iya kan?"
Tuan Putri Usmu mundur satu langkah. Dia melihat ke kanan kiri dengan pandangan kemana-mana, bingung.
Aku menghela nafas dan berhenti menekan Tuan Putri Usmu.
"Permaisuri Shara, tampaknya kau tidak menanyakan pendapat Tuan Putri Usmu. Tampaknya, dia sudah memiliki kekasih di luar sana. Apa kau tidak khawatir aku mengelabui Tuan Putri Usmu untuk memimpin pemberontakan? Aku bisa saja memberikan janji akan melepaskan dan membiarkannya hidup bersama sang kekasih setelah pemberontakan berhasil."
"... dia tidak akan melakukannya."
"Apa kau yakin? Melihat ketiga istriku meninggalkan kesetiaan mereka untuk kerajaan, apa yang membuatmu berpikir aku tidak bisa mengubah jalan pikir Tuan Putri Usmu?"
"..."
"Sudahlah! Aku tidak mau berlama-lama di tempat ini! Tempat ini dingin dan ada ibu hamil di sini!"
__ADS_1
"Hei! Jangan jadikan aku alasan!"
Rina mengeluh, tapi aku mengabaikannya.
"Hah ...." Permaisuri Shara menghela nafas. "Baiklah. Aku akan menerimanya."
"Bagus."
Bersambung
\============================================================
Halo semuanya.
Kembali, author ingin mengucapkan terima kasih atas like, komentar, dan dukungan para pembaca. Semua dukungan tersebut sangat berarti untuk Author. Bagi yang mau lihat-lihat ilustrasi, bisa cek di ig @renigad.sp.author.
Dan, seperti biasa, author akan endorse artist yang gambarnya di cover. Saat ini, ilustrator yang gambarnya digunakan sebagai cover adalah ilustrator pixiv, 千夜 atau QYS3. Jadi, sebelumnya, author hanya jalan-jalan di pixiv, cari original content, trus pm artistnya. Karena bukan hasil komis, melainkan public content, author pun tidak mengeluarkan uang.
Jadi, promosi di bagian akhir adalah sesuatu yang author lakukan dengan sukarela karena sang artis telah memperbolehkan author untuk menggunakan gambarnya meski sebenarnya sudah jadi public content. Jadi, para reader bisa membuka pixiv page dan like galerynya di https://www.pixiv.net/member.php?id=7210261 atau follow twitternya di https://twitter.com/QYSThree. Dua-duanya juga bisa.
Selain QYS3, author juga telah mendapatkan sebuah cendera mata dari pokarii yang bisa dipost di akhir cerita.
Sekali lagi, terima kasih bagi semua reader yang telah like dan komen. Dukungan kalian sangat lah berarti bagi author. Terima kasih juga atas ucapan lekas sembuhnya. Author benar-benar berterima kasih.
Sampai jumpa di chapter selanjutnya
__ADS_1