I Am No King

I Am No King
Chapter 276 – Rahasia Umum


__ADS_3

"Jangan khawatir. Kan ada Inanna dan anggota Agade. Jadi, meski kamu pergi untuk bekerja, kami masih bisa menjaga diri."


"Aku tidak mengkhawatirkan itu. Aku mengawatirkan hal yang lain," aku menolak dugaan Emir. "Dasar! Dia tidak bisa menunggu hingga putrinya sembuh dulu baru mengirimku apa? Jangan-jangan ketika aku tidak ada, dia mau mengirim serangan psikologi ke putrinya agar dirinya bisa maju? Atau jangan-jangan dia mau mengadakan kunjungan dadakan ke perbatasan untuk menemuiku? Permaisuri sialan!"


"Gin, jaga mulutmu! Permaisuri sialan itu ibuku."


Tiba-tiba saja, Yurika menyela. Tampaknya dia tidak terima dengan ucapanku yang barusan.


"Kamu juga, Emir. Kenapa kamu membiarkan Lugalgin menghina ibu begitu saja?"


"Hah? Ibu? Ibu macam apa yang ingin menikahi calon suamiku?"


"Hah?"


Yurika tersentak ketika mendengar respons Emir? Aku penasaran dia tersentak karena Emir memandang buruk ibunya sendiri atau karena Rahayu ingin menikahiku? Atau dua-duanya?


"Kalau kakak belum tahu, biar aku perdengarkan."


Dengan muka kecut, Emir mengambil smartphonenya di meja samping ranjang. Dengan cepat, dia memainkan sebuah rekaman audio. Dan, tentu saja, rekaman itu adalah ucapan Rahayu ketika dia mengatakan ingin menikahiku.


Yurika dan Jeanne yang mendengarnya terdiam dengan mulut mengaga dan mata setengah terbuka. Aku tidak heran kalau mereka terkejut.


Di lain pihak, tadi malam, Emir dan Inanna kesal dan melempar sumpah serapah ketika mendengarnya. Reaksi Emir dan Inanna seperti itu karena Yuan sudah pernah mengatakan kemungkinan Rahayu mengambilku sebagai suami, jadi mereka tidak terkejut. Daripada terkejut, mereka lebih ke arah kesal karena dugaan Yuan benar.


Bahkan, Inanna langsung menelepon Tante Filial, mengancam kalau dia tidak akan segan-segan memotong hubungan keluarga kalau Tante Filial mengincarku.


Aku beruntung Tante Filial tidak berpikir demikian.


Tante Filial sudah berhutang banyak padaku. Sejak Mariander dan Bana'an resmi berperang, Tante Filial dan beberapa karyawan kedutaan yang menetap mengajukan perpindahan status kependudukan. Setelah melewati proses yang panjang dan lama, dan tentu saja dengan aku dan ibu juga bergerak di belakang layar, akhirnya minggu lalu mereka resmi menjadi warga kerajaan Bana'an.


Setelah resmi menjadi warga Kerajaan Bana'an, aku dan ibu patungan untuk membelikan rumah dan perabotan untuk tempat tinggal Tante Filial dan Ninshubur. Kami beruntung karena ada rumah kosong di dekat rumah ayah. Jadi, lingkungan Ninshubur tidak berubah drastis. Ditambah, ibu memberi tante Filial pekerjaan di salah satu perusahaannya.


Sebenarnya, awalnya, aku ingin membelikan rumah dan furnitur tante Filial sendiri, tanpa bantuan ibu. Namun, ibu menolak dan memaksa agar dia ikut patungan. Ibu memaksa ikut patungan agar dia bisa mengambil keputusan dalam desain interior rumah. Kalau dilepas begitu saja padaku, ibu khawatir aku hanya akan membeli rumah sebagaimana adanya dan akan ada ruang yang tidak digunakan, seperti satu kamar kosong di lantai bawah rumahku.


Ditambah lagi, menurut ibu, desain yang ibu pilih akan lebih memudahkan Tante Filial sebagai single parent. Jadi, sederhananya, tante Filial memiliki lebih banyak pikiran dan kesibukan yang lebih penting daripada mencari pasangan lagi. Dan lagi, kalaupun dia menikah lagi, tante Filial khawatir Ninshubur tidak akan bisa menerima ayah barunya.


Ketika mengingat itu semua, tanpa kusadari, sebuah kalimat terucap dari mulut ini.


"Inanna, kamu beruntung."

__ADS_1


"Ya, aku beruntung."


Oke, kembali ke masalah utama.


"Emir, dari mana kamu mendapatkan rekaman ini? Ini palsu, kan?"


Tampaknya, Yurika masih tidak mampu mempercayai telinganya. Namun, meski tidak percaya, tampaknya ada sebagian dari dirinya yang mempercayainya. Dia berkata "kan", menunjukkan sebagian dari dirinya percaya kalau itu memang ibunya.


"Yurika, kamu ingat kan bagaimana aku memutar rekaman telepon saat mengeksekusi keluarga kerajaan? Kalau rekaman telepon saja punya, apa yang membuatmu berpikir aku tidak meletakkan penyadap di istana?"


"I, itu..."


Sementara Yurika ingin menyangkal, Jeanne mengangguk.


"Dan, sebagai informasi tambahan, informasi ini sudah tersebar di seluruh kalangan intelijen kerajaan ini, baik agen schneider maupun hanya karyawan."


"Hah? Kok bisa?"


