I Am No King

I Am No King
Chapter 127 – Keputusan Shinar


__ADS_3

"Guru, apa ini serius?"


 


"Ya, ini serius," aku menjawab Shinar dengan enteng. "Awalnya, aku hanya berpikir memberi kontraknya, tapi Mulisu dan Shu En berpendapat lain."


 


"Shinar." Shu En berbicara pertama. "Lugalgin mungkin menerimamu sebagai muridnya atas janji pribadi. Tapi, untuk menjadi murid kelas A dan agen schneider resmi, kamu harus mengetahui itu semua."


 


"Aku setuju dengan Shu En." Mulisu menambahkan, "Untuk terjun ke pasar gelap, selain kemampuan, kamu juga harus mengetahui sejarah pasar gelap. Untuk saat ini, hanya informasi itu yang bisa kami beri. Tapi, kalau setuju, kamu akan mengetahui catatan hitam lain kerajaan ini. Dan, meski mengetahuinya, kamu tetap harus menjalankan perintah yang diberi."


 


Shinar tidak mampu menjawab. Mulutnya terbuka tertutup seperti ikan koi, tapi tidak ada satu patah kata yang keluar.


 


Aku tidak menyalahkannya. Dokumen yang dipegang oleh Shinar berisi mengenai kegiatan keluarga Cleinhad yang menyuplai anak-anak ke organisasi pasar gelap, child trafficking. Cara itu membuat pasar gelap Bana'an terkontrol. Namun, dengan hilangnya keluarga Cleinhad, pasar gelap pun tidak terkontrol lagi.


 


Sebelumnya, aku hanya mengatakan kalau keluarga Cleinhad melakukan jual beli manusia, human trafficking. Namun, tampaknya, Shinar sama sekali tidak menduga kalau keluarga Cleinhad lebih sering melakukan Child Trafficking daripada Human Trafficking.


 


"Jadi, memang benar tewasnya keluargaku adalah hal yang tidak terhindarkan? Cepat atau lambat, akan ada orang yang membalas dendam?"


 


Ketika mengatakannya, Shinar melempar pandangan padaku. Bukan pandangan melotot yang penuh kemarahan, tapi pandangan sayu yang penuh rasa bersalah.


 


Dia pasti berpikir aku membalas dendam karena keluarganya telah mengambil seseorang yang penting bagiku, dan itu tidak salah.


 


"Ya, benar. Tewasnya keluargamu, keluarga Cleinhad, adalah hal yang tak terhindarkan."


 


"Lalu, apa yang akan Guru lakukan? Apakah ada cara untuk mengontrol pasar gelap?"


 


"Cara mengontrol pasar gelap? Tentu saja tidak ada," aku menolak ucapan Shinar. "Kalau aku mencoba mengontrol pasar gelap, aku harus memberi penawaran yang sama menggiurkannya dengan suplai anak-anak, dan hal itu tidak ada."


 

__ADS_1


Ya, sebenarnya ada beberapa metode sih. Namun, aku tidak akan pernah menggunakannya. Kalau aku menggunakan beberapa metode tersebut, Bana'an akan dikuasai oleh pasar gelap. Kerajaan ini tidak akan menjadi tempat yang aman untuk ditinggali.


 


"Penawaran yang aku beri hanya mengawal transaksi ilegal yang akan mereka lakukan. Jadi, misal mereka mau jual beli senjata atau mau menyelundupkan barang agar lolos cukai, kita akan mengawal dan memastikan transaksi itu berhasil."


 


"Jadi, kita akan bermusuhan dengan kepolisian dan militer?"


 


"Kepolisian? Iya. Militer? Tidak." Aku setengah mengonfirmasi Shinar. "Untuk detailnya, kamu harus menjadi agen dulu."


 


"...kalau aku menolak kontrak ini, apa aku tidak akan menjadi muridmu lagi?"


 


Dia sedikit terdiam di awal. Aku bisa melihat keraguannya.


 


"Tidak juga. Kalau kamu menolak kontrak ini, kamu tetap akan menjadi muridku. Tapi, yang jelas, jam berlatihmu akan berkurang drastis. Karena seperti yang kamu lihat,"


 


Saat aku mengatakannya, Shinar memutar badan ke belakang.


 


 


Dalam waktu sebulan ini, aku sudah menyuruh Shinar mengurus sedikit dokumen intelijen. Ya, meski dokumen yang dia urus hanya yang menyangkut sekolah intelijen, informasi tetaplah informasi.


 


Di lain pihak, untuk informasi lain, dia sama sekali tidak tahu. Shu En atau agen lain akan langsung mendatangiku kalau berurusan dengan hal selain sekolah intelijen.


 


Sebenarnya, sekarang, aku penasaran. Apakah dia masih memiliki motivasi untuk menjadi muridku? Alasan pertama Shinar ingin menjadi muridku adalah supaya dia menjadi kuat dan suatu hari nanti mendapat kesempatan berbicara dengan pembunuh keluarganya. Namun, karena aku pembunuh keluarganya, keinginan pertama sudah terkabul tanpa dia perlu menjadi kuat.


 


Alasan kedua adalah ingin mengetahui kenapa keluarganya dibantai. Hari ini, saat ini, dokumen di tangannya telah memberi jawaban. Jadi, kalau dipikir-pikir, dia tidak memiliki alasan lagi untuk tetap menjadi muridku.


 


Shinar pun seharusnya menyadari hal itu.

__ADS_1


 


"Baiklah! Aku menerima kontrak ini. Kalau aku bisa ikut berperan dalam menjaga keamanan Kerajaan ini, aku tidak keberatan?"


 


Setelah mengatakannya, Shinar menandatangani dokumen itu. Setelah Shinar tanda tangan, Shu En memberi jarum. Shinar menggunakan jarum itu untuk menusuk jempolnya, lalu memberi cap pada dokumen.


 


Di lain pihak, aku merasa adegan ini anti klimaks, atau mungkin klise? Entahlah? Apa Shinar benar-benar mengatakan "berperan dalam menjaga keamanan kerajaan"? Seriously? Ternyata tokoh naif dalam komik benar-benar ada di dunia nyata.


 


Bersambung


 


 


\============================================================


 


 


Halo semuanya.


 


Kembali, author ingin mengucapkan terima kasih atas like, komentar, dan dukungan para pembaca. Semua dukungan tersebut sangat berarti untuk Author. Bagi yang mau lihat-lihat ilustrasi, bisa cek di ig @renigad.sp.author.


 


Dan, seperti biasa, author akan endorse artist yang gambarnya di cover. Saat ini, ilustrator yang gambarnya digunakan sebagai cover adalah ilustrator pixiv, 千夜 atau QYS3. Jadi, sebelumnya, author hanya jalan-jalan di pixiv, cari original content, trus pm artistnya. Karena bukan hasil komis, melainkan public content, author pun tidak mengeluarkan uang.


 


Jadi, promosi di bagian akhir adalah sesuatu yang author lakukan dengan sukarela karena sang artis telah memperbolehkan author untuk menggunakan gambarnya meski sebenarnya sudah jadi public content. Jadi, para reader bisa membuka pixiv page dan like galerynya di https://www.pixiv.net/member.php?id=7210261 atau follow twitternya di https://twitter.com/QYSThree. Dua-duanya juga bisa.


 


Selain QYS3, author juga telah mendapatkan sebuah cendera mata dari pokarii yang bisa dipost di akhir cerita.


 


Sekali lagi, terima kasih bagi semua reader yang telah like dan komen. Dukungan kalian sangat lah berarti bagi author. Terima kasih juga atas ucapan lekas sembuhnya. Author benar-benar berterima kasih.


 


Sampai jumpa di chapter selanjutnya

__ADS_1


 



__ADS_2