"Itu ideku, kak." Emir menjawab. "Kalau rekaman ini tersebar, karyawan intelijen dan agen akan memandang ibu sebelah mata. Mereka akan memandang ibu sebagai perempuan tanpa moral. Di lain pihak, karyawan intelijen dan agen akan mengasihiku. Selain itu, kesetiaan pada Lugalgin juga akan semakin kuat karena mereka semakin disadarkan kalau keluarga kerajaan ini sudah bobrok. Kemungkinan untuk adanya pengkhianat semakin rendah."


"Emir...."


"Sebelumnya, Bemmel sudah membenci Rahayu. Dengan rekaman ini, Emir jadi lebih membenci Rahayu. Kita lihat apakah Yurika akan ikut membenci ibunya setelah ini."


Aku memberi monolog singkat.


Dan, ya. Bemmel, anak terakhir Rahayu, membencinya.


Beberapa saat sebelumnya lalu, setelah eksekusi keluarga kerajaan, hanya Bemmel yang dinyatakan selamat. Dia sempat menginap di rumah sakit untuk luka minor. Ketika pulang, seharusnya, Bemmel disambut oleh pelukan dan senyum ibunya. Namun, tidak! Rahayu lebih fokus pada urusan kerajaan. Bahkan, ternyata, Rahayu tidak pernah sekalipun menelepon rumah sakit ketika Bemmel dirawat.


Orang-orang di sekitar hanya bisa memaklumi karena sekarang Rahayu sudah menjadi kepala negara. Mereka menganggap wajar bagi Rahayu yang menjadi kepala negara secara tiba-tiba untuk mengabaikan Bemmel.


Di istana, yang menemani Bemmel hanyalah pelayan kerajaan. Bahkan, ada momen ketika dia menelepon Emir, meminta Emir mengunjunginya. Sayangnya, saat itu, kondisi pasar gelap kerajaan ini sedang tidak kondusif, Jadi Emir hanya bisa menelepon Bemmel. Baru akhir-akhir ini Emir mengunjungi Bemmel karena berada di masa gencatan senjata.


Ketika mengunjungi Bemmel, tentu saja, aku dan Inanna ikut. Sebagai orang yang sudah mengeksekusi keluarga kerajaan dan menjadikan Rahayu kepala kerajaan, secara tidak langsung, aku adalah pihak yang membuat Bemmel kesepian. Jadi, aku sedikit bertanggung jawab dan menerima semua caci maki dan kekesalan Bemmel.


Namun, aku sama sekali tidak mengira dengan kelakuan Bemmel. Dia berterima kasih karena aku tetap menyayangi Emir walaupun ayahnya sudah mengkhianatiku. Dan, bahkan, dia mengatakan kalau dirinya menjadi paham kenapa aku membenci bangsawan dan keluarga kerajaan. Tampaknya ada sesuatu hal yang terjadi padanya dalam beberapa waktu kami tidak bertemu.


Oke, kembali ke masa sekarang.

__ADS_1


"Setidaknya, Emir, kita harus bersyukur. Karena kelakuan ibumu yang sudah tersebar, rencanamu akan berjalan semakin mulus, kan?"


"Ya, aku harus berterima kasih pada ibu untuk yang satu itu."


Sebuah senyum sinis dan licik terkembang di wajah jelita Emir.


Kalau belum melihat secara langsung, aku pasti berpikir cerita ibu yang mencoba merebut calon suami anaknya hanya ada di acara televisi kacangan. Namun, setelah melihatnya langsung, apalagi terlibat di dalamnya, aku harus mengakui kalau acara televisi tidak sepenuhnya mustahil. Meskipun kecil, masih ada kemungkinan.


"Dan, Kak Yurika, kalau kakak tiba-tiba ingin menikahi Lugalgin juga, aku akan menganggap kakak sebagai musuh, mengerti?"


"Tidak! Kakak tidak akan melakukannya!"


"Benarkah? Kakak kira aku tidak tahu kalau kakak sebenarnya juga sudah jauh hati pada Lugalgin tapi menyerah karena dia tidak mau menjadi bangsawan? Sekarang, setelah kakak bukan lagi bagian dari keluarga kerajaan, alasan kakak menahan diri sudah tidak ada kan?"


"I, itu....."


Yurika tidak mampu memberi jawaban pasti. Dia mengalihkan pandangan.


Bersambung


 


 


\============================================================


Halo semuanya.


Kembali, author ingin mengucapkan terima kasih atas like, komentar, dan dukungan para pembaca. Semua dukungan tersebut sangat berarti untuk Author. Bagi yang mau lihat-lihat ilustrasi, bisa cek di ig @renigad.sp.author.


Dan, seperti biasa, author akan endorse artist yang gambarnya di cover. Saat ini, ilustrator yang gambarnya digunakan sebagai cover adalah ilustrator pixiv, 千夜 atau QYS3. Jadi, sebelumnya, author hanya jalan-jalan di pixiv, cari original content, trus pm artistnya. Karena bukan hasil komis, melainkan public content, author pun tidak mengeluarkan uang.


Jadi, promosi di bagian akhir adalah sesuatu yang author lakukan dengan sukarela karena sang artis telah memperbolehkan author untuk menggunakan gambarnya meski sebenarnya sudah jadi public content. Jadi, para reader bisa membuka pixiv page dan like galerynya di https://www.pixiv.net/member.php?id=7210261 atau follow twitternya di https://twitter.com/QYSThree. Dua-duanya juga bisa.


Selain QYS3, author juga telah mendapatkan sebuah cendera mata dari pokarii yang bisa dipost di akhir cerita.


Sekali lagi, terima kasih bagi semua reader yang telah like dan komen. Dukungan kalian sangat lah berarti bagi author. Terima kasih juga atas ucapan lekas sembuhnya. Author benar-benar berterima kasih.


Sampai jumpa di chapter selanjutnya

__ADS_1



__ADS_2